
Pagi itu berbeda dengan pagi biasanya...
Alvaro yang mau berangkat ke kampus bisa pamitan kepada papa , mama beserta opa dan omanya.
"Aku pergi ke kampus dulu ya" , ucap Alvaro ketika sudah berada di depan pintu kamar hotel.
"Iya , hati-hati di jalan ya" , ucap Sandra , opa Chandra dan oma Shinta.
"Iya" , jawab Alvaro sambil tersenyum.
Alvaro berjalan keluar dari kamar hotel dengan perasaan yang sangat bahagia. Sejak dia tinggal di Singapura , baru hari itu dia bisa merasakan perasaan seperti dulu lagi ketika dia berada di kota A.
Antonio dan Sandra mengobrol bersama dengan papa Chandra dan mama Shinta di dalam kamar hotel.
"Ma , pakaian papa yang mau di bawa ke rumah sakit kayaknya harus di tambah lagi. Apa mau kita pergi beli dulu hari ini?" , tanya Sandra.
"Iya boleh sayang , kita harus beli beberapa pakaian yang nyaman untuk papa gunakan selama di rumah sakit" , ucap mama Shinta.
"Nanti kan papa juga pakai pakaian rumah sakit , jadi gak usah di beli" , ucap papa Chandra.
"Tapi baju papa semuanya baju formal. Karena kita kan awalnya datang cuma untuk melihat konser Penelope. Jadi mama tetap harus membeli baju yang nyaman untuk papa kenakan nanti setelah keluar dari rumah sakit" , ucap mama Shinta.
"Baiklah , apa papa mau ikut pergi juga ke mall?" , tanya Antonio.
"Papa lebih baik istirahat saja di hotel nak. Kalau kamu mau pergi dengan mama dan Sandra , gak apa-apa" , ucap papa Chandra.
"Gak pa , aku menemani papa saja di sini. Ada beberapa pekerjaan juga yang harus aku lihat" , ucap Antonio.
"Baiklah" , jawab papa Chandra.
"Ma , apa kita ajak kak Dona dan Penelope juga untuk pergi bersama kita?" , ucap Sandra.
"Iya boleh nak" , ucap mama Shinta.
"Aku pergi dulu ya hubby , pa" , ucap Sandra.
"Iya" , jawab Antonio dan papa Chandra bersamaan.
Setelah berpamitan , Sandra dan mama Shinta keluar bersama dari kamar. Ketika mereka baru melangkahkan kaki beberapa langkah di sana.
"Mama dan Sandra mau kemana?" , tanya Alex.
"Mama mau pergi ke mall , kebetulan ada Dona dan Penelope , kalian mau ikut ke mall juga gak?" , tanya mama Shinta.
"Mau" , jawab Dona dan Penelope bersamaan.
"Papa dan Antonio ada di kamar ma?" , tanya Alex.
"Ada nak" , jawab mama Shinta.
"Baiklah , aku pergi menemui papa dan Antonio ya" , ucap Alex.
__ADS_1
"Iya nak" , jawab mama Shinta.
Mama Shinta , Sandra , Dona dan Penelope berjalan bersama menuju ke lobby dan meminta tolong petugas di sana untuk memanggilkan cab.
Setelah menunggu beberapa waktu , cab yang di pesan oleh petugas hotel pun telah sampai. Mama Shinta , Sandra , Dona dan Penelope memasuki cab.
Sopir cab pun membawa mobil menuju ke mall yang di sebutkan oleh Sandra.
"Tumben kita ke mall ma" , ucap Dona.
"Mama mau membeli beberapa baju buat papa untuk nanti setelah keluar dari rumah sakit" , jawab mama Shinta.
"Aku mau beli baju juga , boleh ya ma" , ucap Penelope.
"Baju kamu kan sudah banyak" , jawab Dona.
"Tapi aku kan pengen model terbaru lagi ma" , jawab Penelope.
"Kemaren baju untuk konser kamu saja , sudah banyak mengeluarkan biaya nak" , ucap Dona.
"Tapi ma" , ucap Penelope sambil menundukkan wajahnya.
