Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 61


__ADS_3

Alvaro yang sudah sampai di mall , langsung memeluk tubuh mamanya.


"Alvaro masih manja saja ya , meskipun sudah tinggal sendiri di sini" , ucap Dona.


"Aku tetap saja gak bisa jauh dari mama , aunty" , jawab Alvaro yang masih memeluk tubuh mamanya.


Sandra hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja anak kesayangannya ini.


"Alvaro ada yang mau di beli gak untuk di apartemen?" , tanya oma Shinta.


"Ada oma , banyak" , jawab Alvaro.


"Apa lagi yang kamu butuhkan? Bukannya sudah terpenuhi semua kebutuhan untuk di apartemen" , jawab Sandra sambil melihat anaknya.


"Kulkas aku kosong ma" , jawab Alvaro dengan manja.


"Kemaren kan sudah mama dan oma bawakan makanan ringan satu kardus besar untuk kamu" , ucap Sandra.


"Tapi gak ada ice cream , coklat dan pudding mama" , jawab Alvaro yang sangat menyukai makanan manis itu semua.


"Baiklah , selama ada oma di sini , kamu bisa membeli semua itu sebanyak mungkin" , ucap oma Shinta yang sangat suka memanjakan cucu cucunya.


"Jangan ma , nanti dia bisa menjadi gemuk" , ucap Sandra.


"Anak cowok lebih berisi lebih bagus sayang" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.


"Bukannya jadi tambah jelek ya kalau gendut" , sahut Penelope sambil terkekeh.


"Gak kakak , oma bilang lebih bagus" , jawab Alvaro.


"Sekarang mana ada cewek yang mau sama cowok gendut" , ucap Penelope.


"Pasti ada , aku yakin pasti ada" , jawab Alvaro.


"Sampai sekarang aja kamu masih sendiri. Angelica yang sudah menikah" , ucap Penelope.


"Itu karena aku gak mau saja sama cewek yang mengejar-ngejar aku di sekolah dulu" , jawab Alvaro.


"Memangnya ada yang mau sama cowok manja seperti kamu" , ucap Penelope.


"Ada tau. Tanya aja sama mama. Memangnya kakak yang selalu judes , mana ada cowok yang mau sama kakak" , ucap Alvaro tidak mau kalah.


Begitu Penelope ingin membalas ucapan Alvaro...


"Sudah , sudah , jangan ribut lagi. Lebih baik kita segera mencari apa yang mau di beli dan pulang kembali ke hotel" , ucap Sandra.


"Baiklah" , jawab Alvaro dan Penelope bersamaan.


Begitu mereka jalan-jalan di dalam mall , tiba-tiba terdengar suara yang tidak di kenal dari sana...


"Kak Alvaro" , panggil seorang gadis di sana.


Alvaro langsung membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Monika" , ucap Alvaro yang jantungnya langsung berdegup dengan sangat cepat di sana.

__ADS_1


"Kak Alvaro bersama dengan siapa?" , tanya Monika dengan lembut.


"Bersama dengan mama , oma , aunty dan kakak sepupu aku" , jawab Alvaro.


"Halo tante" , ucap Monika sambil tersenyum.


"Halo" , jawab mereka semua dengan pandangan yang kebingungan.


"Kamu ke sini bersama siapa?" , tanya Alvaro.


"Aku sendirian kak" , jawab Monika.


"Kenapa kamu sendirian di mall?" , tanya Alvaro.


"Aku ingin membeli cat untuk lukisan aku" , jawab Monika.


"Oh baiklah , apa kamu mau ikut bersama dengan aku?" , tanya Alvaro mencoba mengajak Monika.


"Lain kali saja ya kak , aku masih ada yang mau di kerjakan setelah ini. Aku pergi duluan ya kak" , ucap Monika.


"Baiklah , lain kali kita pergi bersama ya" , ucap Alvaro.


"Iya kak" , jawab Monika sambil tersenyum.


"Aku pergi dulu ya tante" , ucap Monika.


"Iya" , jawab mereka semua.


Alvaro melihat Monika berjalan pergi dari sana.


"Bukan kak , itu cewek yang aku kenal selama aku di sini" , jawab Alvaro.


Sandra hanya terdiam , sambil berpikir...


