
Harry berjalan mengikuti langkah Erik menuju ke ruangan kerja Antonio.
Sambil berjalan Harry terus mengagumi kemewahan yang ada di dalam All Star Hotel.
"Benar-benar sangat mewah , barang-barangnya juga pasti yang mahal semua ini. Kelihatan lampu kristal yang terpasang disana itu , pasti harganya sangat fantastis" , ucap Harry dalam hatinya.
"Bu Susi , ini tuan Harry" , ucap Erik.
"Baik. Kalau gitu saya antarkan ke ruangan tuan Antonio" , ucap Susi sambil berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ruangan bos besar.
Harry mengikuti langkah Susi.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , terdengar suara dari dalam.
Susi pun membuka pintunya...
"Permisi pak , tuan Harry sudah datang" , ucap Susi.
"Baik , silahkan masuk" , jawab Antonio.
"Halo om , halo adik ipar" , ucap Harry sambil berjalan masuk ke dalam ruangan.
"Halo , silahkan duduk" , jawab Antonio dan Angelica bersamaan.
Harry pun duduk di kursi kosong yang ada di depan meja kerja Antonio dan pas di sebelah Angelica.
"Kakak ipar cari aku , ada apa ya?" , tanya Angelica.
"Aku mau menawarkan kamu untuk investasi di perusahaan madu aku" , ucap Harry sambil memberikan proposal yang sudah dipersiapkannya.
Angelica pun mengambil proposal itu dan mulai membacanya sampai selesai.
.
.
"Maaf kak , aku gak bisa berinvestasi di perusahaan kakak" , jawab Angelica sambil meletakkan proposal di atas meja.
"Kenapa gak bisa? Apa kamu gak mau membantu kakak ipar kamu sendiri?" , ucap Harry.
"Bukan begitu kak. Kalau kakak mau , kakak bisa membawa madu kakak kesini , apabila madunya sesuai dengan standar All Star Hotel , kakak bisa memasukkan madu kesini dalam jumlah yang besar" , ucap Angelica.
Sejenak Harry terdiam dan berpikir , kayaknya bagus juga. Kalau aku bisa memasukkan madu aku di All Star Hotel , maka pasti nanti aku bisa memasarkan madu aku dengan sangat mudah.
"Baiklah , besok aku akan bawa madu aku kesini" , ucap Harry.
"Iya kak" , jawab Angelica.
__ADS_1
Harry pun permisi dari sana dan berjalan keluar dari ruangan kerja Antonio.
"Kenapa kamu gak mau investasi di perusahaan kakak ipar kamu?" , tanya Antonio setelah Harry keluar dari ruangannya.
"Proposal nya gak menjanjikan pa. Semuanya gak ditulis dengan jelas , dia cuma tulis meminta aku untuk menginvestasikan uang sebesar 500 juta ke perusahaannya" , ucap Angelica menjelaskan kepada papanya.
"Kalau gak jelas seperti itu , memang susah untuk kita berinvestasi" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
"Oh iya nak , papa sudah minta Susi untuk menyiapkan ruang kerja untuk kamu. Mulai besok kamu sudah memiliki ruang kerja sendiri ya. Nanti juga ada beberapa proyek baru yang akan papa serahkan kepada kamu" , ucap Antonio.
"Baik pa" , jawab Angelica sambil tersenyum.
********
Tiba saatnya James meeting dengan Chyntia....
"Aku langsung saja ya , aku tertarik dengan 3 wahana ini. Kapan bisa dikirimkan ke jungleland aku?" , tanya James yang langsung to the point.
"Kenapa kamu langsung membahas masalah pembelian wahana permainan?" , ucap Chyntia.
"Kamu ke sini kan untuk menjual wahana permainan?" , ucap James dengan dingin.
"Apa kita gak bisa mengingat masa-masa dulu?" , ucap Chyntia.
"Masa-masa dulu yang sangat menyakitkan itu?" , jawab James.
"Sekarang aku hanya akan membahas masalah pembelian wahana permainan. Kalau kamu masih mau membahas yang lainnya , maka aku akan membatalkan kerja sama dengan kamu. Aku akan mencari perusahaan lain saja" , ucap James.
