Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 71


__ADS_3

Monika yang sangat menantikan chat dari Alvaro yang gak kunjung ada , akhirnya memutuskan untuk mencoba chat duluan.


Monika mengambil ponselnya dan menyentuh room chatnya.


"Hi" -Pesan Dikirim- ke nomor Alvaro yang sudah di simpan di dalam ponselnya.


Lima menit berlalu , belum juga ada balasan dari Alvaro.


Monika merasa gelisah sambil melihat ke arah ponselnya.


Setiap menit berlalu dan gak ada tanda-tanda balasan dari Alvaro.


"Apa dia tidak menyukai aku?" , ucap Monika sambil meletakkan ponselnya di kasurnya dan memutuskan untuk tidur saja dari pada memikirkan chat nya yang gak di balas Alvaro.


Monika mencoba memejamkan matanya , tapi tetap saja matanya tidak bisa lepas dari ponselnya.


Sampai sudah sejam berlalu , ponsel Monika tetap saja hening di sana.


"Huh..... Dasar laki-laki. Atau aku saja yang merasa ke gee-ran dan berpikir kalau kak Alvaro menyukai aku" , ucap Monika sambil menutup wajahnya dengan bantal.


.


.


Malam itu Alvaro bercengkrama dengan orang tua , opa , oma dan saudara kembarnya.


Setelah sekian lama mereka tidak pernah mengobrol seseru itu. Tidak terasa hari pun sudah larut malam.


Opa Chandra pun sudah mulai kelelahan dan ingin beristirahat.


"Opa mau tidur dulu ya" , ucap opa Chandra.


"Iya pa , kita juga sudah mau istirahat lagi" , jawab Antonio.


Opa Chandra dan oma Shinta berjalan memasuki kamar yang ada di sebelah kamar Alvaro.


Sandra berjalan ke dalam kamar dan menuju ke lemari. Sandra mencari bed cover yang ada disana , mengambil 2 bed cover dan meletakkannya satu di atas tempat tidur. Satu lagi di bawa keluar.


"Hubby , ini bed cover buat hubby ya" , ucap Sandra sambil meletakkannya di atas kursi sofa yang ada di sana.


"Iya sayang" , ucap Antonio.


Angelica berjalan menuju ke kamar dan membuka koper miliknya. Mengambil baju piyamanya dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Alvaro berjalan ke kamar , mengambil ponselnya yang terletak di atas meja belajarnya. Begitu Alvaro membuka kunci di layar ponselnya..... Alvaro langsung terkejut begitu melihat ada notifikasi chat dari Monika.


Gadis pelukis yang manis , yang bisa membuat Alvaro merasakan debaran jantung yang sangat cepat di dadanya.


Alvaro menyentuh nama Monika di sana dan masuk ke dalam room chat nya. Alvaro pun membalas sapaan dari Monika dan juga mengatakan maaf karena baru membalas chat nya.


Monika yang memang tidak tidur dari tadi , langsung mengambil ponselnya yang berbunyi tanda ada chat masuk di sana.


Begitu Monika melihat ponselnya , dia pun langsung tersenyum bahagia. Monika langsung membalas pesan dari Alvaro. Tidak lupa Monika juga menanyakan tadi Alvaro lagi ngapain.


Alvaro yang duduk di sana sambil menunggu balasan dari Monika dengan perasaan yang berdebar-debar , langsung melihat ke arah chat nya begitu ada bunyi notifikasi yang masuk.


Alvaro langsung tersenyum membaca chat dari Monika , meskipun tidak ada kata-kata lucu di sana.


Alvaro mulai mengetik di sana sambil tersenyum-senyum memandangi layar ponselnya.


Angelica yang baru keluar dari kamar mandi , merasa heran melihat saudara kembar satu-satunya itu tersenyum-senyum sendiri di sana.


"Ma , apa Alvaro sudah memiliki pacar di sini?" , tanya Angelica.


"Kayaknya gak ada sayang , mama gak pernah melihat dia pacaran" , ucap Sandra.


