Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 32


__ADS_3

"Anak mama sudah pulang" , ucap Sandra ketika melihat Angelica berjalan masuk ke dalam rumah.


"Iya ma" , jawab Angelica.


"Papa masih ada kerja sayang?" , tanya Sandra.


"Iya ma , papa masih harus menandatangani berkas-berkas di kantor dulu" , jawab Angelica.


"Baiklah , setelah mandi langsung turun ya. Mama memasak spaghetti seafood untuk makan malam kita. James gak pulang telat kan hari ini" , ucap Sandra.


"Iya ma. Tadi James gak bilang kalau dia lembur , sebentar lagi pasti dia pulang" , jawab Angelica.


Sandra pun menganggukkan kepalanya.


Angelica melangkahkan kakinya menuju ke tangga....


"Papa gak pulang barengan sama kakak?" , tanya Alvaro yang mau turun ke bawah.


"Gak dek , papa masih ada kerjaan" , jawab Angelica.


"Oh" , jawab Alvaro sambil terus menuruni anak tangga.


Angelica terus berjalan menuju ke kamarnya , meletakkan tasnya , mengambil bajunya di lemari dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


.


.


James yang sudah sampai dirumah sore itu...


"Ma , Angelica sudah pulang?" , tanya James.


"Sudah James , sekarang dia sedang di kamar" , jawab Sandra mama mertua James.


"Baiklah ma , kalau gitu aku ke atas dulu ya" , ucap James.


"Iya" , jawab Sandra.


James berjalan masuk ke dalam kamar dan terdengar suara air di dalam kamar mandi. James langsung membuka seluruh bajunya , melemparkannya ke sembarangan arah dan membuka pintu kamar mandi yang memang gak pernah dikunci sejak mereka menikah.


James berjalan menuju ke bawah shower , dimana istri kecilnya sedang berada di sana dengan tubuh polosnya yang sudah menjadi candu buat James.


"Sayang" , panggil James dengan lembut sambil memeluk pinggang istri kecilnya dari belakang.


"Astaga sayang , aku kaget tau" , ucap Angelica yang terkejut dengan kehadiran James.


"Kenapa kamu terkejut?" , ucap James sambil menciumi leher istri kecilnya.


"Tadi kan aku cuma sendiri , ya aku kaget la tiba-tiba ada suara" , jawab Angelica.


James terus menciumi leher , bahu dan punggung istri kecilnya , tangannya juga sudah mulai bergerilya di tubuh polos Angelica.


"Sayang , mama minta kita cepat turun untuk makan. Jangan sekarang ya" , ucap Angelica.


"Sebentar saja sayang , aku janji gak akan lama. Aku sudah diujung tanduk ini" , ucap James dengan nafas yang sudah memburu.

__ADS_1


"Gak bisa ditunda setelah selesai makan malam sayang?" , ucap Angelica yang sudah mulai menikmati sentuhan dari suaminya.


"Gak bisa sayang , kamu lihat punyaku sudah berdiri tegak seperti ini" , jawab James.


"Baiklah , cepat ya. Jangan sampai nanti spaghetti yang mama masak menjadi dingin" , ucap Angelica.


"Kalau dingin kan bisa dipanaskan lagi sayang" , jawab James yang sudah mulai sibuk bermain dengan tubuh istrinya.


Angelica sudah tidak bisa menjawab perkataan suaminya lagi , karena tubuhnya mulai bergetar hebat seperti tersengat listrik karena sentuhan dan gerakan yang dilakukan oleh suaminya. Sampai akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama.


"Aku mencintai kamu sayang" , ucap James setelah puas.


"Aku juga mencintai kamu sayang" , jawab Angelica sambil mencium bibir suaminya.


Mereka berciuman dengan sangat intens untuk beberapa saat , setelah itu mereka mulai membersihkan diri mereka.


James dan Angelica yang sudah selesai mandi saat itu , berjalan ke bawah dan terlihat papa , mama dan Alvaro sudah duduk di meja makan sambil makan spaghetti seafood buatan mamanya.


"Kenapa kalian lama sekali turunnya? Spaghetti kalian minta mba Tuti panaskan dulu ya" , ucap Sandra.


"Iya ma , karena ulah James nih. Makanya jadi lama turunnya" , jawab Angelica.


James hanya tersenyum sambil duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Alvaro.


"Asik ya kalau masih muda sayang , aku juga jadi pengen nanti" , ucap Antonio kepada istri tercintanya.


"Makan dulu hubby , hampir setiap malam juga begitu. Masa masih kurang aja" , jawab Sandra.


