
Malamnya Sandra menceritakan masalah Alvaro kepada suaminya.
"Hubby , tadi Alvaro marah karena pak Kamil mengantarkan asisten James" , ucap Sandra yang baru keluar dari kamar mandi dan mau mengeringkan rambutnya.
Antonio berjalan mendekati istrinya dan membantu mengeringkan rambut istri tercintanya itu.
"Kenapa pak Kamil mengantarkan asisten James?" , tanya Antonio.
"Aku sudah nanya ke Angelica tadi , katanya karena James ada meeting diluar dan setelah meeting mereka mau langsung pulang. Jadi asistennya disuruh ikut pak Kamil , Angelica bersama dengan James" , ucap Sandra.
"Harusnya kalau seperti itu , pak Kamil disuruh langsung pulang dan asisten James ikut mereka" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
"Pantesan anak manja itu marah , dia kan gak suka kalau disaat dia mau keluar gak ada orang" , ucap Antonio.
Sandra pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Ya sudah sayang , kita tidur dulu. Besok pagi aku bilangin sama James" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil berjalan bersama dengan suaminya menuju ke kasur.
Sampai pagi tiba.....
Angelica yang sudah bangun saat itu , membuka matanya dan melihat wajah suaminya yang sudah bangun menopang tubuhnya dengan satu tangan.
"Selamat pagi sayangku" , ucap James.
"Pagi , kamu kenapa belum mandi?" , ucap Angelica.
"Aku menunggu kamu sayang" , jawab James.
"Tapi aku masih dapet , nanti kamu jijik lagi melihatnya" , ucap Angelica.
"Gak kok sayang" , jawab James.
"Gak mau , kamu mandi sendiri aja" , ucap Angelica sambil mendorong tubuh suaminya dengan lembut.
"Ayolah sayang" , rengek James sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh istri kecilnya.
"Tunggu sampai aku selesai dulu ya sayang" , jawab Angelica dengan lembut sambil mencium pipi suaminya.
"Baiklah sayang" , jawab James yang langsung tersenyum setelah mendapatkan ciuman dari istri kecil tercintanya.
James berjalan turun dari kasur dan seperti biasa membuka celananya , melemparkannya ke sembarangan arah dan berjalan dengan tubuh polosnya masuk ke dalam kamar mandi.
Angelica hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan suaminya yang tidak bisa dirubah ini.
Angelica turun dari kasur dan mulai berjalan mengumpulkan celana suaminya yang di lemparkan ke lantai , memasukkannya ke dalam keranjang baju kotor yang sudah di sediakan.
Lalu Angelica berjalan menuju ke kasurnya dan mulai merapikannya. Setelah itu dia berjalan mengambil alat vakum dan membersihkan kamarnya.
"Sayang , baju untuk aku kerja hari ini sudah kamu siapin belum?" , tanya James yang baru keluar dari kamar mandi.
"Sudah sayang , sudah aku gantung di pintu lemari" , jawab Angelica.
__ADS_1
James berjalan menuju ke wardrobe room dan menggunakan baju yang sudah disediakan oleh istrinya disana.
"Sayang , kamu jangan lupa pakai deo ya. Biar gak bau" , ucap Angelica sambil meletakkan alat vakum.
"Iya sayang" , jawab James sambil mengancing baju kemejanya sendiri.
James yang sudah selesai pagi itu , berjalan bersama dengan istri kecilnya , keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
"Pagi ma , pagi pa" , sapa mereka berdua.
"Pagi nak" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.
"Sayang , nanti lain kali kalau kamu mau pergi dengan James , pak Kamil disuruh langsung pulang ke rumah aja ya" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica sambil mengambilkan makanan untuk sarapan pagi suaminya.
"Nanti Angelica aku carikan sopir baru saja pa" , ucap James.
"Baiklah" , jawab Antonio sambil memakan makanannya.
Tidak lama selesai sarapan pagi , Sandra dan Antonio seperti biasa akan berciuman sebelum mereka masuk ke dalam mobil masing-masing.
"Aku pergi kerja dulu ya sayang , nanti siang kamu gak mau makan di All Star Hotel aja bareng aku. Udah lama kita gak makan siang berdua" , ucap Antonio.
"Iya hubby , nanti siang aku kesana ya" , jawab Sandra.