"Terus , adek chat sama siapa senyum-senyum begitu?" , tanya Angelica.


"Masa chat sama teman cowok bisa senyum-senyum seperti itu ma" , ucap Angelica.


"Ya bisa saja. Adek kamu kan agak unik anaknya" , ucap Sandra.


"Iya juga ya ma" , jawab Angelica sambil terkekeh.


Sandra yang teringat anaknya belum mandi dari tadi dia bangun...


"Alvaro , mandi dulu sana. Dari tadi siang kan kamu belum mandi" , ucap Sandra.


"Iya ma" , jawab Alvaro dengan tangan yang masih mengetik di layar ponselnya.


Setelah selesai mengirim pesannya kepada Monika , Alvaro pun meletakkan ponselnya di atas meja belajarnya dan berjalan mengambil bajunya di dalam lemari , menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Ma , apa papa bisa tidur di kursi sofa?" , tanya Angelica yang tidak pernah melihat papanya tidur di sofa.


"Bisa sayang , kamu tenang saja. Kursi sofanya empuk kok , pasti papa bisa tidur dengan nyenyak malam ini" , jawab Sandra.


"Iya ma" , jawab Angelica sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu gak menghubungi James?" , tanya Sandra.


"Sudah ma , tadi aku sudah chat sama dia" , jawab Angelica.


"Apa dia tidak merindukan kamu? Ini pertama kalinya kalian berpisah sejak kalian menikah" , ucap Sandra.


"Ya , setiap saat dia bilang merindukan aku ma. Tapi kan aku juga baru saja pergi. Besok aku juga sudah akan pulang ke kota A" , ucap Angelica.


"Itu biasa sayang. Cowok kalau sudah menyukai seorang wanita , pasti akan selalu merindukan wanita yang dicintainya , meskipun kalian baru saja berpisah" , ucap Sandra.


"Kayak papa ya ma" , ledek Angelica sambil terkekeh.


"Ya , kamu benar. Seperti papa" , jawab Sandra sambil terkekeh.


"Ada pembicaraan apa? Kayaknya seru banget" , ucap Alvaro yang baru keluar dari kamar mandi.


"Kamu urus saja ponsel kamu yang trang tring dari tadi" , jawab Angelica.


Alvaro berjalan dengan santai menuju ke mej belajarnya. Alvaro mengambil ponselnya dan mulai membaca chat dari Monika. Tidak lupa , Alvaro pun membalasnya.


Sandra mulai masuk ke kamar mandi setelah kedua anaknya selesai. Tidak lama Sandra pun telah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.


Terlihat Alvaro yang selalu senyum - senyum sendiri di sana.


"Dengan siapa Alvaro chat malam-malam begini sambil tersenyum-senyum seperti itu" , ucap Sandra dalam hatinya.


Sandra belum mau untuk menanyakan kepada anaknya sekarang. Sandra berjalan menuju ke kasur dan naik ke atasnya.


Angelica pun ikut naik ke atas kasur dan berbaring di sebelah tubuh mamanya.


"Sudah lama sekali aku tidak pernah tidur bersama dengan mama" , ucap Angelica sambil memeluk tubuh mamanya.


"Iya sayang , saat kamu masih kecil , kita sering tidur berempat dengan papa" , jawab Sandra.


"Iya ma. Tapi aku lebih suka tidur sendiri , beda sama adek yang selalu mau tidur sama mama" , ucap Angelica sambil tersenyum.


"Iya sayang , adek itu sangat manja dari kecil. Sampai dia besar seperti sekarang pun masih sangat manja" , ucap Sandra.


"Aku kan selalu menyayangi mama. Ya wajar dong kalau aku selalu ingin tidur bersama dengan mama" , jawab Alvaro sambil terus mengetik di layar ponselnya.


"Itu bukan karena menyayangi mama. Tapi karena memang kamu nya aja yang manjanya keterlaluan" , jawab Angelica.


Alvaro yang meras kesal di bilang gitu sama saudara kembarnya , memilih untuk diam dan terus membalas chat yang masuk dari Monika.

__ADS_1


__ADS_2