
Pagi harinya Angelica mulai mengikat rambutnya dengan karet warna warni.
"Sayang , kenapa harus pakai karet begitu? Cantiknya kamu jadi berkurang dong" , ucap James yang baru selesai mandi dan melihat istri kecilnya sedang sibuk di sana.
"Mau gak mau sayang , ini memang disuruh oleh senior di kampus" , jawab Angelica sambil terus mengikat rambutnya.
"Aneh banget deh , dulu aku ospek gak ada seperti ini" , ucap James.
"Memangnya kamu ospeknya seperti apa?" , tanya Angelica yang menjadi penasaran.
"Cuma pengenalan kampus , disuruh berdiskusi untuk saling mengenal dengan mahasiswa lainnya dan terakhir berpesta deh" , jawab James.
"Wah....asik sekali ya. Alvaro pasti juga sedang menjalani ospek yang seperti itu di Singapura" , ucap Angelica.
"Iya , pasti Alvaro juga sama seperti aku dulu" , jawab James.
"Kalau tau seperti itu , kemaren lebih baik aku minta kuliah di Singapura juga sama papa" , ucap Angelica.
"Jangan dong sayang. Aku jadi tinggal sendiri dong di sini" , ucap James.
"Ya , aku juga sudah gak mungkin kuliah di Singapura lagi. Sudah terlambat" , ucap Angelica.
"Iya sayang. Kamu memang harus di sini bersama dengan aku" , jawab James sambil tersenyum.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
Setelah beberapa waktu , akhirnya Angelica selesai mengikat rambutnya dengan karet warna warni.
"Aneh banget" , ucap Angelica sambil melihat wajahnya di cermin yang ada di meja riasnya.
"Tapi kamu masih kelihatan cantik kok sayang" , ucap James sambil memeluk tubuh istri kecilnya dari belakang.
"Iya sayang , ya sudah deh...ayo kita sarapan lagi" , ucap Angelica.
Angelica dan James turun bersama menuju ke ruang makan.
Papa Freddy dan mama Heni hanya tersenyum melihat Angelica dengan rambut yang diikat kecil-kecil dengan karet warna warni.
"Aku kelihatan jelek ya ma" , ucap Angelica.
"Gak sayang , kamu masih tetap cantik kok" , jawab mama Heni.
"Iya nak , kamu selalu kelihatan cantik" , sahut papa Freddy.
"Makasih pa , ma" , ucap Angelica.
"Iya nak" , jawab papa Freddy dan mama Heni secara bersamaan.
Angelica dan James sarapan bersama pagi itu sambil mengobrol ringan , sampai makanan yang dimakan oleh Angelica dan James telah habis , mereka pun berpamitan untuk pergi.
Seperti biasa , Angelica pergi dengan sopir pribadinya menuju ke kampus dan James membawa mobil sendiri menuju ke kantor nya.
__ADS_1
James yang sudah sampai di depan kantornya , langsung terkejut melihat Cinthya tiba-tiba sudah berdiri di depan kantornya.
"Kenapa lagi kamu datang ke kantor aku?" , tanya James.
"Aku membawakan kamu sarapan pagi" , ucap Cinthya sambil tersenyum manis.
"Gak perlu , aku sudah sarapan di rumah bersama dengan istri aku. Kamu pulang saja , kerja sama di antara kita juga sudah selesai kan. Jadi , gak ada urusan juga kamu di sini" , jawab James.
"Kenapa aku gak bisa bersama dengan kamu?" , ucap Cinthya.
"Gak mungkin dan gak akan pernah mungkin terjadi. Aku sudah menikah , aku mohon kamu jangan mengganggu aku lagi" , jawab James dengan tegas sambil berjalan masuk ke dalam kantornya meninggalkan Cinthya di depan pintu.
Cinthya akhirnya pergi dengan perasaan kesal menuju ke mobilnya.
Ketika Cinthya menyalakan mobilnya , radio yang ada di mobilnya pun langsung menyala dan ketika itu , dia mendengarkan lagu yang diputar di radio.
Kata-kata dalam lagu itu , benar-benar membuat Cinthya menjadi sedih dan menyesali perbuatannya dulu yang meninggalkan James disaat James sangat mencintainya.
