
Opa Chandra akhirnya sudah boleh untuk keluar dari rumah sakit. Antonio mengurus administrasi keluar dari rumah sakit dan Sandra membereskan semua baju dan barang-barang papa Chandra.
"Sudah selesai semuanya? Ayo kita pulang ke apartemen" , ucap Antonio yang baru saja masuk ke dalam kamar perawatan papa Chandra.
"Sudah hubby" , jawab Sandra.
Antonio , Sandra , papa Chandra dan mama Shinta berjalan bersama keluar dari kamar perawatan menuju ke lobby rumah sakit. Tidak lama cab yang di pesan oleh Sandra telah sampai di depan lobby.
Antonio bersama istri dan orang tua nya masuk ke dalam cab dan sopir cab menjalankan mobil menuju ke apartemen Alvaro.
Melihat kondisi papa Chandra yang sudah baik-baik saja , Alex beserta istri dan anaknya pun memutuskan untuk pulang ke kota J satu hari sebelum papa Chandra keluar dari rumah sakit.
Setelah beberapa waktu , sopir yang membawa cab telah sampai di depan lobby apartemen. Antonio membayar sejumlah uang dolar Singapura sesuai dengan tarif yang tertera di sana.
Selesai membayar , Antonio , Sandra , papa Chandra dan mama Shinta turun dari mobil cab. Antonio dan Sandra membawa koper dan barang-barang papa Chandra selama di rumah sakit , berjalan memasuki gedung apartemen.
Sampai di apartemen Alvaro , Sandra langsung meletakkan koper papa Chandra di kamar sebelah yang nantinya akan digunakan oleh papa Chandra dan mama Shinta selama tinggal di sana.
"Alvaro hari ini pulang jam berapa Sandra?" , tanya papa Chandra.
"Katanya hari ini dia sampai sore pa" , jawab Sandra.
"Baiklah" , ucap papa Chandra sambil duduk di kursi sofa yang ada di sana.
Sandra mulai melihat isi kulkas di sana. Begitu Sandra membuka kulkas , Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya , karena kulkas Alvaro benar-benar kosong.
"Alvaro gak beli persediaan makanan untuk dia , selama dia tinggal di sini ya?" , ucap mama Shinta yang tiba-tiba berdiri di belakang Sandra.
"Kayaknya dia gak membeli makanan untuk di sini ma. Pasti dia makan diluar terus" , jawab Sandra.
"Nanti kita keluar saja , pergi beli makanan untuk di apartemen" , ucap mama Shinta.
"Iya ma" , jawab Sandra.
********
Angelica yang pulang cepat dari kampus hari itu , langsung menuju ke kantor suaminya.
"Sayang" , ucap Angelica yang langsung masuk ke dalam ruangan kerja suaminya , tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hi sayangku. Tumben kamu ke sini , biasanya kamu langsung ke All Star Hotel" , ucap James yang langsung tersenyum melihat istri kecilnya di sana.
"Opa Chandra keluar dari rumah sakit hari ini. Apa sabtu ini aku boleh ke Singapura?" , ucap Angelica sambil duduk di pangkuan suaminya dan melingkarkan kedua tangannya di leher suami tercintanya.
"Aku gak bisa sayang. Sabtu ini aku harus mengecek di waterboom dan jungleland" , ucap James.
__ADS_1
"Aku berangkat sendiri aja ya" , ucap Angelica.
"Jangan sayang , kalau mau berangkat harus bersama dengan aku" , jawab James.
"Aku gak mau sayang , aku tetap mau pergi hari sabtu ini. Aku sudah gak sabar mau melihat opa" , ucap Angelica sambil merajuk di sana.
Melihat istri kecilnya yang sangat ingin untuk pergi , akhirnya James mengizinkannya.
"Baiklah , tapi hari minggu pulang ya. Kamu kan masih ada kuliah juga hari senin" , ucap James.
"Iya sayang , terima kasih ya" , ucap Angelica sambil menciumi wajah suaminya.
"Gak cukup kalau cuma di situ aja ciumnya sayang" , ucap James.
