
Pagi harinya ketika Sri mau mencuci baju di belakang , terlihat ada sprei yang terletak di atas mesin cuci.
"Pasti ini sprei nya tuan muda deh" , gumam Sri.
Sri mengangkat sprei nya dan mulai meletakkan ke dalam baskom besar yang sering digunakan untuk meletakkan baju yang akan di cuci di sana.
Tiba-tiba ada sesuatu yang jalan di tangan Sri dan dia pun merasa gatal.
"Apa ini?" , ucap Sri sambil melihat ke tangannya.
"Ya ampun , kenapa bisa banyak semut di sini? Perasaan gak pernah ada semut di sini" , ucap Sri.
Sri memasukkan sprei ke dalam baskom dan terlihat banyak semut kecil di sana.
Sri langsung mengambil air dan memasukkannya ke dalam baskom.
Pasti ini tuan muda makan lagi di dalam kamar. Setelah sekian lama dia tidak makan di kamar sejak menikah dengan nona Angelica.
"Kenapa kebiasaan jelek tuan muda mulai lagi?" , gumam Sri sambil menggelengkan kepalanya.
Mama Heni yang sudah turun ke bawah , mencari Sri di dapur.
"Ini si Sri kemana lagi? Masa makanan udah jadi , gak langsung di hidangkan di atas meja makan. Sebentar lagi kan papa , James dan Angelica sudah mau turun untuk sarapan" , ucap Mama Heni sambil berjalan menuju ke belakang.
"Sri , Sri" , panggil mama Heni.
"Iya nyonya besar" , jawab Sri.
"Kamu di mana?" , tanya Mama Heni.
"Saya lagi mencuci di belakang nyonya" , jawab Sri.
Mama Heni berjalan menuju ke tempat cuci baju.
"Kenapa kamu lama sekali? Makanan kenapa belum di hidangkan di atas meja makan?" , tanya mama Heni.
"Iya maaf nyonya. Tadi saya pikir mau memasukkan baju dulu ke mesin cuci , baru mulai menghidangkan makanan di atas meja makan. Tapi begitu saya ke belakang , melihat ada sprei tuan muda di sini dan banyak dikerubungi dengan semut" , jawab Sri.
"Iya , kemaren juga Angelica sudah marah-marah sama James" , ucap Mama Heni.
"Iya nyonya" , jawab Sri yang juga mengetahui kalau Angelica kemaren marah karena kamar mereka kotor.
__ADS_1
"Ya sudah , setelah ini kamu langsung ke dapur" , ucap mama Heni.
"Baik nyonya" , jawab Sri.
Mama Heni berjalan menuju ke dapur dan mulai mengambil peralatan makan dan menyusunnya di meja makan.
Tidak lama Sri pun sudah berada di dapur dan memasukkan bihun goreng yang sudah di masaknya dari pagi ke dalam piring besar dan membawanya ke meja makan bersama dengan telur mata sapi yang sudah di letakan olehnya di dalam piring tadi.
Angelica yang sudah siap mandi dan mulai berdandan di meja riasnya.
"Sayang , nanti aku gak mau melihat kamar kita kotor seperti kemaren lagi ya" , ucap Angelica.
"Iya sayang , makanya kamu jangan pergi sendiri lagi. Aku kan kesepian sayang" , jawab James sambil memasang kancing baju kemejanya.
"Aku kan perginya cuma 2 hari sayang. Masa kamar kamu udah kayak di tinggali selama seminggu" , ucap Angelica.
"Kalau aku gak nonton sambil ngemil , terus aku mau ngapain selama kamu gak ada?" , ucap James sambil mengerutkan keningnya.
"Kamu boleh nonton sambil ngemil , tapi jangan di kamar , kan bisa di ruang keluarga" , jawab Angelica sambil memoleskan lipbalm berwarna pink muda ke bibirnya.
"Gak enak nonton di bawah sayang. Lebih enak nonton di kamar , aku kan bisa sambil rebahan di kasur" , jawab James.
