
Setelah hampir 2 minggu , akhirnya anak Caroline dan Harry yang di beri nama Kania Syahputra sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Hari itu juga sudah ada mba Tari yang menjadi pembantu di rumah Caroline dan Harry.
Setelah mengantarkan Caroline dan anaknya di rumah...
"Aku langsung pergi ya sayang" , ucap Harry ketika melihat istrinya turun sendiri sambil menggendong anak mereka.
"Kamu bantu aku masukin barang-barang dulu ke rumah" , ucap Caroline.
"Kan sudah ada Tari sayang" , ucap Harry dengan santai.
"Paling gak , kamu panggilkan dia dulu untuk bantu membawakan semua barang-barang ini" , ucap Caroline dengan nada kesal.
"Kamu kan bisa panggil dia , lagian kamu juga sudah turun dari mobil" , ucap Harry.
Caroline menghembuskan nafasnya dengan kasar dan gak mau lagi berdebat dengan suaminya itu.
Akhirnya Caroline berjalan menuju ke pintu rumah dan memanggil Tari.
"Iya bu" , jawab Tari sambil berlari keluar rumah ketika mendengar suara Caroline.
"Tolong bawa masuk semua barang-barang saya yang ada di mobil ya" , ucap Caroline.
"Baik bu" , jawab Tari dengan sopan sambil berjalan menuju ke mobil dan menurunkan semua barang yang ada di bagasi mobil.
Caroline langsung berjalan masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya dan meletakkan anaknya di atas kasur bayi yang sudah disediakan disana.
Tidak lama , terdengar suara ketukan pintu di sana.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Caroline yang sedang mengambil baju rumahnya yang ada di dalam lemari.
"Permisi bu , kopernya mau diletakkan dimana?" , tanya Tari.
"Di sana saja Tari" , ucap Caroline sambil menunjukkan jarinya ke arah samping lemari baju.
"Baik bu" , jawab Tari sambil meletakkan tas koper Caroline disana.
"Bu , tadi nyonya Heni mengantarkan makanan khusus untuk ibu. Katanya setelah ibu pulang , harus makan makanannya" , ucap Tari.
"Baiklah , kamu tolong bawakan ke kamar saya saja ya" , ucap Caroline.
"Baik bu" , jawab Tari sambil berjalan keluar dari kamar Caroline dan menuju ke dapur.
********
"Sayang , bulan depan kamu sudah harus pergi ke Singapura. Apa ada yang kamu butuhkan lagi?" , ucap Sandra kepada anak kesayangannya yang manja itu.
"Aku mau mama pergi juga bersama dengan aku" , jawab Alvaro.
__ADS_1
"Kamu sudah besar , harus bisa pergi sendiri ya" , ucap Sandra.
"Nanti selama 3 tahun kamu juga akan tinggal disana sendiri" , ucap Sandra.
"Iya dek , nanti kan mama juga akan sering datang melihat kamu disana" , ucap Angelica.
"Tapi aku maunya mama terus bersama aku selama aku disana kak" , jawab Alvaro dengan wajah yang lemas.
"Gak mungkin , mama kan cuma milik papa seorang" , ucap Antonio yang baru pulang ke rumah sore itu.
"Huft....Kenapa papa pulangnya harus sekarang sih!" , ucap Alvaro sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kerjaan papa sudah selesai ya papa pulang ke rumah dong" , jawab Antonio dengan santai sambil mencium kening istri tercintanya.
Sandra dan Angelica hanya tersenyum melihat tingkah Alvaro yang selalu menggemaskan itu.
"Nanti jangan sampai ketika kamu sampai di Singapura kamu merengek minta pulang ya" , ucap Antonio.
"Gak mungkin la pa , kan aku juga yang gak mau kuliah disini" , jawab Alvaro.
"Kamu gak mau ketemu dengan Esmeralda ya" , goda Angelica.
"Sudah lama aku gak mendengar nama dia. Kenapa sekarang kakak malah mengatakan nama dia?" , ucap Alvaro sambil memanyunkan bibirnya.
Antonio hanya tersenyum sambil berjalan ke atas menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Setau kakak kan itu salah satu alasan kamu gak mau disini" , jawab Angelica sambil terkekeh.
