Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 35


__ADS_3

Hari pernikahan Kiki dan Friska pun akhirnya akan tiba. Angga dan Bella hari itu sudah sampai di kota A.


"Bagaimana anak papa selama disini?" , tanya Angga ketika sudah masuk ke dalam rumah papa Chandra yang megah itu.


"Sangat menyenangkan pa , oma dan opa selalu memberikan semua yang aku dan Friska butuhkan" , ucap Kiki sambil tersenyum.


Tidak lama Friska beserta opa Chandra dan oma Shinta juga berjalan menuju ke ruang keluarga untuk menyambut kedatangan Angga dan Bella.


"Om , tante" , sapa Friska.


"Seharusnya kamu sudah memanggil papa dan mama" , ucap Angga sambil tersenyum.


"Baiklah pa , ma" , ucap Friska.


"Iya nak" , jawab Angga dan Bella bersamaan.


"Pa , ma , maaf ya kalau Kiki dan Friska sudah merepotkan selama tinggal disini" , ucap Bella.


"Gak merepotkan kok , mama malah senang ada temannya disini" , ucap mama Shinta.


"Iya , papa juga jadi ada teman ngobrol selama mereka disini" , ucap papa Chandra.


Bella pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Iya pa. Alex kapan datangnya?" , tanya Angga.


"Mereka akan datang 1 hari sebelum acara pernikahan Kiki dan Friska , karena Penelope masih sibuk latihan untuk konsernya di Singapura" , ucap mama Shinta.


"Nanti kita harus pergi semua gak ma , saat Penelope konser?" , tanya Angga.


"Kalau mama dan papa maunya kita sekeluarga pergi bersama untuk menyemangati Penelope disana" , ucap papa Chandra.


"Tapi belakangan restoran aku lagi sepi pa" , ucap Angga.


"Kalau cuma masalah tiket dan penginapan gak usah dipusingkan , serahkan saja kepada Antonio" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.


"Benar juga ya kata mama. Nanti Antonio dan keluarganya makan malam disini gak?" , tanya Angga.


"Belum tau. Sekarang mereka sedang sibuk , setelah selesai pernikahan Kiki dan Friska , Alvaro kan akan berangkat untuk kuliah di Singapura" , ucap mama Shinta.


"Akhirnya anak manjanya itu lepas juga dari orang tua" , ucap Angga sambil tersenyum simpul.


"Ya , semoga saja Alvaro bisa menjadi mandiri setelah dia tinggal disana sendiri" , ucap papa Chandra.


"Kemaren Alvaro masih merengek minta tante Sandra untuk menemaninya di Singapura" , ucap Kiki yang sudah mengetahuinya. Karena beberapa hari yang lalu , Antonio dan Sandra berkunjung di rumah papa Chandra bersama dengan Alvaro.


"Apa bisa Sandra melepaskan anaknya yang manja itu? Apa dia nanti gak akan menangis melihat anaknya pergi sendiri ke Singapura?" , ucap Angga sambil terkekeh.


"Gak la , Sandra pasti bisa melepaskan anaknya pergi. Lagian Alvaro juga pergi untuk sekolah" , ucap mama Shinta.

__ADS_1


"Kita belum tau saja , siapa tau nanti selama di bandara Sandra nangis-nangis" , ucap Angga.


"Yang ada nanti Alvaro yang akan nangis-nangis" , ucap opa Chandra.


"Iya juga ya" , ucap Angga sambil tertawa.


"Sudah , sudah , jangan ngomongin Alvaro dan Sandra lagi. Kalian juga baru datang , apa gak mau istirahat dulu?" , ucap mama Shinta.


"Iya ma , aku mau meletakkan barang-barang ke atas dulu" , jawab Bella.


"Iya nak" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.


********


Di rumah Antonio , Sandra dan Alvaro merasakan telinganya yang sangat gatal sekali.


"Aduh , siapa sih yang sedang ngomongin aku" , ucap Alvaro sambil mengusap telinganya.


"Mama juga gatel lho nak telinganya" , ucap Sandra yang sedang berada di kamar anak manjanya. Karena Alvaro akan berangkat beberapa hari lagi , jadi Sandra membantu Alvaro menyiapkan semua barang-barang yang mau di bawa berangkat.


