Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 46


__ADS_3

Pagi harinya Angelica mulai mengikat rambutnya dengan karet warna warni.


"Sayang , kenapa harus pakai karet begitu? Cantiknya kamu jadi berkurang dong" , ucap James yang baru selesai mandi dan melihat istri kecilnya sedang sibuk di sana.


"Mau gak mau sayang , ini memang disuruh oleh senior di kampus" , jawab Angelica sambil terus mengikat rambutnya.


"Aneh banget deh , dulu aku ospek gak ada seperti ini" , ucap James.


"Memangnya kamu ospeknya seperti apa?" , tanya Angelica yang menjadi penasaran.


"Cuma pengenalan kampus , disuruh berdiskusi untuk saling mengenal dengan mahasiswa lainnya dan terakhir berpesta deh" , jawab James.


"Wah....asik sekali ya. Alvaro pasti juga sedang menjalani ospek yang seperti itu di Singapura" , ucap Angelica.


"Iya , pasti Alvaro juga sama seperti aku dulu" , jawab James.


"Kalau tau seperti itu , kemaren lebih baik aku minta kuliah di Singapura juga sama papa" , ucap Angelica.


"Jangan dong sayang. Aku jadi tinggal sendiri dong di sini" , ucap James.


"Ya , aku juga sudah gak mungkin kuliah di Singapura lagi. Sudah terlambat" , ucap Angelica.


"Iya sayang. Kamu memang harus di sini bersama dengan aku" , jawab James sambil tersenyum.


"Iya sayang" , jawab Angelica.


Setelah beberapa waktu , akhirnya Angelica selesai mengikat rambutnya dengan karet warna warni.


"Aneh banget" , ucap Angelica sambil melihat wajahnya di cermin yang ada di meja riasnya.


"Tapi kamu masih kelihatan cantik kok sayang" , ucap James sambil memeluk tubuh istri kecilnya dari belakang.


"Iya sayang , ya sudah deh...ayo kita sarapan lagi" , ucap Angelica.


Angelica dan James turun bersama menuju ke ruang makan.


Papa Freddy dan mama Heni hanya tersenyum melihat Angelica dengan rambut yang diikat kecil-kecil dengan karet warna warni.


"Aku kelihatan jelek ya ma" , ucap Angelica.


"Gak sayang , kamu masih tetap cantik kok" , jawab mama Heni.


"Iya nak , kamu selalu kelihatan cantik" , sahut papa Freddy.


"Makasih pa , ma" , ucap Angelica.


"Iya nak" , jawab papa Freddy dan mama Heni secara bersamaan.


Angelica dan James sarapan bersama pagi itu sambil mengobrol ringan , sampai makanan yang dimakan oleh Angelica dan James telah habis , mereka pun berpamitan untuk pergi.


Seperti biasa , Angelica pergi dengan sopir pribadinya menuju ke kampus dan James membawa mobil sendiri menuju ke kantor nya.

__ADS_1


James yang sudah sampai di depan kantornya , langsung terkejut melihat Cinthya tiba-tiba sudah berdiri di depan kantornya.


"Kenapa lagi kamu datang ke kantor aku?" , tanya James.


"Aku membawakan kamu sarapan pagi" , ucap Cinthya sambil tersenyum manis.


"Gak perlu , aku sudah sarapan di rumah bersama dengan istri aku. Kamu pulang saja , kerja sama di antara kita juga sudah selesai kan. Jadi , gak ada urusan juga kamu di sini" , jawab James.


"Kenapa aku gak bisa bersama dengan kamu?" , ucap Cinthya.


"Gak mungkin dan gak akan pernah mungkin terjadi. Aku sudah menikah , aku mohon kamu jangan mengganggu aku lagi" , jawab James dengan tegas sambil berjalan masuk ke dalam kantornya meninggalkan Cinthya di depan pintu.


Cinthya akhirnya pergi dengan perasaan kesal menuju ke mobilnya.


Ketika Cinthya menyalakan mobilnya , radio yang ada di mobilnya pun langsung menyala dan ketika itu , dia mendengarkan lagu yang diputar di radio.


Kata-kata dalam lagu itu , benar-benar membuat Cinthya menjadi sedih dan menyesali perbuatannya dulu yang meninggalkan James disaat James sangat mencintainya.


