
Angelica sangat senang sekali mengambil beberapa helai bajunya dan memasukkannya ke dalam koper kecil yang berwarna pink miliknya.
"Sayang , aku pasti sangat kesepian kalau gak ada kamu di sini" , ucap James yang terus melihat istri kecilnya di sana.
"Aku kan pergi cuma 2 hari sayang" , jawab Angelica.
"Iya , tapi kalau gak ada kamu. Sehari rasanya bagaikan setahun sayang" , ucap James dengan raut wajah yang sedih.
Angelica yang sudah menarik resleting kopernya , berjalan menuju ke arah suaminya yang duduk di pinggir kasur mereka.
Angelica mengangkat kedua tangannya dan menyentuh wajah suami tercintanya itu dengan lembut.
"Kamu jangan berlebihan seperti itu sayang" , ucap Angelica.
"Aku pikir kamu akan mencium aku untuk menggantikan hari-hari aku tanpa kamu di sini" , ucap James sambil melihat wajah istri kecilnya.
Angelica langsung tersenyum manis dan menurunkan wajahnya mendekati wajah suaminya.
Dalam sekejap , bibir mereka pun sudah menyatu di sana. James langsung memeluk dengan erat pinggang istri kecilnya dan menarik tubuh istri kecilnya ke atas kasur.
"Kamu mulai nakal ya" , ucap Angelica sambil tersenyum tipis.
"Mulai besok kamu gak ada selama dua hari di sini. Jadi sekarang aku harus mendapatkan jatah aku" , jawab James yang mulai memasukkan tangannya ke bawah baju istri kecilnya.
Angelica hanya tersenyum sambil menikmati setiap sentuhan sentuhan lembut dan liar yang dilakukan oleh suami tercintanya.
Sampai akhirnya mereka merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"Aku mencintai kamu sayang" , ucap James sambil mengecup kening istri kecilnya.
"Aku juga sangat mencintai kamu sayang" , jawab Angelica sambil memeluk punggung polos suami tercintanya yang sudah di penuhi oleh keringat , karena olah raga ranjang yang mereka lakukan.
"Aku rasanya ingin ikut dengan kamu juga ke Singapura sayang" , ucap James setelah melepaskan tubuhnya dari tubuh istri kecilnya.
"Ayo kita pergi bersama" , ucap Angelica sambil merapatkan wajahnya ke dada bidang yang polos milik suami tercintanya.
"Kalau saja aku gak ada kerjaan , pasti aku mau pergi bersama kamu sayang" , ucap James sambil memeluk punggung polos istri kecilnya yang juga basah di penuhi oleh keringat.
"Memangnya kerjaan kamu besok gak bisa di tunda sampai hari senin , sayang?" , tanya Angelica.
__ADS_1
"Gak bisa sayangku. Hari senin aku sudah penuh dengan jadwal meeting" , jawab James.
"Ya sudah , kamu kerja saja. Aku ke sana juga karena ingin melihat opa Chandra. Setelah itu aku juga pulang ke sini" , ucap Angelica.
"Iya sayangku. Aku pasti akan sangat merindukan kamu dalam dua hari ini" , ucap James.
"Meskipun aku pergi ke Singapura , tapi hatiku pasti juga akan sangat merindukan kamu sayang" , ucap Angelica.
James langsung memeluk dengan erat tubuh istri kecilnya dan mengecup pucuk kepala Angelica.
"Iya sayang , kita pasti akan sangat merindukan satu sama lain" , ucap James.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
Tidak lama , James dan Angelica yang sudah mulai kelelahan pun tertidur sambil berpelukan dengan tubuh polos mereka sampai pagi.
Begitu pagi menjelang , Angelica terbangun duluan dan melihat wajah suaminya yang sangat dekat dengan wajahnya di sana.
"Suamiku sangat ganteng sekali ya. Sayang banget aku harus meninggalkannya sendirian dalam dua hari ini" , ucap Angelica dengan lembut sambil menyentuh alis suami tercintanya dengan jari telunjuk.
