
Papa Chandra sedang melakukan beberapa serangkaian pemeriksaan sebelum melakukan pemasangan ring jantung.
Antonio mengobrol bersama dengan kak Alex selama menunggu papa Chandra.
"Kenapa pemeriksaannya lama sekali? Test apa saja yang di lakukan papa?" , ucap mama Shinta.
"Sabar ma , dokter juga melakukan pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi papa baik-baik saja sebelum melakukan operasi pemasangan ring jantung" , jawab Antonio.
"Iya , tapi mama khawatir nak" , ucap mama Shinta.
"Tenang ma , aku yakin papa pasti baik-baik saja" , ucap Alex.
"Iya ma , mama tenang dulu ya" , ucap Sandra.
Sandra dan Dona mencoba untuk menenangkan mama mertua mereka. Sedangkan Penelope asik dengan memainkan game yang ada di dalam tablet miliknya.
Tidak lama perawat pun masuk sambil mendorong kursi roda yang di duduki oleh papa Chandra.
"Gimana hasil pemeriksaannya pa?" , tanya mama Shinta begitu melihat papa Chandra masuk ke dalam kamar perawatan.
"Setelah hasilnya keluar , nanti akan di jelaskan oleh dokter , nyonya" , ucap perawat tersebut.
Setelah papa Chandra naik ke atas ranjang pasien , perawat tersebut permisi untuk keluar dari sana.
"Mama tenang saja , papa baik-baik saja kok" , ucap papa Chandra.
"Bagaimana mama gak khawatir pa. Ini pertama kalinya papa operasi. Selama ini papa tidak pernah masuk rumah sakit" , ucap mama Shinta.
"Percaya sama papa ma , papa pasti akan baik-baik saja" , ucap papa Chandra.
"Iya ma , papa pasti baik-baik saja" , ucap Antonio.
"Iya ma , setau aku banyak kok yang sudah melakukan pemasangan ring jantung dan itu tidak berbahaya" , ucap Alex.
"Iya , tapi tetap saja mama merasa khawatir" , ucap mama Shinta.
Terdengar bunyi suara ketukan pintu dan terlihat dokter berjalan masuk sambil membawa hasil pemeriksaan papa Chandra.
"Untuk hasil rontgen dan test darah tuan Chandra bagus ya. Besok tuan sudah bisa melakukan pemasangan ring jantung" , ucap dokter tersebut.
"Baik dokter" , ucap papa Chandra.
"Untuk pemasangan ring jantung ini tidak berbahaya kan dokter?" , tanya mama Shinta yang ingin memastikannya.
"Tidak nyonya , saya pastikan kalau ini sangat aman" , ucap dokter tersebut.
"Baiklah dokter , tolong lakukan yang terbaik buat suami saya" , ucap mama Shinta.
"Iya nyonya , kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk suami anda" , ucap dokter tersebut.
"Baik dokter" , ucap mama Shinta.
__ADS_1
"Baiklah , tuan istirahat dulu malam ini dan besok kita akan lakukan pemasangan ring jantung" , ucap dokter tersebut.
"Iya dokter , terima kasih" , ucap papa Chandra.
"Iya , sama-sama tuan. Kalau gitu saya permisi dulu" , ucap dokter tersebut.
"Iya dokter" , jawab papa Chandra dan mama Shinta.
"Mama sudah bisa tenang kan" , ucap Antonio setelah melihat dokter keluar dari kamar perawatan papa Chandra.
"Iya nak" , jawab mama Shinta.
********
Alvaro yang sudah selesai kuliah sore itu , langsung menyimpan semua buku pelajarannya di dalam tas ransel.
"Kamu mau kemana buru-buru sekali" , ucap Brandon yang duduk di sebelah Alvaro.
"Aku mau ke rumah sakit" , jawab Alvaro.
"Siapa yang sakit?" , tanya Brandon.
"Opa aku" , jawab Alvaro.
"Opa kamu sakit apa?" , tanya Brandon.
"Kata dokter ada penyumbatan pembuluh darah dan harus melakukan pemasangan ring jantung" , jawab Alvaro.
"Boleh" , jawab Alvaro.
Alvaro dan Brandon berjalan bersama keluar dari kelas menuju ke rumah sakit.
Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit , Alvaro mengobrol dengan Brandon.
