Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 47


__ADS_3

"Sayang , aku capek banget hari ini" , ucap Angelica sambil memeluk tubuh suaminya.


"Tadi di kampus kamu di suruh ngapain aja?" , tanya James.


"Gak yang sulit sih , aku cuma di suruh belikan makanan aja buat mereka. Tapi kan capek aja harus bolak balik ke kantin terus" , jawab Angelica.


"Ya sudah , kalau gitu kamu pulang ke rumah saja ya buat istirahat" , ucap James.


"Gak mau sayang , aku mau melihat perkembangan All Star Hotel yang sedang di bangun di waterboom kamu" , ucap Angelica.


"Bukannya kamu capek katanya. Kenapa masih memikirkan kerjaan juga?" , ucap James sambil mengerutkan keningnya.


"Meskipun capek , aku juga harus tetap bekerja" , jawab Angelica.


"Istri kecil aku ini memang suka banget dengan kerja ya. Gak ada deh yang bisa menyainginya" , ucap James sambil terkekeh.


"Iya dong sayang , kerja itu sangat penting" , jawab Angelica.


"Baiklah sayang" , ucap James sambil mematikan laptopnya.


James memeluk pinggang istri kecilnya dan berjalan keluar bersama dari ruang kerjanya.


"Susan , aku pergi ke pembangunan All Star Hotel yang ada di waterboom" , ucap James kepada asisten pribadinya.


"Baik pak" , jawab Susan.


James dan Angelica berjalan bersama menuju ke parkiran mobil.


"Sayang , pak Dedi aku suruh pulang aja ya. Nanti kamu pulangnya sama aku saja" , ucap James.


"Iya sayang" , jawab Angelica.


James berjalan menuju ke arah pak Dedi yang sedang duduk di ruang tunggu yang disediakan khusus untuk sopir.


"Tuan" , ucap pak Dedi ketika melihat James.


"Iya pak , bapak pulang ke rumah dulu. Angelica nanti pulang bersama dengan saya" , ucap James.


"Baik tuan" , jawab pak Dedi.


James berjalan menuju ke mobilnya bersama dengan istri kecilnya.


Selama dalam perjalanan menuju ke lokasi pembangunan , James dan Angelica membicarakan masalah kerja sama mereka nanti.


Sampai tidak terasa , mobil yang dibawa oleh James telah sampai di waterboom milik keluarganya.


James dan Angelica turun bersama dan berjalan menuju ke lokasi pembangunan hotel yang sudah mulai kelihatan bentuknya itu.


"Nona kecil , tuan James" , sapa pak Budi yang sedang berada di lokasi saat itu.


"Iya pak Budi" , jawab Angelica dan James bersamaan.


"Kayaknya gak lama lagi sudah akan jadi hotel kita pak" , ucap Angelica.


"Iya nona kecil , kalau tidak ada kendala , kemungkinan awal tahun depan hotel ini sudah akan selesai" , jawab pak Budi.


"Baiklah pak" , jawab Angelica.

__ADS_1


Angelica , James dan pak Budi memasuki lokasi pembangunan dan keliling melihat lihat pembangunan yang sedang di kerjakan itu.


********


Harry menjadi sangat tidak betah untuk tinggal di rumah , semenjak anaknya lahir.


"Setiap hari kerjaannya nangis terus , nangis terus. Buat orang gak bisa istirahat saja" , ucap Harry dengan nada kesal.


"Biar bagaimana pun , ini anak kamu juga" , ucap Caroline sambil mengendong anaknya untuk disusui.


"Tapi anak ini sangat berisik sekali. Bagaimana aku mau tidur kalau seperti ini?" , ucap Harry.


"Kamu tidur saja di kamar sebelah" , jawab Caroline.


"Arghhhhh" , ucap Harry dengan nada kesal , sambil berjalan keluar dari pintu kamar.


"Kania harus sabar dan kuat ya punya papa seperti itu" , ucap Caroline sambil terus melihat anaknya yang sedang mengisap bulatan kecil yang ada di dadanya.


Harry berjalan keluar dari kamar dan mengambil kunci mobilnya.


"Apa tuan makan dirumah hari ini?" , tanya Tari pembantu rumah tangga mereka yang dibayar oleh mama Heni.


"Gak" , jawab Harry sambil berlalu dari sana.


