Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 86


__ADS_3

Seperti biasa , Hary bangun kesiangan.....


"Aduh , sudah jam berapa ini?" , ucap Hary begitu dia terbangun dan melihat ke arah dinding yang jam di sana.


"Ya ampun , sudah jam 11 saja. Aku kesiangan deh. Aku harus bergegas dan pergi ke rumah mertua aku nih" , ucap Hary sambil bergegas turun dari tempat tidur dan mengambil pakaiannya , berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar.


Selama mandi , Hary terus memikirkan apa yang akan dia katakan nanti , begitu dia sampai di rumah mertuanya.


"Kali ini aku gak boleh gegabah. Aku harus bisa mengendalikan diri aku. Biar bagaimanapun aku harus bisa membawa Caroline pulang ke sini lagi" , gumam Hary sambil menggosok badannya dengan sabun.


Setelah beberapa waktu , akhirnya Hary pun selesai mandi dan menggunakan pakaiannya.


Hary berjalan ke kamar dan merapikan rambutnya.


Terdengar bunyi kru yuk...kru yuk... dari perutnya.


"Aduh , kenapa aku harus lapar sekarang? Kalau aku makan dulu , aku akan semakin siang sampai di sana" , gumam Hary.


Tapi perutnya benar-benar tidak bisa kompromi. Akhirnya Hary memutuskan untuk mencari makanan kaki lima yang ada di dekat rumahnya terlebih dahulu.


Hary menjalankan mobilnya menuju ke tempat makan yang biasa dia kunjungi di sana.


Dia pun memesan satu gado-gado. Tidak butuh waktu lama , makanannya pesanannya di antarkan oleh ibu penjual ke mobilnya.


Hary pun menyantap makanannya itu dengan cepat.


Selesai makan dan membayar makanannya , Hary pun mulai menjalankan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah mertuanya.


******


Caroline dan James sudah berada di dalam ruangan kantor milik James , untuk membahas masalah perceraian dengan Pak Burhan pengacara mereka.


"Apa ibu gak mau minta harta gono gini kepada suaminya?" , tanya Pak Burhan.


"Gak pak" , jawab Caroline.


"Tapi anak ibu masih harus di biayain oleh ayahnya" , ucap Pak Burhan.


"Gak perlu pak , dia saja gak pernah menafkahi kami" , jawab Caroline.


"Biar bagaimana pun dalam perceraian ini , ibu harus meminta hak ibu. Jangan mau di lepaskan begitu saja" , ucap Pak Burhan.


"Tapi dia memang gak memiliki apa-apa Pak. Dia cuma punya rumah saja , tidak ada yang lainnya" , jawab Caroline.


"Jadi ibu maunya gimana dalam proses perceraian ini?" , tanya Pak Burhan.

__ADS_1


"Saya cuma mau proses perceraian ini cepat selesai Pak" , jawab Caroline.


"Meskipun ibu di rugikan karena tidak meminta apa-apa , apakah tidak masalah?" , tanya Pak Burhan sambil melihat Caroline.


"Iya pak , gak apa-apa" , jawab Caroline.


Pak Burhan menghembuskan nafasnya dengan agak berat.


"Baiklah bu. Akan saya usahakan kasus ini bisa selesai dengan cepat dan sesuai dengan keinginan ibu" , ucap Pak Burhan.


"Iya pak. Terima kasih pak" , jawab Caroline.


"Baiklah , kalau gitu saya permisi dulu" , ucap Pak Burhan sambil menjabat tangan Caroline dan James.


"Iya pak. Terima kasih" , ucap Caroline dan James.


.


.


"Kak , apa kakak yakin gak mau minta apa-apa dari Hary?" , tanya James setelah pak Burhan keluar dari ruangannya.


"Iya dek , gak usah. Nanti kamu kasih kakak kerjaan saja" , kata Caroline sambil tersenyum.


"Bukan masalah kasih kerjaan buat kakak. Kalau kakak gak mau kerja dan hanya menjaga Kania saja , aku gak masalah kak. Tapi ini kan kakak yang banyak di rugikan" , ucap James.