"Kayaknya seru banget nih" , ucap James yang baru pulang dari kantor.
James hanya tersenyum sambil menciumi kening istri kecilnya.
"Ya sudah , aku mandi dulu ya" , ucap James.
"Iya sayang" , jawab Angelica.
James berjalan ke atas menuju ke kamar mereka.
Angelica membantu Sandra menyiapkan makanan yang sudah dimasak , menatanya di atas meja makan.
Alvaro mulai sibuk melihat-lihat barang apa yang dia inginkan lagi untuk dibawa ke Singapura.
"Cuci tangan dulu sayang , sebentar lagi papa dan James pasti akan turun untuk makan malam" , ucap Sandra.
"Iya ma , aku lagi melihat selimut dan bantal boneka yang lucu , untuk aku bawa ke Singapura" , jawab Alvaro.
"Kalau kamu bawa barang sebanyak itu , apa kamu bisa membawanya sendiri ketika sampai disana" , ucap Angelica.
"Kan bisa dikirimkan kakak" , jawab Alvaro.
"Tapi kalau mau dikirimkan , bantal dan selimutnya gak bisa sampai langsung , ketika kamu sampai disana dek" , ucap Angelica.
__ADS_1
"Bisa sayang , nanti kita kirimkan lebih dulu saja dari sini" , ucap Sandra.
"Kenapa mama gak biarkan dia bawa sendiri aja? Biar dia angkat tuh barangnya yang banyak sendiri" , ucap Angelica.
"Mama kan selalu baik sama aku , gak seperti kakak yang suka jahat sama aku" , jawab Alvaro.
"Kamu aja yang terlalu manja" , jawab Angelica.
"Sudah...sudah...ayo cuci tangan. Tuh lihat papa dan James sudah datang" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Alvaro dan Angelica sambil berjalan menuju ke dapur.
Saat makan malam , Antonio dan Sandra membahas tentang Alvaro yang akan sekolah di Singapura.
"Gak usah beli banyak barang dari sini dek , nanti disana kamu juga bisa beli" , ucap James sambil memakan makanannya.
"Tapi kan kalau disana aku bayar sendiri kak" , ucap Alvaro.
"Kalau kamu belanja juga pakai uang papa , bukan uang kamu" , jawab Antonio.
"Tapi kan itu uang jajan aku" , jawab Alvaro.
"Papa kasih uang jajan lebih kok buat kamu selama disana. Jangan sampai nanti anak papa yang manja ini , jadi kurus dan gak bisa beli apa-apa selama disana" , ucap Antonio.
"Benarkah pa?" , ucap Alvaro dengan mata yang berbinar-binar.
"Ya benar dong , kamu kan anak papa. Meskipun kamu gak sayang sama papa , papa juga selalu memikirkan dan sayang sama anak papa yang manja ini" , jawab Antonio.
Alvaro langsung berdiri dan memeluk papanya.
"Terima kasih papa" , ucap Alvaro.
"Kalau gini aja , baru mau peluk papanya" , ucap Antonio sambil terkekeh.
"Siapa suruh papa suka cari lawan sama aku" , ucap Alvaro.
"Papa bukan cari lawan , kamu aja yang enak di godain" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Ih....papaaaaaa" , ucap Alvaro dengan suara jeritannya yang pastinya membuat telinga semua orang yang mendengarnya akan sakit.
"Sudah , sudah , ayo makan lagi" , ucap Sandra setelah Alvaro diam.
"Iya mama" , jawab Alvaro sambil berjalan lagi menuju ke kursinya.
Setelah beberapa saat , makan malam keluarga kecil Antonio pun selesai. Seperti biasa Angelica dan James menuju ke kamar mereka. Antonio dan Sandra juga masuk ke kamar mereka sambil diikuti oleh Alvaro.
"Kenapa kamu ke kamar papa?" , tanya Antonio.
"Aku mau tidur disini malam ini , boleh ya" , ucap Alvaro.
"Ya sudah" , jawab Antonio sambil menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
"Horeeeeee" , ucap Alvaro yang langsung berlari dan menghempaskan tubuhnya di kasur orang tuanya.
Sandra dan Antonio hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak manjanya yang sebentar lagi akan sangat jarang mereka lihat kelakuannya itu.