
Caroline yang sudah sampai di rumah....
"Tari , kamu langsung istirahat saja" , ucap Caroline setelah Tari meletakkan tas yang berisikan keperluan Kania di dalam kamar.
"Baik non" , jawab Tari sambil berjalan keluar dari kamar Caroline.
Caroline mulai sibuk mengurus anaknya yang sedang sakit.
"Untunglah , setelah minum obat , panas kamu sudah turun nak" , ucap Caroline sambil menyentuh kening Kania.
Tidak lama terdengar bunyi "brakkkkkk". Suara pintu yang di tutup dengan keras.
Caroline pun berjalan keluar dari kamarnya dan melihat ke bawah.
"Hary , kamu dari mana saja. Anak kita sakit , tapi kamu tidak ada di rumah" , ucap Caroline dengan nada agak tinggi.
Harry jalan dengan tubuh yang terhuyung-huyung dan hampir terjatuh.
"Kamu minum minum lagi?" , ucap Caroline dengan kesal.
"Iya , tapi cuma sedikit" , jawab Hary yang tubuhnya sudah sampai di dekat istrinya dan meletakkannya tangannya di atas bahu istrinya.
Caroline mencium bau alkohol dan asap rokok yang sangat kuat dari tubuh suaminya.
"Hampir setiap hari kamu pulang seperti ini. Apa kamu tidak perduli lagi dengan anak dan istri kamu?" , ucap Caroline.
"Aku mencintai kalian. Aku mencintai kalian" , ucap Harry yang masih mabuk berat.
"Ini bukan cinta Harry. Kamu tidak pernah mencintai kami" , ucap Caroline sambil melepaskan tangan suaminya dan berjalan pergi naik ke atas menuju ke kamarnya.
Harry yang masih mabuk berat itu hanya bisa berteriak-teriak sambil mengatakan aku mencintai kalian , aku mencintai kalian. Kata-kata itu terus di ucapkan olehnya sambil berjalan terhuyung-huyung menuju ke kursi sofa dan menghempaskan tubuhnya di sana.
Caroline yang masih kesal berjalan menuju ke atas kasur dan melihat anaknya yang sudah bisa tertidur dengan pulas di sana.
"Apa mama harus membawa kamu pergi dari sini dan meninggalkan papa? Apa nanti kamu tidak akan menyalahkan mama , kalau kamu tidak memiliki papa?" , ucap Caroline.
Tidak lama , Caroline yang sudah lelah pun mulai ketiduran. Malamnya dia pun terbangun karena mendengar suara tangisan Kania.
Caroline membuka matanya dan tidak melihat suaminya di dalam kamar mereka. Caroline langsung melihat anaknya yang sedang menangis di sebelahnya dan meletakkan tangannya di kening Kania.
"Tidak hangat" , gumam Caroline.
Caroline mulai memeriksa popok anaknya dan ternyata popoknya sudah basah , itu yang membuat Kania menangis karena tidak nyaman.
Caroline mulai menggantikan popoknya dan setelah itu mulai menidurkan Kania lagi. Melihat Kania yang sudah tertidur , Caroline berjalan keluar untuk membuang popok anaknya.
Terlihat Harry yang sedang tidur pulas di kursi sofa yang ada di ruang tamu. Caroline hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
Setelah membuang popok anaknya , Caroline berjalan menuju ke kamarnya sambil berpikir untuk meninggalkan suaminya.
"Apakah ini suatu keputusan yang paling tepat dalam hidup aku?" , ucap Caroline dalam hatinya.
Caroline yang sudah lelah secara fisik dan pikiran pun berjalan naik ke atas kasurnya dan memilih untuk beristirahat sejenak.
*******
Pagi harinya , Angelica terlambat bangun. Begitu Angelica terbangun , terlihat James juga masih tidur di sebelahnya.
Angelica melihat ke arah jam yang ada di dinding kamarnya.
"Ya ampun , sudah jam 7 saja. Jam 8 aku ada kelas lagi" , ucap Angelica yang langsung turun dari kasur dan berlari menuju ke kamar mandi untuk siap-siap.
