Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Penikmat Senyumanmu


__ADS_3

Setelah makan siang selesai, Killa meminum obat. Karena obat yang diresepkan dokter itu mengandung obat tidur, Killa merasakan kantuk yang berat. Killa berniat akan tidur, baru mau memejamkan mata. Tiba-tiba pintu terbuka, akhirnya mengurungkan niat. Killa beranggapan yang masuk itu Dokter Frans tapi ternyata yang masuk wanita paru baya dan laki-laki muda yang rupawan.


"Selamat siang," ucap seseorang wanita paru baya yang baru masuk ke ruangan Killa, dengan diikuti laki-laki muda.


Killa dan Suster kaget. Mempertajamkan penglihatannya, untuk mengamati lebih tajam, karena tidak kenal dengan wanita paru baya yang baru masuk, tapi disisi lain Killa paham dengan laki-laki yang dibelakangnya.


"Siang juga, Bu." jawab Killa dan Suster berbarengan dengan tersenyum.


"Maaf anda siapa?" ucap suster membuka percakapan, karena suster disuruh menjaga Killa dengan baik oleh Dokter Frans. Dokter Frans juga menyuruh jangan memasukan orang sembarangan diruangan Killa selain tuan Ray dan Ifan, karena Frans ada urusan yang urgen, tapi ingat sebelum Frans meninggalkan Killa, Frans sudah minta izin ke Ray. kalau tidak izin, habislah si Frans.


Padahal di depan ada Bodyguardnya Ray, tapi kenapa ada orang asing yang bisa masuk ke ruangan rawat Killa? Pikir Suster.


Padahal juga, Ibu paru baya dan anak laki-lakinya masuk penuh dengan perjuangan. Bahkan saling dorong mendorong, seperti anak kecil yang sedang berebut mainan.


"Saya mau masuk, saya mau jenguk Syakilla. Saya mau berterimakasih kepadanya. Kenapa kalian tidak bolehkah aku dan anak aku untuk masuk?"


"Izinkan kami masuk!" timpal sang anak.


"Maaf, Nyonya, Tuan muda. Kami hanya menjalankan tugas. Dilarang orang asing untuk masuk, apalagi Nyonya dan Tuan muda. Dilarang keras!"


"Siapa yang melarang!" Ibu paru baya berkacak pinggang. "Kalian puas! Bahkan aku sudah dapat izin dari Tuan Ifan." Menyodorkan ponselnya, menujunjukan hasil pesan singkat dari Ifan.


Sang penjaga tidak langsung percaya, salah satu penjaga menelpon ke Ifan.


Dasar jadi orang tidak percayaan amat! dercak batin Ibu.


Setelah telephon, baru mengizinkan Ibu dan anak itu untuk masuk.


"Jadi orang tidak percayaan! Saya kemari ingin memberi kue untuk Syakilla, dan saya pastikan tidak akan membagi kalian sedikit pun!" Kesal ibu paru baya dengan mata melotot ke arah penjaga.


"Kami memang tidak menginginkannya, Nyonya." Tersenyum mengejek. Membuat Ibu paru baya nambah kesal.

__ADS_1


"Kalian!" Ibu mau mengacak-ngacak penjaga.


"Bu, sudah Bu. jangan dilanjutin." Memegang kedua bahu ibunya, "tujuan kita kesini kan ingin jenguk. Jadi sudah jangan digubris, ayo masuk." perintah sang anak.


"Tuan David, ada apa tuan kemari? " tanya Killa ke laki-laki yang disamping Ibu paru baya.


"Apa nona mengenal mereka?" tanya suster pelan.


"Iya, sus. tapi saya tak mengenal Ibu-ibu itu, hanya mengenal lelaki yang disampingnya." jawab Killa pelan.


Wanita tersebut tersenyum, melangkahkan kakinya untuk lebih mendekati Killa, lalu mengusap pelan kepala Killa.


"Gadis yang manis, maaf jika kedatangan saya menggagu, saya ingin menjenguk dan ingin mengucapkan terimakasih."ucap wanita paru baya tersebut.


"Syakilla, maaf. Ini Ibu saya, Ibuu saya memaksa saya untuk mengantar kesini." sambar David langsung.


David dan kedua orang tuanya sudah tahu nama gadis yang ditabrak. Di beritahu dari pihak kepolisian.


"Tidak Repot-repot, Nak. Ibu tidak merasa direpotkan, malah Ibu dengan senang hati bisa kemari dan bisa lihat kamu. Sebenarnya Ibu kemari, ingin mengucapkan minta maaf, Nak. dan ingin berterimakasih. Karena kamu mau membebaskan anak Ibu, David." ucap Ibu tersebut dengan mata berkaca-kaca. Membayangkan bagaimana jika anaknya harus dipenjara lebih lama lagi. Mungkin bisa bertahun tahun. Dan terharu biru dengan kebaikannya Killa, yang dengan sukarela membebaskan David.


