Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 53


__ADS_3

Malam harinya , Angelica sedang duduk di atas kasurnya menonton acara di televisi , sambil di peluk pinggangnya oleh suaminya.


Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Angelica berbunyi.


"Siapa yang menelpon malam-malam begini sayang?" , tanya James.


"Esmeralda" , jawab Angelica setelah mengambil ponselnya yang terletak di atas lemari yang ada di samping kasurnya.


"Kenapa dia menelpon kamu?" , tanya James.


"Pasti karena Alvaro" , jawab Angelica sambil menyentuh tombol terima panggilan di sana.


"Karena Alvaro? Kenapa carinya istriku" , gumam James.


"Halo" , jawab Angelica.


"Halo Angelica. Kenapa Alvaro sampai sekarang belum membalas chat aku?" , tanya Esmeralda yang sudah uring-uringan sejak tadi sambil menunggu balasan dari Alvaro.


"Mana aku tau Esmeralda. Aku kan di Indonesia , Alvaro di Singapura" , jawab Angelica.


"Iya juga sih. Tapi , apa bisa kamu tanyakan kepada Alvaro , kenapa dia tidak membalas chat aku?" , ucap Esmeralda.


"Ini sudah malam disana Esmeralda , perbedaan waktu kita kan satu jam lebih cepat disana. Pasti Alvaro sudah tidur juga" , ucap Angelica.


"Kalau gitu , besok kamu tanyakan kepada Alvaro ya" , ucap Esmeralda.


"Baiklah , tapi aku gak janji ya" , ucap Angelica.


"Iya , terima kasih ya" , jawab Esmeralda.


"Sama-sama Esmeralda" , ucap Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya dan meletakkan ponselnya di atas lemari.


"Kenapa dia menelpon kamu , sayang?" , tanya James.


"Dia menanyakan... Kenapa Alvaro tidak membalas chat nya dia?" , jawab Angelica.


"Ya , mana kita tau. Itu kan urusannya Alvaro mau membalas atau tidak" , ucap James.


"Iya , memang benar yang kamu katakan. Tapi , dia tetap saja menyuruh aku menanyakannya kepada Alvaro" , ucap Angelica.


"Dia itu cewek yang sangat agresif sekali ya" , ucap James.


"Iya sayang. Padahal dari dulu juga dia selalu di tolak sama Alvaro" , jawab Angelica.

__ADS_1


"Itu tandanya dia pantang menyerah , sayang" , ucap James sambil tersenyum.


"Tapi kan percuma juga. Bahkan sampai sekarang , Alvaro tetap tidak menyukai dia" , ucap Angelica.


"Dari mana kamu tau sayang?" , ucap James sambil mengerutkan keningnya.


"Tadi siang Alvaro telpon aku dan dia pun marah karena aku memberikan nomor barunya kepada Esmeralda. Dia juga bilang kalau dia tidak mau membalas chat dari Esmeralda" , ucap Angelica.


"Kenapa tadi kamu tidak mengatakan langsung kepada Esmeralda , kalau Alvaro memang gak mau membalas chat dari dia" , ucap James.


"Biar kan saja dulu sayang. Kalau besok dia nanya lagi , baru aku jawab" , ucap Angelica yang sudah mulai menguap karena mengantuk.


"Iya sayang. Ayo kita tidur lagi , besok kamu juga masih harus ke kampus dan All Star Hotel" , ucap James.


Angelica pun menganggukkan kepalanya dan mulai merebahkan tubuhnya untuk tidur. Seperti biasa James akan selalu memeluk tubuh istri kecilnya dan mereka pun mulai terlelap memasuki alam mimpi.


********


Di rumah Antonio.....


"Hubby , bulan depan konsernya Penelope di Singapura. Apa kita akan pergi semuanya kesana?" , ucap Sandra.


"Pastinya kita semua akan pergi melihatnya. Papa dan mama pasti menyuruh kita untuk pergi" , ucap Antonio.


"Nanti kita sekalian minta papa dan mama untuk melakukan check up di sana ya hubby" , ucap Sandra.


"Beberapa kali ke rumah papa Chandra , aku sering mendengarkan papa yang batuk-batuk terus" , ucap Sandra.


