
Penelope sudah duduk di depan piano nya. Semua orang mulai menantikan permainan piano yang akan dibawakannya malam itu.
Begitu tangan Penelope menyentuh tuts yang berwarna hitam dan putih yang ada di sana , keluarlah musik klasik yang sangat indah dari sana.
Semua orang yang datang menonton di konser pada malam itu , langsung tersentuh mendengarkan alunan musik yang dibawakan oleh Penelope.
Setelah satu setengah jam , konser yang berjalan dengan penuh keheningan malam itu , di penuhi oleh suara tepukan tangan dari para penonton. Penelope pun berdiri sambil memberikan penghormatan kepada para penontonnya dengan membungkukkan tubuhnya sedikit dan menyilangkan kakinya ke belakang.
Konser malam itu berakhir dengan sangat sukses. Setelah konser selesai , keluarga besar Winata merayakannya di salah satu kamar mereka , karena melihat kondisi papa Chandra yang tidak boleh kelelahan.
"Jadi papa dua hari lagi papa sudah harus masuk ke rumah sakit ya?" , tanya Alex yang baru mengetahui kondisi papa nya malam itu.
"Iya kak" , jawab Antonio.
"Ya sudah , kalau gitu aku akan mengundurkan penerbangan pulang" , ucap kak Alex.
"Asik , berarti aku masih bisa bermain di sini ya pa" , ucap Penelope.
"Opa itu mau di operasi nak. Kamu masih saja memikirkan untuk pergi bermain" , ucap Alex.
"Gak apa-apa kalau Penelope masih mau bermain. Kalau dia di rumah sakit terus , pasti akan merasa bosan" , ucap opa Chandra.
"Iya benar opa" , jawab Penelope sambil menganggukkan kepalanya.
"Alvaro , nanti bawa kakak kamu yang cantik ini bermain di Singapura ya" , ucap opa Chandra.
"Baik opa. Aku juga sangat senang , karena aku di sini tidak akan sendirian dalam beberapa hari ini" , ucap Alvaro.
"Tapi jangan hanya bermain , kamu juga harus mengikuti kuliah kamu" , ucap Antonio.
"Iya pa , aku pergi bermainnya setelah pulang dari kampus" , jawab Alvaro.
Angelica yang juga harus mengikuti kuliah di kota A , membuat dia tidak bisa menemani opa yang akan di operasi di salah satu rumah sakit yang ada di Singapura.
Setelah beberapa waktu mereka mengobrol , hari pun semakin malam.
"Sudah , ayo istirahat lagi" , ucap oma Shinta.
"Iya" , jawab mereka semua sambil berpamitan dan keluar dari kamar menuju ke kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
Angelica , James , papa Freddy dan mama Heni yang akan pulang ke kota A besok , mulai merapikan barang-barang mereka malam itu.
"Sayang , padahal aku sangat ingin menemani opa Chandra selama di rumah sakit" , ucap Angelica.
"Tapi kan kamu ada kuliah sayang. Atau kamu mau libur untuk beberapa hari?" , ucap James.
"Ya gak juga. Aku baru masuk kuliah , masa udah langsung libur aja" , ucap Angelica.
"Kalau gitu ya kita sudah harus pulang besok" , jawab James.
Angelica pun menganggukkan kepalanya sambil menutup tas koper miliknya.
Selesai menutup kopernya , Angelica dan James yang sudah menggunakan baju piyama mereka , berjalan bersama menuju ke ranjang yang berukuran king size yang ada di sana dan tidur bersama sambil berpelukan.
********
"Hubby , apa kita akan berada di Singapura sampai operasi papa selesai" , ucap Sandra.
"Untuk sementara begitu dulu sayang. Aku ingin berada di sini sampai operasi pemasangan ring jantung selesai" , ucap Antonio.
"Baiklah" , jawab Sandra.
Di kamar yang di tempati oleh Angga dan keluarganya...
"Papa gak mungkin menutup restoran terlalu lama nak" , jawab Angga.