Mama Heni mengerjakan Tari di sana juga untuk mendapatkan informasi. Tari ditugaskan untuk memberitahukan kepada mama Heni , apa yang terjadi dengan Caroline dan Harry selama mereka tinggal bersama.


Setelah melihat Harry keluar dari rumah , Tari langsung mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama Bos Besar disana.


Tidak lama terdengar suara dari sana...


"Halo nyonya , hari ini sepertinya nona Caroline dan tuan Harry bertengkar lagi" , lapor Tari.


"Apa masalahnya?" , tanya mama Heni.


"Saya tidak begitu jelas masalahnya nyonya. Tapi terlihat tuan Harry sangat marah sambil berjalan keluar dari rumah" , jawab Tari.


"Sekarang kamu coba pergi dan lihat Caroline. Apakah dia baik-baik saja?" , ucap mama Heni.


"Baik nyonya , saya akan pergi melihat nona Caroline di kamarnya" , jawab Tari.


Mama Heni langsung memutuskan sambungan telpon dari Tari.


Sebelum berjalan naik ke atas , Tari berpikir sejenak.


"Apa yang harus aku katakan nanti ketika melihat nona Caroline?" , ucap Tari dalam hatinya.


Tari berjalan mondar mandir disana , sampai akhirnya dia tahu harus berkata apa.


Tari melangkahkan kakinya , berjalan menaiki anak tangga yang ada disana , sampai akhirnya dia sudah berada di depan pintu kamar nona Caroline.


Tari mulai mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar.


Tok...Tok...Tok...


Caroline yang sudah selesai menyusui Kania berjalan menuju ke pintu dan membukanya.


"Ada apa Tari?" , tanya Caroline yang melihat Tari di sana.

__ADS_1


"Nona mau dimasakin apa hari ini?" , tanya Tari.


"Terserah kamu saja , masak saja sesuai dengan bahan apa yang ada di dapur" , jawab Caroline.


"Baik nona" , jawab Tari.


Caroline berjalan masuk ke dalam kamarnya dan melihat anaknya lagi.


Tari yang sudah merasa lega melihat nona Caroline baik-baik saja , mulai mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya.


Tari membuka room chat yang ada di dalam ponselnya dan mengetik.....


"Nona baik-baik saja"


Pesan pun dikirim.


Mama Heni yang agak khawatir dengan anaknya , langsung membuka layar ponselnya begitu mendengarkan ada notifikasi yang masuk ke sana.


Begitu mama Heni membaca isi chat dari Tari , mama Heni pun langsung tersenyum lega.


.


.


Harry yang keluar dari rumah , menjalankan mobilnya menuju ke tempat biasanya dia bersenang-senang dengan teman-temannya.


"Tumben amat jam segini loe udah ke rumah gue aja" , ucap Joki.


"Gak kuat gue di rumah" , jawab Harry sambil menghempaskan tubuhnya di kursi goyang yang ada disana.


"Memangnya ada apa di rumah loe?" , tanya Joki.


"Ya anak dan istri gue la" , jawab Harry.


"Ada anak dan istri loe. Jadi apa yang membuat loe gak betah di rumah" , ucap Joki sambil mengerutkan keningnya.


"Tangisan anak gue itu buat gue gak bisa tidur" , jawab Harry.


"Anak bayi kan kerjanya memang cuma nangis saja" , ucap Joki sambil tersenyum tipis.


"Iya , tapi ganggu tidur gue aja" , jawab Harry.


"Ya sudah , kalau gitu loe istirahat saja di rumah gue. Gue mau pergi dulu sebentar , lagi ada urusan di luar" , ucap Joki.


"Baiklah" , jawab Harry.


"Apa loe mau gue panggilkan seorang wanita untuk menghibur di sini" , ucap Joki sambil tersenyum tipis.


"Gila loe , biar pun begini...gue masih cinta dengan istri gue" , jawab Harry.


"Masih cinta , tapi masa dengar tangisan anak sendiri saja gak kuat" , ucap Joki sambil terkekeh.


"Loe kalau mau pergi , ya pergi aja. Gue mau tidur" , jawab Harry dengan kesal.


"Baiklah , baiklah. Gue jalan sekarang. Jangan lupa kunci pintu" , ucap Joki sambil berjalan keluar dari rumah.


"Iya" , jawab Harry.

__ADS_1


__ADS_2