Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 43


__ADS_3

Hari pertama masuk kampus pun dimulai.


Angelica pagi itu mulai bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


"Sayang , nanti jangan dekat dengan cowok ya selama kamu di kampus" , ucap James sambil mengunakan kemejanya.


"Kamu cemburu ya sayang" , ucap Angelica sambil tersenyum tipis.


"Iya la , kamu kan hanya milik aku. Gak boleh ada orang lain yang memiliki kamu selain aku" , jawab James.


"Kamu tenang saja sayang , aku kan istri sah kamu. Di jari aku juga sudah tersemat cincin pernikahan kita. Gak akan ada yang berani mendekati aku" , jawab Angelica sambil berjalan dan memeluk tubuh suami tercintanya.


"Kamu belum tau aja para cowok cowok buaya di luar sana" , ucap James yang memiliki rasa kekhawatiran di dalam dirinya.


"Hati aku tetap milik kamu sayang" , jawab Angelica.


"Iya sayang" , jawab James sambil memeluk tubuh istri kecilnya dengan erat.


Setelah itu James dan Angelica berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.


"Ayo sarapan dulu" , ucap mama Heni sambil tersenyum.


"Iya ma" , jawab Angelica dan James.


Pagi itu , Angelica gak menyiapkan sarapan untuk suaminya , karena disana sudah tersedia makanan untuk masing-masing orang.


"Pasti mama yang menyiapkan semuanya" , ucap Angelica dalam hatinya.


Angelica dan James sarapan bersama dengan orang tua mereka sambil mengobrol ringan sampai sarapan mereka habis.


"Aku pergi ke kampus dulu ya pa , ma" , ucap Angelica.


"Iya nak" , jawab papa Freddy dan mama Heni bersamaan.


"Nanti setelah pulang dari kampus , kamu langsung pulang kesini gak?" , tanya mama Heni.


"Gak ma , nanti aku ke All Star Hotel dulu" , jawab Angelica.


"Baiklah" , jawab mama Heni.


Angelica dan James berjalan keluar rumah setelah berpamitan dengan papa Freddy dan mama Heni.


"Sayang , aku pergi ke kantor ya" , ucap James sambil mengecup lembut bibir istri kecilnya.


"Iya sayang , hati-hati di jalan" , ucap Angelica.


"Iya sayang , kamu juga hati-hati selama di kampus. Jaga selalu hati kamu buat aku" , ucap James.


"Iya sayangku , hati aku cuma untuk kamu" , jawab Angelica.


James pun langsung tersenyum dan berjalan menuju ke mobilnya setelah melihat istrinya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Pak Dedi sopir pribadi Angelica menjalankan mobil sampai menuju ke parkiran Universitas A. Angelica pun turun dari mobil , setelah mobil terparkir dengan rapi di sana.


Ketika Angelica berjalan memasuki lorong kampus , terdengar suara yang sangat dikenalinya disana.


"Angelica".


Angelica pun membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang memanggilnya dan ternyata benar....Esmeralda.


"Hi Esmeralda" , ucap Angelica.


"Alvaro mana? Kenapa kamu hanya jalan sendiri?" , ucap Esmeralda yang gak melihat orang yang dicintainya disana.


"Alvaro kuliah di Singapura" , jawab Angelica.


"Kenapa dia membohongi aku? Dia bilang kalau dia kuliah di universitas A" , jawab Esmeralda dengan wajah yang kesal.


"Papa aku yang meminta Alvaro untuk kuliah di Singapura" , ucap Angelica.


"Kenapa Alvaro gak memberitahukannya kepada aku?" , ucap Esmeralda.


"Memangnya kalau Alvaro memberitahukan kepada kamu , kamu juga akan kuliah di Singapura?" , tanya Angelica.


"Ya iya la , aku pasti akan pergi kemana orang yang aku cintai pergi" , jawab Esmeralda.


"Tapi kamu sudah terlambat , Alvaro sudah berada disana sekarang. Gak mungkin juga kan kamu pindah kuliah lagi" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Iya juga sih" , ucap Esmeralda dengan raut wajah yang sedih.