"Kamu jangan begitu James. Selama ini aku selalu mencintai kamu. Kenapa kamu gak melihat keseriusan aku?" , ucap Chyntia.
"Maaf Chyntia , aku sudah gak punya waktu banyak. Kalau kamu masih mengungkit hal yang tidak ada hubungannya dengan wahana permainan , maka kita sudahi saja meeting ini" , ucap James.
Chyntia pun menjadi terdiam sejenak.
"Apa benar aku sudah gak bisa mendapatkan kamu lagi?" , ucap Chyntia dalam hatinya.
.
.
"Baiklah , aku janji hanya akan membahas masalah kerja sama kita saja" , ucap Chyntia yang masih belum mau untuk memutuskan hubungan dengan James.
James dan Chyntia mulai membahas masalah wahana permainan , sampai akhirnya mendapatkan kesepakatan dan James menandatangi surat tanda jadi pembelian wahana tersebut.
Selesai semuanya , Chyntia yang sebenarnya masih mau berada disana melihat James pun akhirnya terpaksa memutuskan untuk pulang , karena melihat raut wajah James yang selalu dingin selama bersama dengan dirinya.
"Baiklah , dalam beberapa hari lagi , orang aku akan mengirimkan wahana permainannya ke jungleland kamu" , ucap Chyntia.
__ADS_1
"Ok , terima kasih" , jawab James.
"Kalau gitu aku permisi dulu. Nanti kalau ada masalah kamu bisa menghubungi aku langsung" , ucap Chyntia.
"Ok" , jawab James.
Chyntia berjalan pergi meninggalkan ruangan kerja James dengan perasaan yang cemburu , karena selama dia disana , dia melihat foto James dan Angelica yang sangat besar disana.
"Harusnya di foto itu wajah aku dengan James , bukan wanita lain. Betapa bodohnya aku meninggalkan dia hanya karena bau tubuhnya yang gak enak saat itu. Gak disangka sekarang dia sangat wangi dan tampan" , ucap Chyntia dalam hatinya sambil terus berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir di depan gedung kantor James.
********
Harry yang sudah sampai di perusahaan madu miliknya yang hanya sepetak kecil itu , berjalan masuk ke dalam sambil melihat beberapa orang yang bekerja disana.
"Siapkan beberapa botol madu untuk aku bawa besok" , ucap Harry kepada salah satu karyawannya.
"Baik bos" , jawab karyawannya.
Setelah itu Harry berjalan ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kerjanya yang dari rotan tersebut.
Harry mengambil rokoknya dan menyulut apinya.
"Gak lama lagi , aku pasti akan menjadi kaya raya" , ucap Harry sambil mengisap rokoknya dan menghembuskan asapnya ke atas.
Harry membayangkan bagaimana dia nantinya berjalan dengan menggunakan jas dan mobil mewah.
"Pasti Caroline akan sangat mencintai aku nanti dan pasti gak akan mau berpisah dengan aku , setelah aku menjadi kaya raya" , ucap Harry sambil tersenyum kecil.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu disana.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Harry.
Ceklek , pintu pun terbuka. Terlihat Beno salah satu karyawan Harry yang tadi diminta olehnya untuk menyiapkan beberapa madu.
"Bos , ini madu yang bos minta" , ucap Beno.
"Baiklah , terima kasih" , ucap Harry sambil mengambil beberapa botol madu itu dan memasukkannya ke dalam paper bag yang ada disana.
"Apa kita ada pemesanan madu baru lagi bos?" , tanya Beno.
"Sekarang belum ada , tapi mulai besok kita pasti akan mendapatkan pesanan dalam jumlah yang sangat besar" , ucap Harry.
"Benarkah bos , ini berita yang sangat bagus. Selama ini kita sangat sulit untuk memasarkan madu kita" , ucap Beno.
"Ya benar la , mana mungkin aku berbohong kepada kalian untuk soal ini" , ucap Harry.
"Iya bos , kalau gitu saya kembali bekerja lagi dan memberitahukan berita bagus ini kepada yang lainnya" , ucap Beno sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Harry pun menganggukkan kepalanya.