Alvaro yang masih belum mengerti dengan ucapan orang tuanya hanya mengerutkan keningnya. Dia gak mau menanyakannya , karena seperti biasa , nanti mereka pasti akan menjawab...."Hanya orang yang sudah menikah yang akan mengetahuinya".


Angelica berjalan ke dapur...


"Baik nona kecil" , ucap mba Tuti sambil mengambil spaghetti dan memasukkannya ke dalam microwave.


Setelah selesai , Angelica membawa dua piring spaghetti dan meletakkannya di atas meja , dimana suaminya duduk.


"Sayang , kakaknya James sudah melahirkan tadi" , ucap Antonio.


"Kenapa kamu gak bilang sama mama ketika kamu pulang tadi?" , ucap Sandra.


"Aku lupa ma" , jawab Angelica.


"Baiklah , kalau gitu besok kita cari kado ya buat anaknya. Anaknya cewek atau cowok?" , tanya Sandra.


"Cewek ma , tapi gak perlu buru-buru juga. Anaknya juga masih di dalam inkubator karena lahirnya prematur" , jawab Angelica.


"Karena kamu bilang prematur , mama jadi ingat , memang harusnya belum lahiran" , ucap Sandra.


"Iya ma , katanya kakak terjatuh dan mengalami pendarahan. Makanya anaknya harus segera dilahirkan" , jawab James.


"Tapi sekarang kondisi anak dan kakak kamu baik-baik saja kan?" , tanya Sandra.


"Baik ma" , jawab James.


"Syukurlah" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Kalian kapan mau membeli hadiah buat anaknya?" , tanya Sandra.


"Paling juga sabtu atau minggu ini ma" , jawab Angelica.


"Baiklah , nanti kita pergi bersama ya" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Angelica sambil memakan spaghetti.


********


Papa Freddy dan mama Heni pergi ke rumah sakit untuk melihat anaknya yang baru selesai melahirkan hari itu.


"Bagaimana keadaan anak kalian?" , tanya mama Heni.


"Kata dokter keadaannya baik ma" , jawab Caroline.


"Syukurlah" , jawab mama Heni.


"Kenapa kamu bisa jatuh? Apa kalian bertengkar?" , tanya papa Freddy.


Harry hanya mengangkat kepalanya karena terkejut mendengar perkataan papa mertuanya.


"Gak pa. Aku saja yang tidak hati-hati dan terpeleset karena di lantai ada air" , jawab Caroline.


"Lain kali kamu harus hati-hati" , ucap mama Heni.


"Baiklah , setelah ini kalian harus menggunakan pembantu. Kamu gak akan bisa mengurus anak kamu sendiri" , ucap papa Freddy.


"Gak usah pa , aku juga gak kerja. Aku bisa menjaga anak aku sendiri" , ucap Caroline.


"Jangan begitu nak. Kali ini kamu harus ikutin kata papa ya , menjaga anak itu gak mudah nak , apalagi anak yang baru lahir" , ucap mama Heni dengan lembut.


"Tapi ma" , ucap Caroline yang terlihat ragu-ragu sambil melihat ke arah suaminya.


"Kalau mama dan papa bilang itu yang terbaik , gak apa-apa sayang" , jawab Harry.


"Suami kamu saja sudah setuju , jadi sudah gak masalah kan" , ucap papa Freddy.


"Jangan pa , aku yakin kok. Aku bisa mengurus sendiri" , jawab Caroline.


"Kamu mau menggunakan pembantu atau kalau gak kamu tinggal di rumah kita dulu sampai masa nifas kamu selesai. Biar mama juga bisa membantu menjaga anak kamu" , ucap mama Heni.


"Bukankah James dan Angelica juga tinggal disana ma?" , ucap Caroline.


"Mereka masih tinggal di rumah Angelica , karena kamarnya masih di renovasi. Kalau mereka ada dirumah , mereka pasti gak akan masalah kalau kamu juga di rumah" , ucap mama Heni.


Sejenak Caroline berpikir....."Kalau aku tinggal di rumah mama , bagaimana dengan Harry? Aku gak mau papa dan mama tau kalau aku sering ribut dengan Harry" , ucap Caroline dalam hatinya.


"Jadi bagaimana nak?" , tanya papa Freddy.


"Aku pakai pembantu saja pa. Lebih nyaman kalau aku dirumah sendiri" , ucap Caroline.


"Baiklah nak , besok mama carikan pembantu ya buat kamu" , ucap mama Heni.


"Iya ma" , jawab Caroline.

__ADS_1


"Ya sudah , kamu istirahat lagi. Papa dan mama pulang dulu" , ucap papa Freddy.


"Iya pa" , jawab Caroline dan Harry.


__ADS_2