"Berarti ada yang sedang membicarakan kita berdua ma" , ucap Alvaro.


"Tapi siapa yang membicarakan kita?" , ucap Sandra sambil mengerutkan keningnya.


"Gak tau" , jawab Alvaro sambil mengangkat bahunya.


"Ya sudah , biarkan saja. Kita lanjutkan saja menyusun barang-barang kamu ke dalam koper" , ucap Sandra.


"Iya nak , papa kan sudah mengijinkan mama menemani kamu pergi ke sana selama seminggu. Tapi setelah itu janji ya , kamu bisa tinggal sendiri disana" , ucap Sandra.


"Iya mama" , jawab Alvaro dengan wajah yang lemas.


Angelica yang sudah pulang dari kantor sore itu , melihat rumah yang sepi....


"Mba , mama dimana?" , tanya Angelica.


"Nona muda dari tadi di kamar tuan kecil" , jawab mba Ida yang sedang membersihkan lantai.


"Baiklah" , jawab Angelica sambil berjalan naik ke atas.


Angelica melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya , meletakkan tas nya dan setelah itu dia berjalan menuju ke kamar saudara kembarnya.


Angelica membuka pintu kamar adiknya.


Ceklek......


"Ya ampun dek , banyak banget barang yang mau dibawa ke Singapura" , ucap Angelica yang melihat ada dua koper besar yang terletak di lantai dan sedang diisi oleh mamanya dan Alvaro".


"Kan adik disana lama nak" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Iya sih ma" , jawab Angelica sambil berjalan masuk dan duduk di lantai , di sebelah mamanya.


.


.


"Mama beneran temenin adik di Singapura selama seminggu?" , tanya Angelica.


"Iya sayang. Kenapa? Kamu sedih ya gak ada mama di rumah?" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Angelica yang selama ini gak pernah manja dengan mamanya.


"Bukankah sekarang kakak sudah ada kak James. Kenapa kakak sedih kalau mama gak ada?" , ucap Alvaro.


"Kan kakak gak pernah kalau gak ada mama di rumah" , jawab Angelica sambil menundukkan wajahnya.


"Gak lama lagi , kamu juga akan pindah ke rumah mertua kamu , nanti pasti kamu akan jarang bertemu dengan mama" , ucap Sandra.


"Tapi kan aku gak mau pindah ke rumah James ma" , jawab Angelica.


"Jangan gitu nak. Sekarang kamu adalah istri James , kamu harus ikut dengan suami kamu" , ucap Sandra dengan lembut kepada anaknya.


"Tapi aku kan gak biasa di sana ma" , ucap Angelica.


"Untuk awal-awal pasti kamu merasa canggung dan agak kurang nyaman , tapi seiring berjalannya waktu... Mama yakin , kamu pasti bisa tinggal dengan nyaman disana. Mama lihat orang tua James juga sangat menyayangi kamu" , ucap Sandra mencoba menjelaskan kepada anaknya.


"Iya ma , semoga deh aku bisa betah tinggal disana" , jawab Angelica sambil menghembuskan nafasnya.


"Iya sayang. Mama yakin , kamu pasti bisa" , ucap Sandra sambil tersenyum.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki dan ceklek.....


Terlihat Antonio dan James di depan kamar Alvaro.


"Ternyata pada disini semua" , ucap Antonio.


"Iya hubby , aku masih menyusun barang-barang Alvaro" , jawab Sandra.


"Dilanjutkan besok lagi ya sayang , aku mau mandi dan sudah lapar juga" , ucap Antonio.


"Iya hubby. Alvaro dan Angelica mandi juga ya , setelah ini kita makan bersama" , ucap Sandra sambil berdiri.


"Iya ma" , jawab Alvaro dan Angelica.


Sandra berjalan menuju kebawah untuk melihat makanan di dapur. Antonio berjalan menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Angelica dan James berjalan bersama menuju ke kamar mereka.


"Sayang , kita mandi bersama ya" , ucap James.

__ADS_1


"Iya sayang" , jawab Angelica sambil mengambil baju di dalam lemarinya.


__ADS_2