"Kalau gitu kamu boleh nonton , tapi gak boleh sambil ngemil makanan ringan seperti kemaren" , jawab Angelica sambil berdiri dan berjalan mengambil tas nya untuk pergi ke kampus.
"Gimana aku gak marah? Kamu tau kan kalau aku gak suka yang kotor-kotor" , ucap Angelica.
"Iya sayang , aku tau. Maafkan aku ya. Besok-besok aku gak akan makan di kamar lagi. Aku janji" , ucap James.
"Janji ya" , ucap Angelica sambil membalikkan tubuhnya dan sekarang sudah berhadapan dengan suaminya.
"Iya sayang. Aku janji" , ucap James sambil menciumi bibir kecil istrinya.
"Baiklah" , jawab Angelica setelah James melepaskan bibirnya.
James dan Angelica berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
"Pa , ma" , sapa James dan Angelica.
"Iya nak" , jawab Papa Freddy dan Mama Heni bersamaan.
James duduk di salah satu kursi yang selalu dia duduki setiap mereka makan dan Angelica seperti biasa mulai menyediakan makanan buat suaminya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kamu jangan mengulangi kebiasaan jorok kamu lagi nak" , ucap mama Heni.
"Iya ma. Kemaren malam sampai pagi ini , istri aku yang marah sama aku. Jangan di tambah mama lagi" , ucap James.
Angelica hanya bisa tersenyum mendengarkan perkataan suaminya sambil meletakkan piring yang sudah berisi bihun goreng komplit dengan telur mata sapi nya ke depan suaminya.
"Mama kan cuma mengingatkan kamu saja nak" , ucap mama Heni.
"Iya ma , nanti aku gak akan mengulanginya lagi. Aku gak mau melihat istri aku marah lagi. Gak enak banget" , ucap James.
Papa Freddy , mama Heni dan Angelica langsung tertawa mendengar perkataan James.
"Ya sudah , kamu sudah besar. Jangan seperti anak kecil lagi" , ucap papa Freddy yang juga jadi ikut-ikutan.
"Iya pa" , jawab James dengan raut wajah yang kesal sambil mengunyah makanannya.
Angelica hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.
Sampai akhirnya mereka selesai sarapan pagi , papa Freddy , James dan Angelica pun berjalan keluar bersama untuk pergi menjalani aktivitas mereka masing-masing.
James seperti biasa akan membukakan pintu mobil untuk istri kecilnya dan menciumi seluruh wajah istrinya sebelum Angelica masuk ke dalam mobil.
"Aku ke kampus dulu ya sayang" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , jawab James sambil menutup pintu mobil Angelica.
Pak Dedi menjalankan mobil setelah pintu tertutup dan James berjalan menuju ke mobilnya untuk pergi ke kantor.
********
Di Singapura , Sandra meminta asisten rumah tangga di sana untuk kerja setiap hari di apartemen mereka.
"Noval , apakah kamu bisa bekerja setiap hari di sini?" , tanya Sandra.
"Maaf nyonya , saya tidak bisa , karena saya sudah kerja di beberapa tempat" , jawab Noval.
"Baiklah. Pagi ini saya dan orang tua saya mau pergi ke rumah sakit. Nanti juga Alvaro akan pergi ke kampus" , ucap Sandra.
"Baik nyonya" , jawab Noval.
Sandra berjalan menuju ke kamar dan mulai bersiap-siap pagi itu. Setelah Sandra selesai bersiap-siap , Sandra bersama papa mama mertuanya dan Alvaro mulai sarapan bersama.
__ADS_1
Selesai sarapan , mereka semua keluar bersama dari apartemen. Tinggallah Noval sendiri yang membersihkan apartemen.
Sampai di loby apartemen , Sandra , papa Chandra dan mama Shinta masuk ke dalam salah mobil cab yang ada di sana setelah Alvaro berpamitan dengan mereka dan berjalan kaki menuju ke kampus.