
"Sayang , aku mau jalan-jalan" , rengek Angelica.
"Disini di kaki gunung Fuji , kita mau kemana? Lebih baik kita di kamar saja ya" , jawab James sambil memeluk tubuh istri kecilnya.
"Sayang , mau di sini atau di kota A , kamu juga bisa melakukannya terus. Sekarang kita keluar ya jalan-jalan. Aku mau keluar" , ucap Angelica dengan manja.
Melihat wajah Angelica yang memohon kepadanya , membuat James akhirnya luluh.
"Baiklah , kita jalan-jalan di sekitar sini saja ya. Nanti setelah itu kamu harus menemani aku malamnya" , ucap James sambil mengulum senyumnya.
"Baiklah sayang" , ucap Angelica sambil mencium bibir suaminya sekilas dan langsung berdiri mencari bajunya dan menggantinya disana.
James berdiri sambil tersenyum melihat istri kecilnya dan berjalan untuk mengambil bajunya dan menggantinya juga disana.
Setelah Angelica dan James rapi dengan baju jalannya , mereka jalan keluar dari hotel dan berjalan-jalan di sekitar sana dengan berjalan kaki.
Ketika di jalan , Angelica melihat banyaknya orang yang menjual makanan disana.
"Sayang , aku mau beli biskuit itu , kayaknya enak" , ucap Angelica ketika berada di depan toko kue yang ada disana.
James menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam toko kue yang diinginkan oleh Angelica.
Angelica membeli beberapa biskuit dan kue mochi yang ada disana.
Setelah James membayar semua yang diambil oleh Angelica , mereka keluar dari toko kue dan melanjutkan lagi berjalan-jalan disana.
Sampai langit sudah mulai gelap...
"Sayang , disana ada restoran shabushabu. Kita makan disana yuk" , ucap James.
"Boleh sayang" , jawab Angelica.
James dan Angelica masuk ke dalam restoran dan memilih , beberapa macam daging , sayur , jamur dan bakso untuk mereka makan.
Setelah itu mereka duduk di meja kosong yang ada disana.
Angelica memasukkan semua bahan-bahan yang sudah mereka pilih tadi ke dalam panci panas yang sudah berisikan kuah disana.
Ketika Angelica memasukkan bahan-bahannya , tiba-tiba tangan Angelica terkena percikan dari kuahnya yang panas.
"Aduh!!!" , ucap Angelica.
"Kenapa sayang?" , tanya James.
"Tangan aku terkena percikan kuah panas" , ucap Angelica.
"Sini biar aku saja yang memasukkan bahan-bahannya" , ucap James sambil berdiri.
"Jangan sayang , aku kan istri kamu. Jadi sudah sewajarnya aku yang melakukan semua ini" , ucap Angelica.
"Tapi kalau nanti tangan kamu terkena percikan lagi gimana? Aku bisa dimarahin sama mama kamu kalau nanti ketika kita pulang mama melihat ada bekas di tangan kamu. Nanti aku dibilang gak bisa menjaga kamu dengan baik" , ucap James.
"Kalau aku bilang karena kena kuah panas ketika menyiapkan makanan buat suami aku , mama pasti gak akan marah sayang" , ucap Angelica.
"Kenapa mama bisa gak marah?" , tanya James.
"Karena mama yang mengatakan kepada aku untuk selalu melayani suami" , jawab Angelica.
"Baiklah , tapi kami harus lebih hati-hati ya. Aku juga gak mau kulit kamu yang putih mulus ini nanti menjadi lecet" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah Angelica selesai memasukkan semua bahan-bahan disana , mereka tinggal menunggu sampai makanannya masak.
Terdengar suara wanita yang sangat lembut dari sana.
"James , benar kan kamu James" , ucap wanita muda dewasa dan sangat cantik itu.
"Iya , kamu Prita kan" , ucap James.
"Iya , kamu ngapain disini?" , tanya Prita teman baik James saat sekolah di Singapura dulu.
"Aku lagi bulan madu bersama istri aku" , jawab James.
"Kapan kamu menikahnya? Kenapa gak undang-undang aku?" , ucap Prita.
"Aku menikah tanggal 3 kemaren. Bukannya kamu gak pernah pulang ke Indonesia ya? Jadi bagaimana aku mengundang kamu?" , ucap James.
"Kan kalau kamu mengabari akan menikah , aku bisa datang ke Indonesia untuk menghadiri acara pernikahan kamu" , jawab Prita.
Angelica hanya terdiam melihat suaminya yang berbicara sangat akrab dengan teman wanitanya ini.
"Ya , sorry deh. Eh...jadi lupa , kenalin ini Angelica istri aku" , ucap James sambil mengenalkan istrinya.
"Angelica" , sambil mengulurkan tangannya.
"Prita" , sambil menjabat tangan Angelica.
.
.
"Jadi selama ini kamu dimana?" , tanya James.
"Sekarang aku bekerja di Korea" , jawab Prita.