"Tapi itu kayaknya juga batuk biasa , sayang" , ucap Antonio.


"Kalau batuk biasa gak mungkin sampai selama itu batuk terus , hubby" , ucap Sandra.


"Ya baiklah , nanti aku minta kedua papa dan mama untuk memeriksakan kondisi mereka di rumah sakit Singapura" , ucap Antonio.


"Iya hubby , terima kasih ya" , ucap Sandra.


"Iya sayang , terima kasih juga...karena selalu memperhatikan keluarga besar kita" , ucap Antonio sambil mengecup kening bidadari cantiknya.


"Iya hubby , sama-sama. Itu juga sudah menjadi tugas aku , untuk memperhatikan papa dan mama" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


Tidak lama Antonio dan Sandra pun mulai tertidur. Meskipun umur mereka sudah tidak lagi muda , tapi gaya tidur mereka masih tetap sama seperti dulu.

__ADS_1


Ya , masih tetap "Berpelukan".


Pagi pun tiba...


Sandra dan Antonio mulai bangun dari tidurnya secara bersamaan.


"Pagi sayang" , ucap Antonio sambil mengecup kening bidadari cantiknya.


"Pagi hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Antonio dan Sandra turun bersama dari tempat tidur dan berjalan bersama menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.


Ya....mereka masih selalu sering untuk mandi bersama. Bahkan Antonio masih suka membisikkan kata-kata mesra di telinga bidadari cantiknya.


Pasangan yang sudah mulai berumur , tapi keromantisan mereka bisa membuat semua orang yang melihatnya menjadi iri.


"Sayang , nanti aku coba cari-cari rumah sakit mana yang bagus ya... Buat papa dan mama check up nanti" , ucap Antonio sambil menggunakan bajunya di wardrobe room.


"Iya hubby" , jawab Sandra yang sedang merias wajahnya di meja rias.


Setelah beberapa saat , Antonio dan Sandra yang sudah rapi , berjalan bersama sambil berpelukan menuju ke ruang makan.


"Tanpa adanya nona kecil dan tuan kecil , rumah ini menjadi lebih sepi" , ucap mba Tuti sambil menghidangkan sarapan yang telah dibuatnya di atas meja makan.


"Ya bagus dong , jadinya gak ada yang buat keributan di rumah lagi" , ucap Antonio.


"Iya tuan , tapi Tuti sangat merindukan keributan dan kekacauan yang selalu di buat oleh tuan kecil" , ucap mba Tuti.


"Apa kamu mau aku kirim ke Singapura dan menjaga Alvaro di sana?" , ucap Antonio.


"Jangan tuan , Tuti kan gak bisa bahasa inggris. Bagaimana nanti Tuti mau pergi belanja dan bertemu dengan orang-orang di sana. Lebih baik Tuti di sini saja tuan" , ucap mba Tuti.


"Padahal tadi aku hampir senang lho , kalau mba Tuti mau ke Singapura. Jadi kan bisa sambil menjaga Alvaro" , ucap Sandra yang selalu mengkhawatirkan kondisi anak manja tersayangnya itu. Meskipun Alvaro sering menelpon dan memberikan kabar kepada Sandra , tapi tetap saja Sandra sering tidak tenang meninggalkan anak kesayangannya di sana sendirian.


"Jangan Tuti deh nona muda. Mba Ida saja kalau gak yang di kirim ke Singapura untuk menjaga tuan kecil" , jawab mba Tuti.


"Aduh , jangan nona muda. Saya tidak bisa bahasa inggris juga. Bagaimana saya mau bekerja di sana?" , ucap mba Ida.


"Di sana kan sudah ada yang membersihkan apartemen juga kan sayang" , ucap Antonio.


"Iya hubby , tapi kan cuma untuk membersihkan apartemen. Tidak bisa membuatkan makanan untuk Alvaro dan juga tidak bisa menjaga Alvaro" , jawab Sandra.


"Ya sudah , mereka gak ada yang mau pergi ke Singapura. Kita juga tidak bisa memaksakannya" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil memakan sarapan pagi miliknya.


Selesai sarapan pagi dengan suami tercintanya , Sandra dan Antonio pergi kerja dengan mobil mereka masing-masing.


__ADS_2