Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 20


__ADS_3

Siang harinya Angelica berjalan dengan perasaan yang bahagia menuju ke kantor suaminya.


"Siang nona" , sapa Susan asisten pribadi James.


"Siang , apa James ada di ruangannya?" , tanya Angelica.


"Ada nona , langsung masuk saja" , jawab Susan.


"Baiklah , terima kasih" , jawab Angelica.


"Iya nona , sama-sama" , jawab Susan.


Angelica berjalan menuju ke pintu ruangan kerja James dan langsung membukanya.


Ceklekkkkkkk.....


James yang mendengar suara pintunya terbuka langsung melihat ke arah pintu.


"Hai sayangku" , ucap James sambil berdiri meninggalkan pekerjaannya dan berjalan mendekati istri kecilnya.


Sebuah ciuman lembut pun mendarat di bibir istrinya.


"Kamu kangen sama aku ya" , ucap Angelica sambil tersenyum manis setelah suaminya melepaskan bibir kecil nya yang berwarna pink itu.


"Pastilah sayang. Sini aku bawakan kotak makannya" , ucap James sambil mengambil tas yang dibawa oleh Angelica dan berjalan menuju ke meja kebesarannya.


"Sayang , All Star Hotel yang dibangun di dekat waterboom sudah sampai mana ya?" , tanya Angelica sambil membukakan kotak makan yang dibawanya.


"Kamu baru juga sampai , sudah menanyakan tentang kerjaan saja" , ucap James.


"Ya iya la , ini kan sudah waktunya kita kerja” , ucap Angelica sambil memberikan kotak makan yang sudah dipersiapkan kepada suaminya.


Lalu Angelica mulai menyusun dokumen yang berserakan di meja dan menata dengan rapi disana.


"Sayang , lebih baik kamu disini saja bersama dengan aku. Selain aku bisa selalu memandangi wajah kamu , kantor aku juga jadi kelihatan lebih rapi" , ucap James.


"Enak aja , bukannya kamu ada asisten cantik. Suruh dia saja yang membereskannya" , ucap Angelica.


"Istri kecilku lebih cantik dari wanita manapun" , jawab James sambil tersenyum.


Angelica pun hanya tersenyum menanggapi perkataan suaminya itu.


Tidak lama terdengar suara ketukan di pintu James.


"Masuk" , jawab James.


"Maaf pak" , ucap Ernest ketika masuk melihat bos nya sedang makan.


"Ada apa?" , tanya James.


"Bapak ada meeting jam 1 ini dengan klien di restoran Jepang" , ucap Ernest.


"Baiklah , setelah selesai makan baru kita jalan kesana" , ucap James.


"Baik pak" , jawab Ernest dan berjalan keluar dari ruangan kerja James.


"Kamu ikut aku meeting saja ya sayang" , ucap James sambil memasukkan sendok ke mulutnya.

__ADS_1


"Aku mau ngapain? Dengerin kamu meeting" , ucap Angelica sambil duduk di kursi dan melipat kedua tangan di dadanya.


"Iya sayang , siapa tau kamu tertarik. Aku hari ini bertemu dengan orang yang menjual wahana permainan baru untuk di waterboom" , ucap James.


Angelica berpikir sejenak dan akhirnya...


"Boleh deh , tapi setelah itu aku pulang ya" , ucap Angelica.


"Iya sayang , aku juga ikut pulang bersama kamu" , jawab James.


"Memangnya kamu gak ada kerjaan lagi?" , tanya Angelica.


"Ada sayang , tapi kan bisa di bawa pulang. Setelah meeting dengan mereka aku sudah gak ada meeting lagi" , jawab James.


"Baiklah" , jawab Angelica sambil tersenyum manis.


Selesai James menghabiskan makanannya , Angelica memasukkan semua kotak makan ke dalam tas yang dia bawa. Setelah itu mereka berdua berjalan keluar dan sambil diikuti oleh Susan sang asisten pribadi James.


"Kamu ikut dengan sopir pakai mobil saya , nanti saya ikut dengan mobil istri saya" , ucap James.


"Gak usah sayang , pak Kamil aku suruh langsung pulang aja. Aku pake mobil kamu aja" , ucap Angelica.


"Tapi kan aku gak ke kantor lagi setelah itu sayang" , ucap James.


"Kalau gitu biar asisten kamu ikut dengan pak Kamil dan kita pakai mobil kamu" , ucap Angelica.


"Baiklah. Susan kamu bilang sama sopir kantor , gak jadi. Saya mau bawa mobil sendiri" , ucap James.


