Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 39


__ADS_3

Hari ini Antonio sangat senang sekali , karena bidadari cantiknya yang telah pergi selama seminggu ini , akan pulang ke kota A.


Berbeda dengan Alvaro yang sangat sedih , karena mamanya akan pulang dan dia akan tinggal sendiri di sana.


"Ma , kenapa gak menemani aku saja di sini sampai aku selesai kuliah?" , rengek Alvaro.


"Gak bisa sayang , kemaren sudah janji kan , kalau kamu gak akan merengek ketika mama pulang" , ucap Sandra sambil menutup kopernya.


"Iya ma. Tapi , kenapa hari ini aku merasa tidak rela mama pulang ke kota A?" , ucap Alvaro.


"Ingat sayang , kamu disini untuk sekolah , bukan liburan. Jadi kamu harus fokus dengan kuliah kamu , jangan terus menjadi anak yang manja" , ucap Sandra.


"Baiklah ma" , jawab Alvaro.


"Ya sudah , mama pergi dulu ya. Cab yang mama pesan sudah sampai dari tadi" , ucap Sandra sambil mengecup kening anak manjanya.


"Iya ma" , jawab Alvaro.


"Kamu baik-baik ya di sini. Jaga kesehatan" , ucap Sandra sebelum berjalan keluar dari pintu apartemen.


"Iya ma" , jawab Alvaro dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Sandra terus berjalan keluar dari apartemen menuju ke lift yang ada di sana.


Alvaro yang masih ingin mamanya berada di sana , hanya bisa terdiam dan duduk memandangi pintu apartemen yang sudah tertutup di sana.


Lift yang dimasuki oleh Sandra telah sampai ke lobby dan dia pun berjalan keluar menuju ke cab yang dipesan olehnya sebelumnya.


"Ke bandara ya tuan" , ucap Sandra dalam bahasa inggris setelah memasuki mobil cab.


"Baik nyonya" , jawab sopir cab.


Selama dalam perjalanan menuju ke bandara , sebenarnya Sandra juga sangat mengkhawatirkan anaknya yang manja itu.


"Apakah Alvaro bisa hidup sendiri di sini? Apakah Alvaro bisa mandiri? Apakah Alvaro bisa....bisa...." Semua pertanyaan itu berkecamuk di dalam pikirannya , sampai akhirnya mobil cab yang di tumpangi olehnya telah sampai di bandara.


"Kita sudah sampai nyonya" , ucap sopir itu membuyarkan lamunan Sandra.


"Baik pak" , ucap Sandra sambil mengeluarkan sejumlah dollar Singapura dan memberikannya kepada sopir tersebut.


"Terima kasih nyonya" , ucap sopir tersebut.


"Sama-sama tuan" , jawab Sandra.

__ADS_1


Sandra turun dari mobil cab sambil membawa semua barang-barangnya dengan troli yang disediakan di sana. Masuk ke dalam bandara , melakukan check in dan berjalan menuju ke ruang tunggu.


Baru Sandra akan duduk di kursi yang ada di sana , terdengar suara ponselnya berbunyi.


Terlihat nama suami yang sangat dicintainya tertera di sana. Sandra pun langsung tersenyum dan menyentuh tombol terima panggilan telpon yang ada di layar ponselnya.


"Halo hubby" , jawab Sandra.


"Halo sayang , apa kamu sudah sampai di bandara?" , tanya Antonio.


"Sudah hubby , sekarang aku sedang di ruang tunggu" , ucap Sandra.


"Baiklah sayang , nanti aku akan menjemput kamu di bandara. Aku sudah gak sabar untuk bertemu dengan kamu , sayang" , ucap Antonio.


"Iya hubby , aku juga sudah sangat merindukan hubby" , ucap Sandra.


"Iya sayang , gak lama lagi kita akan bertemu kembali" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil memutuskan sambungan telponnya.


Setelah selesai mengobrol dengan istri tersayangnya di ponsel...


"Angelica , kamu ikut papa jemput mama hari ini di bandara gak?" , tanya Antonio kepada anak perempuannya.


