
Alvaro dan Brandon turun terlebih dahulu dari kereta cepat dan mereka pun berpisah dengan Monika.
"Kami pergi dulu ya , Monika" , ucap Alvaro dan Brandon.
"Iya kak , semoga opa nya lekas sembuh ya" , ucap Monika.
"Terima kasih Monika" , jawab Alvaro.
Alvaro yang sangat senang hari itu , karena bisa mengobrol dengan Monika lebih lama , berjalan bersama dengan Brandon sampai ke rumah sakit.
Alvaro membuka pintu kamar perawatan opa Chandra.
"Pa , ma , uncle , aunty , oma , opa" , sapa Alvaro.
"Iya sayang" , jawab mereka semua.
"Halo aunty , uncle , grandma , grandpa" , sapa Brandon.
"Halo" , jawab mereka semua.
Brandon melihat ke sekeliling kamar perawatan opa Chandra. Tidak terlihat Penelope di sana.
"Kak Penelope kemana uncle?" , tanya Alvaro yang mengetahui temannya itu mencari kakak sepupunya yang galak dan judes.
"Kakak kamu sedang istirahat di hotel , karena dia tidurnya kemalaman" , jawab uncle Alex.
"Ngapain dia tidur sampai malam-malam?" , tanya Alvaro.
"Biasa , kakak kamu itu suka nonton film drama korea berseri" , jawab aunty Dona.
"Oh" , ucap Alvaro dan Brandon.
Alvaro berjalan menuju ke ranjang opa Chandra.
"Opa gimana keadaannya?" , tanya Alvaro.
"Opa gak apa-apa , beberapa hari lagi kalau kondisi opa sudah stabil , opa juga sudah boleh keluar dari rumah sakit" , ucap opa Chandra.
"Setelah opa keluar dari rumah sakit , opa harus tinggal dulu di sini untuk bisa melakukan pemeriksaan rutin. Bagaimana kalau oma dan opa untuk sementara tinggal di apartemen Alvaro dulu?" , ucap oma Shinta.
"Aku pasti mau dong oma" , jawab Alvaro dengan bahagia.
"Apartemen Alvaro cuma punya 2 kamar. Mana cukup untuk kita semua di sana" , ucap Antonio.
"Aku dan Dona beberapa hari lagi akan pulang ke kota J" , ucap Alex.
"Tapi aku dan Sandra juga gak mungkin nginap di sana" , ucap Antonio.
"Bisa papa. Papa , mama dan aku kan bisa tidur bersama. Kasur aku juga besar di sana" , ucap Alvaro.
"Ya , setelah itu mama langsung jadi milik kamu kan , ketika tidur" , jawab Antonio.
__ADS_1
Alvaro langsung menarik bibirnya dan terbentuk senyuman yang sangat manis di sana.
"Papa tau aja" , ucap Alvaro.
"Ya tau lah , kamu itu dari kecil sudah sama papa. Apa yang papa gak tau? Kamu selalu mau merebut mama dari papa" , ucap Antonio.
"Sudah hubby , jangan begitu lagi. Untuk sementara kita tinggal di apartemen Alvaro dulu ya" , ucap Sandra.
"Iya Antonio , lebih baik kita tinggal di apartemen Alvaro dulu. Kita kan jadi bisa menemani dia juga selama di sini" , ucap mama Shinta.
"Ya baiklah" , jawab Antonio yang tidak bisa membantah perkataan mamanya dan istrinya.
Brandon hanya terdiam saja di sana melihat Alvaro dan keluarganya mengobrol , karena mereka menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa yang tidak di mengerti oleh Brandon.
********
Angelica yang sudah selesai bekerja sore itu , memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.
Angelica menelpon pak Dedi untuk menjemputnya di lobby sambil berjalan keluar dari ruangan kerjanya.
Begitu Angelica sampai di lobby , sudah terlihat mobilnya berada di sana. Angelica langsung naik ke atas mobil.
"Langsung pulang atau mau pergi ke tempat lain dulu nona muda?" , tanya pak Dedi.
