
Angelica pulang ke kota A bersama dengan papanya Antonio.
Setelah berpamitan dengan semuanya , Angelica dan Antonio pergi ke bandara dengan menggunakan cab.
"Perusahaan bagaimana selama papa gak ada?" , tanya Antonio selama dalam perjalanan menuju ke bandara.
"Baik-baik saja pa. Kalau ada dokumen yang mendesak , uncle Robi selalu minta tanda tangan sama aku" , ucap Angelica.
"Baguslah...selama ada Robi dan kamu di sana , papa bisa jadi lebih tenang" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
Tidak lama , mobil cab pun telah sampai di bandara. Angelica dan Antonio turun dari mobil cab setelah membayar sesuai dengan yang tertera di sana.
Sandra yang sudah selesai bebersih-bersih di dapur , berjalan menuju ke kursi sofa di mana papa dan mama mertuanya sedang duduk di sana sambil menonton televisi.
"Besok jadwal kontrol papa ke rumah sakit" , ucap Sandra.
"Iya nak , besok pagi kita pergi ke rumah sakit" , ucap papa Chandra.
"Kenapa Noval gak disuruh datang bekerja setiap hari saja ke sini?" , tanya mama Shinta.
"Dari awal aku sudah minta dia untuk datang dua hari sekali ke sini , karena kan Alvaro cuma sendiri di sini" , jawab Sandra.
"Ya , mulai sekarang kan sudah ada papa , mama dan kamu. Jadi minta dia datang setiap hari saja ya" , ucap mama Shinta.
"Baik ma , besok aku beritahukan kepada Noval" , ucap Sandra.
Mama Shinta pun menganggukkan kepalanya.
********
James yang sudah di berikan kabar oleh istri kecilnya kemaren malam , langsung turun dari tempat tidur , berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi , James melihat jam yang ada di dinding kamar mereka.
"Sudah waktunya aku bersiap-siap dan pergi ke bandara" , gumam James sambil berjalan ke wardrobe room dan mengambil salah satu baju kaos dan celana jeans nya di sana.
Tidak butuh waktu lama , James pun telah rapi dengan baju jalannya.
James mengambil kunci mobilnya dan berjalan turun ke bawah.
"Ma , pa , aku pergi menjemput Angelica dan papa Antonio ya" , ucap James yang melihat papa dan mamanya sedang duduk di kursi sofa yang ada di ruang tamu.
"Iya nak. Hati-hati di jalan ya" , ucap papa Freddy dan mama Heni bersamaan.
"Nanti sampaikan salam papa dan mama untuk papa mertua kamu" , ucap mama Heni.
"Iya ma" , jawab James sambil berjalan pergi ke luar.
James masuk ke dalam mobilnya , menyalakannya dan membawanya dengan kecepatan sedang untuk menjemput kekasih hatinya.
__ADS_1
Angelica dan Antonio yang sudah sampai di kota A , mulai menunggu antrian untuk turun dari pesawat.
"Kamu sudah kabari James kan nak , kalau kita pulang hari ini?" , tanya Antonio.
"Sudah pa" , jawab Angelica.
"Baiklah" , ucap Antonio sambil menganggukkan kepalanya.
.
.
Mobil yang di kendarai oleh James telah sampai di bandara. Sebelum dia melihat tempat parkir di sana , sudah terlihat Angelica dan Antonio papa mertuanya sudah berdiri di area penjemputan.
James memarkirkan mobilnya pas di depan Angelica dan Antonio.
"Maaf pa , aku telat jemput nya" , ucap James.
"Iya , gak apa-apa. Papa dan Angelica juga baru gak lama ini keluarnya" , jawab papa Chandra.
James membantu membawakan semua barang-barang papa mertua dan istri kecilnya , untuk di masukkan di bagasi mobil.
Setelah itu mereka bertiga masuk ke dalam mobil.
"Kita mau pergi makan dulu gak?" , tanya James sambil mengendarai mobilnya keluar dari bandara.
"Boleh sayang , aku sudah merasa lapar" , jawab Angelica.
