
Di rumah kediaman Antonio Winata....
"Sayang , apa semua makanan ini mau di bawa ke Singapura?" , ucap Antonio yang melihat bidadari cantiknya memasukkan berbagai macam jenis makanan ringan ke dalam kardus besar.
"Iya hubby , ini aku beli bersama dengan mama Amel dan mama Shinta. Khusus buat Alvaro" , ucap Sandra.
"Ngomong-ngomong anak manja kesayangan kamu itu tumben gak menelpon hari ini" , ucap Antonio.
"Benar juga ya hubby. Apa karena besok kita sudah akan ke sana? Makanya dia gak menelpon aku" , ucap Sandra.
"Biasanya kan dia selalu menelpon kamu terus. Tapi bisa jadi juga karena besok kita juga akan bertemu dengan dia di sana" , jawab Antonio.
"Iya" , jawab Sandra sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah Sandra selesai memasukkan semua bingkisan snack ke dalam kardus , Sandra pun menutupnya dengan isolasi besar.
"Ayo kita tidur lagi sayang , besok pagi kan kita sudah harus jalan ke bandara" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil berdiri dan berjalan menuju ke kasurnya bersama dengan suami tercintanya.
********
Keesokan paginya , Antonio yang sudah bangun duluan , mulai menciumi seluruh wajah istri tercintanya.
Sandra yang merasakan ada sentuhan lembut di wajahnya pun menjadi terbangun.
"Sudah pagi ya hubby" , ucap Sandra dengan suara khas nya baru bangun tidur.
"Iya sayang , ayo kita siap-siap untuk berangkat" , ucap Antonio dengan lembut.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
Sandra dan Antonio turun bersama dari kasur dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Di rumah James....
Angelica yang sudah bangun pagi itu , langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
James yang baru bangun dan melihat tidak ada istrinya di sampingnya , langsung bangun dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Kenapa kamu gak bangunin aku sayang?" , ucap James yang masih menggunakan piyamanya dan memeluk pinggang polos istri kecilnya yang sedang berada di bawah shower.
Angelica yang terkejut mendapatkan pelukan tiba-tiba dari suaminya pun langsung membalikkan tubuh polosnya yang dibasahi oleh air yang keluar dari shower.
__ADS_1
"Kenapa kamu masih menggunakan baju tidur?" , ucap Angelica yang langsung fokus melihat baju piyama James yang sudah basah oleh air.
"Soalnya kamu mandinya gak bangunin aku. Harusnya kan kamu bangunin aku" , ucap James yang masih melingkarkan tangannya di pinggang istri kecilnya.
"Sekarang kan kamu sudah di sini , ayo cepat buka baju kamu dan mandi. Kita harus berangkat ke bandara pagi ini. Kamu jangan buat ulah ya , kita gak boleh terlambat" , ucap Angelica dengan tegas.
"Iya , aku tau" , jawab James sambil membuka satu persatu kancing baju piyama sampai semuanya terlepas.
Setelah beberapa waktu , James dan Angelica pun sudah selesai mandi dan berjalan menuju ke wardrobe room mereka.
Angelica mengambil baju hoodie berlengan panjang miliknya yang sama dengan james dan menggunakan celana jeans yang sama juga warnanya dengan suaminya.
Selesai berdandan natural seperti biasanya , Angelica dan James berjalan turun ke bawah sambil membawa koper mereka.
"Ayo kita sarapan dulu sebelum jalan ke bandara" , ucap mama Heni yang sudah duduk di ruang makan bersama dengan suaminya.
"Iya ma" , jawab James dan Angelica bersamaan.
Sri asisten rumah tangga James , membawa koper James dan Angelica ke mobil. Sampai di luar , pak Dedi sopir pribadi Angelica langsung memasukkan kedua koper itu ke dalam bagasi mobil.
"Apa sudah semua barangnya Sri?" , tanya pak Dedi.
"Sudah semua pak" , jawab Sri.
"Baiklah , terima kasih ya" , ucap pak Dedi.
"Semua koper sudah dimasukin ke mobil ya nyonya" , ucap Sri.
"Iya Sri" , jawab mama Heni.
Sri pun berjalan menuju ke dapur dan mengerjakan pekerjaannya kembali.
Selesai sarapan pagi , James , Angelica , papa Freddy berjalan bersama menuju ke mobil.
Mama Heni berjalan menuju ke dapur untuk memberikan sejumlah uang dan pesan untuk Sri yang tinggal di rumah selama mereka pergi ke Singapura.
"Nanti tolong kamu jaga rumah dengan baik ya Sri selama kami tidak ada. Pintu rumah dan jendela , di pastikan dalam keadaan terkunci dan tertutup rapat" , ucap mama Heni.
"Baik nyonya" , jawab Sri.
Setelah memberikan pesan kepada Sri , mama Heni berjalan keluar rumah sambil diikuti oleh Sri dari belakang.
Sri mengunci pintu rumah , setelah melihat majikannya itu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Pak Dedi menjalankan mobil menuju ke bandara dengan kecepatan sedang di ibu kota yang cukup padat pagi hari itu.
Hampir satu jam di dalam perjalanan menuju ke bandara , akhirnya mobil yang di bawa oleh pak Dedi telah sampai di bandara.
Angelica , James , papa Freddy dan mama Heni turun dari mobil bersamaan.
Pak Dedi juga turun dari mobil dan mengeluarkan semua koper mereka yang ada di bagasi mobil.
Angelica , James , papa Freddy dan mama Heni pun berjalan bersama , masuk ke bandara sambil membawa koper mereka masing-masing.
Di dalam ruangan check in , sudah terlihat opa Chandra , oma Shinta , Antonio dan Sandra di sana.
James dan Angelica langsung menyapa opa oma dan papa mama nya.
Freddy dan Heni pun menyapa opa Chandra , oma Shinta beserta kedua besannya yang sudah berada di sana.
"Mana opa Surya dan oma Amel ma?" , tanya Angelica.
"Sebentar lagi juga opa Surya dan oma Amel akan sampai di sini sayang" , jawab Sandra.
"Oh , masih di jalan ya ma" , ucap Angelica.
"Iya sayang , tapi tadi katanya sudah dekat dengan bandara" , jawab Sandra.
Tiba-tiba terdengar suara yang sangat di kenali oleh mereka di sana.
"Maaf ya kami terlambat , tadi terkena macet" , ucap Surya.
"Iya , gak apa-apa pa. Kita juga baru sampai gak lama ini" , jawab Sandra.
"Iya nak" , jawab papa Surya.
"Kalian sudah check in belum?" , tanya mama Amel.
"Belum , kita masih menunggu kamu buat check in bersama " , ucap mama Shinta.
"Baiklah , kalau gitu ayo kita check in lagi" , ucap papa Surya.
Sandra pun menganggukkan kepalanya dan mereka semua berjalan bersama membawa koper mereka masing-masing menuju ke tempat check in.
Semua orang hanya membawa satu koper masing-masing , hanya Sandra yang membawa koper dan kardus besar yang berisikan makanan ringan untuk anak manja kesayangannya.
Setelah selesai melakukan check in , keluarga besar Sandra dan Antonio berjalan bersama menuju ke ruang tunggu yang ada di bandara.
__ADS_1
Tidak lama mereka menunggu , terdengar suara panggilan untuk para penumpang yang akan melakukan penerbangan ke Singapura silahkan naik ke atas pesawat.
Mereka semua pun berdiri dari duduknya dan berjalan bersama menuju ke lorong yang terhubung dengan pintu pesawat.