Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 85


__ADS_3

Caroline menceritakan sikap Hary selama ini kepada orang tua nya , James dan adik iparnya.


James langsung marah begitu mengetahui kalau Hary tidak pernah peduli dengan kondisi anaknya sendiri.


"Masa anaknya sakit , dia gak ada di rumah dan pergi mabuk-mabuk kan" , ucap James dengan nada tinggi.


Caroline hanya diam saja sambil melihat ekspresi adiknya.


"Sudahlah nak , ini sudah keputusan yang tepat. Sudah bener kakak kamu memutuskan untuk bercerai" , ucap papa Freddy.


"Iya pa. Apa papa sudah menghubungi pak Burhan , pengacara kita?" , tanya James.


"Sudah nak. Tadi papa sudah menghubunginya , besok baru dia akan ke kantor kita untuk membahas masalah detail nya dengan kakak kamu" , ucap papa Freddy.


"Besok jam berapa pak Burhan ke kantor?" , tanya James.


"Jam 10" , jawab papa Freddy.


"Baiklah , besok kakak ikut aku aja ke kantor" , ucap James.


"Iya dek" , jawab Caroline.


.


.


"Kalian sudah makan Angelica?" , tanya mama Heny sambil melihat jam di dinding yang menunjukkan sudah jam setengah 10 malam.


"Sudah ma , tadi aku dan James makan diluar" , jawab Angelica.


"Ya sudah , kalau kamu mau istirahat atau mengerjakan tugas kampus , kamu boleh ke kamar dulu" , ucap mama Heny.


"Iya ma , aku ke kamar dulu ya ma , pa , kak" , ucap Angelica dengan sopan.


"Iya" , jawab semuanya.


"Aku juga mau istirahat. Besok kita urus masalah ini dengan pak Burhan" , ucap James.


"Iya dek" , jawab Caroline.


Hary dan Angelica berjalan menuju ke kamar mereka , gak lama mama Heny , papa Freddy dan Caroline juga memutuskan untuk beristirahat.


*********


Malam itu Hary memikirkan cara untuk gak bercerai dari Caroline.


"Aku besok harus datang dan memohon-mohon untuk Caroline kembali lagi sama aku. Aku gak bisa di tinggalin begini saja. Bagaimana aku makan kalau Caroline pergi? Biasanya kan dia yang menyediakan semuanya. Dia yang punya orang tua kaya , yang bisa memenuhi semua kebutuhan di rumah" , gumam Hary sambil berguling ke kiri dan ke kanan di atas kasur.


Hary terus berpikir dan berpikir , sampai akhirnya dia pun lelah dan tertidur.


.

__ADS_1


.


Pagi harinya , seperti biasa semua menjalani rutinitas masing-masing.


Angelica yang sudah selesai sarapan langsung pamitan untuk berangkat ke kampus.


James pagi itu tidak pergi seperti jam biasa berangkat ke kantor , karena dia pergi bersama dengan Caroline.


"Kania biar tinggal sama mama saja di rumah" , ucap mama Heny.


"Mana bisa ma. Kania kan masih minum ASI" , ucap Caroline.


"Kamu pompa dulu saja ASI nya. Nanti kan mama bisa kasih minum Kania" , jawab mama Heny.


"Tapi aku belum pernah mencoba memberikan ASI dengan botol ma" , ucap Caroline.


"Ya sudah , kalau gitu Tari ikut kalian saja. Biar ada yang bantu jagain Kania" , ucap mama Heny.


"Iya ma , aku memang bawa Tari kok" , jawab Caroline.


"Baiklah" , ucap mama Heny.


Setelah beberapa waktu kemudian...


"Non , semua barangnya Kania sudah saya bawa" , ucap Tari sambil membawa sebuah tas di tangannya.


"Baiklah , Kania masih tidur atau sudah bangun?" , tanya Caroline yang mengingat anaknya tadi tertidur kembali setelah selesai minum ASI.


"Kayaknya Kania lebih suka tinggal di sini ya. Jadi lebih pules tidur nya" , ucap Caroline sambil berdiri dari kursi meja makan.


