
Angelica pagi itu sudah mulai bangun dan bersiap-siap untuk pergi bekerja di All Star Hotel dengan papanya.
"Sayang , nanti kamu mau makan siang di restoran hotel aja gak?" , tanya Angelica sambil merias wajahnya.
"Gak usah sayang , nanti siang aku ada meeting. Aku makan dekat kantor saja ya" , ucap James sambil mengancing kemejanya.
"Baiklah , tapi nanti pulangnya jangan kemalaman ya" , ucap Angelica.
"Iya sayang , sejak aku menikah dengan kamu , aku gak pernah kan pulang kemalaman" , jawab James sambil berjalan dan mendekati tubuh istrinya. Memeluknya dari belakang dengan lembut.
"Iya sayang , aku gak suka kalau harus menunggu kamu yang pulang kemalaman" , jawab Angelica.
"Aku gak akan membuat kamu menunggu aku selama itu" , ucap James sambil mencium bahu istri kecilnya yang terbuka sedikit itu.
Angelica pun langsung tersenyum sambil memoleskan lipbalm di bibirnya.
Selesai Angelica berdandan , James dan Angelica berjalan bersama keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
"Pagi pa...ma...." , ucap James dan Angelica bersamaan.
"Pagi nak" , jawab papa dan mama bersamaan.
"Kamu sudah mulai masuk kerja hari ini?" , tanya Antonio kepada anak perempuan kesayangannya.
"Iya pa" , jawab Angelica.
"Baiklah , nanti mau ikut papa atau dengan pak Kamil?" , tanya Antonio.
"Aku sudah menyediakan sopir untuk Angelica pa. Jadi kalau Alvaro mau pergi , gak usah nunggu pak Kamil lagi" , jawab James.
Angelica yang baru mengetahui kalau suaminya sudah menyediakan sopir pribadi untuknya pun langsung terkejut.
"Tapi , nanti ketika Alvaro sudah pergi kuliah ke Singapura , pak Kamil juga gak ada kerjaan James" , ucap Antonio.
"Aku gak mau kejadian seperti kemaren terulang lagi pa" , ucap James.
"Baiklah" , jawab Antonio yang sudah tidak bisa terlalu ikut campur dalam urusan Angelica dan James.
Selesai sarapan , Sandra dan Antonio seperti biasa akan melakukan ritual ciuman sebelum mereka masuk ke mobil masing-masing dan berangkat kerja.
Angelica dan James pun tidak ketinggalan , mereka juga melakukan hal yang sama sebelum masuk ke mobil masing-masing.
"Sekarang pak Dedi sopir kamu ya sayang" , ucap James memperkenalkan sopir baru untuk istrinya.
Pak Dedi pun memperkenalkan dirinya kepada Angelica sambil mengulurkan tangannya.
Angelica pun menjabat tangan pak Dedi yang akan menjadi sopir barunya itu.
"Iya sayang , aku pergi dulu ya" , ucap Angelica setelah selesai berjabatan tangan.
James pun menganggukkan kepalanya sambil melihat istri kecilnya masuk ke dalam mobil dan menutupkan pintu mobilnya.
Setelah itu , James pun berjalan menuju ke mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju ke kantornya.
Sampai di kantornya pagi itu , James melihat ada wajah yang sangat dikenalinya berdiri disana.
__ADS_1
"Chyntia" , panggil James.
Chyntia pun membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah James.
"Hai James" , sapa Chyntia sambil tersenyum manis.
"Kenapa kamu sudah ke kantor aku pagi-pagi begini?" , tanya James.
"Aku kan ada janji meeting dengan kamu pagi ini" , ucap Chyntia.
"Jam 9 kan meeting nya" , ucap James.
"Iya kamu benar James , aku sekalian membawakan sarapan pagi untuk kamu" , ucap Chyntia sambil tersenyum.
"Aku sudah sarapan bersama dengan istri aku" , jawab James sambil berjalan masuk ke dalam kantornya.
Chyntia mengikuti langkah James sampai membuat karyawan yang sudah datang pagi itu , menjadi bertanya-tanya...
"Siapakah wanita ini?"
James yang sudah hampir sampai di depan ruangannya...
"Pak , apakah meeting dengan nona Chyntia dimajukan?" , tanya Susan yang melihat Chyntia juga ada disana.