"Mau makan dimana?" , tanya James.
"Terserah kalian saja , papa ngikut aja" , jawab Antonio.
"Baiklah , aku lagi kepengen dimsum , makan di restoran yang ada dimsum nya aja ya" , ucap Angelica.
"Baiklah" , jawab Antonio.
James menjalankan mobilnya sampai di depan restoran chinese food salah satu langganan mereka.
Sampai di dalam restoran , Angelica , Antonio dan James memesan beberapa menu yang ada di sana. Setelah selesai memesan , pelayan pun pergi dari sana.
"Bagaimana keadaan opa Chandra sayang?" , tanya James.
"Baik-baik saja kok. Cuma opa harus sering kontrol rutin di rumah sakit. Opa Chandra dan oma Shinta juga sudah berencana untuk tinggal di Singapura untuk sementara ini" , ucap Angelica.
"Pasti Alvaro senang sekali ya , ada opa Chandra dan oma Shinta di sana" , ucap James.
"Jangan di bilang lagi. Dia langsung bahagia , apalagi mama kan juga tinggal di sana untuk beberapa waktu" , jawab Angelica.
"Oh iya , gak usah di bilang lagi kalau itu. Udah terbayang aku wajah bahagia Alvaro" , ucap James.
Angelica pun hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Tidak lama , pelayan restoran membawakan makanan pesanan mereka dan menghidangkannya di atas meja.
Angelica , Antonio dan James makan bersama sambil mengobrol santai dan tidak terasa makanan yang mereka pesan sudah habis mereka makan semua.
James membayar makanan yang mereka makan dan setelah itu mereka berjalan keluar menuju ke parkiran mobil.
James menjalankan mobilnya begitu mereka semua sudah masuk. James membawa mobil nya menuju ke rumah besar Antonio.
Tidak lama , mobil James telah sampai di depan gerbang rumah mertuanya.
Pak Didit langsung membukakan pagar hitam yang menjulang tinggi itu.
James masuk ke dalam halaman dan memarkirkan mobilnya di tempat biasa , setelah itu James turun dan membantu mengeluarkan koper papa Antonio.
"Pa , kami langsung pulang aja ya" , ucap Angelica.
"Baiklah nak" , jawab Antonio.
Antonio berjalan masuk ke dalam rumahnya dan James membawa mobilnya keluar dari rumah mertuanya menuju ke rumahnya.
Selama dalam perjalanan James terus mengobrol dengan istri kecilnya , karena dia sudah sangat merindukan istri kecilnya selama berada di Singapura.
Tidak terasa , mobil yang dibawa oleh James telah sampai di depan rumahnya.
James dan Angelica turun dari mobil bersama. James berjalan menuju ke bagasi mobil dan menurunkan koper istri kecilnya , berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
"Pa , ma" , sapa Angelica dan James secara bersamaan ketika mereka masuk ke dalam rumah dan melihat papa Freddy dan mama Heni masih menonton televisi di sana.
"Iya sayang" , jawab papa Freddy dan mama Heni bersamaan.
.
.
"Sayang , apa kalian sudah makan?" , tanya mama Heni.
"Sudah ma , tadi aku makan bersama papa juga" , jawab Angelica.
"Antonio pulang ke sini juga ya?" , tanya papa Freddy.
"Iya pa" , jawab Angelica.
"Bagaimana dengan kondisi om Chandra?" , tanya papa Freddy.
"Opa sudah baik-baik saja pa , cuma harus rajin kontrol ke rumah sakit" , jawab Angelica.
"Berarti om Chandra bisa lama ya di Singapura?" , ucap mama Heni.
"Iya ma , rencananya opa Chandra dan oma Shinta akan tinggal sementara di Singapura" , jawab Angelica.
"Apa om Chandra jadi betah ya tinggal di Singapura" , ucap papa Freddy.
__ADS_1
"Iya pa , oma juga sangat suka tinggal di Singapura" , jawab Angelica.
"Oh , baiklah" , jawab mama Heni.