
Tidak terasa seminggu pun berlalu. Tiba saatnya acara penutupan ospek di kampus. Malam itu Angelica mengikuti acara api unggun yang dibuat oleh senior di kampusnya.
Setiap mahasiswa dan mahasiswi duduk sambil mengelilingi api unggun. Di sana mereka di minta untuk memberikan pesan dan kesan selama ospek berlangsung. Setelah itu mereka juga bernyanyi bersama dan yang terakhir mendengarkan kata penutup dari senior.
Dan resmi berakhir lah acara ospek pada malam itu.
"Angelica , kamu pulang dengan siapa malam ini?" , tanya Tiara yang gak melihat ada sopir pribadi Angelica disana.
"Aku dijemput sama suami aku" , jawab Angelica.
"Apa!!!" , ucap Tiara yang sangat terkejut mendengar Angelica sudah menikah.
"Kenapa kamu kaget seperti itu?" , tanya Angelica sambil tersenyum tipis.
"Aku gak percaya saja , masa di usia kamu yang masih muda begini sudah menikah" , ucap Tiara.
"Iya benar , aku menikah ketika aku sudah lulus SMA" , jawab Angelica.
"Apakah kamu menikah karena hamil duluan?" , tanya Tiara dengan spontan.
"Gak la , sampai sekarang saja aku belum hamil" , jawab Angelica sambil terkekeh.
"Oh , aku kirain" , ucap Tiara.
"Gak , aku saja belum mau punya anak sampai lulus kuliah" , ucap Angelica.
"Kalau gitu....Kenapa kamu menikah setelah kamu lulus sekolah?" , tanya Tiara yang semakin penasaran.
"Karena kami saling mencintai dan keluarga kami juga sudah saling kenal. Makanya kami memutuskan untuk menikah" , jawab Angelica.
"Oh ok" , ucap Tiara.
James yang sudah sampai di lokasi api unggun , memarkirkan mobilnya dan turun untuk menjemput istri kecilnya.
"Sayang" , panggil James ketika sudah melihat Angelica disana.
"Iya sayang" , jawab Angelica sambil melihat suaminya berjalan ke arahnya.
"Ini suami kamu. Keren sekali" , ucap Tiara.
"Iya" , jawab Angelica sambil tersenyum.
"Pantesan kamu mau menikah muda. Cowoknya tampan begini" , ucap Tiara sambil terus memandangi James.
"Ayo kita pulang" , ucap James sambil memegang tangan istri kecilnya.
"Sayang , kenalin dulu teman aku. Tiara" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Oh ok" , ucap James sambil mengulurkan tangannya.
Tiara pun menjabat tangan James sambil terus menatap wajah James.
"Baiklah , kalau gitu ayo kita pulang lagi" , ucap James kepada istri kecilnya setelah menjabat tangan Tiara.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
.
.
"Aku pulang dulu ya" , ucap Angelica kepada Tiara.
"Iya Angelica , aku juga sudah mau pulang" , ucap Tiara.
Angelica berjalan bersama dengan James menuju ke parkiran mobilnya dan Tiara pun berjalan menuju ke mobil miliknya.
"Sayang , kenapa aku merasa tatapan teman kamu tadi aneh?" , ucap James setelah mereka berada di dalam mobil.
"Dia sangat kagum dengan ketampanan yang dimiliki oleh suami aku" , ucap Angelica sambil tersenyum.
"Aku malah takut melihatnya. Sepertinya bola matanya sudah akan keluar begitu melihat aku" , ucap James.
"Siapa suruh wajah suami aku ini sangat ganteng. Membuat para wanita pun menjadi tergila-gila padanya" , jawab Angelica sambil tersenyum melihat ke arah suami tercintanya.
"Iya sayang , memang hanya untuk aku saja. Gak boleh untuk wanita lain" , jawab Angelica dengan tegas.
"Iya sayang. Cintaku hanya untukmu" , ucap James.
"Cintaku juga hanya untuk kamu sayang" , jawab Angelica dengan manis.
