Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 26


__ADS_3

Caroline yang sudah sampai di rumahnya , melihat ada Harry suaminya sudah duduk di meja makan yang kosong itu.


"Kamu kemana saja? Kenapa gak ada satu pun makanan disini?" , ucap Harry dengan wajah dinginnya.


"Kamu gak memberikan aku uang. Bagaimana aku bisa membeli bahan-bahan makanan" , ucap Caroline.


"Itu saja kamu bisa belanja , dari mana kamu dapat uang" , ucap Harry dengan nada tinggi.


"Ini bukan aku yang belanja , tapi tadi James yang belikan untuk aku" , jawab Caroline.


"Oh , jadi kamu sudah bisa meminta kepada adik kamu itu" , ucap Harry sambil menyimpulkan senyumnya.


"Bukan , tadi aku tidak sengaja bertemu dengan dia" , jawab Caroline.


"Harusnya kamu minta juga uang sama dia" , ucap Harry.


"Cukup Harry , aku sudah capek sama kamu. Lebih baik kita berpisah saja" , ucap Caroline.


Harry yang marah langsung berdiri dan berjalan mendekati Caroline , menarik tangan Caroline dengan kasar sampai tubuh istrinya mendekat ke tubuhnya.


"Apa kamu bilang? Berpisah??? Itu tidak akan mungkin sayang. Kita sudah bersumpah di gereja kalau kita akan menjalani pernikahan ini sampai akhir hayat kita" , ucap Harry.


"Tapi kamu gak pernah memberikan aku nafkah. Bagaimana aku bisa menjalani hidup ini lagi bersama dengan kamu?" , ucap Caroline.


"Hanya satu yang harus kamu tau , aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Aku sangat mencintai kamu , bahkan kamu juga sangat mencintai aku kan" , ucap Harry sambil menurunkan wajahnya dan ingin mencium bibir istrinya.


Caroline yang sudah muak dengan semua perlakuan suaminya selama mereka menikah , memalingkan wajahnya.


"Dulu kamu suka setiap aku cium sayang , bahkan dari kita pacaran. Kamu sangat menyukai ciuman dari aku" , ucap Harry yang mulai menurunkan wajahnya dan mencium leher putih Caroline.


"Itu dulu Harry , sebelum aku mengetahui sifat jelek kamu" , jawab Caroline.


"Aku gak pernah memperlakukan kamu dengan buruk. Kenapa kamu menjadi dingin kepada aku sekarang?" , ucap Harry dengan tanpa rasa berdosa.


"Hahaha.....tidak pernah memperlakukan aku dengan buruk. Apa kamu tidak salah? Selama ini kamu selalu memperlakukan aku dengan kasar" , ucap Caroline.


"Aku mencintai kamu sayang. Aku hanya terlalu stress dengan bisnis aku yang tidak jalan. Mana aku juga selalu kalah setiap main bola" , ucap Harry.


"Aku sudah menyuruh kamu untuk tidak taruhan lagi dan hanya fokus dengan bisnis kamu saja. Tapi kamu tidak pernah mau mendengarkan aku. Aku sudah capek Harry" , ucap Caroline.


"Aku gak akan melepaskan kamu sayang. Aku masih sangat mencintai kamu" , ucap Harry.


"Tapi aku sudah mulai lelah Harry. Sebulan lagi aku akan melahirkan. Apa kamu sudah punya biaya untuk membayar persalinan aku nanti?" , ucap Caroline.


"Nanti kan kamu bisa minta kepada orang tua kamu yang kaya itu sayang" , jawab Harry dengan santainya.


"Kita sudah menikah Harry , gak mungkin aku masih meminta kepada orang tua aku. Harusnya kamu yang membiayai hidup aku , bukan orang tua aku" , jawab Caroline.


"Baiklah sayang , kalau gitu aku akan pergi cari uang untuk kamu" , ucap Harry sambil berjalan pergi meninggalkan rumah.


Caroline hanya berdiri sambil terdiam disana , melihat suaminya pergi begitu saja.


Harry mengendarai mobil istrinya menuju ke sebuah lokasi yang agak jauh dari kota dan sepi. Sampai di depan rumah gubuk yang kecil itu , dia memarkirkan mobilnya disana.

__ADS_1


Harry berjalan menuju ke gubuk itu dan membuka pintunya. Sudah tercium bau asap rokok dan alkohol disana.


"Halo bro" , ucap Joki salah satu teman berjudi Harry.


"Halo" , jawab Harry.


"Tumben loe datang siang-siang begini. Anggota kan belum kumpul kalau jam segini" , ucap Joki.