"Jadi kamu maunya di mana sayang?" , ucap Angelica.
"Di sini dong sayang" , ucap James yang langsung memajukan wajahnya dan mencium bibir manis milik istri kecilnya yang sangat dicintainya itu.
Angelica mengikuti setiap alur ciuman yang diberikan oleh suaminya.
Ketika James dan Angelica sedang asik berciuman di sana , terdengar suara ketukan pintu di ruangan kerja James.
Tok...tok...tok...
"Siapa lagi yang mengganggu kemesraan kita sekarang?" , ucap James yang merasa masih belum cukup puas untuk menciumi istri kecilnya.
"Masuk" , ucap James dengan raut wajah yang sedikit kesal.
Ceklek....
Terlihat Ernest sang sekretaris James di sana.
"Permisi pak" , ucap Ernest.
"Iya , kamu ada keperluan apa mencari saya?" , ucap James.
"Ada beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani dan bapak juga ada meeting siang ini dengan pak Tio" , ucap Ernest.
"Baiklah" , jawab James sambil melihat dokumen yang dibawakan oleh sekretarisnya dan mulai menandatanganinya.
"Sayang , kamu mau menunggu aku sampai aku selesai meeting nanti?" , tanya James.
"Gak sayang , aku mau ke All Star Hotel sebentar melihat kerjaan di sana" , jawab Angelica.
"Baiklah , sampai ketemu di rumah ya" , ucap James.
__ADS_1
"Iya sayang , jangan lupa beliin tiket aku ke Singapura ya" , ucap Angelica sambil mencium suaminya.
"Iya sayangku" , jawab James sambil tersenyum tipis.
Setelah itu Angelica berjalan keluar dari ruangan kerja James dan menuju ke parkiran mobilnya.
"Kita ke All Star Hotel pak" , ucap Angelica kepada sopir pribadinya.
"Baik nona muda" , jawab pak Dedi sambil menjalankan mobil.
********
Alvaro yang sudah selesai kuliah sore itu...
"Alvaro , kita pergi makan yuk" , ucap Brandon.
"Gak Brandon , aku mau langsung pulang" , jawab Alvaro.
"Kamu mau langsung ke rumah sakit ya" , ucap Brandon.
"Gak , aku langsung pulang ke apartemen" , jawab Alvaro.
"Bukannya opa kamu di rawat di rumah sakit?" , tanya Brandon sambil mengerutkan keningnya.
"Iya , tapi hari ini opa aku sudah boleh pulang. Sekarang pasti orang tua aku bersama dengan opa dan oma sudah ada di apartemen" , jawab Alvaro.
"Oh , baiklah. Kalau gitu aku langsung pulang aja" , ucap Brandon.
"Iya" , ucap Alvaro sambil menganggukkan kepalanya.
Alvaro menyandang tas ranselnya dan berjalan keluar dari gedung kampus menuju ke apartemennya yang tidak jauh dari sana.
Tidak butuh waktu lama , Alvaro telah sampai di apartemennya. Begitu Alvaro membuka pintu apartemen , yang terlihat hanyalah opa Chandra dan papa nya yang duduk di sana.
"Mama dan oma Shinta mana pa?" , tanya Alvaro.
"Kamu begitu pulang bukannya menyapa opa dan papa dulu , tapi malah menanyakan mama dan oma Shinta" , ucap Antonio.
"Iya maaf pa , karena aku gak melihat mama dan oma Shinta di sini" , jawab Alvaro.
"Mama kamu dan oma Shinta sedang pergi membeli bahan makanan. Tadi mereka melihat kulkas kamu kosong , gak ada isinya" , ucap opa Chandra.
"Iya opa , aku selalu makan diluar soalnya , jadinya gak membeli makanan untuk di sini" , jawab Alvaro sambil terkekeh.
"Ya biasa la anak cowok , tau nya kan mau yang praktis saja" , ucap opa Chandra.
__ADS_1
"Betul opa" , jawab Alvaro sambil tersenyum.