
Sandra memilih beberapa roti dan puding yang ada disana , setelah selesai memilih , dia pun berjalan menuju ke kasir.
"Sandra"
Mendengar namanya di panggil , Sandra pun membalikkan tubuhnya ke belakang dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Chika" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Kamu apa kabar?" , tanya Chika.
"Aku baik. Kamu gimana?" , ucap Sandra.
"Aku baik juga. Alvaro dan Angelica kuliah dimana?" , tanya Chika.
"Alvaro kuliah di Singapura , Angelica kuliah di Universitas A. Vincent kuliah dimana?" , tanya Sandra.
"Vincent memilih untuk menjadi atlet basket" , jawab Chika.
"Dari dulu memang sudah kelihatan kalau Vincent sangat menyukai basket dan dia pun selalu memenangkan setiap pertandingan basket yang diadakan oleh sekolah" , ucap Sandra.
"Iya , kamu benar" , jawab Chika.
"Baiklah , lain kali kita bertemu lagi ya. Sebentar lagi suami aku sudah mau pulang ke rumah" , ucap Sandra.
"Baiklah" , jawab Chika.
Sandra berjalan menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaannya dan Chika berjalan untuk memilih kue dan roti yang ada di toko bakery.
"Aku pulang duluan ya Chika" , ucap Sandra ketika dia mau keluar dari toko bakery.
"Iya Sandra" , jawab Chika sambil tersenyum.
Sandra berjalan keluar , menuju ke mobilnya dan pak Maman pun menjalankan mobil menuju ke rumahnya.
********
Angelica yang sudah selesai kerja di All Star Hotel , berpamitan kepada papanya untuk pulang ke rumah mertuanya.
"Pa , aku pulang dulu ya" , ucap Angelica.
"Iya nak , titip salam ya buat mertua kamu" , ucap Antonio.
"Iya pa , nanti aku sampaikan" , jawab Angelica.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Angelica berjalan keluar dari ruangan kerja papanya dan menuju ke parkiran mobil.
"Kita langsung ke rumah aja ya pak" , ucap Angelica kepada sopir pribadinya.
__ADS_1
"Baik non" , jawab pak Dedi sambil menjalankan mobilnya.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dikendarai oleh pak Dedi telah sampai di depan halaman rumah mertua Angelica.
Angelica turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Sudah pulang sayang?" , tanya mama Heni yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca majalah fashion.
"Sudah ma , tadi papa titip salam buat mama dan papa" , ucap Angelica.
"Iya sayang , terima kasih ya. Salam balik buat Antonio dan Sandra" , ucap mama Heni.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Bagaimana di kampus hari ini?" , tanya mama Heni.
"Ya cuma pengenalan dengan kakak senior dan lingkungan kampus ma" , jawab Angelica.
"Kalian gak disuruh pakai yang macam-macam kan" , ucap mama Heni.
"Ada ma , besok aku ke kampus harus pakai papan nama dan rambutnya diikat dengan karet warna warni" , jawab Angelica.
"Apa kamu ada karet warna warni dan kertas karton?" , tanya mama Heni.
"Ada ma , tadi ketika pulang dari kampus aku udah beli dulu" , jawab Angelica sambil memperlihatkan kantong plastik besar yang dibawa olehnya.
"Baiklah , kalau gitu kamu istirahat dulu. Nanti jam 7 kita makan malam bersama" , ucap mama Heni.
"Iya ma" , jawab Angelica.
James yang baru sampai di rumah , langsung tersenyum begitu melihat mobil istri kecilnya sudah terparkir dengan rapi dihalaman rumahnya.
James berjalan masuk ke dalam rumah bersama dengan papanya yang juga baru sampai di rumah.
"Ma , Angelica mana?" , tanya James begitu masuk ke dalam rumah.
"Angelica di kamar nak" , jawab mama Heni yang masih duduk di kursi sofa yang ada di ruang keluarga.
"Kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma" , ucap James.
"Iya nak" , jawab mama Heni.
James berjalan ke atas dan langsung tersenyum begitu dia membuka pintu kamar , terlihat istri kecilnya sedang menggunting karton di sana.
"Sayang" , panggil James dengan lembut.
Mendengar suara suaminya yang sudah pulang , Angelica langsung meletakkan gunting dan karton nya di atas meja. Angelica pun berdiri dan berjalan memeluk tubuh suami tercintanya.
"Bagaimana tadi di kampus?" , tanya James.
__ADS_1
"Biasa aja sayang. Aku besok sudah di suruh pakai atribut yang aneh-aneh pula" , ucap Angelica dengan wajah yang sebel.
"Kamu gak suka ya sayang. Apa kamu mau gak ikut ospek saja?" , ucap James.
"Gak mungkin kan aku gak ikut , ospek ini kan wajib sayang" , jawab Angelica.
"Bisa aja sayang , aku bisa minta surat dokter yang menyatakan kalau kamu gak bisa mengikuti kegiatan karena alasan kesehatan" , ucap James.
"Sudahlah sayang , kalau mau seperti itu harusnya dari awal. Ini kan aku juga sudah masuk hari ini. Gak mungkin mereka akan percaya dengan surat itu" , jawab Angelica.
"Tapi apa kamu yakin bisa melewati masa-masa ospek ini sayang?" , tanya James.
"Mau gak mau sayang. Cuma seminggu kan , ya udah , aku jalani saja" , jawab Angelica.
"Ya sudah , kalau gitu baiklah. Aku mandi dulu ya , sebentar lagi sudah jam makan malam" , ucap James.
"Iya sayang" , ucap Angelica sambil melepaskan pelukannya.
James berjalan menuju ke kamar mandi sambil melepaskan bajunya satu persatu dan meletakkannya di lantai begitu saja.
Angelica hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan suaminya yang satu ini.
"Kalau baik , semua baju ini bisa mendarat di keranjang baju dengan sempurna. Kalau lagi kumat , ya begini deh. Aku yang harus mengumpulkan semuanya dan meletakkan di keranjang baju" , ucap Angelica sambil mengumpulkan baju suaminya yang berceceran di lantai.
Sambil menunggu suami tercintanya selesai mandi , Angelica melanjutkan lagi membuat papan namanya.
"Akhirnya selesai juga" , ucap Angelica setelah mengikatkan tali rafia di sana dan meletakkannya di atas meja.
Tidak lama , James pun telah selesai mandi dan berjalan ke wardrobe room dengan menggunakan bathrobe.
James mengambil baju kaos dan celana pendek yang ada di lemari dan menggunakannya disana.
"Ayo kita turun untuk makan malam sayang" , ucap James yang sudah selesai menggunakan bajunya.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil berdiri dari sofa dan berjalan keluar bersama dengan suaminya.
Begitu James dan Angelica turun ke bawah , yang terlihat hanya mama Heni yang baru duduk di meja makan.
"Papa kemana ma?" , tanya James.
"Papa tadi dapat telpon dari temannya , jadi papa makan diluar malam ini" , ucap mama Heni.
James pun menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan mamanya sambil menarik kursi meja makan.
Malam itu , Angelica mulai bisa menyiapkan makanan untuk suaminya , karena mama Heni tidak langsung menyediakan untuk mereka seperti tadi pagi.
"Sayang , kamu mau kuah santannya sedikit atau banyakan?" , tanya Angelica sambil mengambil ayam gulai dan memasukkannya ke piring.
"Sedikit saja sayang , sayur daun singkongnya aja yang dibanyakin" , jawab James.
__ADS_1
"Iya sayang" , jawab Angelica.
Setelah itu Angelica , James dan mama Heni makan bersama malam itu sambil mengobrol kegiatan mereka hari ini.