"Kamu sudah chat dengan gadis pelukis itu belum?" , tanya Brandon.
"Belum , tapi kemaren aku bertemu dengan dia di mall" , jawab Alvaro.
"Wowww. Tandanya kalian berjodoh , sampai bisa bertemu di tempat lain secara tidak sengaja" , ucap Brandon.
"Kebetulan saja dia sedang membeli peralatan untuk melukisnya" , jawab Alvaro.
"Kalau tidak berjodoh , meskipun di satu tempat yang sama , pasti tidak akan bertemu" , ucap Brandon.
"Ya aku juga tidak tau. Kita lihat nanti saja" , jawab Alvaro yang sebenarnya terbesit rasa bahagia di dalam hatinya begitu mendengar perkataan temannya itu.
"Terus , apa kalian jalan atau makan bersama selama di mall?" , tanya Brandon.
"Gak , aku kan pergi bersama dengan mama , oma , aunty dan sepupu aku. Tapi aku sempat mengajak dia untuk ikut bersama aku , tapi dia sudah harus pulang" , jawab Alvaro.
"Pasti dia tidak mau , karena sedang ada mama kamu. Coba kalau cuma kamu sendiri , aku jamin dia pasti mau ikut bersama kamu" , ucap Brandon.
__ADS_1
"Kita lihat nanti saja" , jawab Alvaro.
Tidak lama kereta cepat itu pun telah sampai ke tujuan mereka. Alvaro dan Brandon turun bersama dari sana dan berjalan keluar dari stasiun MRT menuju ke rumah sakit.
Alvaro berjalan menuju ke kamar yang telah di beritahukan oleh mamanya lewat chat sebelumnya.
Begitu sampai di depan kamar perawatan opa Chandra , Alvaro membuka pintu dan berjalan masuk bersama dengan Brandon.
"Pa , ma , opa , oma , uncle , aunty...Ini teman aku Brandon" , ucap Alvaro.
"Halo Brandon" , ucap mereka semua.
"Halo opa , oma , aunty dan uncle" , ucap Brandon.
Penelope yang sedang asik bermain game di tablet nya dari tadi , langsung melihat ke arah Brandon , begitu Alvaro memperkenalkan temannya itu.
"Ternyata ganteng juga temannya di anak manja ini" , ucap Penelope dalam hatinya.
.
.
"Apa kamu gak mau mengenalkan teman kamu ini sama kakak?" , tanya Penelope.
"Oh , ternyata ada kakak juga ya. Aku kirain kakak gak ada di sini" , ucap Alvaro sambil tersenyum tipis.
"Kamu saja yang gak melihat kakak. Hanya taunya melihat mama saja" , ucap Penelope yang tidak mau kalah.
"Memang mama aku yang paling cantik di dunia ini. Mana bisa aku mengalihkan pandangan aku dari nya" , jawab Alvaro.
"Sudah , sudah , jangan berdebat lagi. Kalau ada kalian berdua , opa bisa gak istirahat dengar kalian berdebat terus" , ucap oma Shinta.
"Iya , maaf oma" , jawab Alvaro dan Penelope yang akhirnya menyadari bahwa mereka sedang di rumah sakit dan opa Chandra juga butuh istirahat dengan tenang.
Akhirnya Penelope berkenalan juga dengan Brandon.
"Kamu bukan orang asli Singapura ya?" , tanya Penelope.
"Iya bukan , aku asli Kanada" , jawab Brandon.
"Wow... Kenapa kamu bisa memilih sekolah di sini? Bukankah di Kanada banyak sekolah arsitek yang bagus" , ucap Penelope.
"Aku hanya ingin suasana baru saja" , jawab Brandon.
"Keren" , jawab Penelope.
Penelope sangat senang sekali bertemu dengan Brandon. Dia banyak menanyai hal tentang Brandon , dari hobby , kesukaan dan lainnya.
Alex hanya bisa melihat anaknya yang sangat antusias dengan Brandon. Tapi Alex tetap tidak akan membiarkan anaknya menjalin hubungan dengan para pria di usianya yang sekarang.
Alex sangat ingin melihat anaknya menjadi pianis terkenal dan untuk mewujudkan mimpinya itu , anaknya tidak boleh menjalin cinta dengan pria. Karena menurut Alex , cinta itu bisa merusak karir anaknya di dalam dunia musik.
__ADS_1