Sekarang meskipun dia memiliki perasaan untuk James , tapi pria itu sudah tidak bisa didapatkannya lagi.


Cinthya memukulkan tangannya di setir mobil untuk meluapkan kekesalan yang ada di dalam dirinya.


********


Angelica yang sudah sampai di sekolah , mulai mengikuti serangkaian acara ospek yang diadakan hari itu.


Untungnya Angelica tidak mendapatkan tugas yang berat dari kakak senior kampus.


Bedanya hari itu Angelica mendapatkan teman baru di kampus.


"Hi , kamu siapa namanya?" , tanya seorang wanita yang bertubuh mungil dan manis itu.


"Aku Angelica. Kamu siapa namanya?" , tanya Angelica balik.


"Aku Tiara".


Angelica dan Tiara pun saling berjabat tangan.


"Kamu apa tidak masalah harus membelikan makanan sebanyak itu untuk para senior?" , tanya Tiara.


"Tidak masalah. Aku pikir malah ini lebih baik , dari pada aku disuruh yang aneh-aneh" , jawab Angelica.


"Iya , kamu benar. Aku saja tadi di suruh bernyanyi lagu balonku , tapi huruf vokalnya diganti menjadi huruf o semua" , ucap Tiara sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang.


"Bagaimana menyanyikannya kalau diganti seperti itu?" , tanya Angelica sambil tersenyum tipis.


"Ya pastinya selalu salah. Tapi disuruh ulangi terus sampai benar. Capek banget kan" , ucap Tiara.


"Iya sih , capek banget" , jawab Angelica.


"Besok gak tau lagi deh kita disuruh ngapain lagi" , ucap Tiara.

__ADS_1


"Ya kita lihat saja besok" , jawab Angelica.


Tidak lama terdengar suara bel tanda kegiatan kampus sudah berakhir. Semua mahasiswa pun mulai jalan keluar dari gedung kampus.


"Ayo kita pulang lagi" , ucap Angelica.


"Iya" , jawab Tiara sambil berjalan bersama dengan Angelica keluar dari kampus.


"Kamu bawa mobil sendiri juga?" , tanya Tiara.


"Gak , ada sopir aku yang menunggu disana" , jawab Angelica.


"Kamu pasti anak orang kaya ya , sampai menggunakan sopir ke kampus" , ucap Tiara.


"Gak kok , aku cuma anak biasa saja" , jawab Angelica.


"Baiklah , aku mau pulang dulu. Sampai bertemu besok" , ucap Tiara.


"Iya" , jawab Angelica singkat.


Setelah itu Angelica berjalan menuju ke mobilnya yang di parkir disana dan Tiara menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah.


"Ke tempat perusahaan James dulu ya pak" , ucap Angelica.


"Baik nona" , jawab pak Dedi.


Selama dalam perjalanan , Angelica mulai membuka satu per satu karet warna warni yang ada di rambutnya. Tidak lama , mobil yang dibawa oleh pak Dedi pun telah sampai di depan perusahaan James.


Angelica berjalan turun masuk ke dalam perusahaan.


Selama berjalan memasuki perusahaan , semua karyawan yang bekerja di sana pun menyapa Angelica.


"Selamat siang nona" , jawab petugas yang ketemu dengannya saat menunggu lift dan keluar dari lift.


Angelica pun menjawabnya dengan simple...


"Siang" , jawab Angelica sambil tersenyum kepada setiap karyawan yang menyapanya.


Sampai langkah kaki Angelica pun telah sampai di dekat ruangan kantor suaminya.


"Siang nona" , ucap Susan dengan sopan.


"Siang , apakah James ada di ruangannya?" , tanya Angelica.


"Ada nona" , jawab Susan.


Angelica pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke pintu kantor suaminya dan menekan engsel yang ada di sana.


"Ceklek" , terdengar suara pintu yang terbuka.


James pun langsung menengadahkan kepalanya dan melihat siapa yang membuka pintu ruangan kerjanya.

__ADS_1


"Sayang" , ucap James yang langsung tersenyum bahagia , melihat istri kecilnya datang ke sana.


__ADS_2