Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 72


__ADS_3

Angelica jalan-jalan pagi bersama opa Chandra dan oma Shinta di taman yang ada di bawah apartemen.


"Opa nanti bakal lama ya pulang ke kota A" , ucap Angelica.


"Iya , kemungkinan opa akan lama tinggal di sini. Karena oma kamu suka berada di sini" , jawab opa Chandra.


"Jadi oma dan opa akan tinggal di sini bersama dengan Alvaro?" , tanya Angelica.


"Iya sayang" , jawab opa Chandra dan oma Shinta bersamaan.


"Bagaimana kalau nanti aku kangen dengan opa dan oma?" , ucap Angelica dengan raut wajah yang sedih.


"Kamu kan bisa datang ke sini untuk menemui kami" , ucap oma Shinta.


"Tapi kan jauh oma , harus menempuh dengan menggunakan pesawat dulu" , jawab Angelica.


"Gak ada yang jauh sayang. Nyatanya sekarang kamu bisa ke sini" , ucap oma Shinta sambil tersenyum.


"Iya oma. Tapi kan aku gak bisa sering-sering datang ke sini" , ucap Angelica.


"Iya , oma tau kalau kamu memiliki kerjaan , belum lagi membuat tugas kampus dan juga yang paling penting adalah kamu sudah memilki James... Suami kamu" , ucap oma Shinta.


"Iya oma , aku juga gak tau...apa James akan memperbolehkan aku ke Singapura sering-sering" , jawab Angelica.


"Pasti boleh sayang" , ucap opa Chandra.


"Ya semoga ya opa" , jawab Angelica.


.


.


Sandra yang sedang berada di apartemen mulai sibuk membereskan semua pakaian suami tercintanya ke dalam koper.


"Hubby , nanti tolong kasihkan ini teh ini buat papa dan mama ya. Kemaren aku mau nitip dengan Angelica , tapi ternyata kamu pulang juga. Jadi kamu saja ya yang berikan kepada papa Surya dan mama Amel" , ucap Sandra.


"Iya sayang" , jawab Antonio.


"Kata mama , nanti mama mau tinggal di sini saja bersama dengan Alvaro. Apa mama sudah memberitahukannya kepada hubby?" , ucap Sandra.


"Mama gak ada bilang apa-apa sama aku sayang. Tapi kalau mama dan papa mau tinggal di sini , aku gak ada masalah" , jawab Antonio.


"Iya , tapi aku juga jadi tidak bisa pulang dalam waktu dekat ini , kalau papa dan mama masih di sini" , ucap Sandra.


"Kenapa gak bisa sayang?" , tanya Antonio.


"Aku kan yang selalu memasakkan makanan buat papa , kalau aku pulang... siapa yang akan membuatkan makanan untuk papa" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Nanti kita pikirkan ya sayang" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil terus membereskan barang-barang suaminya.


Tidak lama , Angelica bersama dengan opa Chandra dan oma Shinta sudah pulang ke apartemen.


"Alvaro belum bangun juga ya?" , tanya mama Shinta.


"Belum ma. Anak itu pasti bermain lagi sampai tengah malam" , ucap Antonio.


"Aku rasa dia mempunyai pacar di sini" , ucap Angelica.


"Dari mana kamu tau nak?" , tanya Antonio.


"Kemaren aku melihat dia chat sambil tersenyum -senyum pa" , ucap Angelica.


"Tapi papa rasa gak mungkin secepat ini dia mendapatkan pacar di sini" , ucap Antonio.


"Ya bisa jadi hanya perasaan aku saja pa" , jawab Angelica.


"Ya , kita lihat saja nanti. Nanti kan mama ada di sini , mama bisa tau dia sudah punya pacar atau belum" , ucap Antonio.


Angelica pun menganggukkan kepalanya.


Sandra yang sudah selesai membereskan semua pakaian suaminya , berjalan keluar dari kamar menuju ke dapur untuk membuatkan makan siang.


Ketika Angelica mau berjalan menuju ke kamar mandi , terdengar suara ponsel Alvaro yang berdering di atas meja belajar.


