Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 33


__ADS_3

Siang itu keluarga besar Antonio dan Sandra mulai sibuk melakukan fitting baju di tempat tante Rita.


Perut Friska yang mulai terlihat kegemukan karena banyak makan saat hamil , membuat baju pengantinnya menjadi kesempitan.


"Nanti saat acara pernikahan kita , perut kamu kelihatan semakin besar dong sayang" , ucap Kiki.


"Ini salah kamu juga kan yang membuat aku sampai hamil seperti ini" , jawab Friska.


"Kamu aja yang makannya sangat banyak sejak hamil ini" , ucap Kiki.


"Tapi itu kan kemauan anak kamu , bukan aku" , balas Friska.


Semua orang yang mendengarkannya hanya tersenyum melihat kedua pasangan itu.


"Meskipun kelihatan lebih gendut , tapi Friska masih cantik kok" , ucap oma Shinta mencoba untuk menenangkan ibu hamil yang kelihatan dari raut wajahnya sudah mulai be te karena ucapan Kiki.


"Terima kasih oma , memang oma yang selalu baik sama aku" , jawab Friska sambil tersenyum.


"Aku kurang baik apa coba. Setiap malam kamu pengen makan apa , aku juga yang pergi belikan" , ucap Kiki.


"Sudah , sudah , jangan berantem lagi. Kita semua sudah selesai cobain bajunya. Masa harus menunggu kalian yang masih berdebat" , ucap opa Chandra.


"Iya opa , kalau gitu aku ganti baju dulu" , ucap Kiki.


Friska masih belum bisa mengganti bajunya karena masih di lihat , bagian mana yang akan dibesarkan.


"Baju yang lainnya kan sudah pas semua , nanti aku tinggal selesaikan saja ya. Nanti Friska saja lagi yang datang untuk fitting" , ucap tante Rita.


"Iya" , jawab Friska dan oma Shinta , oma Amel , juga Sandra.


Setelah itu mereka semua keluar bersama dari butik.


"Apa kita mau pergi makan dulu?" , ucap opa Chandra.


"Aku sih mau aja opa" , jawab Alvaro.


"Aku mau membeli hadiah buat anaknya kak Caroline opa" , ucap Angelica.


"Kakak kamu sudah melahirkan ya James. Kalau gitu nanti kita harus pergi melihatnya" , ucap oma Amel.


"Iya kamu benar , kita harus pergi melihatnya" , jawab oma Shinta.


"Kalau gitu , selesai makan siang. Kita langsung mencari hadiah buat keponakan Angelica" , ucap opa Chandra.

__ADS_1


Setelah keputusan akhir selesai , Angelica dan James ikut makan siang bersama dengan keluarga besar mereka.


Selama makan pastinya yang terdengar hanyalah suara mereka semua , karena mereka satu keluarga besar , opa Chandra memutuskan untuk makan di restoran yang menyediakan ruangan private. Sehingga mereka bisa puas mengobrol disana tanpa ada orang lain yang bisa mendengar percakapan mereka.


Sampai selesai makan , mereka bersama pergi menuju ke mall untuk membeli kado buat anaknya Caroline , tanpa diikuti oleh Kiki dan Friska. Friska yang sudah mulai kelelahan memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat.


Di dalam toko perlengkapan bayi yang ada di mall , pastinya oma Shinta , oma Amel dan Sandra mulai sibuk mencari barang-barang perlengkapan bayi. Berbeda dengan James dan Angelica yang langsung menuju ke toko perhiasan untuk membeli kalung.


"Jadi ingat waktu Sandra hamil ya. Kita sibuk memilih semua barang-barang untuk kebutuhannya" , ucap mama Amel.


"Iya benar Amel , semoga gak lama lagi Angelica hamil ya. Jadi kita bisa puas belanja keperluan bayi lagi" , ucap Shinta.


"Gak lama lagi kamu juga sudah akan memiliki cucu dari Kiki" , ucap Amel.


"Iya ma , Angelica masih belum mau hamil sekarang. Dia masih mau menyelesaikan kuliahnya dulu" , jawab Sandra.


