
Hari sabtu pun tiba.... Saatnya James dan Angelica pindah ke rumah keluarga James.
"Barang-barangnya sudah semua sayang?" , tanya Sandra.
"Sudah ma" , jawab Angelica yang masih berat untuk meninggalkan rumah yang dia tinggali sejak dia masih kecil.
"Nanti baik-baik ya selama disana. Bantu-bantu juga papa dan mama mertua kamu , selama kamu berada di rumah" , pesan Sandra kepada anak perempuannya.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Kami pergi dulu ya pa , ma" , ucap James.
"Iya James , kalian baik-baik ya selama berada disana. Tolong jaga Angelica ya" , ucap Sandra.
"Iya ma , aku pasti akan selalu menjaga Angelica" , jawab James.
"Baiklah" , ucap Sandra sambil tersenyum.
Angelica memeluk papa dan mamanya terlebih dahulu , setelah itu baru dia masuk ke dalam mobil.
Selama dalam perjalanan menuju ke rumah James , Angelica hanya diam sambil memandangi jalan dari kaca mobil.
"Sayang , kamu masih sedih ya berpisah dengan papa dan mama" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
"Kalau kamu mau kan kita bisa sering-sering datang ke rumah papa dan mama" , ucap James.
"Iya" , jawab Angelica singkat.
Melihat istri kecilnya seperti itu , James memutuskan untuk fokus saja mengendarai mobilnya sampai ke rumahnya.
"Sayang , kita sudah sampai" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil membuka pintu mobil dan turun dari sana.
Pak Dedi sopir pribadi Angelica menurunkan semua barang-barang mereka dan membawakannya masuk ke dalam rumah.
"Pa , ma" , sapa James dan Angelica bersamaan.
"Iya nak , akhirnya kalian pulang juga kesini" , ucap mama Heni.
"Semoga Angelica betah ya tinggal di sini" , ucap papa Freddy.
"Iya pa" , jawab Angelica.
"Kalau ada butuh apa-apa langsung kasih tau mama ya" , ucap mama Heni yang sangat bahagia karena anak dan menantu kesayangannya sudah akan tinggal dengan mereka di sana.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Sekarang kalian lihat dulu kamar kalian , kalau ada yang mau di tambah lagi , kasih tau aja ya" , ucap papa Freddy.
__ADS_1
"Iya pa" , jawab James dan Angelica bersamaan.
Angelica dan James berjalan bersama menuju ke kamar mereka yang baru saja di renovasi.
"Bagaimana sayang? Memang kamarnya gak sebesar kamar kamu yang di rumah".
"Iya gak apa-apa sayang" , jawab Angelica sebelum James menyelesaikan perkataannya.
James memeluk pinggang istri kecilnya dari belakang.
"Semoga kamu suka ya sayang disini" , ucap James.
"Iya sayang , asalkan ada kamu , aku pasti akan suka" , jawab Angelica yang sebenarnya masih merindukan kamar lamanya.
"Terima kasih ya sayang" , ucap James sambil mengecup leher putih istri kecilnya.
Setelah semua barang-barang sudah masuk ke dalam kamar mereka , Angelica dan James mulai membongkar barang-barangnya.
Angelica memilih untuk membuka koper baju terlebih dahulu dan menyusun semua baju-baju dia dan suaminya di wardrobe room yang ada di sana.
James juga mengeluarkan bajunya dari dalam koper dan meletakkannya di dekat istri kecilnya. Karena James sudah mengetahui kalau Angelica gak suka dengan susunan yang berantakan.
Angelica dengan cekatan menyusun setiap baju sesuai dengan warna yang ada.
Sampai tidak terasa hari pun mulai malam , terdengar ada suara ketukan di pintu kamar mereka.
James berjalan untuk membukakan pintu dan terlihat mamanya yang ada di sana.
"Iya ma , sebentar lagi aku turun bersama Angelica" , jawab James.