"Sebenarnya Ibu sudah Ikhlas, dan pasrah. jika anak ibu harus mendekam di jeruji besi, karna kebodohanya." imbuh ibu David dengan menyeka air mata yang akan menetes.


Ibu mana si yang rela melihat anaknya menderita, pasti tidak akan rela. Walau karena kebodohan David yang hampir merenggut nyawa orang. Akhirnya dengan terpaksa merelakan anaknya masuk penjara, dan juga daripada berurusan dengan Tuan Ray. jika tidak merelakan, tetap saja polisi akan menangkapnya secara paksa.


"Lekas sembuh sayang. Dunia Rindu dengan kebaikan kamu." Ibu David dengan lembut membelai kepala Killa lagi.


"Haha.. ibu bisa saja. Memang kebaikan apa yang aku perbuat?"


Merasakan perlakuan Ibu David yang membelai kepalanya dengan lembut. membuat Killa hatinya sakit, Killa jadi rindu dengan Ibunya, menahan rasa sedih dengan tersenyum getir.


"Kamu suka merendah, nak Killa." masih sama membelai kepala Killa. "Kamu bodoh Vid! kamu menabrak gadis sebaik dia dan meninggalkannya begitu saja! untung saja langsung cepat di bawa ke rumah sakit oleh orang terdekatnya, nak Syakilla, yang berada di tempat kejadian. Kalau tidak cepat di bawa ke rumah sakit, dia mungkin sudah tidak ada didunia ini. Dan ibu pasti sangat kecewa dengan kamu, Vid! " imbuh Ibu dengan menekan ucapanya.

__ADS_1


Killa kaget mendengar ucapan ibunya David yang mengatakan orang terdekat, sementara Killa tidak pernah melihat orang terdekatnya menjenguk.


Bukanya kata dokter yang bawa aku kesini Tuan Ray dan Tuan Ifan dan saya pun sebelumya tidak mengenal mereka berdua, lalu kenapa ibunya David mengatakan orang terdekat, apa Tuan mengaku-ngaku orang terdekatnya aku? Ahh ... sudah lah, apapun itu aku harus berterimakasih dengan Tuan Ray dan Tuan Ifan.


Sementara David hanya termenung, menyesali perbuatannya.


Bodoh aku, hampir saja saya membuat gadis sebaik dia lenyap dari bumi ini, arghh dasar kamu bodoh,Vid! untung gadis ini selamat, kalau tidak aku adalah orang yang bodoh dan *****!


***


Kedatangan Ray yang mendadak membuat orang jadi kaget. Karena David datang ke rumah sakit sebab itu lah sekarang Ray datang kerumah sakit membatalkan jadwal yang sudah tersusun, Ray tidak rela jika David dan Killa nanti ngobrol-ngobrol, tau sendiri kan, Killa orangnya ramah? Sifat posesif Ray muncul, tidak tahu kenapa Ray tidak mau Killa ngobrol dengan pria lain.


Disisi lain hati paling dalamnya bertanya, memang siapa Killa? Kenapa aku seperti ini kepadanya?


Menatap tajam ke arah David, seperti musuh bebuyutan. Membuat orang yang ditatap ketakutan bukan main,


Kenapa Tuan Ray menatap ku seperti itu sih?


untuk menghilangkan rasa ketakutan David mengobrol dengan Killa. Dan itu malah membuat Ray kepanasan seperti kebakaran jenggot. ditambah lagi Killa dengan senang hatinya ketawa, menampakan senyuman terindahnya.


Killa stop, jangan tersenyum! Ahhh gimana ini? Agar Killa stop, aku tidak rela. dan ini kenapa Ibu-ibu malah asyik ngobrol bukanya pulang!


Ray mengepalkan tangan, raut wajahnya kebingungan dan marah.


Ifan yang melihat gelagat Tuanya yang aneh dia memjentikan jarinya untuk memanggil suster. Suster dengan patuh mendekat.


"Katakan kepada Ibu-ibunya untuk segera pulang, bilang nona Killa perlu istirahat kau mengerti." ucapnya pelan pas di telinga suster.


Aku cuma penikmat seyumanmu dan aku tidak mau kau berbagi seyumannya ke pria lain, meski aku bukan pemilik apalagi penyebab kau tersenyum. Ahh! kenapa dengan diriku? Hati Ray berkecamuk.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2