Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 51


__ADS_3

"Apa yang terjadi pada jantung aku? Apakah jantung aku sakit?" , ucap Alvaro sambil memegang dadanya.


"Kamu kenapa Alvaro?" , tanya Brandon yang sempat mendengarkan ucapan Alvaro , meskipun tidak terlalu jelas.


"Kayaknya dada aku sakit. Kita pulang saja ya" , ucap Alvaro.


"Kenapa tiba-tiba bisa sakit? Bukankah tadi kamu baik-baik saja" , ucap Brandon.


"Aku juga tidak tau , tiba-tiba aku merasakan jantung aku ini berdebar-debar tidak menentu" , jawab Alvaro.


"Apa kamu mau memeriksakannya ke rumah sakit?" , tanya Brandon.


"Jangan dulu , kayaknya lebih baik aku istirahat di apartemen dulu" , ucap Alvaro.


"Baiklah. Apa kamu mau aku temani?" , ucap Brandon yang mulai khawatir dengan keadaan Alvaro.


"Boleh" , jawab Alvaro.


Brandon menemani Alvaro sampai ke apartemen.


"Wah , bagus sekali apartemen kamu" , ucap Brandon ketika sudah masuk ke dalam apartemen Alvaro.


"Iya , orang tua aku yang memilihkan apartemen ini untuk aku" , ucap Alvaro.


"Enak sekali kamu bisa tinggal sendiri" , ucap Brandon.


"Kenapa kamu gak tinggal sendiri saja?" , ucap Alvaro.


"Aku masih belum bisa untuk tinggal sendiri" , jawab Brandon.


"Kenapa gak bisa?" , tanya Alvaro.


"Karena aku gak bisa mencuci baju , mencuci piring , belum membersihkan tempatnya" , ucap Brandon.


"Aku juga tidak bisa melakukan semua itu sendirian" , jawab Alvaro.


"Kenapa apartemen kamu bisa bersih sekali?" , tanya Brandon sambil melihat ke sekeliling apartemen.


"Karena mama aku memperkerjakan asisten rumah tangga yang akan datang dua hari sekali untuk membersihkan apartemen ini" , jawab Alvaro.


"Enaknya hidup jadi kamu" , ucap Brandon.


"Ya iya la , aku kan anak kesayangan mama aku" , ucap Alvaro.


"Ngomong-ngomong , kenapa kamu sekarang kelihatan baik-baik saja?" , ucap Brandon yang melihat Alvaro yang tidak istirahat di atas kasurnya.


Alvaro memegang dadanya...


"Iya lho , sekarang aku sudah baik-baik saja. Jantung aku juga tidak berdetak lebih cepat lagi" , ucap Alvaro.


"Apa kamu suka dengan gadis yang melukis itu?" , tanya Brandon.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tahu? Aku saja belum kenal dengan dia" , ucap Alvaro.


"Tadi kamu mengatakan kalau jantung kamu berdetak lebih cepat. Itu tandanya kamu suka dengan dia , meskipun kamu belum kenal dengan gadis itu" , ucap Brandon.


"Apakah kalau seperti itu tandanya suka?" , tanya Alvaro dengan polosnya.


"Kamu belum pernah jatuh cinta ya" , ucap Brandon.


Alvaro pun menggelengkan kepalanya.


"Aku yakin 100% kamu pasti jatuh cinta dengan gadis itu" , ucap Brandon.


"Dari mana kamu bisa sangat yakin seperti itu?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.


"Kita lihat saja nanti , pasti tebakan aku benar. Kalau benar tebakan aku ini , kamu harus mentraktir aku makan ya" , ucap Brandon.


"Ya baiklah , gampang lah itu. Tapi bagaimana aku bisa jatuh cinta?" , ucap Alvaro.


"Kita lihat saja nanti. Kalau nanti kita pergi melihat gadis itu dan jantung kamu berdetak lebih cepat lagi , maka itu artinya kamu sedang jatuh cinta" , ucap Brandon sambil berjalan mengelilingi Alvaro yang duduk di kursi sofa single itu.


"Sudah ah , aku jadi merasa lapar mendengarkan kamu" , ucap Alvaro.


"Ok , ayo kita pergi makan" , ucap Brandon sambil tersenyum.