"Baiklah sayang" , ucap Antonio sambil mengecup kening istrinya sebelum berjalan menuju ke mobilnya.
"Papa dan mama selalu mesra ya sayang" , ucap James yang berdiri di sana melihat mertuanya.
"Kita harus bisa seperti itu terus sampai nanti kita menjadi kakek nenek ya sayang" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
James menciumi wajah istrinya dengan lembut.
"Nanti aku pulang makan siang ya" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
James berjalan masuk ke dalam mobilnya dan Angelica pun berjalan masuk ke dalam rumah.
"Kakak gak ikut kak James?" , tanya Alvaro yang ternyata sudah duduk di meja makan untuk sarapan pagi.
"Gak" , jawab Angelica.
"Kakak nanti siang gak keluar kan?" , ucap Alvaro.
"Gak , sekarang pak Kamil buat kamu aja. Kakak gak akan pergi dengan pak Kamil lagi" , jawab Angelica dengan kesal sambil berjalan menuju ke atas.
"Kakak marah" , ucap Alvaro.
Angelica gak menjawab perkataan adik kembarnya dan terus berjalan sampai masuk ke dalam kamar.
Alvaro pun hanya terdiam melihat kakaknya yang sudah gak mau mengobrol dengannya lagi.
__ADS_1
********
James yang sudah sampai di kantor...
"Susan , kamu carikan sopir untuk aku satu" , ucap James.
"Sopir untuk pergi keluar buat meeting pak? Bukannya sudah ada sopir kantor ya?" , ucap Susan asisten pribadi James.
"Bukan sopir untuk pergi meeting , tapi sopir pribadi untuk istri saya" , ucap James.
"Baik pak" , jawab Susan.
"Kenapa kamu mencari sopir pribadi buat Angelica nak?" , tanya papa Freddy yang sudah sampai di kantor dan mendengarkan percakapan James dengan asistennya.
"Itu Alvaro marah pa , gara-gara pak Kamil kemaren mengantarkan Susan ke restoran tempat kami mau meeting" , ucap James.
"Kenapa bisa sopirnya Alvaro yang mengantarkan Susan?" , tanya papa Freddy.
"Karena kemaren Angelica maunya begitu" , ucap James.
"Oh , makanya sekarang kamu mencari sopir buat Angelica" , ucap papa Freddy yang sudah mengerti kondisinya.
James pun menganggukkan kepalanya.
"Jadi bagaimana meeting kemaren? Apakah ada wahana baru yang bisa di gunakan di waterboom kita?" , tanya papa Freddy.
"Susan , bagaimana dengan meeting kemaren?" , tanya James.
Susan pun langsung memberikan dokumen hasil meeting kemaren dengan Chyntia.
"Kenapa kamu nanya Susan?" , ucap papa Freddy.
"Karena dia yang meeting pa. Aku gak ikut" , jawab James.
"Kamu kenapa gak ikut?" , ucap papa Freddy sambil mengerutkan keningnya.
"Ke ruangan aku dulu aja pa , nanti aku cerita disana" , ucap James sambil membawa dokumen yang diberikan oleh asisten pribadinya.
Papa Freddy pun menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama dengan James memasuki ruangan kerja James.
"Chyntia itu dulu cewek yang pernah meninggalkan aku karena bau badan aku pa" , ucap James sambil meletakkan dokumen dan tas kerjanya di atas meja.
"Apa hubungan bisnis dengan masa lalu kamu? Gak ada hubungannya kan. Bisnis ya bisnis nak" , ucap papa Freddy.
"Tapi kayaknya dia ada maksud lain pa" , ucap James.
"Dari mana kamu tau?" , ucap papa Freddy.
"Perasaan aku aja" , jawab James.
"Gak semua hal kita bisa mempercayai perasaan kita. Sekarang kamu coba lihat dulu saja. Siapa tau dia memang punya wahana permainan yang bagus untuk tempat kita" , ucap papa Freddy.
"Baiklah pa" , jawab James yang gak bisa membantah perkataan papanya.
"Ya sudah , papa ke ruangan kerja papa dulu ya. Sebentar lagi papa juga ada meeting" , ucap papa Freddy.
__ADS_1
"Iya pa" , jawab James.