
"Kak , usaha kakak ipar bagaimana sekarang?" , tanya James ketika mereka sedang di dalam perjalanan.
"Kakak gak tau dek. Kakak gak pernah mau ikut campur dalam usaha Harry" , jawab Caroline.
"Apakah untuk biaya sehari-hari kakak cukup?" , tanya James yang gak tega melihat perubahan kakaknya.
"Cukup dek , kamu jangan khawatir" , jawab Caroline.
Kakaknya yang dulu selalu berpenampilan menarik dan ceria , sekarang sudah berubah. Jangankan baju bagus dan bermerek yang digunakannya , bahkan raut wajahnya pun sudah berubah. Sekarang kakaknya lebih banyak diam.
James yang memiliki perasaan gak enak dan sangat ingin membantu kakaknya , akhirnya membuka suara saat mobil yang dibawa oleh nya , telah sampai di depan rumah kakaknya.
"Kak , ini kartu aku. Kakak gunakan saat kakak benar-benar membutuhkannya ya" , ucap James sambil mengeluarkan salah satu kartu kreditnya dari dalam dompetnya.
"Jangan dek , gak usah. Kakak kan sudah bilang kalau kakak masih cukup" , ucap Caroline.
"Kakak pegang saja kartu ini , untuk berjaga-jaga saat nanti kakak butuh" , ucap James.
Mengingat sebentar lagi anaknya akan lahir dan dia pun gak memiliki biaya untuk persalinan , akhirnya Caroline pun menerima kartu yang diberikan oleh James.
"Baiklah , kakak ambil ya" , ucap Caroline.
"Iya kak" , jawab James.
"Terima kasih ya dek" , ucap Caroline sambil membuka pintu mobil.
"Iya kak" , jawab James.
James menjalankan mobilnya , setelah melihat kakaknya masuk ke dalam rumah dan kembali ke kantornya.
********
Angelica dan Alvaro yang sudah puas jalan-jalan di mall , memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai sore.
"Dek , ayo kita pulang lagi. Sebentar lagi papa dan mama juga akan pulang lho" , ucap Angelica.
"Iya kak , aku juga sudah capek" , jawab Alvaro sambil mengangkat barang belanjaannya.
"Siapa suruh kamu belanjanya banyak banget?" , ucap Angelica sambil tersenyum melihat adik kembarnya.
"Karena semuanya bagus dan aku pengen beli kak. Nanti di Singapura belum tentu aku bisa belanja sebanyak ini" , ucap Alvaro.
"Kenapa gak bisa? Bukankah disana lebih banyak yang barang bagus" , ucap Angelica yang terus berjalan menuju ke lobby.
"Pasti nanti uang jajan aku dibatasin sama papa" , jawab Alvaro.
"Gak mungkin dek , papa gak seperti itu kok. Papa itu gak mungkin membiarkan kamu susah disana , yang penting kamu harus menghilangkan kebiasaan boros kamu ini" , ucap Angelica.
"Iya kak. Itu pak Kamil sudah menunggu kita" , ucap Alvaro.
"Iya dek , kamu masukin dulu semua paper bag belanjaan kamu ke dalam bagasi mobil" , ucap Angelica.
Alvaro berjalan menuju ke arah mobil.
__ADS_1
Pak Kamil yang melihat tuan kecil membawa banyak barang belanjaan , keluar dari mobil dan membantu Alvaro memasukkan barang belanjaannya di bagasi mobil.
"Pak , sebelum pulang aku mau ke toko bakery yang biasa ya" , ucap Angelica ketika sudah masuk ke dalam mobil.
"Mau beli roti ya kak" , ucap Alvaro sambil tersenyum.
"Iya , kakak lagi kepengen bolu coklatnya" , ucap Angelica.
"Aku juga mau roti dan puding" , jawab Alvaro.
"Kamu apa yang gak mau dek? Semuanya juga kamu mau" , ucap Angelica sambil tersenyum.
Alvaro hanya tertawa kecil menanggapi ucapan kakak kembarnya.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh pak Kamil sudah sampai di depan toko bakery kesukaan Angelica.
Angelica turun dari mobil , berjalan masuk ke toko bakery sambil diikuti oleh Alvaro.
Begitu mereka masuk ke dalam toko bakery , terlihat Esmeralda juga sedang memilih roti disana.