Melihat Alvaro yang sedang tidur dengan nyenyak , membuat Angelica ingin tahu siapa yang menelpon saudara kembarnya itu.


Angelica berjalan menuju ke meja belajar Alvaro dan terlihat nama Brandon yang muncul di layar ponsel Alvaro.


"Benar juga kata mama. Bisa jadi Alvaro chat sama Brandon tadi malam. Sekarang aja Brandon yang telpon dia" , gumam Angelica tanpa menjawab ponsel Alvaro dan membiarkannya berbunyi sampai akhirnya suaranya mati sendiri.


Setelah itu Angelica berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa waktu setelah Angelica masuk ke dalam kamar mandi , Alvaro pun terbangun dari tidurnya.


Alvaro berjalan keluar dari kamar dengan rambut yang masih berantakan karena baru bangun tidur.


"Ma , aku lapar" , ucap Alvaro.


"Makan dulu , tadi pagi mama beli cakwe dan bubur ayam untuk sarapan. Apa kamu mau di panaskan lagi buburnya?" , ucap Sandra.


"Iya , mau ma" , jawab Alvaro.


"Kenapa gak nanti saja makannya , sekalian makan siang" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Aku laparnya sekarang pa. Nanti juga aku bisa makan lagi" , jawab Alvaro.


"Iya , kamu kan memang makannya paling banyak. Gak tau deh mama ngidam apa dulu , sampai kamu makannya banyak begini" , ucap Antonio.


"Aku ngidamnya juga cuma makanan biasa aja hubby" , jawab Sandra sambil memanaskan bubur untuk Alvaro.


"Tuh pa , kata mama juga cuma makanan biasa" , sahut Alvaro.


"Iya iya , tapi jadi anaknya luar biasa uniknya" , ucap Antonio.


"Gini gini dia anak kamu juga lho hubby" , ucap Sandra sambil meletakkan semangkuk bubur ayam yang sudah panas di meja makan.


"Iya pa , aku kan tetap anak papa" , jawab Alvaro sambil mengambil sendok yang ada di sana.


"Iya iya" , jawab Antonio.


"Nanti kita pasti akan merindukan suasana begini ya pa" , ucap mama Shinta.


"Iya , nanti kita sudah akan jarang melihat Antonio dan Alvaro yang selalu berdebat untuk hal-hal kecil" , ucap papa Chandra sambil tersenyum.


Antonio pun langsung terdiam mendengar perkataan kedua orang tuanya.


Angelica yang sudah selesai mandi , berjalan keluar dari kamar mandi dan melihat sudah tidak ada saudara kembarnya di atas kasur.


"Akhirnya sudah bangun juga dia" , ucap Angelica sambil mengambil peralatan make up nya dan mulai berdandan seperti biasanya.


Selesai berdandan , Angelica berjalan keluar dari kamar.


"Dek , tadi ponsel kamu berbunyi saat kamu sedang tidur" , ucap Angelica.


"Kakak angkat gak telpon untuk aku?" , ucap Alvaro.


"Gak , memangnya kenapa? Kenapa wajah kamu panik seperti itu? Apa pacar kamu ya yang menelpon?" , goda Angelica sekaligus penasaran dengan perasaannya yang mengatakan bahwa Alvaro sedang dekat dengan seorang wanita.


"Siapa yang panik. Aku gak panik. Cuma kalau ada yang nelpon aku , kakak angkatin dulu aja dan bilangin aku masih tidur" , ucap Alvaro yang gak mau kakaknya mengetahui kalau dia dekat dengan seorang gadis.


"Gak la , ngapain kakak angkat. Teman kamu juga yang menelpon" , ucap Angelica.


"Siapa kak?" , tanya Alvaro.


"Kakak melihat namanya Brandon" , ucap Angelica.


"Oh" , jawab Alvaro.


Alvaro langsung menarik nafas lega , karena bukan Monika yang menelpon dia siang itu.


Memang tadi malam Alvaro terus chat sama Monika sampai larut malam karena saking serunya mereka mengobrol untuk pertama kalinya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2