Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 66


__ADS_3

Monika yang baru pulang ke rumahnya , berjalan dengan wajah yang bahagia.


"Apa yang membuat anak mama senyum-senyum ketika masuk ke dalam rumah?" , tanya Katherine.


"Aku bertemu dengan cowok ma , ganteng banget" , jawab Monika.


"Orang bule atau Indonesia?" , tanya Katherine.


"Orang Indonesia ma" , jawab Monika.


"Kamu ketemu dia dimana?" , tanya Katherine.


"Tadi aku ketemu di stasiun MRT ma" , jawab Monika.


"Oh , baru ketemu hari ini?" , tanya Katherine lagi.


"Bukan ma. Sebenarnya aku udah ketemu dengan dia dari beberapa hari yang lalu , bahkan kami pun sudah saling bertukar nomor ponsel" , jawab Monika.


"Apa cowok itu ada menghubungi kamu , setelah kalian tukaran nomor ponsel?" , tanya Katherine.


"Belum ada ma" , jawab Monika.


"Oh , berarti cowok itu gak serius suka sama kamu" , ucap Katherine.


"Gak mungkin ma. Setiap ketemu aku , dia selalu baik dan mengajak aku mengobrol" , jawab Monika.


"Ya sudah , kita lihat saja nanti. Apa dia serius suka sama kamu atau nggak" , ucap Katherine.


"Iya ma" , jawab Monika.


"Ya sudah , malam ini papa pulang ke sini. Kamu mandi dulu. Sebentar lagi kita jemput papa di bandara" , ucap Katherine.


"Iya ma" , jawab Monika.


Monika berjalan menuju ke kamarnya yang serba putih itu dan meletakkan peralatan lukisnya di meja belajarnya. Setelah itu , Monika mengambil bajunya dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah seharian diluar rumah.


Setelah beberapa waktu , Monika pun sudah rapi dengan baju kaos hoodie dan celana jeans robek-robek nya. Monika berjalan mengambil sepatu sport warna putih yang sama dengan warna baju yang dikenakannya.


"Aku sudah selesai ma" , jawab Monika setelah turun ke bawah.


"Baiklah , ayo kita pergi lagi" , ucap Katherine sambil mengambil kunci mobil yang ada di meja.


Monika dan Katherine berjalan memasuki mobil mewah yang berwarna merah itu.


Katherine menjalankan mobilnya menuju ke bandara.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan tidak ada percakapan di dalam mobil , yang terdengar hanyalah suara Monika yang mengikuti lagu yang di putar di radio mobil mamanya.


Sampai mobil merah tersebut telah memasuki area bandara. Katherine memarkirkan mobilnya di parkiran yang ada di sana.


Katherine dan Monika turun bersama dari mobil , setelah mobil terparkir dengan sempurna di sana , lalu berjalan menuju ke bandara.


Ketika Katherine dan Monika baru sampai di sana , langsung terlihat wajah suami yang sangat di rindukannya selama sebulan ini. Karena kerjaan suaminya masih di kota A , membuat Katherine jarang bertemu dengan suaminya itu.


"Halo sayang" , ucap Yogi sambil mengecup bibir istrinya dan juga mengecup kening anaknya Monika.


"Halo pa. Kali ini papa bawakan apa buat aku?" , ucap Monika yang selalu menantikan pemberian papanya dari Indonesia.


Meskipun di Singapura sudah ada semuanya , tapi Monika sangat suka kalau papanya membawakan sesuatu ketika pulang ke Singapura.


"Kali ini papa bawakan buku seni lukis untuk kamu baca" , ucap Yogi.


"Apa papa tidak membawakan aku makanan ringan khas Indonesia lagi?" , tanya Monika yang sangat suka dengan makanan ringan yang ada di Indonesia.


"Ada dong sayang. Papa gak akan lupa kalau itu" , ucap Yogi sambil tersenyum.


"Terima kasih papa" , ucap Monika sambil memeluk tubuh papanya.


"Sudah , ayo kita jalan lagi. Mama sudah lapar" , ucap Katherine.


"Iya mama" , jawab Monika.


Sampai di mobil , Yogi yang mengambil alih untuk membawa mobil.


"Kita mau makan dimana?" , tanya Yogi sambil menyalakan mobil.


"Makan di restoran chinese food aja pa" , jawab Monika.


