
"Hubby , tadi aku bertemu dengan seorang gadis yang kenal dengan Alvaro di mall" , ucap Sandra yang sudah berada di atas kasur bersama dengan suami tercintanya.
"Terus kenapa dengan gadis itu sayang? Apa dia pacarnya Alvaro?" , tanya Antonio yang jadi ingin semakin tahu.
"Bukan hubby. Kayaknya mereka hanya teman biasa" , jawab Sandra.
"Terus kenapa?" , tanya Antonio.
"Kenapa aku merasa anak gadis itu mirip dengan seseorang ya" , ucap Sandra.
"Mirip dengan siapa sayang?" , tanya Antonio.
"Aku juga belum bisa memastikan mirip dengan siapa. Tapi aku merasa seperti melihat wajah seseorang yang aku kenal , tapi aku juga gak tau siapa" , ucap Sandra.
"Mungkin hanya perasaan kamu saja sayang. Sudah , gak usah di pikirkan lagi. Kita besok sudah harus bangun pagi , setelah selesai sarapan kita sudah harus jalan ke rumah sakit untuk mengantarkan papa" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
Antonio dan Sandra tidur sambil berpelukan sampai pagi.
Mama Shinta yang sudah bangun duluan , mulai mengeluarkan koper papa Chandra dan meletakkannya di ruang tamu yang ada di presidential suit room.
Antonio yang terbangun terlebih dahulu dari bidadari cantiknya...
"Sayang , bangun sayang. Sudah pagi" , ucap Antonio sambil menciumi wajah bidadari cantiknya.
Sandra yang mendengar panggilan dari suaminya pun mulai membuka matanya.
"Sudah pagi ya hubby" , ucap Sandra.
"Iya sayang , ayo kita siap-siap" , ucap Antonio.
"Alvaro sudah bangun belum ya hubby" , ucap Sandra.
"Aku gak tau sayang. Harusnya dia sudah tau kan kalau kita mau ke rumah sakit pagi ini" , ucap Antonio.
"Tapi , apa Alvaro gak pergi kuliah hubby" , ucap Sandra.
"Ya terserah dia saja , mau ikut ke rumah sakit atau pergi ke kampus" , jawab Antonio.
Sandra pun menganggukkan kepalanya dan bangun dari tidurnya.
Sandra dan Antonio berjalan bersama menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
Mama Shinta yang sudah selesai dan rapi pagi itu , berjalan menuju ke kamar cucunya yang manja.
"Alvaro" , panggil oma Shinta.
Alvaro yang masih tidur nyenyak di sana , tidak kunjung bangun di panggil oleh oma nya.
Akhirnya oma Shinta memutuskan untuk keluar dari kamar Alvaro.
"Alvaro belum bangun ya ma?" , tanya opa Chandra yang sudah duduk di kursi sofa yang ada di sana.
__ADS_1
"Iya belum pa. Sudah di panggil-panggil tetap saja tidurnya masih nyenyak sekali" , ucap oma Shinta.
"Bisa jadi dia juga kecapean karena keasikan main game kemaren malam" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab mama Shinta.
Tidak lama Antonio dan Sandra pun telah selesai dan berjalan keluar dari kamar.
"Alvaro belum bangun ya ma?" , tanya Sandra.
"Belum nak , kayaknya nyenyak sekali tidurnya. Mama panggil-panggil tetap saja tidak bangun" , jawab mama Shinta.
"Kalau gitu biar aku saja yang bangunkan Alvaro" , ucap Sandra.
Mama Shinta pun menganggukkan kepalanya.
Sandra berjalan menuju ke kamar Alvaro dan membangunkan anaknya yang manja itu sampai bangun.
"Kenapa ma?" , ucap Alvaro yang masih setengah sadar dari tidurnya.
"Ini sudah pagi sayang , kamu mau ikut antarkan opa ke rumah sakit atau pergi kuliah?" , ucap Sandra dengan lembut.
"Aku harus pergi kuliah hari ini ma. Karena hari ini pelajarannya aku masih belum mengerti" , ucap Alvaro.
"Ya sudah , ayo cepat bangun dan mandi. Setelah ini kita sarapan bersama di bawah" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro sambil bangun dan turun dari kasurnya berjalan menuju ke kamar mandi.