"Baiklah , mama tunggu di ruang makan ya" , ucap mama Heni.
"Iya ma" , jawab James.
James berjalan memasuki kamar , menuju ke wardrobe room mereka...
"Sayang , mama panggil kita untuk makan malam dulu" , ucap James.
"Baiklah sayang , aku juga sudah mulai lapar" , jawab Angelica.
James dan Angelica berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.
"Ayo kita makan lagi" , ucap papa Freddy.
"Iya pa" , jawab James dan Angelica bersamaan.
Seperti biasa yang dilakukannya di rumahnya , Angelica menyiapkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu.
Mama Heni dan papa Freddy langsung tersenyum melihat menantunya yang sangat cantik , pintar dan baik ini.
"Jadi mulai senin besok , Angelica sudah mulai masuk kuliah ya" , ucap mama Heni.
__ADS_1
"Iya ma , besok mulai ospek dulu" , jawab Angelica.
"Kalau ada yang gak mengenakkan selama ospek , kasih tau papa saja ya. Nanti papa tegur kampus nya" , ucap papa Freddy.
"Iya pa" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Biasanya ospek kan begitu-begitu saja" , ucap mama Heni.
"Terkadang ada juga yang keterlaluan ma. Semoga saja Angelica gak kena yang aneh-aneh" , ucap papa Freddy.
"Iya , aku juga berharap istri aku gak disuruh melakukan yang macam-macam" , ucap James sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya.
Angelica hanya tersenyum mendengar percakapan mertua dan suaminya.
Dalam hatinya pun dia merasa lega , karena mertuanya sungguh sangat menyayanginya.
Selesai makan malam , Angelica dan James berjalan kembali menuju ke kamar mereka.
"Sayang , besok saja dilanjutin lagi beberesnya ya. Kita juga sudah capek seharian ini" , ucap James sambil duduk di kursi sofa yang ada disana dan mengambil remote untuk menyalakan televisi yang ada di dalam kamarnya.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil duduk di sebelah tubuh suaminya.
Angelica dan James menonton film yang diputar disana. Setelah film itu habis , mereka memutuskan untuk mandi , karena sudah seharian bekerja.
Selama mandi , tangan James mulai nakal menyentuh tubuh istrinya.
"Sayang , jangan di sini ya" , ucap Angelica.
"Kalau gitu di dalam kamar boleh?" , ucap James sambil menaikkan alisnya.
Angelica hanya menganggukkan kepalanya untuk merespon perkataan suami tercintanya.
James langsung tersenyum bahagia dan mengangkat tubuh polos istrinya yang masih basah dengan air tersebut.
"Sayang , di keringkan dulu tubuhnya. Nanti kasur kita basah semua" , ucap Angelica.
"Tapi aku sudah gak bisa menahannya lagi sayang , sudah beberapa hari ini kita kan sibuk untuk pindahan. Jadi aku belum sempat bermesraan dengan kamu" , jawab James.
"Tapi aku gak mau kalau kasur kita menjadi basah. Nanti gak nyaman untuk ditiduri" , jawab Angelica.
Akhirnya James pun mengalah dan menurunkan tubuh istrinya.
James mengambil handuk yang tergantung disana dan mereka pun mengeringkan tubuh mereka.
Selesai mengeringkan tubuh , James yang sudah gak sabaran , langsung mengangkat tubuh mungil istri kecilnya dan membawanya sampai ke atas kasur mereka.
James meletakkan tubuh polos Angelica dengan sangat lembut di atas kasur dan setelah itu dia pun mulai menciumi setiap inchi dari tubuh istri kecilnya yang sudah menjadi candu baginya.
Angelica hanya bisa menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya , sampai mereka berdua mencapai kenikmatan bersama.
Selesai bercinta , James pun menciumi kening istri kecilnya dan membawa tubuh mungil Angelica ke dalam pelukannya.
__ADS_1