Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 56


__ADS_3

Antonio dan keluarga besarnya telah sampai di Singapura.


Alvaro sudah berada di hotel tempat mereka akan nginap untuk menemui uncle Alex , aunty Dona dan Penelope yang sudah terlebih dahulu sampai di sana.


"Bagaimana kamu selama di sini sendirian? Betah?" , tanya uncle Alex.


"Betah uncle" , jawab Alvaro.


"Gak disangka ya , Alvaro yang biasanya manja bisa hidup sendiri di Singapura" , ucap Penelope.


"Ya bisa la kak , kan aku sudah besar" , jawab Alvaro.


"Apa kamu sudah memiliki teman di sini?" , tanya aunty Dona.


"Sudah aunty , teman aku itu dari Kanada. Ternyata usaha keluarganya sama dengan aku , perhotelan" , ucap Alvaro.


"Bagus dong , nanti kamu bisa bekerja sama dengan dia" , ucap uncle Alex.


"Kalau itu belum pasti uncle" , jawab Alvaro.


"Kenapa belum pasti? Anak laki-laki kan selalu akan menjalankan usaha orang tuanya" , ucap uncle Alex.


"Kenapa uncle gak menjalankan All Star Hotel?" , ucap Alvaro yang balik bertanya.


"Karena uncle lebih suka menjadi produser" , jawab Alex.


"Ya sama dengan Brandon , dia lebih suka menjadi seorang arsitek" , ucap Alvaro.


"Namanya bagus juga. Masih single gak?" , tanya Penelope.


"Masih kak , ganteng lagi. Tapi kan dia seusia aku kak" , ucap Alvaro yang tiba-tiba benar.


"Kamu fokus dulu saja dengan karir kamu" , ucap Alex.


"Iya pa" , jawab Penelope.


Tidak lama Antonio dan rombongannya pun telah sampai di hotel.


Sandra langsung mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama anak manja kesayangannya di layar ponselnya.


Tidak lama terdengar suara dari sana...


"Halo mama" , ucap Alvaro dengan semangat.


"Halo sayang , kamu dimana? Mama , papa dan yang lainnya sudah sampai di hotel" , ucap Sandra.


"Aku sudah di hotel ma. Sekarang aku di kamar uncle Alex" , jawab Alvaro.


"Ok , kamu kasih tau uncle ya kalau kami sudah sampai" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Alvaro sambil memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


"Uncle , aunty , mama , papa dan yang lainnya sudah sampai di hotel" , ucap Alvaro dengan bahagia.


"Baiklah , ayo kita pergi menemui mereka di lobby sekarang" , ucap uncle Alex.


"Iya uncle" , jawab Alvaro.


Alvaro , Alex , Dona dan Penelope berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke lobby.


"Mama" , panggil Alvaro yang langsung berlari dan memeluk tubuh mamanya.


"Iya sayang. Kamu baik-baik saja kan di sini sendirian" , ucap Sandra sambil memeluk tubuh anaknya.


"Baik ma. Aku kangen banget sama mama" , ucap Alvaro.


"Iya nak , mama juga kangen banget sama kamu" , jawab Sandra.


"Jadi Alvaro kangennya cuma sama mama. Sama oma dan opa gak kangen ya" , ucap oma Amel.


"Kangen juga oma" , jawab Alvaro yang melepaskan pelukannya dan berjalan mendekati oma dan opa nya.


Alvaro memeluk oma Amel , opa Surya , oma Shinta dan opa Chandra.


"Kamu semakin gemuk di sini" , ucap opa Chandra.


"Iya opa , makanan di sini enak-enak" , jawab Alvaro sambil terkekeh.


"Dia makan enak terus pa. Tagihan bulanan dia aja lebih banyak jumlahnya dari pada belanjaan aku" , ucap Antonio.


"Iya ma , aku gak mempermasalahkannya. Tapi , masa dia gak menyambut kedatangan papa nya" , ucap Antonio yang gak di peluk oleh anak laki-lakinya.


"Iya papa , maaf" , ucap Alvaro yang berjalan dan memeluk papa nya.


Mereka semua hanya tersenyum melihat anak dan bapak yang sering berantem itu , kecuali orang tua James yang tidak mengetahui bagaimana Alvaro dan Antonio.