James yang terbangun mendengar suara berisik di pagi hari pun langsung mengikuti istri kecilnya.
"Kamu kenapa gak bangunin aku dan mandi sendiri?" , tanya James setelah masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku sudah terlambat sayang" , ucap Angelica yang sudah mulai menggosokkan sabun di tubuhnya.
"Tapi ini kan masih pagi sayang?" , ucap James.
"Aku ada kuliah jam 8" , ucap Angelica yang sudah hampir selesai mandinya.
"Jadi hari ini aku mandi sendiri?" , ucap James yang dari tadi hanya melihat istri kecilnya.
"Kamu juga sudah sering kan mandi sendiri. Aku sudah harus buru-buru" , ucap Angelica yang sudah mengeringkan tubuhnya dengan handuk.
Angelica langsung bersiap-siap dengan secepat kilat.
"Sudah jam setengah 8 , aku langsung ke kampus aja ya sayang" , ucap Angelica sambil menyandang tas nya dan berjalan menuju ke pintu kamar.
"Sayang , kamu belum mencium aku" , ucap James.
Angelica pun langsung berbalik dan berjalan dengan cepat , mencium bibir suaminya sekilas dan berjalan lagi dengan cepat keluar dari kamar.
"Pa , ma , aku pergi ke kampus dulu ya" , ucap Angelica yang melihat mertuanya sudah duduk di meja makan.
"Kamu gak sarapan dulu nak?" , ucap papa Freddy.
"Gak pa , aku sudah terlambat" , ucap Angelica yang terus berjalan.
"Baiklah" , jawab papa Freddy.
"Nanti kamu jangan lupa makan di kampus ya sayang" , ucap mama Heni.
"Iya ma" , jawab Angelica yang sudah hampir sampai di depan pintu keluar.
__ADS_1
James yang turun dari atas...
"Kenapa Angelica bisa terlambat? Tidak seperti biasanya?" , ucap mama Heni.
"Karena tidurnya terlalu nyenyak ma" , ucap James sambil tersenyum.
"Lain kali kamu jangan buat Angelica kecapean kalau dia ada kuliah pagi" , ucap papa Freddy.
"Iya pa" , jawab James sambil memakan sarapannya.
"Nanti kamu antarkan makanan buat Angelica ya" , ucap mama Heni.
"Iya ma. Kebetulan hari ini aku juga gak ada meeting" , jawab James.
"Baiklah , nanti mama siapkan".
"Iya ma" , jawab James.
Angelica yang sedang dalam perjalanan pun terus melihat ke arah jam tangannya.
"Pak , gak bisa lebih cepat lagi? 10 menit lagi saya sudah masuk" , ucap Angelica.
"Gak bisa non , jalanan hari ini cukup ramai" , ucap pak Dedi sopir pribadi Angelica.
Angelica melihat ke arah luar.
"Ya memang padat banget hari ini. Tapi kayaknya udah mulai bisa jalan" , ucap Angelica.
"Iya non , tapi gak bisa di selip-selip juga. Masih rame ini" , ucap pak Dedi.
Akhirnya Angelica hanya bisa pasrah. Pak Dedi pun berusaha membawa mobil secepat mungkin menuju ke Universitas A.
Sampai di kampus , Angelica pun sudah terlambat 10 menit.
Angelica melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kelasnya.
Tok...tok...tok...
"Maaf pak , saya terlambat" , ucap Angelica.
"Baiklah , untuk hari ini kamu di maafkan. Tapi lain kali tidak boleh terlambat ya" , ucap dosen di kelas hari itu.
"Iya pak" , jawab Angelica.
Angelica pun berjalan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menuju ke kursinya.
"Kenapa kamu bisa telat hari ini?" , tanya Tiara yang duduk di dekat Angelica.
__ADS_1
"Aku ketiduran" , jawab Angelica sambil meletakkan tas nya dan mengeluarkan bukunya.
"Ok" , jawab Tiara yang sudah tidak berani bertanya lagi , karena takut di marahi oleh pak Dosen yang terkenal galak di sana.