"Gak juga , aku sempat bekerja di Australia juga , baru ke Korea" , jawab Prita.
"Terus sekarang kamu di Jepang jalan-jalan?" , tanya James lagi.
"Gak , kebetulan perusahaan kami sedang bekerja sama dengan perusahaan di Jepang dan aku diutus untuk pergi meeting disini" , ucap Prita.
James pun menganggukkan kepalanya.
"Sudah dulu ya , aku mau kembali ke hotel bersama teman satu kantor aku" , ucap Prita yang melihat rekannya sudah selesai membayar makanan mereka.
"Baiklah" , jawab James.
Angelica melihat makanannya sudah masak , dia pun langsung mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mangkuk yang sudah disediakan disana.
"Sayang , sepertinya kamu akrab sekali dengan wanita cantik tadi" , ucap Angelica.
"Maksudnya Prita sayang?" , ucap James.
"Ya iya la , siapa lagi yang baru berbicara dengan kamu , kalau bukan dia" , jawab Angelica sambil meletakkan mangkuk yang sudah terisi penuh ke hadapan James.
"Kamu cemburu sayang?" , tanya James sambil menaikkan alisnya.
"Gak" , jawab Angelica sambil memasukkan makanan ke dalam mangkuknya sendiri.
James melihat wajah Angelica sambil tersenyum , pastinya dia tau kalau istri kecilnya ini cemburu.
"Prita itu teman baik aku saat aku kuliah di Singapura sayang" , jawab James.
__ADS_1
"Terus kenapa kamu gak bersama dengan dia dulu?" , ucap Angelica.
"Benar kan kamu cemburu" , ucap James sambil mengulum senyumnya.
Pastinya James sangat bahagia kalau istrinya cemburu , karena itu menandakan bahwa istri kecilnya sangat mencintainya.
"Gak kok biasa aja" , jawab Angelica dengan ketus.
James mengulurkan tangannya dan memegang tangan Angelica yang diletakkan di atas meja.
"Kamu tenang saja sayang. Prita itu cuma teman baik aku , kalau kamu adalah wanita yang sangat aku cintai seumur hidup aku" , ucap James sambil mengelus punggung tangan istri kecilnya.
"Kamu harus janji ya sayang kalau cuma hanya aku yang kamu cintai" , ucap Angelica.
"Iya sayang , memang hanya cuma kamu" , ucap James sambil mengambil tangan Angelica dan mencium punggung tangannya.
Angelica langsung tersenyum melihat suaminya.
"Ayo kita makan lagi sayang" , ucap Angelica.
"Iya sayang , ayo kita makan lagi , supaya kita cepat kembali ke hotel" , jawab James sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Kenapa kamu memikirkan hal begituan terus sih?" , ucap Angelica.
"Karena aku sangat suka dengan semua yang ada di tubuh kamu" , jawab James.
Angelica hanya tersenyum sambil memakan makanannya.
Setelah beberapa waktu , mereka pun sudah selesai makan.
James membayar semua makanan mereka dan setelah itu mereka berjalan kaki menuju ke hotel.
"Sayang , aku pernah lihat orang-orang berfoto dengan menggunakan baju kimono ketika berada di Jepang. Aku juga pengen punya foto dengan baju kimono" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang , besok kita pergi ya. Kebetulan juga besok pagi kita check out dari hotel dan aku sudah memesan hotel di Kyoto , tempat yang kamu mau datangi itu" , ucap James.
"Benarkah sayang?" , ucap Angelica.
"Iya" , jawab James.
"Kalau gitu malam ini kita tidur saja ya , aku mau jalan-jalan seharian besok" , ucap Angelica.
"Terus gimana dengan nasib adik aku yang dibawah sini" , ucap James.
"Nanti saja ya diurusnya , setelah kita kembali ke kota A" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Jangan gitu dong sayang , nanti dia sedih lho" , ucap James.
"Apa kamu mau melihat aku sedih karena gak bisa jalan-jalan selama disini?" , ucap Angelica sambil menundukkan mukanya dan menghentikan langkahnya.
James yang baru melihat sikap Angelica yang seperti itu pun langsung menghentikan langkahnya dan meletakkan tangannya di dagu istri kecilnya dan mengangkat wajah Angelica dengan lembut.
"Kamu sedih sayang?" , ucap James.
"Iya" , jawab Angelica sambil menganggukkan kepalanya.
"Baiklah , kalau gitu aku akan membiarkan kamu jalan-jalan selama kita berada disini" , ucap James.
Angelica pun langsung memeluk tubuh suaminya dan seperti biasa Angelica mencium bau asem disana.
"Ughhh , tadi kamu mandi gak sih?" , tanya Angelica sambil menutup hidungnya.
__ADS_1
"Tadi kan kita sudah berendam , jadi aku hanya membilas tubuh aku saja dengan air" , jawab James.
Angelica pun menghela napasnya dan mereka melanjutkan untuk berjalan kembali menuju ke hotel.