"Baiklah" , jawab Yogi sambil menjalankan mobil.


"Sayang , anak gadis kita sudah mulai jatuh cinta dengan seorang pria" , ucap Katherine.


"Harusnya kamu belajar dulu yang benar , jangan memikirkan cowok dulu" , ucap Yogi.


"Tapi ini cowok nya baik kok pa" , jawab Monika.


"Dari mana kamu tau kalau dia baik atau tidak" , ucap Yogi.


"Aku sudah bertemu dengan dia beberapa kali" , jawab Monika.


"Kalau baru bertemu , kamu belum bisa menilai dia baik atau tidak" , ucap Yogi.

__ADS_1


"Tapi dia beneran baik pa , ganteng lagi" , jawab Monika.


"Pokoknya papa gak mau kamu pacaran dulu. Kamu masih terlalu muda untuk pacaran. Selesaikan sekolah kamu , lalu kamu masuk kuliah bagian seni dan jadi pelukis yang terkenal" , ucap Yogi.


"Iya pa , aku tau pa. Aku pasti akan menjadi pelukis terkenal , karena memang itu impian aku. Tapi masa aku gak boleh mencintai seseorang" , ucap Monika.


"Cinta itu gak semudah di ucapan saja nak. Banyak banget yang harus kamu pahami sebelum kamu mencintai seseorang" , ucap Yogi.


"Bukannya cinta itu hanya mengikuti kata hati saja pa" , jawab Monika.


"Kamu masih terlalu muda nak , papa gak mau nanti gara-gara cinta membuat impian kamu jadi kacau berantakan" , ucap Yogi.


Akhirnya Monika tidak mau berdebat lagi dengan papa nya , karena setiap apa yang dia katakan , papa nya pasti mempunyai jawabannya.


"Baiklah pa" , jawab Monika sambil melihat jalanan yang cukup padat pada malam hari itu , dari kaca mobil.


Yogi menjalankan mobilnya sampai menuju ke restoran chinese food langganan mereka selama mereka di sana.


Sampai di depan restoran , Yogi langsung memarkirkan mobilnya di sana , setelah itu mereka bertiga turun dari mobil dan berjalan bersama memasuki restoran.


Monika langsung memesan makanan favorit nya tanpa melihat menu terlebih dahulu , karena seringnya makan di sana membuat Monika sudah tau apa yang dia inginkan.


Setelah selesai memesan makanan , Yogi mulai mengobrol dengan istri dan anaknya sambil melepaskan rasa rindu yang terus ada di dalam dirinya selama dia berada di Indonesia.


"Bagaimana bengkel di kota A , sayang?" , tanya Katherine.


"Masih tetap ramai sayang , nanti aku mau membeli tanah kosong yang ada di belakang bengkel juga" , jawab Yogi.


"Kenapa harus membeli tanah di belakang bengkel" , ucap Katherine.


"Rencananya aku dan Rangga mau membuat tempat pencucian mobil yang menggunakan robotic" , ucap Yogi.


"Kenapa kamu masih mau berbisnis di Indonesia? Sudah saatnya kamu untuk pindah ke sini dan tinggal bersama dengan aku dan Monika" , ucap Katherine.


"Tapi bisnis ini sangat menguntungkan sayang" , ucap Yogi.


"Tapi kita selalu terpisah seperti ini. Kapan kita bisa hidup bersama seperti dulu lagi?" , tanya Katherine.


"Kalau orang tua kamu gak memberikan kamu bisnis di Singapura , kita pasti masih hidup bahagia bersama di Indonesia" , ucap Yogi.


"Karena papa dan mama sudah meninggal dunia , jadinya usaha keluarga jatuh ke aku. Aku kan anak mereka satu-satunya. Gak mungkin kan aku gak menjalankan perusahaan papa dan mama" , jawab Katherine.


"Iya , sebelum itu kamu juga sudah tau kan , kalau aku juga memiliki bengkel yang aku rintis dari dulu bersama dengan Rangga" , ucap Yogi.


"Iya" , jawab Katherine yang memang sudah mengetahui kalau bengkel itu usaha yang di rintis oleh Yogi dan Rangga dari nol.

__ADS_1


Tidak lama pelayan di sana menghidangkan pesanan mereka di atas meja. Yogi dan keluarga kecilnya makan bersama sambil mengobrol ringan.


__ADS_2