"Siapa bilang dimajukan" , jawab James.
"Itu nona Chyntia kenapa sudah ada disini sepagi ini?" , tanya Susan.
"Bukan urusan saya" , jawab James sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya.
"Nanti ketika sudah jam meeting , baru kamu bisa masuk ke ruangan aku" , ucap James.
"Tapi aku sudah membawakan kamu sarapan pagi" , ucap Chyntia.
"Aku kan sudah bilang kalau aku sudah sarapan. Jangan ganggu aku" , ucap James sambil menutup pintu.
Chyntia yang masih berdiri disana merasa kesal dengan perlakuan James terhadap dirinya. Tapi dia juga belum mau menyerah begitu saja.
"Apa mau saya antarkan ke ruangan pantry nona? Nona bisa sarapan disana" , ucap Susan dengan sopan.
"Gak perlu" , jawab Chyntia dengan agak marah.
Chyntia berjalan meninggalkan ruangan kerja James dan menuju ke mobilnya yang terparkir di luar gedung perkantoran James.
"Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan James kembali?" , gumam Chyntia yang sudah duduk di dalam mobilnya.
********
Harry yang sudah berpikir mau menemui Angelica adik iparnya itu pun , mulai bersiap-siap sambil membawa proposal yang sudah disediakan olehnya.
"Kamu mau kemana?" , tanya Caroline yang melihat suaminya sudah rapi sekali pagi itu.
"Aku mau pergi , ada urusan kerjaan" , jawab Harry sambil berjalan keluar dari kamar.
"Gak biasanya dia jam segini sudah sibuk dengan urusan kerjaan. Biasanya juga masih tidur" , ucap Caroline sambil melihat suaminya pergi dari sana.
__ADS_1
Harry yang sudah berada di dalam mobil , menjalankan mobilnya menuju ke All Star Hotel.
Setelah beberapa waktu , mobil yang dikendarai oleh Harry telah sampai di depan gedung All Star Hotel yang megah itu.
Harry memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus untuk tamu dan setelah itu dia berjalan masuk ke dalam gedung hotel.
"Saya ingin bertemu dengan Angelica , anak pemilik hotel ini" , ucap Harry.
"Bapak siapa ya? Apa sudah buat janji sebelumnya?" , tanya Erik petugas resepsionis.
"Saya Harry kakak iparnya , masa harus buat janji dulu untuk bertemu dengan adik ipar sendiri" , ucap Harry dengan sombong.
"Tunggu sebentar ya pak , saya coba konfirmasi dulu dengan sekretaris tuan Antonio" , ucap Erik.
"Baiklah" , jawab Harry.
Erik mengambil ganggang telpon yang ada di mejanya dan menekan nomor yang ada disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana...
"Halo" , jawab Susi.
"Halo bu Susi , ini ada tuan Harry yang mencari nona Angelica" , ucap Erik.
"Di jadwal nona kecil , gak ada janji dengan tuan Harry untuk hari ini" , ucap Susi.
"Katanya dia adalah kakak iparnya" , ucap Erik lagi.
"Baiklah , saya coba tanyakan kepada nona kecil dulu ya. Nanti saya kabari lagi" , ucap Susi.
"Baik bu" , jawab Erik sambil menutup ganggang telponnya.
"Tunggu sebentar ya tuan" , ucap Erik.
"Apa-apaan kalian ini! Nanti setelah kalian tahu kalau aku memang kakak iparnya , kalian pasti menyesal telah membuat aku menunggu lama disini" , ucap Harry dengan sombongnya.
Erik hanya menanggapinya dengan tersenyum.
.
.
Susi berjalan menuju ke ruangan tuan besar Antonio dan mengetuk pintu yang ada disana.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Antonio.
Susi pun membuka gagang pintu dan berjalan masuk ke dalam.
"Permisi pak , ada namanya Harry yang ingin bertemu dengan nona kecil Angelica dan dia mengaku sebagai kakak ipar nona kecil" , ucap Susi.
"Iya benar , itu kakak ipar aku. Suruh dia kesini saja" , ucap Angelica.
"Baik nona kecil" , jawab Susi.
__ADS_1
Susi pun berjalan keluar dari ruangan kerja bos besarnya dan menghubungi Erik untuk mengantarkan Harry ke ruangan bos besar , untuk bertemu dengan Angelica.