Tidak lama terdengar bel pintu kamar mereka berbunyi.
Ting.....Tong.....
Antonio berjalan menuju ke pintu dan membukanya.
Ceklek.....
Terlihat kak Alex , Dona dan Penelope sudah berada di sana.
"Kalian sudah siap?" , tanya kak Alex.
"Tinggal tunggu Alvaro saja. Ayo masuk dulu kak" , ucap Antonio.
Alex , Dona dan Penelope berjalan masuk ke dalam kamar Antonio.
"Pa , ma" , sapa Alex dan Dona.
"Iya nak" , jawab papa Chandra dan mama Shinta bersamaan.
Tidak ketinggalan Penelope pun menyapa oma Shinta dan opa Chandra.
Tidak lama , Alvaro pun sudah selesai dan keluar dari kamarnya.
"Akhirnya anak manja sudah selesai juga" , ucap Penelope.
__ADS_1
"Masih pagi juga" , jawab Alvaro.
"Memangnya kamu masuk kuliah jam berapa?" , tanya Penelope.
"Hari ini jam 10" , jawab Alvaro.
"Sudah , sudah , ayo kita sarapan lagi" , ucap oma Shinta.
"Iya oma" , jawab Alvaro dan Penelope.
Antonio beserta keluarganya , mama dan papa , juga kak Alex berserta keluarganya , jalan bersama menuju ke restoran hotel untuk sarapan pagi bersama.
Sambil sarapan mereka pun mengobrol santai di sana sampai makanan mereka habis. Setelah selesai sarapan , mereka semua berjalan menuju ke lobby hotel dan meminta tolong petugas memesankan 2 cab untuk mereka.
"Hubby , Alvaro gak di pesankan cab juga untuk ke kampus?" , tanya Sandra.
"Gak usah ma , aku masuknya masih lama. Aku naik MRT saja" , ucap Alvaro.
"Cucu opa sudah semakin mandiri ternyata di sini" , ucap opa Chandra sambil tersenyum.
"Iya dong opa. Aku sudah terbiasa tinggal di sini , jadi tenang saja" , jawab Alvaro.
"Baguslah , akhirnya kamu bisa mandiri juga" , ucap Antonio.
"Ya mau gak mau" , jawab Alvaro dengan pelan.
"Kenapa?" , tanya Antonio.
"Ah....gak pa. Gak kok" , jawab Alvaro.
Tidak lama petugas hotel berjalan mendekati keluarga Antonio yang sedang duduk di sofa yang ada di lobby.
"Permisi tuan , cab pesanan anda sudah sampai" , ucap petugas hotel tersebut dengan sopan.
"Baiklah , terima kasih" , ucap Antonio.
Antonio beserta keluarganya , berjalan bersama menuju ke mobil cab.
"Kami pergi dulu ya sayang. Kamu hati-hati ya selama perjalanan ke kampus" , ucap Sandra sambil memeluk anaknya.
"Iya ma , nanti setelah selesai pelajaran kuliah , aku langsung ke rumah sakit" , ucap Alvaro.
"Iya nak" , ucap Sandra.
Setelah itu Sandra masuk ke dalam mobil cab , dimana suaminya dan mama mertuanya sudah berada di dalam mobil terlebih dahulu.
Alvaro terus melihat mobil cab yang di tumpangi oleh keluarganya pergi dari sana , sampai mobil itu sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan matanya.
Alvaro berjalan menuju ke stasiun MRT dan menunggu kereta cepat tujuan ke kampusnya di sana. Tidak butuh waktu lama , kereta cepat yang akan dinaiki oleh Alvaro pun telah datang. Alvaro melangkahkan kakinya memasuki kereta cepat itu , begitu pintunya sudah terbuka.
Selama dalam perjalanan menuju ke kampus , Alvaro hanya mendengarkan lagu yang ada di dalam ponselnya sambil menggunakan headset.
Setelah beberapa saat kereta cepat itu pun telah sampai di tempat tujuan Alvaro , dia pun berjalan keluar dari kereta cepat dan berjalan kaki menuju ke kampus.
__ADS_1