Sekarang meskipun dia memiliki perasaan untuk James , tapi pria itu sudah tidak bisa didapatkannya lagi.
Cinthya memukulkan tangannya di setir mobil untuk meluapkan kekesalan yang ada di dalam dirinya.
********
Angelica yang sudah sampai di sekolah , mulai mengikuti serangkaian acara ospek yang diadakan hari itu.
Untungnya Angelica tidak mendapatkan tugas yang berat dari kakak senior kampus.
Bedanya hari itu Angelica mendapatkan teman baru di kampus.
"Hi , kamu siapa namanya?" , tanya seorang wanita yang bertubuh mungil dan manis itu.
"Aku Angelica. Kamu siapa namanya?" , tanya Angelica balik.
"Aku Tiara".
Angelica dan Tiara pun saling berjabat tangan.
"Kamu apa tidak masalah harus membelikan makanan sebanyak itu untuk para senior?" , tanya Tiara.
"Tidak masalah. Aku pikir malah ini lebih baik , dari pada aku disuruh yang aneh-aneh" , jawab Angelica.
"Iya , kamu benar. Aku saja tadi di suruh bernyanyi lagu balonku , tapi huruf vokalnya diganti menjadi huruf o semua" , ucap Tiara sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang.
"Bagaimana menyanyikannya kalau diganti seperti itu?" , tanya Angelica sambil tersenyum tipis.
"Ya pastinya selalu salah. Tapi disuruh ulangi terus sampai benar. Capek banget kan" , ucap Tiara.
"Iya sih , capek banget" , jawab Angelica.
"Besok gak tau lagi deh kita disuruh ngapain lagi" , ucap Tiara.
__ADS_1
"Ya kita lihat saja besok" , jawab Angelica.
Tidak lama terdengar suara bel tanda kegiatan kampus sudah berakhir. Semua mahasiswa pun mulai jalan keluar dari gedung kampus.
"Ayo kita pulang lagi" , ucap Angelica.
"Iya" , jawab Tiara sambil berjalan bersama dengan Angelica keluar dari kampus.
"Kamu bawa mobil sendiri juga?" , tanya Tiara.
"Gak , ada sopir aku yang menunggu disana" , jawab Angelica.
"Kamu pasti anak orang kaya ya , sampai menggunakan sopir ke kampus" , ucap Tiara.
"Gak kok , aku cuma anak biasa saja" , jawab Angelica.
"Baiklah , aku mau pulang dulu. Sampai bertemu besok" , ucap Tiara.
"Iya" , jawab Angelica singkat.
Setelah itu Angelica berjalan menuju ke mobilnya yang di parkir disana dan Tiara menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah.
"Ke tempat perusahaan James dulu ya pak" , ucap Angelica.
"Baik nona" , jawab pak Dedi.
Selama dalam perjalanan , Angelica mulai membuka satu per satu karet warna warni yang ada di rambutnya. Tidak lama , mobil yang dibawa oleh pak Dedi pun telah sampai di depan perusahaan James.
Angelica berjalan turun masuk ke dalam perusahaan.
Selama berjalan memasuki perusahaan , semua karyawan yang bekerja di sana pun menyapa Angelica.
"Selamat siang nona" , jawab petugas yang ketemu dengannya saat menunggu lift dan keluar dari lift.
Angelica pun menjawabnya dengan simple...
"Siang" , jawab Angelica sambil tersenyum kepada setiap karyawan yang menyapanya.
Sampai langkah kaki Angelica pun telah sampai di dekat ruangan kantor suaminya.
"Siang nona" , ucap Susan dengan sopan.
"Siang , apakah James ada di ruangannya?" , tanya Angelica.
"Ada nona" , jawab Susan.
Angelica pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke pintu kantor suaminya dan menekan engsel yang ada di sana.
"Ceklek" , terdengar suara pintu yang terbuka.
James pun langsung menengadahkan kepalanya dan melihat siapa yang membuka pintu ruangan kerjanya.
__ADS_1
"Sayang" , ucap James yang langsung tersenyum bahagia , melihat istri kecilnya datang ke sana.