
Di rumah sakit , dokter memeriksa keadaan opa Chandra dengan sangat teliti. Terlihat senyuman dari bibir dokter yang telah merawat opa Chandra selama ini.
"Bagus , kondisi tuan Chandra sangat bagus , nanti kontrol nya bulan depan lagi ya. Ingat untuk selalu menjaga asupan makanan yang akan di konsumsi , hindari kegiatan yang berat , jangan sampai stress juga" , ucap dokter tersebut.
"Baiklah dokter. Terima kasih" , ucap opa Chandra.
Mama Shinta dan Sandra langsung tersenyum setelah mendengarkan ucapan dokter.
Setelah selesai dari dokter , Sandra dan mertuanya berjalan bersama keluar dari rumah sakit.
"Pa , apa kita mau jalan-jalan dulu sebelum pulang?" , tanya mama Shinta.
"Boleh ma , papa juga sudah mulai jenuh di apartemen terus" , ucap papa Chandra sambil tersenyum.
"Iya boleh pa , kita mau kemana?" , tanya Sandra yang sangat suka jalan-jalan.
"Kemana saja boleh , asalkan papa bisa makan enak dan menikmati hari yang cerah ini" , ucap opa Chandra.
"Baiklah pa" , jawab Sandra sambil tersenyum.
Sandra memanggil cab yang ada di sana dan memintanya untuk membawa mereka ke mall yang terdekat dari sana.
********
Alvaro yang sudah sampai di kampus , langsung di temui oleh Brandon.
"Alvaro , apa kamu sudah chat dengan gadis pelukis itu?" , tanya Brandon.
"Kamu pagi-pagi sudah menanyakan itu saja kepada aku" , ucap Alvaro sambil meletakkan tangannya di dagunya.
"Aku sangat penasaran dengan hubungan kalian. Waktu itu aku telpon , kenapa kamu gak angkat?" , tanya Brandon.
"Aku ketiduran" , jawab Alvaro.
"Kenapa kamu gak menelpon aku kembali , saat kamu sudah bangun?" , ucap Brandon sambil mengerutkan keningnya.
"Saat itu ada saudara kembar aku yang datang. Jadi aku lupa untuk menelpon kamu lagi" , jawab Alvaro dengan santai.
"Jadi , bagaimana hubungan kamu dengan gadis pelukis itu?" , tanya Brandon yang masih penasaran.
"Dia chat aku duluan" , jawab Alvaro.
"Apa!!!" , ucap Brandon dengan mata yang terbelalak karena terkejut.
Alvaro hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Luar biasa kamu" , ucap Brandon sambil menggelengkan kepalanya. Brandon yang masih dalam keadaan antara percaya dan gak percaya itu , mulai menanyakan lagi.
"Bagaimana dia chat kamu awalnya?"
"Dia hanya menyapa aku dengan Hi..." , jawab Alvaro sambil tersenyum.
"Terus , cuma saling menyapa saja. Gak ada percakapan lainnya?" , tanya Brandon.
"Ada dong pastinya" , ucap Alvaro.
__ADS_1
"Kalian ngobrolin apa aja?" , tanya Brandon yang semakin penasaran.
Ting....Tong.....
"Bel tanda pelajaran akan dimulai telah berbunyi. Nanti aja ya aku jawabnya" , ucap Alvaro.
"Dosennya juga belum datang. Ayolah , ceritakan kepada aku" , ucap Brandon.
"Nanti aja. Sebentar lagi juga dosennya udah mau sampai ke kelas" , jawab Alvaro sambil tersenyum tipis.
"Tapi" , ucapan Brandon langsung tiba-tiba terputus.
"Hi pria ganteng. Boleh kenalan gak?" , ucap wanita Asia yang berdiri di depan Alvaro sambil mengulurkan tangannya.
"Alvaro" , jawab Alvaro sambil menjabat tangan wanita itu.
"Kristy" , jawab wanita cantik dan kelihatan dewasa itu.
"Brandon" , ucap Brandon yang langsung mengenalkan dirinya sendiri.
"Maaf ya , aku cuma mau berkenalan dengan pria ganteng ini saja" , ucap Kristy.
"Sombong sekali" , gumam Brandon dengan suara pelan.
Tuk...Tak...Tuk...Tak... Terdengar suara langkah kaki yang berjalan masuk ke dalam kelas mereka.
"Mulai hari ini aku duduk di sebelah kamu ya" , ucap Kristy sambil duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Alvaro.
Alvaro hanya menganggukkan kepalanya.
