Kisah Cinta CEO Muda

Kisah Cinta CEO Muda
Keberanian Killa.


__ADS_3

Killa membawa nampan berisi makanan untuk sarapan Nadia. Ini hari sabtu, Nadia tidak ke kampus. Begitu juga Ray tidak berangkat ke kantor.


"Bangunlah, sarapan dulu." Killa menggoyakkan badan Nadia. Nadia yang sedari tadi rebahan langsung bangun, lalu duduk bersandar.


Killa menyuapin Nadia dengan hati hati dan lembut, setelah selesai menyuapin dan sarapan sudah habis. Killa memberikan Nadia obat. Obat resep dari dokter wanita semalam, setelah Mendapatkan resep dari dokter, Ifan langsung menyuruh orang orangnya untuk menebus obat di apotik terdekat. Setelah sudah terbeli Ifan menaronya di atas nakas.


"Istirahat lah, kaka mau turun dulu, ya? " Nadia pun mengiyakan.


Waktu berjalan dengan cepat, jam menunjukan pukul sebelas siang, tapi Ray belum keluar begitu juga dengan Ifan dan Frans. Killa menghela nafas panjang.


Killa naik ke tangga ingin menuju ke kamar, melihat Nadia. Pas di tangga, Killa berpaspasan dengan Ifan. Killa menyapa Ifan, Ifan membalasnya dengan nada orang baru bangun tidur. "Tuan, Selamat pagi," Tersenyum. "Ada yang bisa saya bantu, tuan Ifan? "


" Iya, Hoooam," Ifan segera menutup mulutnya "Maaf." Ifan merasa malu. untung saja Killa tidak pingsan dengan bau naga dirinya.


"Hehe, Tidak masalah Tuan."


"Tuan Ray sudah bangun. Tolong siapin air untuk mandi. Aku masih ngantuk. Aku mau tidur lagi." jawab Ifan suaranya berat matanya bersayu-sayu. Memutar badan untuk kembali ke kamar. Killa mengiyakan, lalu mengekor dibelakang Ifan. Setelah sampai didepan pintu kamar Ray, Ifan membuka pintunya lalu melangkahkan kakinya untuk masuk. Killa mengikut masuk.


Killa mendapati Ray sedang duduk bersandar di ranjang, memainkan ponselnya. Sementara Frans sedang tidur meringkuk di sebelah Ray, Ifan yang baru masuk langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang, Ngantuk berat. Killa menyapa Ray, Ray membalas sapaan Killa. Killa melanjutkan langkahnya ke arah kamar mandi. Killa mengatur suhu panas air, lalu mengisi bathup dengan air hangat dan memberikan minyak wangi terapi yang tersedia di kamar mandi.


Saat Killa mau bersegera menuju keluar kamar Ray, Killa tak kuasa menahan aroma yang tidak enak sangat menyengat dihidungnya.


Tapi Killa berpaspasan dengan Ray, bangun tidur saja Ray terlihat tampan, rupawan, berkharisma, apalagi dibumbui dengan senyum manisnya membuat Killa menganggumi ketampananya, Killa bersusah payah membalas senyuman Ray, bibirnya seakan-akan jadi kaku yang sulit untuk ditarik keatas, setelah berhasil membalas senyuman yang menakjubkan, Killa segera mungkin menundukkan pandangan, tak kuasa melihat ketampanan Ray. Lalu pamit keluar kamar.


Setelah Killa berlalu keluar kamar, Ray memaksa Frans dan Ifan untuk segera bangun, Frans dan Ifan dengan berat hati pun bangun. Setelah sahabatnya Bangun, Ray menarik secara paksa Frans dan Ifan agar segera keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Cepat bersihkan badan kalian!" cetus Ray. Ray bingung nanti mau beri penjelasan ke Killa apa? karena dirinya bisa bangun kesiangan seperti ini, dan merasa kesal dengan Frans dan Ifan. Kenapa mereka berdua malah ikutan bangun siang si? harusnya mereka berdua bangunin Ray sendari pagi!


Ifan dan Frans mengiyakan, lalu mereka berdua berjalan menuju kamar masing-masing. Ifan dan Frans mempunyai kamar sendiri di Rumah Ray. Karena mereka biasa menginap di Rumah Ray. Jadi Ray menyediakan kamar Untuk Ifan dan Frans. Kamar yang luas, nyaman, mewah.


Setelah selesai membersihkan badan. Ray, Ifan, dan Frans turun kebawah untuk sarapan, ah, maaf bukan sarapan, makan pagi diqadha makan siang. Sebelum menuju meja makan, Ray masuk ke kamar Killa terlebih dahulu, menengok adik kesanyangnya.


Setelah selesai sarapan, mereka bertiga masuk ke ruang santai. Seperti biasa Ray setelah makan, pasti minta disediakan potongan buah segar dan minuman Favoritnya (minuman alkohol berkelas, minuman langka dengan harga yang fantastis. Ya itu? Coktail the winston,


minuman yang diracik langsung oleh bartender Australia, Joel Heffernan )


***


Killa mengetuk pintu ruang santai, setelah dapat jawaban untuk masuk, Killa langsung masuk.