"Dek , kamu gak mau peluk kakak juga?" , ucap Angelica yang melihat dari tadi.


"Iya kakak , tapi kan kakak gak pernah kangen sama aku" , ucap Alvaro setelah melepaskan pelukannya dari papanya.


"Siapa bilang kakak gak pernah kangen sama kamu. Kakak sudah kangen buat ngeledek kamu" , ucap Angelica.


"Tuh kan , kakak selalu gitu" , ucap Alvaro dengan raut wajah yang mulai kesal.


"Wah...wah...kalau sudah bertemu keluarga Antonio pasti selalu heboh ya" , ucap Angga dan keluarganya yang baru sampai di lobby hotel.


Mereka semua langsung melihat ke arah suara itu.


"Iya nak , kalau gak ada keluarga Antonio , gak seru" , ucap mama Shinta.


"Mama lagi pakai nambah-nambahin" , ucap Antonio.


"Tapi itu benar lho Antonio" , ucap Alex.

__ADS_1


"Kak Alex lagi ikut mendukung" , ucap Antonio sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka semua hanya tertawa melihat Antonio.


Setelah itu Angga , Bella , Karen , Kiki dan Friska menyapa semua orang yang ada di sana.


"Kalian sudah check in belum?" , ucap Angga.


"Sudah kak , aku cuma menunggu cardlock nya aja" , jawab Antonio.


Angga pun menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke meja resepsionis untuk mengurus check in. Setelah mereka semua mendapatkan cardlock masing-masing , mereka berjalan memasuki lift dan menuju ke kamar masing-masing untuk memasukkan barang-barang mereka dan beristirahat sejenak.


"Nanti malam kita kumpul di restoran hotel ya" , ucap opa Chandra.


"Iya" , jawab mereka semua.


Sandra dan Antonio masuk ke kamar mereka bersama dengan opa Chandra , oma Shinta , opa Surya , oma Amel dan juga Alvaro.


"Sayang , di dalam kardus ini semuanya makanan ringan untuk kamu ya" , ucap Sandra kepada Alvaro.


"Terima kasih mama" , ucap Alvaro sambil memeluk tubuh mamanya.


"Bilang terima kasih juga sama oma Shinta dan oma Amel. Karena bukan cuma mama saja yang membelikannya , tapi ada dari oma juga" , ucap Sandra.


Alvaro langsung berjalan mendekati oma Shinta dan oma Amel , memeluk mereka sambil mengucapkan terima kasih.


"Yang penting Alvaro di sini belajar dengan serius. Apa yang Alvaro mau , nanti oma belikan" , ucap oma Shinta.


"Iya oma. Aku selalu belajar dengan serius di sini" , jawab Alvaro.


"Baguslah kalau kamu belajar dengan serius" , ucap Antonio yang juga mendengarkannya.


"Ya , meskipun aku gak suka dengan jurusannya , tapi aku pasti akan mempelajarinya sampai aku bisa mendapatkan nilai terbaik" , ucap Alvaro.


"Ok , papa akan menunggu untuk melihat hasilnya" , ucap Antonio.


"Papa lihat saja nanti" , jawab Alvaro.


Meskipun Alvaro sangat manja , tapi kalau soal belajar , Alvaro selalu ingin mendapatkan nilai yang terbaik. Mau pelajaran apa , dia pasti akan serius mempelajarinya.


Alvaro melepaskan kangen sambil mengobrol bersama mama , opa dan oma nya.


Antonio masih serius melihat ke layar laptopnya dan membaca email perusahaan yang masuk.


"Papa sampai di sini pun masih kerja saja ma" , ucap Alvaro.


"Pekerjaan papa itu sangat banyak nak , makanya nanti setelah kamu lulus kuliah , kamu bantu papa ya di All Star Hotel" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Alvaro yang memang sudah pasti akan di suruh menjalankan All Star Hotel.


"Opa senang kalau cucu cucu opa ini mau menjalankan All Star Hotel. Jadinya usaha yang opa rintis akan terus berkembang" , ucap opa Chandra sambil batuk-batuk kecil.

__ADS_1


__ADS_2