Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 79


__ADS_3

James yang sudah pulang ke rumah setelah seharian bekerja...


"Ma , Angelica mana?" , tanya James ketika sudah memasuki rumah.


"Ada di kamar" , jawab mama Heni.


"Baiklah , kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma. Sekalian mau mandi juga" , ucap James.


"Iya nak" , jawab mama Heni.


James berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka.


Klik...pintu kamar pun terbuka.


"Sayang , kamu lagi mengerjakan tugas ya?" , ucap James yang sudah berjalan memasuki kamar dan mendekati istri kecilnya itu.


"Iya sayang" , jawab Angelica sambil melihat ke arah James.


"Kamu sibuk banget , sampai lupa mencium aku ya" , goda James.


"Biasanya kamu juga yang mencium aku , ketika sudah sampai rumah" , jawab Angelica.


"Iya sayang. Aku kangen sama kamu" , ucap James sambil memeluk tubuh istri kecilnya dan mendaratnya ciuman ringan di bibir Angelica.


Angelica pun langsung tersenyum.


"Aku juga kangen sama kamu , sayang" , jawab Angelica.


"Kita mandi bersama yuk" , ucap James dengan manja.


"Aku sudah mandi sayang. Kamu mandi sendiri ya , tugas aku juga masih belum selesai" , jawab Angelica.


"Sekarang kamu sudah gak memberikan kehangatan lagi sama aku sejak tugas kuliah kamu semakin banyak" , ucap James.


"Mau gimana lagi sayang. Aku kan masih kuliah , pasti banyak tugas dong" , jawab Angelica.


"Ya sudah resiko aku sih mempunyai istri yang masih kuliah" , jawab James.


"Nah , itu kamu tau" , ucap Angelica sambil tersenyum tipis.


"Iya , iya. Aku mandi dulu ya sayang , kalau aku gak mandi , nanti kamu gak mau lagi peluk aku" , ucap James.


"Ya iyalah , badan kamu bau begitu. Mana sanggup aku tidur dalam pelukan kamu" , jawab Angelica.


"Iya , iya. Aku mandi lagi deh. Kamu lanjutin buat tugas kamu lagi , biar cepat selesainya. Malam ini aku mau di kelon" , ucap James sambil menaikkan alis matanya.


"Mau nya kamu kelon terus" , jawab Angelica.


"Ya iya dong , biar cinta kita semakin besar" , ucap James sambil tersenyum.


"Ya sudah , kamu mandi dulu sana" , ucap Angelica.


"Baiklah sayang" , ucap James sambil mengecup kening istri kecilnya dan berjalan pergi menuju ke kamar mandi.


Angelica hanya tersenyum melihat suaminya dan mulai melanjutkan mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


********


Caroline sangat panik di rumahnya , karena anaknya Kania demam tinggi dan belum turun juga panasnya dari pagi.


"Nona , apa Kania gak di bawa ke rumah sakit saja?" , ucap Tari.


"Gak bisa Tari , aku gak ada uang cash sekarang. Kita mau pergi naik apa ke rumah sakit? Tuan juga belum pulang" , ucap Caroline.


"Pakai uang saya dulu" , ucap Tari.


"Jangan Tari. Nanti tuan bisa marah kalau tau saya pakai uang kamu" , jawab Caroline.


"Jangan kasih tau sama tuan" , ucap Tari.


"Tapi , nanti saya gak bisa ganti uang kamu" , ucap Caroline.


"Gak apa-apa nona , yang penting Kania ditangani oleh dokter dulu" , ucap Tari.


Caroline berpikir untuk beberapa waktu.


Kania yang berada di dalam pelukannya dengan tubuh yang sangat panas , menangis terus menerus tanpa berhenti.


"Ayo nona , kita harus segera ke rumah sakit. Kasihan Kania" , ucap Tari.


"Ya sudah , kamu bantu saya siapin semua barang-barang kebutuhan Kania" , ucap Caroline yang tidak tega melihat anaknya menangis terus.


Tari mulai menyiapkan semua perlengkapan Kania dan Caroline berjalan menuju ke lemari yang ada di meja riasnya dan mengambil kartu kredit yang pernah James berikan kepadanya.


Caroline mengambil ponselnya dan menelpon taksi untuk datang ke rumahnya.


Tari yang sudah siap memasukkan semua perlengkapan Kania ke dalam tas , mulai menutup resleting tas nya.


