Kisah Cinta James & Angelica

Kisah Cinta James & Angelica
Episode 84


__ADS_3

Hary yang sudah selesai sarapan mie ayam yang ada di pengkolan jalan rumahnya , memutuskan untuk pulang kembali ke rumah.


Hary menjalankan mobilnya dengan cepat , tidak butuh waktu lama , mobilnya pun telah terparkir di depan rumah.


Hary melangkahkan kakinya menuju ke pintu rumah dan masuk ke dalam. Dia mulai meneriakkan istri nya kembali.


Caroline.....Caroline.....


Tetap tidak ada jawaban di sana. "Kenapa belum pulang juga?" , gumam Hary sambil berjalan menuju ke kamarnya.


Begitu Hary membuka lemari baju , untuk mengambil bajunya , seketika dia pun terkejut....


"Kenapa lemarinya kosong? Mana baju istri aku?" , ucap Hary dengan bola mata yang membesar.


Dengan cepat , dia pun menutup pintu lemari dan mengambil ponselnya.


.


.


.


Caroline yang sudah berada di dalam kamarnya untuk menyusun barang-barangnya , mendengarkan suara ponselnya berbunyi.


Caroline pun melihat siapa yang menelponnya siang itu.


"Ternyata sudah bangun juga dia" , ucap Caroline sambil mengusap tombol tanda terima panggilan di sana.


"Halo" , jawab Caroline.


"Halo sayang. Kamu kemana? Kenapa baju-baju kamu tidak ada di lemari?" , tanya Hary dengan perasaan yang khawatir.


"Aku dan Kania sudah pulang ke rumah orang tua aku" , jawab Caroline.


"Kenapa kalian ke sana?" , tanya Hary.


"Aku mau kita bercerai saja" , jawab Caroline dengan dingin.


"Kenapa kamu mau bercerai? Apa salah aku?" , tanya Hary yang mulai ketakutan.


"Kamu tidak pernah bertanggung jawab kepada aku dan anak kamu. Aku sudah tidak bisa melanjutkan kehidupan rumah tangga ini lagi dengan kamu" , jawab Caroline.


"Tapi aku sangat mencintai kalian" , ucap Hary dengan sedikit gemetar dan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu tidak pernah mencintai kami. Kamu hanya mencintai diri kamu sendiri. Nanti kamu tunggu saja surat gugatan cerai dari aku" , ucap Caroline dengan dingin.


"Tidak sayang , aku selalu mencintai kamu dan anak kita" , jawab Hary dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Maafkan aku Hary , hubungan kita tidak bisa di lanjutkan lagi" , ucap Caroline sambil langsung memutuskan sambungan telpon.


Hary yang masih sedih dan terkejut pada saat itu , hanya bisa terduduk lemas sambil menangis.

__ADS_1


Perasaannya bercampur aduk , dari rasa sedih , marah dan takut , semuanya berputar di dalam hati dan pikirannya pada saat itu.


********


Di Singapura....


Sandra akhirnya mendapatkan asisten rumah tangga yang bisa bekerja full time di apartemennya.


"Jadi mama besok sudah akan pulang?" , tanya Alvaro dengan manja.


"Iya sayang , mama kan sudah lama juga di sini" , jawab Sandra.


"Tapi aku belum mau mama pulang" , jawab Alvaro.


"Di sini kamu kan di temani sama opa dan oma. Jadi mama sudah bisa pulang dengan tenang" , jawab Sandra dengan lembut.


"Iya Alvaro , oma dan opa kan menemani kamu di sini" , ucap oma Shinta.


"Iya oma , aku senang ada oma dan opa. Tapi aku mau mama juga tetap di sini" , jawab Alvaro sambil bergelayut manja kepada mamanya.


"Sudah sebesar ini , kamu masih aja manja banget sama mama. Bagaimana nanti mau punya pacar?" , ucap opa Chandra sambil terkekeh.


"Kan sekarang aku masih belum punya pacar opa" , jawab Alvaro sambil memajukan bibirnya.


"Masa...Kayaknya opa sering lihat kamu chatting an sambil senyum-senyum sendiri setiap malam" , goda opa Chandra.


