
Siang itu langit sangat cerah...
Alvaro duduk bersama dengan Monika di salah satu tempat makan cepat saji yang ada di dekat taman.
Selama makan bersama , banyak percakapan yang terjadi di antara Alvaro dan Monika. Alvaro sangat senang bisa mengobrol dengan gadis pujaan hatinya itu , sampai Alvaro pun lupa kalau dia ada kelas setelah jam makan siang.
Brandon yang sudah berada di kelas , melihat ke arah pergelangan tangannya.
"10 menit lagi udah akan masuk kelas , kenapa Alvaro belum kembali juga?" , gumam Brandon.
Brandon yang dari tadi memegang ponselnya , langsung menyentuh nama Alvaro yang ada di layar ponselnya.
Alvaro yang mendengarkan suara ponselnya berbunyi pun melihat siapa yang menelponnya.
"Kenapa Brandon menelpon aku di saat aku sedang seru serunya bersama dengan gadis pelukis?" , ucap Alvaro dalam hatinya.
"Siapa yang menelpon kak?" , tanya Monika sambil melihat ke arah Alvaro.
"Teman aku , aku jawab dulu ya" , ucap Alvaro sambil menyentuh tanda terima panggilan telpon di layar ponselnya.
Monika pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Halo" , jawab Alvaro.
"Kamu dimana? Sebentar lagi sudah mau masuk kelas" , ucap Brandon.
"Ya ampun , aku lupa kalau masih ada kelas lagi" , ucap Alvaro.
"Makanya kamu sekarang ke kampus" , jawab Brandon.
"Baiklah" , jawab Alvaro sambil memutuskan panggilan telponnya.
"Maaf Monika , kakak masih ada kelas siang ini. Kamu makan aja sampai habis ya , kakak jalan duluan karena sudah hampir telat" , ucap Alvaro sambil berdiri dan menyandang tas ransel miliknya.
"Baik kak , terima kasih atas traktiran" , ucap Monika.
"Iya , sama-sama. Lain kali kita makan bersama lagi ya" , ucap Alvaro.
"Baik kak" , jawab Monika sambil tersenyum manis.
Setelah itu Alvaro langsung berjalan dengan cepat menuju ke kampus nya.
Begitu Alvaro melihat ke pergelangan tangannya...
"Ya ampun , tinggal 5 menit lagi" , gumam Alvaro.
Alvaro langsung berlari dengan cepat sampai kampus. Begitu dia sampai di depan gerbang , terdengar suara ting...tong... tanda bel masuk sudah berbunyi.
Alvaro langsung berlari menuju ke kelasnya. Begitu sampai di depan kelas dengan nafas yang tersengal-sengal...
__ADS_1
"Untung saja dosennya belum ada" , ucap Alvaro dalam hatinya.
Alvaro berjalan menuju ke kursinya.
"Kamu kemana?" , tanya Brandon.
Alvaro mengangkat tangannya dan mencoba untuk mengatur nafas nya terlebih dahulu. Setelah itu baru dia mulai menjawab Brandon yang sudah penasaran dari tadi.
"Aku pergi makan dengan gadis pelukis itu" , jawab Alvaro sambil tersenyum dengan suara pelan , karena dia tidak mau Kristy yang sedang melihat ke arahnya mendengarkan obrolan mereka.
"Apa!!!" , ucap Brandon dengan suara yang sedikit tinggi , karena terkejut.
Alvaro langsung menutup mulut Brandon dengan tangannya , karena dia gak mau Brandon keceplosan dengan suaranya yang besar itu.
"Bagaimana bisa?" , tanya Brandon.
Terdengar suara sepatu tuk tak tuk tak yang berjalan memasuki kelas mereka.
"Ya bisa lah. Masa gak bisa. Sekarang waktunya belajar" , jawab Alvaro sambil melihat dosen yang sudah masuk ke dalam kelas.
Brandon yang masih penasaran pun mencoba berbicara kepada Alvaro sambil berbisik.
"Hush. Belajar dulu" , ucap Alvaro yang sengaja membiarkan Brandon berada dalam rasa penasarannya.
"Kamu gitu deh" , ucap Brandon sambil mengangkat tubuhnya dan membuka buku pelajarannya.
Alvaro hanya tersenyum melihat temannya itu.