"Kenapa anak gadis itu mirip dengan seseorang ya?" , ucap Sandra dalam hatinya.


Setelah itu Sandra bersama oma Shinta , Dona , Penelope dan Alvaro mulai berjalan bersama untuk mencari barang lainnya yang mau mereka beli.


Alvaro yang sudah mendapatkan coklat kesukaannya dalam jumlah yang banyak , langsung tersenyum sambil membawa paper bag belanjaan miliknya.


"Kamu beneran seperti anak kecil saja" , ucap Penelope.


"Biarin , aku memang masih imut-imut kok" , jawab Alvaro sambil tersenyum.


Penelope hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat adik sepupunya yang aneh dan unik ini.


"Alvaro sudah lapar belum?" , tanya oma Shinta.


"Lapar banget oma" , jawab Alvaro.


"Kasihan nya cucu oma. Tadi di kampus kamu gak makan ya" , ucap oma Shinta.


"Gak oma , aku tadi langsung menuju ke sini begitu dapat kabar dari mama" , jawab Alvaro.


"Baiklah , kalau gitu kita pergi makan dulu sebelum kembali ke hotel" , ucap oma Shinta.

__ADS_1


"Apa kita gak makan bersama dengan papa , ma?" , tanya Dona.


"Sekarang kan belum jam makan malam juga , kita temani Alvaro makan dulu. Nanti malam baru makan bersama dengan papa , Antonio dan Alex" , ucap mama Shinta.


"Baiklah ma" , jawab Dona.


********


Di kota A....


Angelica yang gak mau sendirian di All Star Hotel , memutuskan membawa kerjaannya ke kantor James.


"Sayang , apakah operasi pemasangan ring jantung itu tidak berbahaya?" , tanya Angelica yang masih kepikiran dengan kondisi opa Chandra.


"Setau aku gak sayang , banyak kok orang yang melakukan pemasangan ring jantung. Sampai sekarang mereka baik-baik saja" , jawab James sambil melihat dokumen yang ada di meja kerjanya.


"Tapi , kenapa aku khawatir dengan kondisi opa Chandra?" , ucap Angelica.


"Karena selama ini kondisi opa yang kita lihat baik-baik saja , sekarang baru opa harus menjalani operasi. Ya wajar kalau kamu sangat khawatir" , ucap James.


"Selama ini memang opa kelihatan baik-baik saja. Opa juga sangat jarang terkena sakit" , ucap Angelica.


"Iya sayang , sekarang kita berdoa saja , semoga operasi pemasangan ring jantung opa Chandra dapat berjalan dengan lancar" , ucap James.


"Iya sayang , kamu benar. Dari pada aku terus mengkhawatirkan opa , lebih baik aku berdoa meminta semuanya dilancarkan dan opa bisa kembali dalam keadaan sehat" , ucap Angelica.


"Iya sayang" , ucap James sambil tersenyum.


Setelah itu James dan Angelica melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Sampai hari pun telah sore menjelang malam.


"Sayang , sudah jam setengah tujuh saja. Ayo kita pulang" , ucap James sambil melihat arloji di tangan kiri nya.


"Iya sayang" , jawab Angelica sambil mematikan laptop miliknya.


Angelica dan James berjalan bersama keluar dari ruangan kantor dan menuju ke mobil.


Pak Dedi yang juga berada di kantor James , mengikuti mobil bos nya dari belakang sampai menuju ke rumah.


"Tumben kalian bisa pulang bersama" , ucap mama Heni yang gak biasa melihat Angelica dan James pulang di waktu yang sama.


"Tadi Angelica kerja di kantor aku ma" , jawab James.


"Oh pantesan" , jawab mama Heni.


"Kami mau mandi dulu ya ma" , ucap James.


"Iya nak , nanti setelah mandi langsung turun ya. Kita makan malam bersama" , ucap mama Heni.


"Memangnya papa sudah pulang ma?" , tanya James yang tidak melihat papa nya di sana.


"Sudah nak. Dari tadi siang papa sudah pulang" , ucap mama Heni.


"Tumben papa pulang cepat" , ucap James.


"Iya , papa kecapean kayaknya setelah dari Singapura. Tadi juga papa langsung istirahat di kamar setelah mengganti bajunya" , jawab mama Heni.

__ADS_1


"Ok ma" , jawab James.


__ADS_2