"Langsung jalan pulang aja pak" , jawab Angelica.
"Baik nona muda" , ucap pak Dedi.
Angelica turun dari mobil sambil membawa tasnya. Begitu Angelica masuk ke dalam rumah , terlihat mama mertuanya yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Ma" , sapa Angelica.
"Iya sayang. Sudah pulang" , ucap mama Heni sambil tersenyum.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Bagaimana keadaan om Chandra?" , tanya mama Heni.
"Tadi kata mama , operasinya berjalan dengan sukses ma. Beberapa hari lagi opa sudah boleh keluar dari rumah sakit" , jawab Angelica.
"Syukurlah. Berarti gak lama lagi mereka semua akan pulang ke sini ya. Nanti kita pergi melihat om Chandra ya" , ucap mama Heni.
"Kata mama belum bisa pulang ma" , ucap Angelica.
"Kenapa begitu?" , tanya mama Heni sambil mengerutkan keningnya.
"Kata mama , setelah opa keluar dari rumah sakit , opa masih harus melakukan pemeriksaan secara rutin" , jawab Angelica.
"Baiklah kalau begitu kita tunggu sampai opa kamu pulang ke sini ya" , ucap mama Heni.
"Iya ma , kalau gitu aku mau ke atas dulu ya ma" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Iya sayang" , jawab mama Heni.
Angelica melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu , sampai akhirnya dia sampai di atas dan berjalan menuju ke kamarnya.
Angelica mengeluarkan bukunya dan meletakkan di atas meja , karena ada tugas yang harus dikerjakan olehnya.
Setelah meletakkan bukunya , Angelica berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah seharian berpergian.
Tidak butuh waktu lama , Angelica pun sudah selesai mandi. Angelica melihat jam yang ada di dalam kamarnya.
"Ternyata masih jam setengah tujuh. Bentar lagi juga James pasti akan pulang. Aku mengerjakan tugas aku dulu saja , sambil menunggu suami tercinta pulang" , gumam Angelica.
Baru juga Angelica membuka halaman di buku pelajarannya. Tiba-tiba terdengar bunyi ceklek....
"Halo sayangku" , ucap James sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
"Halo sayang , kamu baru pulang?" , tanya Angelica.
"Iya sayang , hari ini kerjaan aku banyak banget. Makanya jadi pulang telat terus" , jawab James.
"Kalau ada kerja ya pasti akan sering telat pulangnya" , ucap Angelica sambil tersenyum tipis.
"Iya sayang , tapi kan aku selalu merindukan kamu. Membuat aku sangat ingin pulang cepat terus" , ucap James.
"Ya sudah , ayo kamu mandi dulu" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , jawab James yang langsung membuka bajunya dan melemparkannya ke lantai.
"Angkat baju nya yank. Masa aku terus yang mengumpulkannya dan meletakkannya ke dalam keranjang pakaian kotor" , ucap Angelica.
"Kalau kamu gak mau angkat , besok juga si Sri yang mencuci baju" , ucap James.
Angelica hanya bisa terdiam melihat tingkah suaminya yang seperti ini.
"Ya cuma cuci baju sayang. Kan biasanya juga Sri yang mengerjakan semuanya" , ucap James.
"Sejak kita menikah , Sri tidak pernah masuk begitu saja dalam kamar kita. Selalu aku yang membereskan baju kotor kita" , jawab Angelica.
"Baiklah sayang" , jawab James dengan cuek sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polosnya.
Angelica hanya menggelengkan kepalanya sambil berjalan mengambil satu persatu baju suaminya yang sudah mendarat dengan sempurna di lantai.
Angelica memasukkan baju kotor tersebut ke dalam keranjang baju kotor yang sudah di letakin di depan pintu kamar mandi.
Setelah itu Angelica memutuskan untuk melihat buku pelajarannya kembali.
Setelah beberapa waktu , James yang sudah selesai mandi , berjalan mendekati Angelica.
"Ayo kita makan setelah aku ganti baju" , ucap James sambil berjalan menuju ke wardrobe room.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
__ADS_1