Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 57


__ADS_3

Malam harinya , keluarga besar Antonio Winata makan bersama di hotel restoran tempat mereka menginap.


Selama makan bersama mereka mengobrol dengan seru.


Antonio terus memperhatikan papa Chandra yang batuk-batuk terus menerus.


"Pa , minum air hangat" , ucap Antonio sambil memberikan segelas air hangat kepada papanya.


"Iya" , jawab papa Chandra sambil mengambil gelas dari tangan Antonio.


"Besok pagi papa sudah harus ke rumah sakit buat periksa" , ucap Antonio yang mulai mengkhawatirkan kondisi papa nya.


"Iya nak" , jawab papa Chandra sambil meminum air hangat.


Anggota keluarga yang lainnya masih seru mengobrol di sana. Antonio yang sudah selesai makan , menyarankan papanya untuk beristirahat terlebih dahulu.


"Pa , lebih baik papa istirahat di kamar dulu. Biar aku yang antarkan" , ucap Antonio.


"Gak usah nak , sebentar lagi yang lain juga sudah mau selesai makan" , ucap papa Chandra yang masih mau berada di sana.


Alex yang terus memperhatikan papanya dan Antonio dari tadi...


"Papa kenapa Antonio?" , tanya kak Alex.


"Papa batuk-batuk terus kak. Gak berhenti-henti" , jawab Antonio.


Semua orang yang sedang asik mengobrol di sana , langsung berhenti begitu mendengar ucapan Antonio.


"Apa sudah di periksakan ke dokter?" , tanya kak Alex.


"Di kota A sudah , tapi batuk papa tetap saja tidak sembuh. Aku sudah mendaftarkan papa di rumah sakit di sini. Besok pagi baru papa akan melakukan pemeriksaan" , jawab Antonio.


"Besok aku gak bisa ikut ke rumah sakit , karena mau mempersiapkan acara konser Penelope malamnya" , ucap kak Alex.


"Iya gak apa apa kak , ada aku dan Sandra yang akan pergi menemani papa pergi ke rumah sakit" , jawab Antonio.


"Baiklah , nanti kamu kabari bagaimana hasilnya ya" , ucap kak Alex.


"Iya kak" , jawab Antonio.


"Kalau gitu lebih baik kita beristirahat lagi. Besok kamu kabari gimana hasil pemeriksaan papa kepada kita semua ya" , ucap kak Angga.


"Iya kak" , jawab Antonio.


Setelah itu keluarga besar Antonio Winata berjalan bersama keluar dari restoran dan menuju ke kamar mereka masing-masing.


"Sayang , sejak kapan opa sakit?" , tanya James setelah mereka berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Kata papa sudah beberapa bulan ini opa sering batuk-batuk terus" , jawab Angelica.


"Kenapa aku gak tau ya?" , ucap James yang sering ke rumah opa Chandra bersama dengan Angelica.


"Kayaknya kamu aja yang gak memperhatikannya" , jawab Angelica.


"Iya , kamu benar sayang. Kerjaan yang banyak , membuat aku harus tetap melihat pekerjaan ketika berada di rumah opa. Makanya aku gak tau kalau opa sakit" , ucap James.


Angelica pun menganggukkan kepalanya sambil mengganti bajunya dengan piyama di sana.


"Apa besok kita juga akan pergi ke rumah sakit , sayang?" , tanya James.


"Kayaknya papa dan mama saja yang pergi. Kita tunggu kabar dari papa saja" , ucap Angelica sambil berjalan naik ke atas ranjang yang berukuran king size itu.


"Baiklah sayang" , jawab James sambil naik ke atas ranjang.


********


Di kamar Antonio...


Alvaro terus meminta untuk tidur bersama dengan mamanya , karena dia sangat rindu kepada mamanya.


"Kamu sudah besar , tidur sendiri di kamar kamu" , ucap Antonio tegas.


"Gak mau pa , aku mau bersama dengan mama" , rengek Alvaro.


"Sekarang kamu sudah tinggal di sini sendiri , masa masih manja juga dengan mama. Harusnya kamu itu sudah lebih dewasa dan mandiri" , ucap Antonio.


