Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 52


__ADS_3

Esmeralda sangat senang sekali begitu mendapatkan nomor ponsel Alvaro di Singapura.


"Aku coba kirim chat dulu buat Alvaro" , gumam Esmeralda sambil berjalan menuju ke kelasnya.


Esmeralda membuka room chat nya dan mulai memainkan kedua jarinya di layar ponsel miliknya.


"Hi Alvaro sayang...Kenapa kamu kuliah di Singapura gak mengajak aku? Aku sangat merindukan kamu." -Pesan Dikirim-


Alvaro yang sedang berada di dalam kelas , merasakan ada getaran dari dalam sakunya. Mencoba mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya pagi itu.


"Pasti Esmeralda mendapatkan nomor ponsel aku yang baru dari kakak" , ucap Alvaro dalam hatinya.


Alvaro pun hanya membaca isi pesannya dan tidak membalasnya sama sekali.


Alvaro lebih memilih untuk memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya dan mendengarkan dosen yang sedang menerangkan materi pelajaran di sana.


Esmeralda yang sangat merindukan Alvaro pun , terus melihat ke layar ponselnya selama jam pelajaran dan tidak fokus mendengarkan pelajaran pada hari itu.


"Kenapa Alvaro belum membalas chat aku? Apakah dia masih sibuk dengan pelajaran dia di sana" , ucap Esmeralda dalam hatinya.


Sampai bunyi bel tanda kelas telah selesai pada hari itu...


Esmeralda menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Apa kamu sengaja tidak mau membalas chat dari aku?" , gumam Esmeralda yang sangat kesal pada saat itu.


Esmeralda pun berjalan keluar dari kelas menuju ke parkiran.


Terlihat juga Angelica yang sedang berjalan menuju keluar.


"Angelica" , teriak Esmeralda.


Angelica pun langsung menghentikan langkahnya dan melihat Esmeralda yang berjalan dengan cepat menuju ke arahnya.


"Iya Esmeralda" , ucap Angelica.


"Kenapa Alvaro tidak membalas chat dari aku?" , tanya Esmeralda.


"Kayaknya dia juga sedang kuliah jam segini , mungkin nanti setelah selesai jam kuliah , baru dia akan membalas chat kamu" , ucap Angelica.


"Oh gitu ya. Baiklah , aku kira dia memang sengaja tidak mau membalas chat dari aku" , ucap Esmeralda.


"Ya , kamu tunggu saja. Dia selesai kuliahnya sore" , ucap Angelica.


"Baiklah , kalau gitu aku mau pulang dulu. Terima kasih ya" , ucap Esmeralda.


"Iya , sama-sama" , jawab Angelica.


Angelica berjalan menuju ke mobilnya yang di parkir disana , pak Dedi pun menjalankan mobil menuju ke All Star Hotel.


Selama dalam perjalan , tiba-tiba ponsel Angelica berbunyi. Terlihat nama adiknya yang manja tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


Angelica pun langsung menyentuh tanda terima panggilan telpon disana.


"Halo dek , bagaimana kabar kamu di sana?" , ucap Angelica.


"Halo kak , aku baik-baik saja. Kenapa kakak memberikan nomor ponsel aku kepada Esmeralda?" , ucap Alvaro.


Angelica pun langsung tersenyum.


"Dia yang memintanya kepada kakak tadi. Kalau kakak gak memberikannya hari ini , dia pasti akan terus merengek untuk meminta nomor ponsel kamu" , jawab Angelica.


"Tapi kan aku gak suka dengan dia kak" , ucap Alvaro.


"Ya sudah , kamu anggap saja dia sebagai teman biasa" , ucap Angelica.


"Tapi dia memanggil aku sayang kak. Mana bisa dianggap sebagai teman biasa" , jawab Alvaro.


"Tumben adik kakak yang manja ini bisa mengetahui hal itu. Ada bagusnya juga kamu kuliah di Singapura" , ledek Angelica sambil terkekeh.


"Kakakkkkkk" , jerit Alvaro.


Meskipun sangat menyakitkan telinga , tapi entah kenapa Angelica sangat suka dengan jeritan yang dulu sering dilakukan oleh Alvaro selama masih berada di rumah.


"Ya sudah , sekarang terserah kamu saja , mau meladeni Esmeralda atau tidak" , ucap Angelica.


"Ya sudah , aku tidak mau meladeni dia" , jawab Alvaro.


