
James mulai membuka dokumen yang diberikan oleh Susan dan melihat semua wahana permainan yang akan di tawarkan oleh Chyntia.
Banyak permainan baru dan sangat membuat James tertarik melihatnya.
"Apa aku minta Susan saja ya yang mengurus pembelian wahana ini?" , gumam James.
James mengangkat telpon yang ada di atas meja kerjanya dan menekan nomor disana.
"Halo" , jawab Susan.
"Halo Susan , kamu keruangan saya sekarang" , ucap James.
"Baik pak" , jawab Susan.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu ruangan kerja James.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab James dari dalam.
"Permisi pak" , ucap Susan ketika sudah membuka pintu dan berjalan masuk ke ruangan kerja James.
"Iya , kamu duduk dulu" , ucap James.
"Baik pak" , jawab Susan sambil duduk di kursi yang ada di depan meja kerja James.
"Saya sudah melihat permainan yang ditawarkan oleh Chintya dan saya cukup tertarik dengan adanya rumah boneka , rumah hantu dan baling-baling ini untuk di jungle land" , ucap James.
"Untuk pembelian nona Chintya mau bapak yang berurusan langsung dengan dia" , ucap Susan.
"Kenapa harus saya? Kamu kan juga bisa mengurusnya. Lagi pula ini hanya untuk pembelian wahana saja , bukan kontrak kerja sama" , ucap James.
"Iya pak , tapi begitu pesan nona Chintya sebelum dia pergi meninggalkan restoran" , ucap Susan.
"Ya sudah , kalau gitu lusa kamu atur jadwal saya dengan Chintya disini saja. Saya tidak mau untuk bertemu diluar dengan dia" , ucap James.
"Baik pak" , jawab Susan.
"Ya sudah , kamu sudah bisa melanjutkan pekerjaan kamu lagi" , ucap James.
"Iya pak , kalau gitu saya permisi dulu" , jawab Susan sambil berdiri dari duduknya.
James pun menganggukkan kepalanya.
********
Alvaro yang sudah mulai bosan di rumah , karena gak tau mau ngapain lagi. Berjalan menuju ke kamar Angelica.
Tok...tok...tok...
Angelica yang sedang membaca novelnya pun meletakkan bukunya di atas meja dan berjalan menuju ke pintu untuk melihat siapa yang datang mencarinya.
"Kakak...aku bosan. Kita pergi yuk" , ucap Alvaro setelah pintu terbuka.
__ADS_1
"Kamu pergi saja dengan pak Kamil" , jawab Angelica.
"Gak mau , aku mau pergi bersama dengan kakak. Kita pergi jalan-jalan ke mall ya" , ucap Alvaro.
"Gak mau , kemaren saja kamu marah-marah karena pak Kamil kakak suruh anterin asisten James" , jawab Angelica yang masih belum melupakan masalah itu.
"Maafkan aku kak. Aku kan bosan juga kemaren dan mau pergi juga. Jangan marah lagi ya. Sekarang kita jalan-jalan ya" , bujuk Alvaro dengan manja.
"Gak mau dek , kakak malas keluar. Kamu pergi saja sendiri" , ucap Angelica.
"Aku traktir makan ya kak , sebagai permintaan maaf aku" , ucap Alvaro yang masih berusaha membujuk kakaknya.
"Gak mau dek , nanti siang James pulang untuk makan di rumah" , jawab Angelica sambil masuk ke dalam kamarnya.
"Ayolah kak , aku bosan. Kak James kan bisa makan siang di mall bersama dengan kita" , ucap Alvaro sambil masuk ke dalam kamar kakaknya.
"Tapi kakak gak mau keluar dek. Kamu ajak saja Esmeralda , pasti dia dengan senang hati mau menemani kamu pergi" , ucap Angelica sambil duduk di kursi meja belajarnya.
"Aku gak mau pergi dengan Esmeralda , aku maunya cuma pergi dengan kakak" , ucap Alvaro.
"Tapi kakak gak mau dek" , jawab Angelica.
"Ayolah kak , nanti setelah aku pergi ke Singapura , aku sudah gak bisa lagi jalan-jalan sama kakak" , ucap Alvaro.
Mendengar perkataan adiknya itu , akhirnya Angelica pun mengalah.