"Tuan ini minumannya, potongan buahnya menyusul." ucap Killa sambil menaro sebuah nampan yang berisi satu buah teko keramik yang berwarna putih bercorak bunga dan tiga cangkir teh yang senada, di meja yang tersedia diruangan itu.


Sebelum Ray bertanya tentang yang disediakan Killa, Killa buru-buru memberi tahu "ini air jahe yang ditambahkan sedikit madu, Ini baik untuk body, tuan. " Killa tersenyum lebar.


"Siapa yang menginginkannya? Frans atau Ifan? Bukanya tadi aku tidak minta itu?"


"Tidak ada yang menginginkannya tuan, ini saya buat inisiatif buat tuan, tuan Frans dan tuan Ifan." Tersenyum merekah, kemudian mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan bicara. "Alkohol tidak baik buat badan, tuan. Tanpa saya beritahu pasti tuan sudah tau Bukan? Saya hanya memperingatkan, maaf jika saya lancang." Killa tersenyum, berhenti, untuk mengambil nafas "Semalam saya liat tuan tidak berdaya saja bisa buat badan saya lemas, cemas, khawatir. Apalagi kalau sampai Nadia yang melihatnya, mungkin dia, pingsan!"


Oh tidak! ucapan dikata pingsan buat Nadia tidak tepat! bukanya Nadia sering lihat Ray seperti itu? Nadia paling hanya memijat pangkal hidungnya saja dia tidak sampai pingsan.


"Sayangilah badan Tuan, jika terjadi apa apa dengan tuan. Bukan tuan saja, yang akan merasakan sakit! Orang yang sayang sama tuan juga akan ikut merasakan sakit!" Killa berkata tanpa menghadap lawan bicaranya. Hati Killa berkecamuk, geram, lemas,khawatir, takut menjadi satu. Mengingat kejadian semalam.

__ADS_1


Entah keberanian dari mana Killa sampai berani berucap seperti itu? Mungkin karena dorongan dari Nadia.


Ray menoleh ke arah Ifan, seperti bertanya, 'apa Killa mengetahui yang terjadi semalam?' Ifan hanya tersenyum kecut.


Berani sekali nona Killa berucap seperti itu?Tenanglah Fan, Tuan muda tidak akan marah.


Killa mendongak, melirik sebentar ke arah Frans lalu menunduk lagi, Bibirnya mulai terbuka dengan keraguan " bu--bukannya Tu--tuan Frans itu dokter? Tapi kenapa tuan tidak melarang, malahan tuan juga ikut tenggelam dalam kesalahan itu, tuan Ifan yang bukan dokter, dia tidak ikut ikutan!" nada Killa sedikit keras, Entah apa yang merasuki Killa saat ini? sampai Killa seberani berucap seperti itu.


Ray dan Frans sama sama menatap Killa penuh pertanyaan. Bahkan Frans menatap dengan tatapan tidak suka.


Sial! ternyata benar? Killa sedang membahas yang semalam, tapi bentar, bukanya aku pulang larut malam? Kenapa dia sampai tahu! Apa dia terbangun dan melihat ku yang tak berdaya? ahh sial. Ray bergumam.


Apa maksud nona Killa? dia berani sekali, berucap keras dihadapan ku dan Ray! Apa dia bosan hidup. Dia cuma baru jadi asisten pribadi Ray! Sudah selancang itu! Menggurui Ray dan aku! Sok kuasa! Tangan Frans mengepal.


Tatapan Frans tajam kearah Killa yang sedang menunduk. Membuat orang yang ditatap, merasakan hawa panas. Padahal ruangan yang ber AC. Killa memberanikan diri menatap kedua manik mata Frans. Tatapan Frans yang membunuh, raut wajah yang marah, membuat Killa benar-benar merasa takut. Badan Killa jadi melemah, tenaga yang dimiliki seakan-akan dicabut. Killa sadar bahwa ucapannya pasti menyinggung Frans.


Killa berani berucap seperti itu Bukan ingin menggurui atau menghakimi. Tapi hanya ingin melindungi Ray dan Frans dari hal buruk kerasnya alkohol. Ray sudah banyak membantu Killa, Ray juga banyak berbuat baik kepada Killa. Apa salah? jika Killa berusaha membuat Ray jadi lebih baik? jadi orang yang sayang dengan badanya sendiri? Killa melakukan itu juga ada andil dengan Nadia, Terlanjur janji denganya.


Killa berpindah menatap Ray, namun berbeda tatapan Ray tak menakutkan, bahkan raut wajah Ray terlihat orang frustasi. Tapi bagi Killa raut wajah Ray sangat menakutkan.


Bersambung...


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote dan komentar yang positif. Terimakasih, salam hangat dari Push🤗🥰


__ADS_2