"Baiklah" , ucap Angelica.


"Iya dek" , jawab Angelica sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Esmeralda...Esmeralda...kayak nama pemain film telenovela" , ucap Brandon yang duduk di sebelah Alvaro dan mendengarkan percakapan Alvaro dan kakak kembarnya.


"Aku gak tau deh" , ucap Alvaro.


"Apakah wanita itu sangat cantik?" , tanya Brandon.


"Aku tidak tau" , jawab Alvaro lagi.


"Apakah Esmeralda sangat mencintai kamu?" , ucap Brandon.


"Aku gak tau , dia selalu mengejar-ngejar aku sejak sekolah" , jawab Alvaro.


"Kenapa kamu gak suka dengan dia?" , tanya Brandon.


"Aku gak suka saja" , jawab Alvaro.


"Oh iya , kamu kan suka nya dengan gadis pelukis kemaren. Apa mau nanti kita ke taman lagi melihat gadis itu?" , tanya Brandon.


"Boleh" , jawab Alvaro dengan semangat.

__ADS_1


Tidak lama dosen memasuki kelas , Alvaro dan Brandon mulai fokus mendengarkan materi yang di ajarkan.


2 jam pun telah berlalu. Alvaro dan Brandon mulai mengumpulkan semua buku dan peralatan tulis mereka , memasukkannya ke dalam tas.


"Kita cari makan dekat taman saja ya" , ucap Alvaro sambil berdiri dan menyandang tas ransel miliknya.


"Boleh" , jawab Brandon yang juga berdiri dan menyandang tas ransel miliknya.


Alvaro dan Brandon berjalan bersama keluar dari kampus dan berjalan menuju ke taman.


Sampai di taman , Alvaro tidak melihat gadis pelukis itu disana.


"Sayang sekali , tidak ada orangnya hari ini" , ucap Brandon.


"Iya" , jawab Alvaro dengan perasaan sedih.


"Harusnya kemaren kita berkenalan dengannya" , ucap Brandon.


"Setelah berkenalan , memangnya bisa bertemu dengan dia hari ini? Gak juga kan" , ucap Alvaro.


"Bisa dong , saat berkenalan kamu minta nomor ponselnya dan kamu bisa membuat janji untuk bertemu dengan dia" , ucap Brandon.


"Benar juga apa yang kamu bilang" , ucap Alvaro sambil tersenyum tipis.


"Ya sudah , kalau gitu kita cari makan saja" , ucap Brandon yang sudah mulai lapar.


"Ayo" , ucap Alvaro sambil merangkul bahu Brandon.


********


Angelica yang sudah sampai di All Star Hotel menceritakan adek kembarnya yang manja itu menelponnya tadi saat dalam perjalanan kepada papa Antonio.


"Lucu sekali ya Alvaro. Dia masih marah saja dengan Esmeralda" , ucap papa Antonio.


"Iya pa , padahal Esmeralda itu cantik dan pintar. Kenapa Alvaro tidak suka dengan dia?" , ucap Angelica.


"Papa juga gak tau gimana selera anak manja itu. Padahal kalau dia mau bersama dengan Esmeralda , papa pasti akan menyetujui hubungan mereka" , ucap papa Antonio sambil melihat ke arah laptop miliknya.


"Iya pa. Siapa tau nanti dia bertemu dengan wanita yang dia sukai di Singapura" , ucap Angelica.


"Ya semoga saja anaknya dari keluarga baik-baik. Kalau nanti Alvaro menyukai orang Singapura , papa juga harus menyelidiki dulu gimana anaknya dan keluarganya" , ucap papa Antonio.


"Kenapa harus di selidiki pa?" , tanya Angelica.


"Itu perlu nak , kita kan tidak tau orang sana seperti apa. Apakah dia dari keluarga baik-baik atau tidak? Itu yang harus kita tau , sebelum nanti adek kamu terlanjur cinta dengan wanita yang salah" , ucap papa Antonio.


"Apakah kalau Alvaro pacaran , dia akan memberitahukannya kepada kita? Kalau kita tidak tau dan ternyata mereka sudah pacaran , bagaimana pa?" , tanya Angelica.


"Pasti kita akan tau. Anak itu tidak akan bisa menyimpan rahasia , terutama kalau bersama mama" , ucap papa Antonio sambil tersenyum.

__ADS_1


"Benar juga pa" , jawab Angelica sambil tersenyum.


__ADS_2