"Baiklah sayang" , ucap Antonio.


Setelah mengobrol dengan papanya , Angelica berjalan menuju ke kamarnya.


Antonio berjalan menuju ke luar dan masuk ke mobilnya , mengemudikan mobilnya menuju ke bandara menjemput istri tersayangnya.


......................


Di Singapura , Sandra sudah mendengar pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat. Sandra berdiri dan berjalan mengikuti antrian yang ada di sana untuk masuk ke dalam pesawat.


Alvaro yang sendirian di apartemennya. "Pasti sekarang mama sudah masuk ke dalam pesawat" , gumam Alvaro sambil melihat jam yang ada di dinding.


Alvaro yang merasa sedih di tinggal sendirian di sana , hanya bisa berjalan menuju ke kulkas dan melihat isi kulkas yang sudah penuh dengan semua makanan kesukaannya.


"Ini karena ada mama , kulkas aku bisa penuh begini. Nanti bagaimana kalau aku mau makan cemilan?" , ucap Alvaro sambil mengambil buah yang sudah di potongkan oleh mamanya sehari sebelum pulang.


Alvaro mengambil remote dengan tangannya yang satu lagi dan menyalakan televisi yang ada di sana. Alvaro memakan buahnya sambil menonton film drama yang sebenarnya dia sendiri tidak tau ceritanya bagaimana.


Setelah satu setengah jam di pesawat , akhirnya Sandra sampai juga di kota A. Antonio yang sudah menunggu dari tadi di bandara , karena sudah tidak sabar menunggu kepulangan istrinya , sudah berdiri di area kedatangan luar negeri sejak setengah jam yang lalu.

__ADS_1


Tidak lama , terlihat wajah yang masih cantik itu berjalan keluar dari pintu kaca bandara yang besar itu.


"Sayang" , ucap Antonio sambil berjalan mendekati istri tersayangnya.


"Hubby" , ucap Sandra sambil memeluk tubuh suami tercintanya.


"Aku sangat merindukan kamu , sayang" , ucap Antonio.


"Aku juga hubby. Tapi aku agak khawatir dengan Alvaro yang tinggal sendirian di sana" , ucap Sandra.


"Aku yakin dia pasti bisa tinggal sendiri di sana , sayang. Kita jangan selalu memanjakan dia. Dia itu sudah besar" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra.


Antonio membantu istri tersayangnya membawakan semua barang-barang ke dalam mobil.


"Sayang , Angelica kenapa gak ikut menjemput aku?" , tanya Sandra.


"Beberapa hari lagi , Angelica dan James akan pindah ke rumah orang tua James. Jadi mereka sedang mengumpulkan barang-barang yang akan dibawa pindah nanti" , ucap Antonio.


"Kenapa anak-anak sudah besar , malah meninggalkan kita hubby?" , ucap Sandra dengan raut wajah yang sedih.


"Gak apa-apa kan sayang. Jadi kita bisa menikmati waktu kita berdua tanpa di ganggu oleh anak-anak" , ucap Antonio sambil tersenyum.


"Tapi , pasti rumah akan menjadi sepi sekali tanpa adanya mereka" , ucap Sandra.


"Semua ini harus kita jalani sayang. Nanti kalau Alvaro sudah menikah , juga akan tinggal diluar bersama dengan istrinya" , ucap Antonio.


"Iya hubby benar" , jawab Sandra.


Sandra dan Antonio mengobrol sepanjang jalan sampai mobil yang dibawa oleh Antonio telah sampai di depan rumah mereka yang sangat megah itu.


Begitu sampai di depan rumah , Antonio dan Sandra turun dari mobil. Antonio mengeluarkan semua barang-barang yang dibawa oleh istrinya.


"Tuti" , panggil Antonio.


"Iya tuan" , jawab Tuti sambil berjalan menuju keluar.


"Nona muda sudah pulang" , ucap Tuti sambil tersenyum.


"Sudah mba" , jawab Sandra.


"Kamu tolong bawakan semua barang nona muda ke dalam" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Baik tuan" , jawab Tuti.


__ADS_2