Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 82


__ADS_3

Caroline yang sudah bangun , langsung melihat kondisi anaknya yang masih tertidur dengan nyenyak di sampingnya.


Caroline meletakkan tangannya di kening Kania. "Syukurlah kamu sudah sembuh nak" , ucap Caroline dengan pelan.


Setelah itu , Caroline berjalan turun dari kasur dengan pelan menuju keluar kamar.


"Apa dia sudah bangun?" , gumam Caroline sambil berjalan turun ke bawah dan melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu.


"Setiap hari begini saja kerja kamu. Gak ada yang bener dari kamu. Aku benar-benar menyesal menikah dengan kamu" , ucap Caroline sambil berdiri melihat suaminya yang masih tidur di sofa dengan mulut yang terbuka lebar dan kakinya satu di kursi sofa dan satu di lantai.


Setelah melihat pose tidur jelek suaminya , Caroline berjalan menuju ke dapur sambil menghela nafas.


Sampai di dapur , terlihat Tari yang sedang membersihkan di sana.


"Tari , bereskan semua barang-barang kamu" , ucap Caroline.


"Kita mau kemana non?" , tanya Tari yang terkejut tiba-tiba di suruh membereskan semua barang-barangnya.


"Apa nona mau memecat saya?" , tanya Tari dengan perasaan yang takut dan gugup.


"Siapa bilang saya mau memecat kamu" , jawab Caroline sambil berjalan menuju ke lemari piring.


"Kalau gitu , kenapa nona menyuruh saya untuk membereskan semua barang-barang saya?" , tanya Tari sambil mengerutkan keningnya.


"Kita pindah ke rumah mama saya" , jawab Caroline sambil mengambil air di dispenser.


"Tuan bagaimana non?" , tanya Tari sambil melihat ke arah luar untuk memastikan tidak ada orang lain di sana.


"Biarkan saja dia di sini. Sekarang bereskan barang-barang kamu semuanya. Setelah itu bantu saya bereskan barang-barang saya di kamar" , ucap Caroline dengan tegas.


"Baik non" , jawab Tari sambil berjalan menuju ke kamarnya.


Sambil memasukkan barang-barangnya yang tidak banyak ke dalam tas miliknya , Tari bergumam... "Akhirnya non Caroline akan bebas juga dari suaminya yang tidak bertanggung jawab itu".


Tari pun mengambil ponselnya dan mengabarkan berita bagus itu kepada nyonya besar.


Caroline yang sudah habis meminum air pun meletakkan gelasnya di atas meja dan berjalan ke atas menuju ke kamarnya. Dengan cepat Caroline mengambil beberapa koper yang ada di samping lemarinya dan mulai memasukkan baju-baju miliknya ke dalam sana.


Setelah beberapa waktu terdengar bunyi ketukan pintu di depan kamar Caroline.


"Masuk aja" , ucap Caroline.


Tari pun membuka gagang pintu dan melangkahkan kakinya ke dalam kamar Caroline.


"Apa yang bisa saya bantu non?" , tanya Tari.


"Kamu tolong masukkan semua barang-barang Kania ke dalam koper yang pink itu ya" , ucap Caroline sambil terus memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.

__ADS_1


"Baik bu" , jawab Tari sambil berjalan menuju ke lemari baju milik Kania.


********


James yang gak ada meeting di hari ini , memutuskan untuk gak pergi ke kantor.


"Nak , ini makanan buat Angelica sudah mama siapin. Kamu antarkan ke kampusnya ya" , ucap mama Heny sambil memberikan tas kotak makan kepada James.


"Baiklah ma. Kalau gitu aku jalan sekarang ya" , jawab James sambil mengambil tas kotak makan dari tangan mamanya.


"Baiklah. Kamu hati-hati di jalan ya" , ucap mama Heny sambil tersenyum.


"Terima kasih ma" , jawab James sambil berjalan mengambil kunci mobilnya yang tergantung di samping pintu dan melangkahkan kakinya keluar dari pintu rumah.


Sebelum menjalankan mobilnya , James mengirimkan chat dulu kepada istri kecilnya.