Kiki yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Sayang , kenapa kita gak menunggu sampai papa selesai di operasi baru kembali ke kota M?" , tanya Bella.
"Belakangan bisnis restoran kita sedang sepi , lebih baik kita pulang untuk membuka restoran saja. Kalau kebanyakan tutup , bagaimana kita membayar gaji pegawai nanti?" , ucap Angga.
"Iya , baiklah" , jawab Bella yang mengetahui bahwa kondisi usaha mereka sedang dalam keadaan yang tidak terlalu menguntungkan.
Keesokan paginya...
Angelica dan James bersama dengan orang tuanya , berpamitan bersama dengan Antonio , Sandra , oma Shinta , opa Chandra dan yang lainnya. Angga , Bella , Karen , Kiki dan Friska pun berpamitan dengan opa , oma dan yang lainnya.
Begitu juga dengan orang tua Sandra yang juga pulang pada hari itu. Karena papa Surya tidak bisa meninggalkan tokonya dalam jangka waktu yang lama.
__ADS_1
"Maaf ya pa , aku gak bisa membantu papa di toko beberapa hari ini" , ucap Sandra.
"Iya , gak apa-apa nak. Kondisi papa mertua kamu lebih penting untuk sekarang ini" , ucap papa Surya.
"Iya pa" , jawab Sandra.
"Nanti kamu kabari papa dan mama tentang kondisi Chandra ya" , ucap mama Amel.
"Iya ma" , jawab Sandra.
Selesai berpamitan , mereka pun pergi ke bandara dengan menggunakan 2 cab , karena gak cukup kalau satu cab untuk mereka semua dan di tambah dengan barang-barang bawaan mereka.
Alvaro yang sangat bahagia karena masih di temani oleh keluarganya di sana , pulang ke apartemen untuk mengambil beberapa pakaian dan buku untuk dia ke kampus.
Ketika dalam perjalanan menuju ke apartemen , Alvaro mendengarkan suara ponselnya berbunyi. Alvaro mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya.
"Ternyata Brandon" , gumam Alvaro sambil menyentuh tombol terima panggilan yang ada di sana.
"Halo Brandon" , jawab Alvaro.
"Halo Alvaro , hari ini kamu kembali ke apartemen kan? Kita pergi main yuk" , ucap Brandon yang bosan sendirian di rumah bibinya.
"Aku gak bisa pergi main hari ini sama kamu. Aku ke apartemen juga cuma mau mengambil baju dan buku yang akan di bawa ke kampus besok" , ucap Alvaro.
"Bukankah keluarga kamu pulang hari ini katanya" , ucap Brandon.
"Karena opa aku akan melakukan operasi pemasangan ring jantung di salah satu rumah sakit di sini , jadinya papa , mama , oma dan opa aku akan berada di sini dalam beberapa hari ini" , jawab Alvaro.
"Opa kamu terkena sakit jantung?" , tanya Brandon.
"Kemaren yang aku dengar ketika di rumah sakit ada penyumbatan pembuluh jantung" , jawab Alvaro.
"Semoga operasi pemasangan ring jantung opa kamu berjalan dengan lancar ya" , ucap Brandon.
"Terima kasih Brandon" , jawab Alvaro.
"Iya , sama-sama Alvaro. Kalau gitu sampai ketemu besok di kampus" , ucap Brandon.
"Iya , sampai ketemu besok" , jawab Alvaro sambil memutuskan sambungan telponnya.
__ADS_1
Tidak lama , Alvaro pun telah sampai di apartemen. Alvaro mengambil koper kecil yang ada di atas lemari dan memasukkan beberapa helai pakaiannya. Setelah itu dia mengambil tas ransel yang selalu digunakannya ketika ke kampus dan memasukkan buku-buku pelajaran untuk beberapa hari ke depan.
Setelah semuanya barang-barang yang mau dibawanya selesai , Alvaro berjalan keluar dari apartemen dan pergi lagi ke hotel dimana orang tuanya menginap dengan menggunakan cab.