Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 80


__ADS_3

James dan Angelica makan malam bersama dengan papa Fredy dan mama Heni.


"Keadaan om Chandra bagaimana Angelica?" , tanya papa Fredy.


"Opa sudah sehat pa" , jawab Angelica.


"Syukurlah... Jadi , kapan opa kamu pulang ke sini?" , tanya papa Fredy.


"Belum tau pa. Katanya opa dan oma masih mau tinggal di Singapura" , jawab Angelica.


"Opa dan oma kamu masih mau menemani Alvaro di sana ya?" , tanya mama Heni.


"Kayaknya begitu ma" , jawab Angelica.


"Berarti gak lama lagi mama pulang ke sini ya" , ucap James.


"Iya" , jawab Angelica.


"Kapan Sandra pulang ke sini?" , tanya mama Heni.


"Mama belum memberitahukan kapan pulang ke sini , ma" , jawab Angelica.


Mama Heni hanya menganggukkan kepalanya sambil mengunyah makanannya.


Selama makan malam , hanya pertanyaan pertanyaan ringan yang ada di sana , sampai semuanya selesai makan dan kembali ke kamar masing-masing.


Mama Heni yang sudah masuk ke dalam kamar , langsung mengambil ponselnya dan melihat apakah ada notifikasi yang masuk atau gak.


Ternyata ada notifikasi chat dari Tari. Mama Heni langsung membuka isi chat nya dan membacanya.


"Kania sedang sakit demam tinggi pa dan sedang di bawa ke rumah sakit kata Tari" , ucap mama Heni memberitahukan kepada suaminya.


"Caroline pergi bersama dengan Hary ke rumah sakit?" , tanya papa Freddy.


"Gak tau pa. Ini Tari yang mengabari mama" , ucap mama Heni.


"Mama coba telpon Caroline dan tanyakan tentang keadaan anaknya" , ucap papa Freddy.


"Baiklah pa" , jawab mama Heni sambil menyentuh nama Caroline di layar ponselnya.


Caroline yang sedang berada di dalam taksi untuk menuju pulang , mendengarkan suara ponselnya berbunyi dia pun mengambil ponselnya dari dalam tas nya dan melihat siapa yang menelponnya.


"Halo ma" , jawab Caroline.


"Halo nak , bagaimana keadaan Kania?" , tanya mama Heni.


"Kania hanya demam biasa saja ma. Mama tau Kania sakit dari Tari ya?" , ucap Caroline.


"Iya nak. Jadi sekarang apa Kania masih panas badannya?" , tanya mama Heni.


"Ya masih ma. Aku masih dalam perjalanan pulang" , jawab Caroline.


"Ya sudah , nanti kalau ada apa-apa kabari mama ya" , ucap mama Heni.


"Iya ma" , jawab Caroline sambil memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


Tari hanya terdiam karena ketahuan memberikan kabar kepada mama Heni.


Caroline yang sudah mengetahui kalau Tari ditugaskan untuk memberitahukan semua keadaannya kepada mama Heni pun gak berani untuk menegur Tari.


.


.


"Jadi , bagaimana keadaan Kania ma?" , tanya papa Freddy.


"Kania hanya demam biasa pa" , jawab mama Heni.


"Ya syukurlah. Kalau bisa Caroline tinggal lagi bersama dengan kita. Papa gak tega melihat dia kesusahan jaga anak sendirian begitu" , ucap papa Freddy.


"Mama sudah berkali-kali minta dia untuk pulang ke sini pa. Tapi , Caroline tetap tidak mau" , jawab mama Heni.


"Harusnya dia tinggalkan saja suaminya itu. Benar-benar hanya menyusahkan dia saja" , ucap papa Freddy.


"Caroline yang gak mau berpisah dengan Hary , pa" , jawab mama Heni.


"Apa bagusnya suaminya itu? Cuma bisa menghabiskan uang saja" , ucap papa Freddy.


"Ya , biarkanlah Caroline menjalankan hidupnya. Kita juga tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga dia" , ucap mama Heni.


"Ya...mama benar juga" , ucap papa Freddy.


********


James langsung memeluk tubuh istri kecilnya , begitu mereka masuk ke dalam kamar.


"Sayang , aku masih harus menyiapkan buku untuk ke kampus besok" , ucap Angelica.