"Baik pak" , jawab Susan sambil mengambil ponselnya dan menelpon sopir kantor.


Sampai di parkiran mobil , James memasukkan semua barang-barangnya di kursi belakang dan Angelica sudah masuk duluan ke dalam mobil , duduk dengan manis menunggu suaminya masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil mewah pemberian opa Surya itu.


Di rumah Alvaro merasa sangat bosan sekali tinggal sendirian.


Alvaro berjalan keluar dan mencari pak Kamil , ternyata gak ada pak Kamil disana , bahkan mobilnya pun gak ada.


Alvaro berjalan kembali masuk ke dalam rumah.


"Mba" , panggil Alvaro sambil berjalan menuju ke dapur.


"Iya tuan kecil. Apa tuan kecil mau makan cemilan?" , tanya mba Tuti yang mengetahui Alvaro suka makan.


"Gak mba , pak Kamil kemana?" , tanya Alvaro.


"Sepertinya pergi mengantarkan nona kecil" , jawab Mba Tuti.


"Baiklah mba" , jawab Alvaro sambil berjalan menuju ke kamarnya , mengambil ponsel nya yang di letakkan di meja belajarnya.


Alvaro menelpon pak Kamil , sopir pribadinya.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo tuan kecil" , jawab Pak Kamil.


"Halo pak , anterin aku ke toko opa ya" , ucap Alvaro.


"Saya lagi di jalan tuan kecil" , ucap Pak Kamil.

__ADS_1


"Pak Kamil memangnya kemana sih" , ucap Alvaro dengan kesal.


"Menuju ke restoran Jepang. Mengantarkan asisten tuan James kesana" , ucap Pak Kamil.


"Bapak itu sopir aku , bukan sopir kak James. Masa pak Kamil mau disuruh-suruh sama James" , ucap Alvaro dengan kesal


"Tadi nona kecil yang minta diantarkan ke kantor tuan James. Bapak juga gak tau kalau diminta antar asistennya tuan James" , jawab pak Kamil.


"Ya sudah" , jawab Alvaro dengan kesal sambil memutuskan sambungan telponnya.


Pak Kamil pun gak bisa berbuat apa-apa. Hanya diam sambil meletakkan ponselnya di samping pintu mobil.


"Dicari dengan anak bos pak?" , tanya Susan yang mendengarkan perkataan pak Kamil.


"Iya mba. Ini saudara kembarnya nona kecil. Dia mau pergi" , ucap Pak Kamil.


"Kalau gitu setelah mengantarkan saya , bapak langsung saja menjemput anak bos bapak" , ucap Susan.


"Iya mba" , jawab pak Kamil.


.


.


Alvaro yang sedang kesal pun menelpon mamanya.


Sandra yang sedang kerja , langsung menghentikan pekerjaannya begitu melihat anak kesayangannya yang menelpon.


"Halo sayang" , jawab Sandra.


"Mamaaaaaaaaa" , teriak Alvaro.


Sandra yang kaget mendengarkan suara anaknya langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Ada apa sayang?" , tanya Sandra setelah tidak mendengar suara teriakan anaknya.


"Aku bosan , aku mau ke tempat mama. Tapi pak Kamil masa disuruh anterin asistennya kak James. Kan Pak Kamil bukan sopirnya kak James" , ucap Alvaro dengan nada tinggi.


"Kenapa bisa pak Kamil antarkan asisten James?" , ucap Sandra sambil mengerutkan keningnya.


"Gak tau mama. Sekarang aku mau pergi bagaimana?" , ucap Alvaro.


"Kamu tunggu di rumah , mama suruh pak Maman yang jemput kamu ya" , ucap Sandra.


"Iya mama sayang" , jawab Alvaro.


Sandra memutuskan sambungan ponselnya dan menelpon pak Maman untuk menjemput Alvaro di rumah dan membawanya ke toko.


Alvaro yang sudah tau akan di jemput oleh pak Maman , berjalan keluar dari kamar menuju ke bawah dan duduk manis di ruang tamu sampai pak Maman datang ke rumah.


"Aku pergi dulu ya mba" , teriak Alvaro sambil berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil mamanya.


"Iya tuan kecil , pak Kamil sudah datang?" , ucap mba Tuti.


Tidak terdengar suara dari sana.


Mba Tuti berjalan keluar dan melihat disana sudah tidak ada lagi tuan kecil.

__ADS_1


"Mungkin dia sudah langsung pergi" , ucap mba Tuti dengan pelan dan berjalan lagi masuk ke dapur.


__ADS_2