"Sebentar lagi pangeran tampan kamu akan sampai di sana untuk membawakan bekal makan siang kamu".


-Pesan terkirim-


Angelica yang masih berada di dalam kelas , merasakan ponselnya bergetar di dalam sakunya.


Angelica mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang mengirimkan chat siang itu kepadanya.


Begitu melihat chat yang dikirimkan oleh suami tercintanya , Angelica pun langsung tersenyum dan membalas "Ok".


Setelah James pergi , mama Heny memanggil Siti asisten rumah tangganya.


"Iya nyonya" , jawab Siti.


"Kamu bersihkan kamar yang dulu di gunakan oleh Caroline ya" , ucap mama Heny.


"Nona muda mau tinggal di sini lagi ya nyonya?", tanya Siti.


"Iya Siti" , jawab mama Heny sambil tersenyum.


"Baik nyonya" , jawab Siti.


Siti langsung berjalan menuju ke dapur dan mengambil semua perlengkapan untuk membersihkan. Setelah itu , Siti pun berjalan menuju ke atas dan memasuki kamar lama Caroline dan mulai membersihkannya.


Mama Heny sangat bahagia menunggu kedatangan putri dan cucu nya siang itu.


"Ma , tumben Siti membersihkan kamar lama Caroline" , ucap papa Freddy yang baru turun ke bawah menuju ke ruang tamu.


"Iya pa. Mama yang menyuruh dia membersihkannya" , jawab mama Heny sambil tersenyum.


"Kenapa di bersihkan?" , tanya papa Freddy sambil mengambil remote yang terletak di atas meja kaca di depan sofa.

__ADS_1


"Caroline akan kembali tinggal bersama kita lagi pa" , ucap mama Heny sambil tersenyum lebar.


"Gak mungkinlah ma. Mana mungkin Caroline tinggal bersama kita. Suaminya mana mau" , ucap papa Freddy yang sudah duduk di sebelah istrinya.


"Pokoknya Caroline akan tinggal lagi bersama kita. Papa liat aja sebentar lagi mereka juga akan datang" , ucap mama Heny.


"Iya ma" , jawab papa Freddy sambil menonton siaran yang sudah dipilihnya.


.


.


.


Caroline dan Tari sudah selesai menyusun semua barang-barang mereka.


"Tari , kamu tolong bawa semua barang-barang ini ke bawah ya" , ucap Caroline.


"Baik nona" , jawab Tari.


Caroline berjalan menuju ke atas ranjang dan melihat anaknya.


"Ternyata anak mama yang baik sudah bangun ya. Lapar gak?" , ucap Caroline sambil membuka kancing baju atasnya. Caroline mulai mengangkat tubuh mungil Kania dan mulai menyusuinya.


"Anak mama beneran sudah lapar ya" , ucap Caroline yang melihat anaknya terus mengisap ASI nya.


Setelah beberapa waktu , Kania yang sudah kenyang pun , mulai melepaskan mulutnya dari tubuh Caroline.


Caroline mulai merapikan bajunya dan mengambil ponsel yang terletak di atas lemari yang ada di samping kasurnya.


Caroline pun menekan nomor yang biasa untuk memesan taksi.


Melihat Tari yang masuk ke dalam kamar Caroline untuk mengambil koper terakhir yang ada di sana.....


"Tuan masih tidur , Tari?" , tanya Caroline.


"Masih nona. Apa mau saya bangunkan?" , ucap Tari.


"Gak usah Tari. Lebih baik dia masih tidur nyenyak saat kita pergi" , jawab Caroline sambil berdiri dan mengambil tas miliknya dengan tangan yang satu lagi.


"Baik nona" , jawab Tari.


Caroline berjalan keluar dari kamar bersama dengan Tari.


Saat itu benar-benar tidak ada rasa sedih sedikitpun di dalam hati Caroline.


Ketika sampai di bawah , Caroline melihat lagi suaminya yang masih tertidur di sana.

__ADS_1


"Ini adalah keputusan yang baik buat hidup aku dan kamu Hary. Selamat tinggal" , ucap Caroline.


__ADS_2