"Tugas kamu sudah selesai kan , sayang" , ucap James.


"Sudah sayang. Tapi kan aku harus menyiapkan buku untuk pergi ke kampus besok. Aku ada kelas pagi besok" , jawab Angelica.


"Ya baiklah. Tapi cepat yah , aku sudah gak tahan lagi" , ucap James.


"Iya sayangku" , jawab Angelica sambil berjalan menuju ke meja belajarnya.


James berjalan menuju ke atas kasur dan mengambil ponselnya yang terletak di atas lemari yang ada di samping kasur.


James melihat ada satu pesan yang masuk. Tagihan kartu kredit di rumah sakit.


"Apa kakak sedang sakit?" , ucap James.


"kakak sakit apa sayang?" , tanya Angelica yang mendengar ucapan suaminya.


"Gak tau sayang. Aku cuma dapat pesan dari kartu kredit" , jawab James.


"Kamu coba telpon kakak , untuk menanyakan keadaannya" , ucap Angelica yang sudah selesai memasukkan bukunya ke dalam tas dan berjalan menuju ke kasur.


James menyentuh nama kakaknya di layar ponselnya dan mendengarkan suara sambungan telpon yamg ada di sana.


Setelah beberapa waktu , terdengar suara kakaknya.

__ADS_1


"Halo James".


"Halo kak , kakak sakit apa?" , tanya James.


"Bukan kakak yang sakit , tapi Kania yang demam" , jawab Caroline.


"Jadi sekarang Kania masih demam kak?" , tanya James.


"Sekarang sudah mulai turun panasnya. Tadi begitu sampai di rumah , kakak sudah kasih minum obat dari dokter" , jawab Caroline.


"Syukurlah kak. Nanti kalau kakak ada butuh apa , kasih tahu aku ya kak" , ucap James.


"Iya dek , terima kasih ya" , ucap Caroline.


"Iya kak , sama-sama" , jawab James sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Kania yang sakit ya" , ucap Angelica yang sudah mendengarkan percakapan suaminya dan kakak iparnya.


"Iya sayang , Kania demam" , ucap James.


"Sekarang gimana?" , tanya Angelica.


"Sudah mulai turun panasnya. Kamu gak usah khawatir sayang. Sekarang kita lanjutkan lagi yang tadi belum selesai" , ucap James sambil menarik tubuh Angelica ke dalam pelukannya.


"Apanya yang belum selesai , mulai aja belum" , jawab Angelica sambil terkekeh.


"Ya sekarang mulainya sayang" , ucap James yang sudah sibuk menciumi wajah istri kecilnya.


Sampai bibir James sudah menyatu dengan bibir kecil milik istrinya. James mulai menciuminya dengan lembut dan semakin lama semakin dalam. Tangannya pun sudah mulai menjelajahi tubuh istri kecilnya.


Angelica hanya bisa menikmati setiap sentuhan dan ciuman yang diberikan oleh suami tercintanya. Sampai akhirnya tubuh mereka menyatu dan mereka pun merasakan kenikmatan bersama.


"Aku mencintai kamu sayang" , kata-kata yang selalu di ucapkan oleh James kepada istri kecilnya.


"Aku juga mencintai kamu sayang" , ucap Angelica sambil tersenyum dan masuk ke dalam pelukan suaminya.


Angelica meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya yang basah oleh keringat , setelah aktivitas bercinta yang mereka lakukan bersama.


"Sayang , kapan kita akan punya anak?" , tiba-tiba pertanyaan itu terucap begitu saja dari bibir James.


"Aku kan sudah bilang , nanti setelah aku lulus kuliah" , jawab Angelica.


"Iya sayang" , jawab James yang gak mau istri kecilnya marah karena masalah ini.


"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini?" , tanya Angelica.


"Gak tau , aku cuma pengen tanya aja" , jawab James.


"Oh" , ucap Angelica.


"Ya sudah , kamu tidur lagi. Katanya besok ada kuliah pagi" , ucap James.


"Iya , aku juga sudah mau tidur. Sudah capek gara-gara kamu" , jawab Angelica.


"Maaf ya sayang. Ayo kita tidur lagi" , ucap James sambil mengecup kening istri kecilnya.

__ADS_1


Angelica pun menutup matanya dan tidur dalam pelukan suami tercintanya.


__ADS_2