"Apa sih yang mereka bicarakan? Kenapa aku gak bisa mendengarkannya? Tadi juga , si Alvaro pergi kemana sih" , ucap Kristy dalam hatinya.
Selama dua jam pelajaran berlangsung , Alvaro fokus dengan materi yang dijelaskan oleh dosen di depan kelas. Sedangkan Kristy sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk mendekati Alvaro.
Sampai kelas pun , akan berakhir. Dosen memberikan tugas kelompok untuk mereka , sebelum jam mata kuliah selesai.
"Tugas untuk dikumpulkan minggu depan. Kalian harus membuat maket rumah dan di kerjakan secara berkelompok , yang terdiri dari 2 orang. Untuk pemilihannya teman kelompoknya , bersama teman yang duduknya di dekat kalian" , ucap dosen tersebut.
"Baik pak" , jawab semua mahasiswa di sana.
Setelah itu jam pelajaran siang itu pun berakhir.
Brandon langsung mengajak Alvaro untuk satu kelompok dengan dia. Tiba-tiba Kristy pun datang dan mengajak Alvaro untuk satu kelompok dengannya.
"Alvaro , kita satu kelompok ya" , ucap Kristy.
"Tapi Brandon duluan yang mengajak aku" , jawab Alvaro.
"Kamu sama aku saja ya. Biar Brandon mencari yang lain" , jawab Kristy dengan suara manjanya.
"Maaf ya Kristy , aku sudah setuju untuk satu kelompok dengan Brandon" , jawab Alvaro sambil mengumpulkan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.
__ADS_1
"Brandon , masa kamu gak mau mengalah sama aku" , ucap Kristy yang mulai agak kesal.
"Maaf cewek cantik , kalau untuk urusan tugas , aku gak mau mendapatkan nilai jelek. Jadi aku gak akan mengalah kali ini" , ucap Brandon sambil berdiri dan mengikuti Alvaro yang sudah mulai berjalan meninggalkan kelas.
Kristy yang di tinggalkan di sana pun langsung merasa jengkel. Dia pun harus mencari teman lain lagi buat satu kelompok dengannya.
Brandon yang mengikuti Alvaro langsung menanyakan tentang Alvaro yang pergi bersama Monika tadi siang.
"Jadi kapan kamu janjian bertemu dengan gadis pelukis itu?" , tanya Brandon.
"Ya kemaren lah , pas aku chat sama dia" , jawab Alvaro.
"Jadi sekarang kalian sudah pacaran?" , tanya Brandon.
"Masih belum lah. Baru juga aku makan bersama dia hari ini" , jawab Alvaro.
"Tapi kalian ada rencana untuk bertemu lagi kan?" , tanya Brandon.
"Ya ada. Tapi nanti" , jawab Alvaro sambil tersenyum.
"Pantesan teman aku ini bersemangat sekali tadi siang" , jawab Brandon sambil tersenyum.
Alvaro hanya tersenyum sambil melihat ke arah jalan.
"Kamu mau langsung pulang , atau pergi main dulu sama aku" , ucap Brandon.
"Aku mau pulang aja. Udah capek lari-lari tadi ke kampus" , jawab Alvaro.
"Siapa suruh kamu pacaran sampai lupa waktu" , ucap Brandon.
"Bukan pacaran , masih temenan" , jawab Alvaro.
"Iya iya , temenan tapi lama-lama juga pacaran" , jawab Brandon sambil terkekeh.
"Ya boleh juga sih" , jawab Alvaro sambil tersenyum.
"Ya sudah , kalau gitu aku pulang juga hari ini. Tugas kita , kapan mau di kerjakan?" , tanya Brandon.
"Besok saja ya kita bahas nya. Masih ada waktu kan sampai minggu depan" , jawab Alvaro.
"Ok bro , kalau gitu aku pulang dulu ya" , ucap Brandon.
"Iya" , jawab Alvaro.
Brandon dan Alvaro pun berjalan ke arah yang berbeda.
Brandon berjalan ke arah MRT dan Alvaro berjalan kaki menuju ke arah apartemen miliknya.
Setelah beberapa waktu Alvaro sampai juga di apartemen. Begitu dia masuk , tidak terlihat opa , oma dan mamanya di sana.
__ADS_1
"Lagi pada kemana? Kenapa mama , opa dan oma belum pulang?" , gumam Alvaro sambil membuka sepatunya.