"Tapi Sandra waktu itu juga mau menyelesaikan kuliah dulu , tapi waktu baru masuk kuliah sudah mengandung Angelica dan Alvaro" , ucap mama Shinta sambil tersenyum.


"Itu kan karena aku aja yang umurnya sudah jauh lebih tua" , jawab Antonio yang juga berada disana.


"Apa bedanya Angelica dan James? James kan lebih tua dari Angelica" , ucap papa Chandra.


"Beda la pa , James dan Angelica itu hanya beda 5 tahun. Jadi meskipun Angelica sudah lulus ke kuliah , James juga masih belum terlalu tua" , ucap Antonio.


"Hahaha....umur menentukan segalanya juga ya" , ucap mama Amel.


"Seru banget kayaknya" , ucap Angelica yang baru masuk ke toko perlengkapan bayi bersama dengan suaminya.


"Iya sayang , tadi oma lagi membahas kapan kamu punya baby" , ucap oma Shinta.


"Kan aku mau punya anaknya setelah selesai kuliah oma. Jadi apanya yang seru?" , jawab Angelica.


"Iya , karena ketika kita membahas itu. Kita teringat dengan mama dan papa kamu" , ucap oma Amel.


"Oh" , jawab Angelica.


"Kalian sudah dapat hadiah buat anaknya Caroline?" , tanya Antonio.


"Sudah pa" , jawab James.


"Ini mama dan oma kalian belum menentukan apa yang mau mereka beli" , ucap opa Chandra.


"Iya , karena setiap membeli barang begini...kita pasti sulit menentukan pilihan" , jawab oma Shinta.

__ADS_1


"Iya , semuanya lucu dan aku jadi pengen beli semuanya" , jawab Sandra.


"Gak mungkin beli semuanya juga ma. Pilih salah satu saja" , jawab Angelica.


"Makanya kamu cepetan punya anak , jadi kan kita jadi senang belanja lagi" , ucap oma Amel.


"Omaaaaaa , aku kan sudah bilang kapan aku mau punya anak" , rengek Angelica.


"Iya...iya...ya sudah , ayo kita bayar lagi" , ucap oma Amel.


Akhirnya para ibu ibu yang sangat suka berbelanja itu telah memutuskan apa yang mau mereka beli untuk dijadikan sebagai hadiah.


Selesai membayar semua belanjaan , mereka berjalan bersama keluar dari toko perlengkapan bayi dan menuju ke parkiran. Masuk ke dalam mobil masing-masing dan menuju ke rumah sakit.


Setelah beberapa waktu , akhirnya mobil mewah keluarga besar Antonio telah tersusun rapi di parkiran rumah sakit.


Mereka semua berjalan bersama masuk ke dalam kamar perawatan Caroline.


Di dalam terlihat ada papa Freddy dan mama Heni yang sudah ada disana.


Semua anggota keluarga besar Antonio menyapa Freddy dan Heni. Tidak ketinggalan James dan Angelica juga menyapa papa dan mamanya.


"Ini kado dari kami semua , semoga bisa bermanfaat ya" , ucap Sandra kepada Caroline.


"Terima kasih ya tante" , ucap Caroline dan Harry bersamaan.


"Iya , anaknya mana?" , tanya Sandra.


"Masih di dalam inkubator tante , karena berat badannya belum sampai 2.5 kg" , ucap Caroline.


"Baiklah" , jawab Sandra.


"Kak , ini hadiah dari aku dan Angelica" , ucap James sambil memberikan kotak perhiasan kecil kepada Caroline.


"Ini bagus sekali. Terima kasih ya" , ucap Caroline sambil melihat kalung pemberian adiknya.


"Siapa dulu dong yang pilihnya" , ucap James sambil tersenyum ke arah istrinya.


Angelica hanya tersenyum melihat ke arah suaminya.


Para orang tua sudah mulai mengobrol dengan papa Freddy dan mama Heni.


James dan Angelica pun mengobrol dengan Caroline dan Harry.

__ADS_1


Hanya Alvaro sendiri yang memainkan game online yang ada di dalam ponselnya , karena dia pun gak tau mau mengobrol apa disana.


Sampai jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan keluarga besar Antonio permisi pulang dari sana.


__ADS_2