"Kalau di sini kan lebih tenang. Gak ada suara keributan Hary" , ucap papa Freddy.


"Iya , benar pa" , jawab Caroline sambil tersenyum.


Caroline pun berjalan menuju ke kamarnya untuk melihat Kania.


Begitu Caroline sudah berdiri di dekat kasur , terlihat Kania yang masih tertidur pulas.


"Kita mau pergi sayang. Kamu masih belum mau bangun ya" , ucap Caroline sambil mengelus pipi Kania.


Seketika anaknya mulai menggerakkan badannya karena mendapatkan sentuhan dari mamanya.


"Sudah mau bangun sayang?" , ucap Caroline.


Ternyata Kania tidak bangun , dia hanya menggerakkan tubuhnya dengan mata tertutup.


Mama Heny yang melihat Caroline belum turun ke bawah bersama dengan Kania...


"Mama mau lihat kakak kamu dulu ya".


"Iya ma" , jawab James sambil membaca koran di meja makan.

__ADS_1


Begitu sampai di dalam kamar Caroline....


"Kania masih belum bangun nak?" , tanya mama Heny.


"Belum ma. Masih nyenyak tidurnya. Aku jadi gak tega buat banguninnya" , ucap Caroline.


"Ya sudah biar Kania tinggal di rumah saja" , ucap mama Heny.


"Gak bisa ma , bagaimana nanti dia mau minum ASI" , ucap Caroline.


"Kalau gak , kamu gendong saja dia pelan-pelan dan bawa pergi" , ucap mama Heny.


"Tapi kan bajunya belum di ganti ma. Masih pakai baju tidur gini , masa di bawa ke kantor" , ucap Caroline.


"Kalau mau tunggu Kania bangun , nanti kamu telat sampai di kantor. Gak enak kan pak Burhan nungguin nya lama" , ucap mama Heny.


"Bener juga sih ma. Ya udah , aku bawa aja Kania" , ucap Caroline sambil mengangkat anaknya dengan pelan.


"Aduh , cucu oma pules banget tidurnya. Sampai diangkat juga gak bangun. Masih tidur aja" , ucap mama Heny sambil tersenyum melihat cucu pertamanya itu.


Caroline dan mama Heny berjalan bersama menuju ke bawah.


"Kania sudah bangun kak?" , tanya James yang melihat sudah ada keponakannya di tangan Caroline.


"Belum dek , tapi di bawa aja deh. Kalau gak nanti kita telat lagi sampai di kantor" , ucap Caroline.


"Bener sih kak. Kalau gitu , ayo kita jalan lagi" , ucap James.


"Iya dek" , jawab Caroline.


James dan Caroline berpamitan dengan mama Heny dan papa Freddy. Setelah itu mereka berjalan keluar rumah sambil diikuti oleh Tari.


"Kak , nanti ada yang mau kakak minta gak dengan Hary setelah perceraian ini?" , tanya James setelah mereka berada di dalam mobil.


"Mau minta apalagi dek. Hary itu gak punya apa-apa. Biaya anaknya saja gak pernah di kasih. Kakak cuma mau masalah perceraian ini cepat selesainya" , ucap Caroline.


"Tapi mobil yang di gunakan oleh Hary itu kan mobil kakak. Apa kakak gak mau minta di kembalikan kepada kakak?" , tanya James.


"Gak usah dek. Biarkan saja mobil itu di pakai sama dia. Kakak gak butuh , sekarang yang kakak butuhkan hanyalah hidup dengan tenang" , jawab Caroline.


"Baiklah kak" , ucap James sambil fokus menjalankan mobilnya.


Caroline dan James terus membahas masalah untuk perceraian ini , sampai tidak terasa mobil yang di bawa oleh James telah sampai di depan kantornya.


James pun memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan khusus buat dia.


Ketika mau turun , terdengar suara tangisan Kania.


"Kania sudah bangun ya kak" , ucap James.


"Iya dek" , jawab Caroline sambil menenangkan anaknya.

__ADS_1


James menunggu sampai Kania tenang , setelah itu dia baru mematikan mesin mobilnya dan mereka berjalan memasuki kantor.


__ADS_2