"Baiklah , kita langsung ke bawah saja sambil menunggu taksi datang" , ucap Caroline sambil mengambil kain dan menutup tubuh Kania.


"Iya nona" , jawab Tari sambil membawa tas dan berjalan mengikuti Caroline keluar dari kamar.


Tidak lama Caroline dan Tari sampai di bawah , terdengar suara mobil di depan rumah Caroline.


"Taksinya sudah datang nona" , ucap Tari yang melihat dari jendela.


"Ayo kita pergi sekarang" , ucap Caroline.


"Iya nona" , jawab Tari sambil berjalan dan membukakan pintu untuk nona nya.


"Pesanan atas nama ibu Caroline bukan pak?" , tanya Tari kepada sopir taksi.


"Iya benar" , jawab sopir taksi tersebut.


Caroline dan Tari pun masuk ke dalam mobil taksi.


"Kita langsung menuju ke rumah sakit ya bu" , ucap sopir tersebut sambil menyalakan tombol argo di sana.


"Iya pak" , jawab Caroline.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit , Kania terus menangis.

__ADS_1


"Anaknya lagi sakit ya bu?" , tanya sopir taksi itu.


"Iya pak" , jawab Caroline singkat.


"Semoga anaknya cepat sembuh ya bu" , ucap sopir taksi itu lagi.


"Iya , terima kasih pak" , jawab Caroline.


"Sama-sama bu" , jawab sopir taksi tersebut.


Tidak lama , mobil taksi telah sampai di loby rumah sakit.


Tari membayar sesuai dengan tarif yang ada di argo dan setelah itu Caroline dan Tari langsung turun dari mobil taksi , berjalan masuk ke rumah sakit.


Di rumah sakit , Caroline harus melakukan registrasi terlebih dahulu.


"Tari , kamu tunggu di sini dulu ya. Tolong jagain Kania , saya mau mengurus registrasi dulu" , ucap Caroline sambil menyerahkan Kania kepada Tari.


"Baik nona" , jawab Tari sambil menggendong Kania.


Caroline berjalan menuju ke bagian registrasi dan mendaftarkan anaknya untuk berobat dengan dokter spesialis anak.


Selesai registrasi , Caroline berjalan menuju ke kursi di mana Tari duduk di sana sambil menggendong Kania yang masih menangis.


"Sabar ya nak , sebentar lagi kita akan bertemu dengan dokter. Kamu pasti akan sembuh" , ucap Caroline sambil mengambil Kania dari Tari.


"Iya nona , Kania pasti akan sembuh dan ceria lagi seperti sebelumnya" , ucap Tari.


"Iya Tari , terima kasih ya kamu sudah mau bantu saya" , ucap Caroline sambil duduk di sebelah Tari.


"Sama-sama nona , selama ini nona juga baik sama saya" , jawab Tari sambil tersenyum.


Caroline hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan Tari , asisten rumah tangga yang diberikan oleh mamanya.


Setelah beberapa waktu , akhirnya nama Kania di panggil oleh suster untuk bertemu dengan dokter.


Caroline dan Tari berjalan menuju ke ruang praktek dokter spesialis anak yang ada di sana.


"Malam" , ucap dokter wanita itu dengan ramah.


"Malam dokter. Anak saya demam tinggi dokter" , jawab Caroline.


"Baiklah , kita periksa dulu ya" , ucap dokter tersebut sambil tersenyum.


Caroline meletakkan anaknya di atas kasur yang khusus untuk anak balita yang ada di sana dan dokter mulai memeriksa anaknya dengan teliti.


"Ini hanya demam biasa saja. Nanti saya berikan obat untuk penurun panasnya" , ucap dokter wanita tersebut.


"Baiklah dokter" , jawab Caroline yang langsung lega setelah mendengar ucapan dokter.


Dokter wanita itu mulai berjalan kembali ke kursinya dan menuliskan resep di kertas putih yang ada di sana.


"Untuk obatnya bisa di ambil di apotik ya" , ucap dokter tersebut sambil tersenyum.


"Iya dokter , terima kasih" , ucap Caroline.

__ADS_1


"Sama-sama" , jawab dokter tersebut.


Caroline dan Tari berjalan keluar dari ruangan dokter dan menuju ke apotik yang ada di rumah sakit untuk membeli obat Kania.


__ADS_2