Alvaro dan Brandon berjalan bersama keluar dari apartemen dan pergi mencari restoran yang ada di sekitar lingkungan apartemen milik Alvaro.


Setelah menemukan restoran yang cukup menarik perhatian Alvaro dan Brandon. Mereka berjalan masuk ke dalam restoran dan melihat menu yang ada disana.


*********


Keesokan paginya , Angelica mulai bersiap-siap untuk memulai pelajaran di kampus.


"Sayang , nanti setelah selesai kuliah , kamu pulang ke rumah atau ke All Star Hotel?" , tanya James.


"Aku ke All Star Hotel ya sayang" , jawab Angelica.


"Baiklah. Apa kamu mau bawa bekal makan siang dari rumah?" , tanya James.


"Gak usah sayang , nanti kan aku selesai kuliah jam 1 siang. Aku makan di restoran All Star Hotel saja" , ucap Angelica.


"Apa kamu gak mau bawa makanan kecil? Siapa tau sebelum jam makan siang , kamu sudah lapar" , ucap James.


"Aku bukan anak kecil lagi sayang. Nanti kalau aku lapar sebelum selesai kuliah , aku bisa makan di kantin sayang" , jawab Angelica sambil tersenyum tipis.


"Baiklah sayang" , ucap James.


Setelah itu James dan Angelica berjalan bersama menuju ke meja makan.


"Pa , ma" , sapa Angelica dan James yang baru sampai disana.


"Iya nak" , jawab papa Freddy n mama Heni.

__ADS_1


"Ayo makan dulu nak" , ucap mama Heni kepada Angelica.


"Iya ma" , jawab Angelica yang sedang mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Mau bawa makanan untuk selama di kampus?" , tanya mama Heni.


"Gak usah ma , di sana ada kok kantinnya" , ucap Angelica.


"Baiklah" , jawab mama Heni.


Angelica dan James sarapan bersama dengan papa Freddy dan mama Heni sambil mengobrol santai.


Setelah makanan mereka habis , James dan Angelica berpamitan untuk pergi kepada papa Freddy dan mama Heni.


Baru mereka jalan bersama keluar dari rumah.


"Aku pergi kerja dulu ya sayang. Kamu fokus belajar saja ya selama di kampus" , ucap James sambil mengecup seluruh wajah istri kecilnya.


"Iya sayang , aku pasti akan fokus belajar. Gak mungkin juga dong aku main-main" , jawab Angelica sambil terkekeh.


"Kalau urusan belajar , aku tau kamu pasti akan fokus dan tidak akan main-main. Aku maunya kamu hanya fokus dengan materi yang ada , jangan melihat cowok cowok yang ada di kampus" , ucap James.


"Iya sayang , aku kan sudah menjadi istri kamu. Mana mungkin aku mau dengan lelaki lain" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Aku percaya sama kamu sayang. Cuma aku gak percaya saja dengan cowok-cowok di kampus" , ucap James.


"Kamu cemburu ya" , goda Angelica.


"Ya iya la sayang. Aku gak mau kalau nanti kamu menemukan pria lain dan minta berpisah dengan aku" , ucap James.


"Gak mungkin sayang. Aku hanya cintanya sama kamu" , jawab Angelica.


"Baiklah sayang , kalau gitu aku pergi ke kantor dulu ya" , ucap James.


"Iya sayang" , jawab Angelica.


James dan Angelica masuk ke dalam mobil mereka masing-masing. Pak Dedi langsung menjalankan mobil menuju ke Universitas A.


Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh pak Dedi telah sampai di parkiran Universitas A.


Angelica berjalan turun dari mobil dan memasuki area kampus.


"Angelica" , terdengar suara yang sangat dikenali olehnya dan memanggilnya lagi. Angelica pun menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.


"Iya Esmeralda" , ucap Angelica.


Esmeralda berjalan dengan cepat sampai di hadapan Angelica.


"Angelica , apa aku boleh minta nomor telpon Alvaro di Singapura" , ucap Esmeralda.


"Ya sudah , ini aku kasih" , ucap Angelica yang gak tega melihat Esmeralda yang selalu mengejar-ngejar Alvaro , meskipun Alvaro tidak suka dengannya.

__ADS_1


__ADS_2