"Dek , itu ada pacar kamu. Samperin dulu" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Bukan pacar aku kakak. Aku ke mobil aja ya , kakak tolong ambilkan roti dan puding kesukaan aku ya" , ucap Alvaro.
Begitu Alvaro membalikkan tubuhnya dan mau berjalan menuju ke arah pintu...
Terdengar suara yang sangat di kenalnya itu memanggil namanya.
"Alvaro...Angelica..." , panggil Esmeralda.
"Iya" , jawab Angelica dan Alvaro.
Alvaro pun membalikkan tubuhnya dan melihat Esmeralda.
"Kenapa dia harus melihat aku disaat aku mau pergi sih?" , umpat Alvaro dalam hatinya.
"Kalian mau membeli roti juga?" , tanya Esmeralda.
"Ya iya la mau membeli roti. Masa di toko roti belinya baju" , jawab Alvaro.
"Ya bener sih" , jawab Esmeralda.
Angelica berjalan mengambil nampan dan mulai melihat roti yang dia inginkan.
Alvaro yang mengikuti langkah kaki kakak kembarnya itu , diikuti oleh Esmeralda.
"Bukankah kamu mau membeli roti juga? Kenapa kamu ikuti aku?" , tanya Alvaro.
"Karena aku masih mau mengobrol sama kamu" , ucap Esmeralda sambil tersenyum.
"Memangnya kamu mau mengobrol apa?" , tanya Alvaro.
"Aku sudah mendaftar di jurusan kedokteran di universitas A" , jawab Esmeralda sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Apa hubungannya dengan aku?" , ucap Alvaro dengan dingin.
"Aku cuma memberitahukannya kepada kamu. Nanti kan kita akan kuliah di kampus yang sama. Jadi nanti kamu cari aku di bagian kedokteran ya" , ucap Esmeralda.
Alvaro hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kamu kuliah di jurusan apa?" , tanya Esmeralda.
"Hah....aku di jurusan arsitektur" , jawab Alvaro dengan cepat.
Angelica hanya tersenyum melihat adik iparnya yang sudah salah tingkah itu.
"Bukannya kamu mau menjadi ilmuan? Kenapa jadi arsitektur?" , tanya Esmeralda.
"Papa aku yang minta" , jawab Alvaro.
Angelica yang sudah selesai memilih kue dan juga sudah mengambilkan beberapa roti dan puding kesukaan Alvaro , berjalan menuju ke kasir.
"Alvaro , apa kamu mau jalan-jalan bersama dengan aku selama libur ini?" , tanya Esmeralda.
"Gak mau" , jawab Alvaro dengan cepat.
"Kenapa kamu selalu menolak ajakan aku?" , tanya Esmeralda.
"Aku memang gak mau aja" , jawab Alvaro.
Angelica yang sudah selesai membayar semua belanjaannya , benar-benar membuat Alvaro menjadi lega. Karena dia sudah bisa pergi dari sana.
"Sudah selesai ya kak?" , tanya Alvaro.
"Iya sudah , ayo kita pulang lagi" , ucap Angelica.
"Aku pulang dulu ya" , ucap Alvaro dengan cepat.
"Jalan dulu ya" , ucap Angelica.
"Iya" , jawab Esmeralda yang baru akan membayar roti yang sudah di ambilnya dari tadi.
Alvaro dan Angelica berjalan bersama keluar dari toko bakery dan menuju ke mobil mereka yang parkir disana.
"Kenapa harus ketemu dengan Esmeralda disana sih kak? Aku kan jadi gak bisa memilih roti" , ucap Alvaro setelah mereka masuk ke dalam mobil.
"Mana kakak tau dek. Mungkin Esmeralda memang jodoh kamu kali , makanya bisa sering ketemu" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Gak mungkin kak , aku saja nanti sudah gak disini lagi" , jawab Alvaro.
"Kenapa kamu bohong sama Esmeralda tadi?" , ucap Angelica.
"Bohong??? Yang mana ya kak?" , tanya Alvaro dengan penuh tanda tanya.
"Itu , yang masalah kuliah" , ucap Angelica.
"Oh...biarin saja. Aku memang gak mau dia tau kalau aku kuliah di Singapura. Biarkan saja dia mencari aku di Universitas A" , ucap Alvaro sambil terkekeh.
__ADS_1
Angelica hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah saudara kembarnya itu.