"Sudah hubby , biarkan Alvaro tidur bersama dengan kita malam ini ya. Kita juga hanya beberapa hari di sini" , ucap Sandra.


"Baiklah" , jawab Antonio yang gak bisa menolak permintaan bidadari cantiknya.


Alvaro yang bahagia pun langsung berteriak "yeayyy" , sambil tidur di tengah kasur dan memeluk tubuh mama yang sangat di cintanya.


Antonio hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak laki-laki satu-satunya ini.


Sandra hanya bisa tersenyum melihat suami dan anak manjanya yang selalu saja berdebat kalau sudah bertemu.


Sampai pagi pun tiba...


Antonio terbangun duluan dan melihat anak manjanya masih tidur sambil memeluk tubuh mamanya. Saat itu juga timbul kejahilan Antonio.


Antonio mengangkat tangannya dan mulai menepuk pantat anak manjanya itu dengan tidak terlalu keras , tapi cukup membuat Alvaro terkejut dan bangun dari tidurnya.


"Aduh" , ucap Alvaro yang terkejut dan langsung melihat ke belakangnya.


Antonio hanya duduk sambil tersenyum melihat ke arah anaknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu terkejut?" , ucap Antonio tanpa perasaan bersalah.


"Pasti papa kan yang memukul pantat aku" , ucap Alvaro sambil memegang pantatnya.


"Tadi ada nyamuk di sana , makanya papa pukul" , ucap Antonio dengan santai.


"Papa jangan bohongi aku , gak mungkin ada nyamuk di hotel sebagus ini" , jawab Alvaro.


"Kalau kamu gak percaya ya sudah" , ucap Antonio.


"Aku gak percaya sama papa. Aku tahu papa pasti sengaja kan" , ucap Alvaro.


Sandra yang mendengarkan ada keributan di sana pun jadi terbangun.


"Ada apa kalian ribut-ribut di pagi hari?" , tanya Sandra sambil mengucek matanya.


"Papa ma...papa memukul pantat aku ma" , ucap Alvaro.


"Benar hubby memukul Alvaro?" , tanya Sandra.


"Gak sayang , tadi ada nyamuk di pantatnya. Makanya aku pukul , karena mau bunuh nyamuknya" , jawab Antonio.


"Terus dimana nyamuk yang sudah mati?" , tanya Alvaro untuk membuktikan.


"Nyamuknya terbang pas papa pukul" , jawab Antonio asal.


"Tuh kan ma , pasti papa sengaja ma" , rengek Alvaro.


Sandra yang mengetahui keisengan suaminya pun hanya bisa tersenyum.


"Sudah , sekarang kamu mandi ya sayang. Selesai sarapan pagi kita sudah mau menemani opa dan oma untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit" , ucap Sandra yang selalu bisa membuat dua orang tersebut menjadi diam dan gak saling menyalahkan lagi.


Alvaro pun akhirnya diam dan mengikuti perkataan mamanya. Alvaro turun dari kasur dan berjalan menuju ke kamar yang ada di seberang kamar Antonio dan Sandra.


"Sudah bangun cucu oma" , ucap oma Amel yang sedang membuat teh untuk opa Surya di dapur mini yang ada tersedia di dalam kamar hotel.


"Bagaimana gak bangun oma. Tadi pantat aku di pukul papa" , ucap Alvaro.


"Aduh , kamu masih saja bertengkar dengan papa" , ucap oma Amel.


"Gak oma , papa saja yang cari keributan sama aku. Orang lagi enak-enaknya tidur , malah di pukul sama dia" , jawab Alvaro dengan raut wajah yang kesel.


"Ya sudah , kamu mandi lagi. Kamu ikut oma dan opa gak ke rumah sakit pagi ini?" , ucap opa Surya.


"Ikut opa" , jawab Alvaro.


"Ya sudah , mandi sana" , ucap oma Amel.

__ADS_1


"Iya oma" , jawab Alvaro sambil berjalan masuk ke dalam kamar yang harusnya untuk dia tidur kemaren malam.


Alvaro mengambil bajunya di dalam koper kecil miliknya dan berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar itu.


__ADS_2