"Gue pusing dirumah. Istri bukannya menyiapkan makanan , malah minta cerai" , ucap Harry sambil duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Joki sambil mengeluarkan rokok yang ada di dalam sakunya.


"Bagaimana bisa istri yang sangat mencintai loe itu minta bercerai?" , ucap Joki sambil tertawa terbahak-bahak.


"Gue juga gak tau. Tiba-tiba dia pulang dan langsung meminta untuk berpisah" , jawab Harry sambil menghembuskan asap dari mulutnya.


"Jadi loe akan bercerai? Wanita gampang dicari bro. Nanti malam kalau loe mau , gue juga bisa menyediakan nya" , ucap Joki.


"Jangan gila loe bro , istri gue itu gak ada yang bisa menandingi kecantikannya" , ucap Harry.


"Cantik boleh cantik , tapi kalau dia sudah gak mau lagi hidup sama loe" , ucap Joki sambil tersenyum.


"Coba kalau bisnis gue maju , pasti istri gue gak akan minta cerai" , ucap Harry.


"Bukankah istri loe itu anak orang kaya. Masa keluarga dia gak membantu bisnis loe sama sekali" , ucap Joki.


"Gue juga gak tau bro" , jawab Harry.


"Ya sudah , sekarang gue telpon anggota dulu. Lebih baik kita bersenang-senang saja dulu" , ucap Joki.


Harry pun menganggukkan kepalanya.


Tidak lama , satu persatu dari anggotanya telah datang ke rumah Joki.


Mereka mulai berkumpul di meja bundar yang ada disana dan Joki mulai mengocok kartunya dan membagikannya kepada mereka semua.


Mereka pun bermain sambil bertaruh uang disana , sambil minum-minuman beralkohol.


********


"Ma" , sapa Angelica dan Alvaro yang baru sampai di rumah.


"Iya sayang. Kalian dari mana?" , tanya Sandra.


"Tadi adek ajak ke mall ma , terus aku beli roti" , ucap Angelica sambil meletakkan kotak roti di atas meja makan.


"Tadi siang kalian makan dimana?" , tanya Sandra.


"Tadi kami makan di mall ma , sama James dan kak Caroline" , ucap Angelica.


"Kalian memang sudah buat janji mau bertemu dengan kakaknya James?" , tanya Sandra.


"Gak ma , tadi kebetulan pas jalan-jalan aku lihat kakak ipar sedang belanja di toko perlengkapan bayi" , ucap Angelica.


"Gak lama lagi kan kakak James akan melahirkan. Nanti ingatin mama untuk mencari hadiah buat anaknya ya" , ucap Sandra.

__ADS_1


"Iya ma" , jawab Angelica.


Alvaro yang sudah gak sabar melihat roti dan puding kesukaannya disana , langsung membuka kotak kue dan memakannya.


"Kamu gak kenyang-kenyang dek?" , tanya Angelica.


"Gak kak , aku masih mau makan" , jawab Alvaro.


"Jangan makan banyak-banyak. Nanti gak bisa makan malam lho. Ini lauk pauk kita jadi banyak banget karena kalian gak makan siang dirumah" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Angelica dan Alvaro.


"Aku mau mandi dulu ya ma" , ucap Angelica.


"Iya nak" , jawab Sandra.


Angelica berjalan naik ke atas dan menuju ke kamarnya , mengambil bajunya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Tidak lama Antonio pun sudah pulang.


"Sayang" , ucap Antonio sambil mengecup kening istri tercintanya.


"Iya hubby" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Anak manja papa sedang makan apa?"


"Makan puding pa. Papa mau? Ini tadi kakak beli banyak kok" , ucap Alvaro.


"Iya , nanti ya sayang. Papa mau mandi dulu" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Alvaro sambil mengunyah pudingnya.


"James sudah pulang belum?" , tanya Antonio.


Belum Sandra menjawab , terdengar suara dari sana.


"Aku baru pulang pa" , ucap James yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Iya James" , jawab Antonio.


"Ma" , sapa James yang sudah melihat mama mertuanya duduk di kursi meja makan.


"Iya James" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Angelica mana ma?" , tanya James.


"Angelica sedang mandi James" , jawab Sandra.


"Kalau gitu aku ke atas dulu ya pa...ma..." , ucap James.


"Iya James" , jawab Sandra.


"Aku juga mau mandi dulu ya sayang" , ucap Antonio.

__ADS_1


"Iya hubby" , jawab Sandra.


James dan Antonio pun berjalan bersama menuju ke atas dan masuk ke kamar mereka masing-masing.


__ADS_2