"Baiklah , tapi kakak mau siap-siap dulu ya" , ucap Angelica.
"Aku tau memang kakak yang terbaik" , ucap Alvaro sambil berhamburan memeluk tubuh Angelica.
"Baiklah kakak" , ucap Alvaro dengan bersemangat dan berjalan keluar dari kamar Angelica menuju ke kamarnya.
Angelica mengambil ponselnya dan menyentuh nama James yang ada di layar ponselnya.
James yang sedang meeting saat itu , begitu melihat istri kecil tercintanya yang menelpon , langsung menjawabnya.
"Halo sayang" , ucap James tanpa menghentikan meeting nya terlebih dahulu.
Karyawan James hanya bisa diam saat melihat bos nya menerima panggilan telpon , yang mereka tau itu pasti dari istrinya.
"Halo sayang , aku mau pergi ke mall dengan Alvaro. Nanti kita makan siang di mall saja ya" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang , nanti setelah meeting aku langsung pergi ke mall menemui kamu" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
"Ok , kalau gitu aku kerja dulu ya. Aku mencintai kamu" , ucap James.
"Aku juga mencintai kamu sayang" , ucap Angelica.
Karyawan James yang berada di ruangan meeting hanya bisa tersenyum kecil melihat bos nya.
"Baiklah , tadi sampai dimana?" , ucap James setelah meletakkan ponselnya di atas meja.
__ADS_1
"Itu pak , sampai di laporan bulanan" , ucap Susan asisten James.
"Ok , lanjutkan lagi" , ucap James.
Meeting pun dilanjutkan lagi dan James fokus melihat setiap laporan yang ada disana.
********
Angelica yang sudah selesai bersiap-siap , berjalan keluar dari kamarnya dan memanggil Alvaro.
"Dek , ayo pergi" , ucap Angelica.
"Iya kakak" , jawab Alvaro yang langsung berjalan dengan cepat dan keluar dari kamar.
Angelica dan Alvaro berjalan bersama menuju ke bawah.
"Mba" , panggil Angelica.
"Iya nona kecil" , jawab mba Tuti sambil berjalan keluar dari dapur.
"Aku dan Alvaro pergi ke mall ya" , ucap Angelica.
"Berarti nona kecil dan tuan James gak jadi makan siang dirumah?" , tanya mba Tuti.
"Gak jadi mba , nanti aku dan James makan di mall saja" , jawab Angelica.
"Baik nona kecil" , jawab mba Tuti.
Angelica dan Alvaro berjalan pergi keluar dan memanggil pak Kamil untuk membawa mereka ke mall.
Setelah beberapa waktu , akhirnya mobil yang dibawa oleh pak Kamil sudah sampai di mall tempat biasa Angelica dan Alvaro suka pergi.
"Kak , aku mau beli gulali yang seperti pokemon itu ya" , ucap Alvaro sambil menunjukkan tangannya ke arah penjual gulali karakter disana.
"Kamu kan bukan anak kecil lagi dek. Kenapa masih makan begituan?" , ucap Angelica.
"Aku pengen kak. Lihat gambarnya lucu kan , warna kuningnya juga sangat menggoda" , ucap Alvaro.
"Ya sudah , beli sana" , ucap Angelica.
Alvaro langsung berjalan dan membeli gulali yang dia inginkan.
Angelica hanya bisa tersenyum melihat tingkah adiknya itu.
Sepanjang jalan Alvaro terus memakan gulali yang besar itu.
"Kak , mau gak? Kayaknya aku gak bisa menghabiskan gulali sebesar ini sendirian" , ucap Alvaro yang sudah tidak sanggup memakannya lagi.
"Kakak gak mau dek. Kamu sih belinya yang besar , bukan yang kecil saja" , ucap Angelica.
"Kalau yang kecil gak ada model pokemon kakak" , ucap Alvaro.
"Mau model pokemon atau gak , rasanya juga sama aja dek" , jawab Angelica.
__ADS_1
"Beda kak , kalau yang model pokemon , aku sambil makan sambil bisa melihat bentuknya. Kalau gak ada model , juga gak berselera mau memakannya" , jawab Alvaro.
Angelica pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh saudara kembarnya itu.