"Kalau Penelope mau beli baju , gak apa-apa beli saja. Nanti oma yang bayarkan" , ucap oma Shinta.
"Beneran oma" , ucap Penelope sambil mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Jangan ma , baju nya Penelope sudah banyak sekali" , ucap Dona.
"Kalau Penelope mau , gak apa-apa Dona. Mama kan jarang banget belikan barang buat Penelope. Anggap saja ini hadiah buat Penelope yang sudah sukses di konser piano nya" , ucap mama Shinta.
"Iya , sama-sama cucu oma yang cantik dan pintar" , ucap oma Shinta sambil tersenyum.
Sandra hanya tersenyum melihat Penelope yang dulu waktu kecil lebih banyak diam dan bermain game , sekarang sudah menjadi wanita remaja yang lincah , cantik dan pintar bermain piano.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh supir cab telah sampai di depan salah satu mall terbesar di Singapura.
Sandra membayar sejumlah uang dollar yang sesuai dengan angka yang tertera di argo. Setelah membayarnya , mereka pun berjalan bersama memasuki mall yang besar itu.
Penelope yang sangat bahagia , langsung memasuki toko yang menjadi merek favorit nya. Penelope mulai memilih beberapa baju di sana untuk di cobanya.
Berkali-kali Penelope keluar masuk dari ruangan fitting yang ada di sana.....
"Bagus gak oma , aunty?" , tanya Penelope.
"Bagus , kamu mau pakai apa pun keliatan bagus sayang" , ucap Sandra.
"Terima kasih aunty. Tapi sekarang aku jadi bingung mau pilih yang mana" , ucap Penelope sambil melihat setumpuk baju di sana.
"Ya sudah , ambil semuanya saja" , ucap oma Shinta.
"Jangan ma , nanti Penelope jadi kebiasaan" , ucap Dona.
__ADS_1
"Gak apa-apa Dona , cuma sekali ini saja" , jawab mama Shinta.
"Baiklah ma" , jawab Dona yang sudah tidak bisa membantah mama mertuanya.
Penelope sangat senang sekali membawa beberapa paper bag yang berisikan belanjaannya itu.
"Apa Penelope masih mau belanja lagi?" , tanya oma Shinta.
"Masih boleh oma?" , tanya Penelope dengan bersemangat.
"Sudah ma , kita langsung cari baju untuk papa saja" , ucap Dona sebelum mama mertuanya menyetujui permintaan anaknya.
"Baiklah , kita cari baju buat papa lagi ya" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Sandra dan Dona.
Penelope hanya bisa diam sambil bergumam dalam hati...
"Coba kalau mama gak menyela pembicaraan aku dan oma , pasti aku bisa mendapatkan lebih banyak baju bagus lagi".
.
.
Ketika mencari baju untuk papa Chandra , tiba-tiba ponsel Sandra berbunyi di sana.
Sandra pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan melihat siapa yang menelponnya.
Begitu terlihat nama anak manja kesayangannya di sana , Sandra langsung tersenyum dan menyentuh tombol tanda terima panggilan yang ada di sana.
"Halo nak" , jawab Sandra.
"Halo ma , aku sudah selesai kuliah. Mama sekarang sedang di mana? Kenapa banyak suara berisik dari sana?" , tanya Alvaro.
"Mama sedang di mall sayang" , jawab Sandra.
"Mama ke mall sendirian atau bersama dengan papa?" , tanya Alvaro.
"Mama ke mall bersama dengan oma Shinta , aunty Dona dan Penelope" , jawab Sandra.
"Ok ma , sekarang mama di mall mana?" , tanya Alvaro.
Sandra pun menyebutkan nama mall yang sedang dia kunjungi itu.
"Baiklah ma , aku jalan ke sana ya sekarang" , ucap Alvaro.
"Iya sayang" , jawab Sandra sambil memutuskan sambungan ponselnya.
"Alvaro mau ke sini Sandra?" , tanya mama Shinta.
"Iya ma. Alvaro sedang jalan menuju ke sini dari kampusnya" , jawab Sandra.
__ADS_1
"Baiklah , sudah lama juga mama gak jalan-jalan sama Alvaro" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Sandra sambil tersenyum.