"Kalau gitu kamu jangan meninggalkan aku sendirian di sini" , jawab James yang masih menutup matanya.
"Aku terbangun karena merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh wajah aku , dan tidak rugi juga aku terbangun. Aku bisa mendengarkan kata-kata mesra istri aku di pagi hari yang cerah ini" , ucap James sambil tersenyum.
"Sudah sayang , ayo kita mandi lagi. Sebentar lagi kan aku sudah harus pergi ke bandara" , ucap Angelica.
"Ah...aku gak rela istri tercinta aku pergi sendirian ke sana" , ucap James yang langsung memeluk dengan erat tubuh istri kecil tercintanya.
"Sudah sayang , aku perginya juga cuma sebentar saja. Ayo kita mandi lagi" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang" , jawab James dengan agak malas.
Angelica dan James turun bersama dari kasur dengan tubuh polos mereka dan berjalan sambil berpelukan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
Setelah beberapa waktu , mandi mesra yang di lakukan oleh pasangan muda itu pun telah selesai.
Angelica dan James berjalan menuju ke wardrobe room milik mereka , mengambil baju yang akan mereka kenakan hari itu dan menggunakannya di sana.
Setelah Angelica selesai berdandan tipis natural seperti biasanya , Angelica dan James keluar dari kamar bersama.
__ADS_1
James membawakan koper kecil milik istri kecilnya sampai di bawah.
"Koper nona muda langsung kamu bawa ke mobil ya Sri" , ucap James.
"Baik tuan muda" , jawab Sri sambil membawa koper Angelica menuju ke mobil.
"Coba saja kalau mama gak ada arisan hari ini dengan teman-teman mama , pasti mama akan ikut Angelica ke Singapura untuk melihat keadaan om Chandra" , ucap mama Heni.
"Kenapa mama gak pergi saja dengan Angelica dan membatalkan arisan mama?" , ucap James sambil duduk di kursi meja makan.
"Mana bisa James. Itu kan memang sudah kegiatan rutin yang di adakan setiap bulan" , ucap mama Heni.
"Ya gak apa-apa ma , aku bisa kok pergi sendiri" , ucap Angelica sambil mengambilkan makanan untuk suami tercintanya.
"Iya , sampaikan salam papa dan mama ya buat om Chandra. Ketika kamu sudah sampai di sana" , ucap papa Freddy.
"Iya pa , nanti aku sampaikan" , jawab Angelica.
Setelah itu mereka sarapan bersama sambil mengobrol santai. Sampai sarapan mereka sudah habis , Angelica berpamitan dengan papa Freddy dan mama Heni.
"Aku pergi dulu ya pa , ma" , ucap Angelica.
"Iya nak , baik-baik ya selama dalam perjalanan ke sana" , ucap papa Freddy dan mama Heni.
"Iya pa , ma" , ucap Angelica.
Angelica berjalan keluar dari rumah bersama dengan James.
"Kamu hati-hati ya sayang. Jangan mau di godain sama lelaki selama di bandara dan di pesawat ya" , ucap James.
"Ya gak mungkin la sayang" , jawab Angelica sambil terkekeh.
"Ya sudah , kalau gitu aku mau pergi kerja dulu ya" , ucap James sambil menciumi seluruh wajah istri kecilnya dan terakhir menciumi bibir mungil istrinya yang berwarna pink muda itu.
"Iya sayang , kamu hati-hati ya selama di perjalanan" , ucap Angelica setelah James menarik bibirnya.
"Iya sayang. Ya sudah , kamu masuk ke mobil dulu" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh James.
__ADS_1
James melihat mobil istri kecilnya yang di bawa oleh pak Dedi berjalan pergi dari sana , setelah itu barulah James berjalan menuju ke mobilnya dan pergi untuk mengurus kerjaannya.