"Pria ganteng dan pintar. Sungguh sebuah keajaiban aku bisa mengenal pria seperti ini" , ucap Kristy dalam hatinya.
Brandon yang melihat Kristy terus memandangi sahabatnya itu.....
"Alvaro , kayaknya wanita itu suka dengan kamu" , ucap Brandon.
"Aku gak tertarik" , jawab Alvaro.
"Masa seksi begitu kamu gak suka. Tubuh langsing dan kaki jenjangnya sangat membuat pria tergila-gila ingin memilikinya" , ucap Brandon.
"Buat kamu saja. Aku gak tertarik sama sekali" , jawab Alvaro sambil terus melihat ke arah dosen yang sedang menjelaskan materi di depan kelas.
"Baiklah , yang ini buat aku ya" , ucap Brandon.
"Ambil aja" , jawab Alvaro sambil tersenyum kecil.
"Manis sekali pria ini kalau tersenyum" , ucap Kristy dengan pelan.
Selama 2 jam lebih , akhirnya selesai juga pelajaran dari dosen pembimbingnya itu.
"Pria ganteng , kita pergi jalan-jalan dulu yuk sambil menunggu kelas siang nanti" , ucap Kristy.
"Maaf , aku sudah ada janji lain" , jawab Alvaro yang gak mau meladeni wanita itu.
"Kapan kamu bisa jalan-jalan atau makan bersama dengan aku?" , tanya Kristy dengan suara manjanya.
__ADS_1
Mendengarnya saja membuat bulu remang Alvaro naik semuanya.
"Maaf ya Kristy , aku belum bisa memastikannya sekarang" , jawab Alvaro sambil menyandang tas nya dan mulai berjalan untuk meninggalkan kelas.
Kristy yang mau mengejar Alvaro , langsung di hadang oleh Brandon.
"Bagaimana kalau kamu jalan-jalannya sama aku saja? Aku suka wanita cantik seperti kamu" , ucap Brandon.
Kristy langsung menghela nafasnya dengan kasar.
"Aku sudah bilang kan , kalau aku gak suka dengan kamu. Aku hanya suka dengan pria ganteng itu" , jawab Kristy.
"Kamu kan belum mengenal aku dengan baik. Siapa tau , nanti kamu akan jatuh cinta dengan aku" , ucap Brandon sambil tersenyum.
"Mimpi saja kamu" , ucap Kristy sambil mendorong tubuh Brandon dan berlari keluar dari kelas untuk mencari Alvaro.
Brandon hanya tersenyum melihat Kristy yang berlari meninggalkannya.
"Gak akan mungkin kamu bisa mendapatkan Alvaro , dia sudah milik gadis pelukis" , ucap Brandon sambil menaikkan alis matanya.
Kristy yang sudah berada di luar gerbang kampus , langsung berdiri dengan tatapan kebingungan.
Brandon yang berjalan menuju keluar kampus...
"Kenapa kamu masih di sini? Bukannya kamu mau mengejar Alvaro?" , ucap Brandon di telinga Kristy , membuat Kristy yang kebingungan langsung terkejut.
"Ini semua karena salah kamu , kalau kamu gak menahan aku tadi , aku gak akan kehilangan jejak pria ganteng" , ucap Kristy dengan tatapan marah kepada Brandon.
"Ya sudah , mau ikut aku makan gak? Aku yang traktir" , ucap Brandon dengan santai.
"Gak tertarik" , jawab Kristy yang masih kesal.
"Baiklah. Aku pergi dulu ya. Bye" , ucap Brandon sambil berjalan meninggalkan Kristy di sana.
Kristy yang masih kesal , hanya bisa memilih untuk berjalan menuju ke cafe yang ada di kampus.
Alvaro yang siang itu sudah ada janji dengan Monika untuk bertemu di taman tempat Monika biasa melukis , sangat senang karena dia bisa pergi tanpa di ikuti oleh Brandon.
"Hi Monika" , ucap Alvaro yang melihat Monika sudah duduk di sana sambil melukis bunga yang ada di taman itu.
"Hi kak. Baru selesai ya kuliahnya?" , ucap Monika sambil tersenyum manis melihat Alvaro datang.
"Iya. Kamu sudah makan siang belum?" , tanya Alvaro.
"Belum kak" , jawab Monika.
"Mau gak makan siang bersama aku" , ucap Alvaro.
"Mau" , jawab Monika.
"Kamu mau makan dimana?" , tanya Alvaro.
"Terserah kakak aja. Aku bereskan peralatan melukis aku dulu ya" , ucap Monika.
"Iya" , jawab Alvaro sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1