"Tapi masalah ini juga gak bisa terjadi secepat yang kakak mau. Kalau Hary gak mau bercerai bagaimana?" , ucap James.


Seketika perkataan dari James , membuat Caroline sadar.


"Iya , kamu bener juga ya. Dia pasti gak akan menerima perceraian ini" , ucap Caroline sambil melihat ke arah anaknya.


"Iya kak , jadi kakak harus menyiapkan mental untuk menghadapi kekacauan yang akan dibuat oleh Hary" , ucap James.


"Iya , kamu benar dek" , jawab Caroline.


"Tapi kakak tenang saja , ada aku dan keluarga kita. Kakak pasti akan aman , bagaimanapun pak Burhan pasti akan bisa membantu kita untuk menyelesaikan perceraian ini" , ucap James yang gak mau melihat kekhawatiran di wajah kakaknya.


"Iya dek , terima kasih ya" , ucap Caroline yang mulai sedikit tenang.


********


Mobil yang di kendarai oleh Hary telah sampai di depan rumah mertuanya.


Hary turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu rumah yang sedang terbuka , karena Sri sedang membersihkan halaman depan.

__ADS_1


"Tuan , mau cari non Caroline?" , tanya Sri dengan sopan.


"Iya" , jawab Hary.


"Non Caroline sedang tidak ada di rumah tuan" , jawab Sri.


"Gak mungkin dia gak ada di sini. Kamu jangan bohong sama saya , bilang saja kalau saya gak diijinkan masuk ke dalam" , ucap Hary dengan nada tinggi.


Membuat mama Heny yang sedang duduk di ruang tengah mendengar suara nya.


Mama Heny langsung meletakkan majalah fashion kesukaannya dan berjalan untuk melihat keluar.


Begitu melihat Hary berada di sana , mama Heny gak terkejut , karena mama Heny sebelumnya sudah bisa menebak , kalau menantunya ini pasti akan datang untuk mencari anaknya.


"Ada apa ribut-ribut di sini?" , ucap mama Heny.


"Ini ma , masa asisten rumah tangga mama bilang Caroline gak ada di rumah" , ucap Hary.


"Iya , memang Caroline tidak ada di rumah" , jawab mama Heny.


"Gak mungkin ma , kan Kania masih kecil. Gak mungkin dia keluar" , jawab Hary.


"Dia sedang keluar untuk mengurus masalah penting. Kamu pulang aja , nanti juga kamu bertemu dengan Caroline" , ucap mama Heny.


"Mengurus masalah penting? Masalah apa ma?" , tanya Hary dengan perasaan yang tidak enak.


"Nanti kamu juga akan tau ketika saatnya tiba" , ucap mama Heny.


"Kemaren Caroline sempat mengatakan ingin bercerai dengan aku. Apakah dia sedang mengurus perceraian kami ma?" , tanya Hary dengan perasaan yang sangat gelisah dan ketakutan.


"Kamu tunggu saja kabar dari Caroline , sekarang kamu pulang saja" , ucap mama Heny yang sudah gak mau lama-lama melihat wajah menantu laki-lakinya itu.


"Tapi aku gak mau bercerai dengan Caroline , ma" , ucap Hary sambil berjalan mendekati mama mertuanya.


"Mama juga gak tau pasti. Nanti kamu tunggu kabar Caroline saja" , ucap mama Heny sambil memutar tubuhnya dan mau masuk ke dalam rumah.


Hary pun mengejar mama Heny yg sudah berjalan masuk ke rumah.


"Aku gak mau menunggu kabar dari Caroline ma. Aku mau menunggu di sini saja sampai Caroline pulang" , ucap Hary.


"Caroline pulangnya bisa sore" , ucap mama Heny yang sebenarnya gak tau anaknya itu akan pulang setelah berbicara dengan pak Burhan atau sampai menunggu James selesai kerja.


"Iya , gak apa-apa ma. Aku akan menunggu di sini saja" , ucap Hary.


"Ya terserah kamu. Mama mau beristirahat di kamar" , ucap mama Heny.

__ADS_1


"Iya ma" , jawab Hary sambil duduk di kursi sofa yang ada di sana.


__ADS_2