Tidak lama terdengar suara bel tanda masuk berbunyi dan semua mahasiswa baru di minta untuk berkumpul di lapangan.


Para senior disana mulai memberikan kata pembukaan dan setelah itu mereka disuruh untuk masuk ke kelas menurut jurusan masing-masing.


********


Alvaro yang juga sudah masuk ke kampus , merasa canggung karena tidak ada satu pun mahasiswa atau mahasiswi yang dikenali olehnya disana.


Alvaro hanya mengikuti instruksi yang ada disana , sampai dia masuk ke dalam kelas sesuai dengan jurusan yang diambilnya.


"Hai" , sapa seorang pria yang duduk di sebelahnya.


"Hai" , jawab Alvaro.


"Nama kamu siapa? Kamu berasal dari mana?" , tanya pria tersebut.


"Aku Alvaro dari Indonesia".


"Aku Brandon dari Kanada. Senang berkenalan dengan kamu" , ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.


Alvaro pun menjabat tangan pria yang menjadi teman pertamanya saat masuk kampus.


"Senang juga berkenalan dengan kamu" , ucap Alvaro sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu mereka mendengarkan kakak senior yang menjelaskan tentang lingkungan kampus.


Berbeda dengan ospek yang ada di Indonesia yang penuh dengan arahan yang aneh-aneh dan disuruh mengerjakan hal-hal yang tidak masuk di akal.


Di sana Alvaro lebih banyak diberikan waktu untuk berdiskusi sambil saling mengenal dengan mahasiswa baru lainnya. Setelah itu mereka juga keluar untuk berkeliling kampus dan dijelaskan semua ruang dan fasilitas yang ada disana.


Sampai siang , akhirnya tibalah jam pulang kampus. Alvaro mengambil tas nya dan mulai melangkahkan kakinya.


"Kamu langsung pulang atau pergi bermain dulu?" , tanya Brandon.


"Aku masih mau cari makan dulu" , jawab Alvaro yang memang sudah merasakan lapar di perutnya.


"Bolehkah aku ikut bersama dengan kamu?" , tanya Brandon.


"Boleh" , jawab Alvaro yang sangat senang , akhirnya dia tidak pergi makan sendirian lagi.


Alvaro dan Brandon berjalan bersama keluar dari kampus , dan mencari tempat makan yang ada di dekat sana.


"Kamu tinggal dengan siapa di sini?" , tanya Brandon.


"Aku tinggal sendiri" , jawab Alvaro.


"Asik ya. Kalau aku tinggal dengan bibi aku selama aku kuliah di sini" , ucap Brandon.


"Kenapa kamu dari Kanada , memilih untuk kuliah di Singapura?" , tanya Alvaro.


"Aku hanya ingin mengganti suasana saja" , jawab Brandon.


"Apakah di Kanada tidak sebagus di sini?" , tanya Alvaro.


"Bukan begitu , aku hanya ingin mencoba tempat yang baru saja" , jawab Brandon.


"Baiklah" , jawab Alvaro.


Ketika berjalan mereka melihat ada restoran sushi di sana , Alvaro dan Brandon pun masuk ke dalam restoran.


Alvaro mulai melihat menunya dan memesan beberapa makanan yang ada disana.


Brandon yang melihat pesanan Alvaro yang dibilang cukup banyak itu pun langsung terkejut.


"Itu buat kamu makan sendirian?" , tanya Brandon.


"Iya" , jawab Alvaro.


"Gak disangka ya , tubuh kamu kecil begini , tapi makannya banyak juga" , ucap Brandon.


"Iya , aku gak akan cukup kalau makan sedikit saja , tidak lama lagi pasti perut aku akan terasa lapar lagi" , ucap Alvaro.


Brandon pun hanya menganggukkan kepalanya sambil memesan makanannya.


Sambil menunggu pesanan mereka datang , Alvaro dan Brandon pun berbincang santai disana.

__ADS_1


Mereka berbincang tentang usaha yang dimiliki oleh orang tua mereka masing-masing.


Betapa terkejutnya Brandon ketika mengetahui bahwa Alvaro adalah anak dari pengusaha hotel ternama di Indonesia.


__ADS_2