"Itu kan aku chatting sama teman aku , bukan pacar aku opa" , jawab Alvaro.


"Beneran opa" , jawab Alvaro yang sudah mulai kesal.


Opa Chandra langsung tertawa melihat tingkah cucu nya yang satu itu , diikuti juga dengan gelak tawa Sandra dan oma Shinta.


"Ya sudah , sudah malam , tidur lagi. Besok kan kamu ada kelas pagi" , ucap Sandra.


"Mama juga tidur lagi ya" , ucap Alvaro.


"Iya sayang , ayo kita tidur lagi" , jawab Sandra sambil tersenyum.


Setelah mengucapkan selamat malam kepada opa Chandra dan oma Shinta , Sandra dan Alvaro berjalan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Selama tidur , Alvaro terus memeluk tubuh mamanya , seperti anak kecil yang takut kehilangan.


Sandra pun mengecup kening anaknya dan mengelus dengan lembut kepala anaknya , sampai anaknya tertidur dengan nyenyak.


********


Angelica dan James pergi jalan-jalan dulu sebelum pulang ke rumah.


"Sayang , kemaren aku lihat ada toko yang jual perlengkapan olah raga di dekat sana. Apa kita mau pergi melihat-lihat?" , tanya James.


"Buat apa?" , tanya Angelica.

__ADS_1


"Siapa tau kamu mau olah raga dengan aku. Kita juga sudah gak pernah bermain golf lagi. Apa minggu besok kita pergi ke lapangan golf lagi?" , tanya James.


"Kayaknya aku masih malas untuk olah raga sayang. Tugas dari kampus sudah semakin banyak. Aku aja sekarang sudah jarang ke All Star Hotel" , jawab Angelica.


"Ya sudah , kalau gitu nanti saja ketika kamu sudah gak sibuk , baru kita pergi olah raga. Sekarang kita mau kemana sayang?" , tanya James.


"Pergi makan aja ya" , jawab Angelica.


"Mau makan di mana?" , tanya James.


"Makan burger aja yah , kebetulan aku lagi pengen" , jawab Angelica.


"Baiklah" , jawab James sambil menjalankan mobilnya menuju ke restoran burger yang ada di sana.


Sampai di depan restoran , James memarkirkan mobilnya dan setelah itu mereka turun bersama dan berjalan masuk ke dalam restoran sambil bergandengan tangan.


Angelica langsung memesan burger favoritnya dan James pun sama. Tidak butuh waktu lama , pesanan mereka pun jadi.


James dan Angelica duduk berdua di kursi kosong yang ada di sana.


Sambil menikmati burger , Angelica menceritakan kejadian di kampus hari itu kepada suaminya.


James sangat senang mendengarkan istrinya menceritakan temannya atau dosen yang mengajar di sana.


Sampai pada akhirnya makanan mereka pun telah habis.


"Kita mau kemana lagi sayang?" , tanya James sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.


"Pulang aja ya sayang , aku udah capek" , jawab Angelica.


"Baiklah" , jawab James.


Angelica dan James berjalan bersama keluar dari restoran , menuju ke mobil.


Selama di perjalanan hanya musik yang nyala dari audio mobil yang terdengar di sana , sampai akhirnya mobil yang di kendarai oleh James telah sampai di depan rumah.


James dan Angelica berjalan memasuki rumah setelah mobilnya terparkir di sana.


Begitu James dan Angelica membuka pintu , betapa terkejutnya mereka melihat Caroline dan Kania yang duduk di sana bersama dengan mama Heny dan papa Freddy.


"Kak" , sapa Angelica dan James.


"Iya" , jawab Caroline.


"Tumben ke sini gak kasih tau aku" , ucap James.


"Sekarang kakak kamu akan tinggal lagi dengan kita" , ucap mama Heny sambil tersenyum.


"Apa kakak ipar menyakiti kakak lagi?" , tanya James yang mulai khawatir dengan kakaknya.


"Gak dek , kakak sudah memutuskan untuk bercerai dengan Hary" , jawab Caroline.

__ADS_1


James dan Angelica pun langsung terkejut mendengarnya.


__ADS_2