Setelah itu , pasangan muda yang sangat serasi dan romantis itu , mengobrol santai sampai tidak terasa mobil yang dibawa oleh James telah sampai di depan rumah.
Angelica dan James berjalan memasuki rumah. Ketika mereka berjalan bersama , terdengar suara mama Heni yang sedang mengobrol.
"Sudahlah nak , kamu kembali saja ke rumah kita. Jadi mama kan bisa membantu kamu untuk menjaga Kania" , ucap mama Heni.
"Gak mungkin ma , biar bagaimana pun aku akan tetap tinggal bersama dengan suami aku" , jawab Caroline.
"Suami kamu itu gak benar sayang , kamu pulang saja ya. Dia saja tidak bisa membantu kamu untuk menjaga anak kalian kan" , ucap mama Heni.
"Harry juga sangat sibuk di kantornya belakangan ini ma. Di rumah kan aku juga tidak sendiri , ada Tari juga" , jawab Caroline.
"Iya nak , tapi Tari itu gak hanya membantu kamu untuk pekerjaan rumah saja. Harusnya Harry yang membantu kamu dalam mengurus anak" , ucap mama Heni.
"Gak apa apa ma , aku masih bisa kok mengurus Kania sendiri" , ucap Caroline.
__ADS_1
"Ya baiklah , kalau ada apa-apa langsung kabari mama ya" , ucap mama Heni.
"Iya ma" , jawab Caroline sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Kakak kenapa ma?" , tanya James yang terus mendengarkan disana setelah dia pulang.
"Mama dapat laporan dari Tari bahwa kakak kamu dan Harry bertengkar hebat. Tapi seperti biasa kakak kamu gak mau memberitahukannya kepada mama. Tadi mama juga meminta kakak kamu untuk pulang ke sini , tapi dia tidak mau" , ucap mama Heni.
"Dari dulu kakak gak pernah mau menceritakan kepada kita keburukan suaminya ma. Jadi kita juga gak bisa berbuat banyak" , ucap James.
"Iya nak. Kenapa kakak kamu memilih Harry waktu itu?" , ucap mama Heni.
"Perasaan kakak yang memilihnya ma , makanya sampai sekarang kakak masih bisa tinggal bersama dengan Harry" , ucap James.
"Kenapa kakak kamu yang sangat pintar dan cantik itu , bisa salah memilih pasangan untuk hidupnya?" , ucap mama Heni yang belum bisa menerima anaknya di perlakukan dengan tidak adil.
"Kalau hati sudah berbicara , kita pun gak bisa menolaknya ma" , ucap James.
"Seandainya kakak kamu mau bercerai dari Harry , mungkin mama pun bisa jadi lebih tenang" , ucap mama Heni.
"Gak mungkin juga kita meminta kakak bercerai dengan kakak ipar sekarang ma" , ucap James.
"Kenapa gak mungkin"? , ucap mama Heni.
"Karena sudah ada anak mereka ma , Kania" , jawab James.
"Apa salahnya berpisah kalau bisa membuat kakak kamu hidup dengan lebih baik. Bahkan anaknya akan menjadi lebih baik dan terjamin kalau berada di rumah kita" , ucap mama Heni.
"Semua ini tergantung dari kakak sendiri ma. Kalau kakak tidak mau berpisah dengan suaminya , kita pun tidak boleh memaksanya" , ucap James.
"Iya kamu benar nak , kalau gitu mama mau istirahat dulu di kamar" , ucap mama Heni dengan wajah sedihnya.
"Iya ma" , jawab James.
James dan Angelica pun berjalan menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya.
"Sayang , aku kasihan liat mama yang sedih seperti itu" , ucap Angelica.
"Ya mau bagaimana lagi sayang , kita pun gak bisa membantu. Tadi kamu sudah dengar sendiri kan" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
Angelica berjalan menuju ke wardrobe room nya dan mengambil salah satu piyama yang ada disana.
"Sayang , aku mau mandi dulu ya" , ucap Angelica.
"Iya sayang" , jawab James sambil mengganti bajunya dengan kaos rumah dan celana pendek di wardrobe room.
__ADS_1