
Angelica dan James sudah berada di rumah Antonio dan Sandra.
"Jadi anak mama sudah betah tinggal di rumah mertua?" , tanya Sandra.
"Sebenarnya aku masih pengen tinggal di sini ma , tapi mau bagaimana lagi" , ucap Angelica.
"Papa dan mama mertua kamu baik kan sama kamu nak?" , tanya Sandra.
"Baik ma. Papa Freddy dan mama Heni baik banget sama aku ma" , jawab Angelica sambil tersenyum tipis.
"Syukurlah nak , kalau gitu mama pun menjadi lebih tenang" , ucap Sandra.
"Papa dan mama aku sangat menyayangi Angelica ma. Jadi mama tenang saja , Angelica pasti akan diperlakukan dengan sangat baik di rumah aku" , ucap James.
"Iya James , mama percaya kok sama kamu" , ucap Sandra.
"Kalian makan malam di sini kan?" , ucap Sandra.
"Iya ma" , jawab Angelica.
"Baiklah , soalnya hari ini mama masak sop ikan tenggiri" , ucap Sandra.
"Aku paling suka sop ikan tenggiri buatan mama" , ucap Angelica sambil tersenyum bahagia.
"Karena tau kalian mau datang , makanya mama langsung sibuk mencari bahan untuk memasak" , ucap Antonio.
"Benarkah ma?" , tanya Angelica.
"Gak sayang , papa aja yang suka berlebihan" , jawab Sandra.
"Kamu jujur saja sayang , tadi pagi begitu dengar Angelica mau datang , kamu langsung minta Tuti beli ikan kan. Kamu jangan menutupinya lagi" , ucap Antonio.
"Iya hubby , aku memang sengaja masak sop ikan tenggiri karena tau anak perempuan kesayangan aku akan datang hari ini" , ucap Sandra.
"Terima kasih ya ma" , ucap Angelica yang langsung memeluk tubuh mamanya.
"Iya sayang , kamu harus sering-sering datang ke sini ya. Biar mama juga gak merasa sepi di rumah" , ucap Sandra.
"Iya ma , aku pasti akan sering pulang ke rumah" , jawab Angelica.
"Ya sudah , mama mau memasak untuk makan malam dulu ya. Kalian ngobrol dulu sama papa" , ucap Sandra sambil berdiri dari kursi sofa.
"Iya ma" , jawab James dan Angelica bersamaan.
Sandra berjalan ke dalam menuju ke dapur dan terlihat semua bahan sudah terpotong rapi disana.
Sandra mulai memasukkan bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat sop ikan tenggiri ke dalam panci.
Antonio , James dan Angelica seperti biasa mulai membahas masalah kerjaan.
"Bagaimana dengan pembangunan All Star Hotel di waterboom?" , tanya Antonio.
__ADS_1
"Kalau gak ada halangan awal tahun depan juga sudah bisa selesai pa" , jawab Angelica.
"Baguslah. Untuk masalah design interior nya kalian sudah bahas dengan Citra kan?" , ucap Antonio.
"Udah pa , aku sudah beberapa kali bertemu dengan tante Citra , tapi ada beberapa yang aku minta di rubah. Jadi , tante Citra mulai menggambarkan ulang lagi" , jawab Angelica.
"Baiklah" , jawab Antonio sambil menganggukkan kepalanya.
Tidak lama , Tuti berjalan keluar sambil membawakan potongan brownies ke ruang keluarga.
"Silahkan di makan nona kecil dan tuan James" , ucap Tuti sambil tersenyum.
"Ini mama yang buat ya mba" , ucap Angelica.
"Benar nona kecil. Brownies ini baru dibuat oleh nona muda semalam" , ucap Tuti.
"Cuma mama yang paling mengerti aku" , ucap Angelica.
"Nanti mama aku juga bisa membuatkan brownies untuk kamu sayang" , ucap James.
"Biarpun begitu , rasanya pasti berbeda sayang" , ucap Angelica.
"Gimana mau berbeda. Bukannya brownies rasanya sama saja ya" , ucap James.
"Beda sayang , mama aku itu belajar buat brownies sama chef yang ada di All Star Hotel" , ucap Angelica.
Angelica mengambil garpu dan piring kecil yang sudah di sediakan oleh mba Tuti.
James mencoba memakan brownies dan t
James pun langsung menyukai brownies buatan mama mertuanya.
"Iya sayang , beneran enak rasanya" , ucap James.
"Benar kan , mama aku itu memang paling jago memasak" , ucap Angelica.
"Mama sangat pinter memasak. Tapi kenapa aku gak pernah liat kamu memasak di dapur sayang" , ucap James sambil menatap istri kecilnya.
"Karena aku gak pernah belajar memasak. Selama ini aku selalu belajar di dalam kamar" , ucap Angelica.
"Iya , kamu memang sangat suka belajar dan membaca dari pada memasak" , ucap James sambil tersenyum tipis.
"Nah , itu kamu tau" , ucap Angelica sambil terkekeh.
Setelah beberapa waktu , akhirnya masakan Sandra sudah jadi.
Mba Tuti mulai membawa makanan yang sudah di masukkan ke dalam mangkuk itu ke meja makan dan menatanya di depan kursi meja makan yang biasa digunakan oleh Antonio , Sandra beserta anak-anak mereka.
Sandra mulai berjalan menuju ke ruang keluarga.
"Ayo kita makan malam bersama" , ucap Sandra.
__ADS_1
"Iya ma" , jawab Angelica dan James.
Antonio , Sandra , James dan Angelica berjalan bersama sampai di meja makan.
Mereka menikmati masakan yang sudah di buat oleh mamanya sambil mengobrol santai.
Sampai akhirnya makanan sudah habis dimakan semua dan hari pun sudah mulai malam.
Angelica dan James pamit pulang ke rumah mereka.
"Pulang dulu ya ma , pa" , ucap James dan Angelica bersamaan.
"Iya nak" , jawab Antonio dan Sandra.
Sebelum Angelica pergi , Angelica memeluk tubuh mamanya terlebih dahulu. Setelah puas , baru Angelica dan James masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau jalan-jalan dulu atau mau langsung pulang sayang?" , tanya James sambil fokus menyetir mobil miliknya.
"Kita langsung pulang aja ya sayang , karena aku mau mandi dulu" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang" , jawab James.
********
Alvaro dan Brandon yang sudah puas bermain di mall , memilih tempat untuk nongkrong berdua.
Alvaro dan Brandon melangkahkan kakinya sampai ke taman yang biasa di lewati oleh Alvaro.
Begitu sampai di taman , mata Alvaro mulai terpaku lagi dengan cewek pelukis yang waktu itu dilihatnya di taman ini juga.
"Alvaro" , panggil Brandon.
"Eh iya...Ada apa di sana? Sampai kamu melihat nya terus , bahkan aku panggil-panggil kamu juga gak menyadari nya" , ucap Brandon.
"Aku melihat gadis kecil yang sedang melukis disana" , ucap Alvaro sambil menunjukkan jarinya ke arah wanita mungil kecil yang kurus itu.
"Apa kamu mengenal gadis kecil itu?" , tanya Brandon sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh Alvaro.
"Aku tidak mengenalnya. Setiap aku melihat dia , aku hanya terus duduk di sini sambil melihat tangan dia yang bergerak dengan sangat indah memberikan warna di atas papan kanvas miliknya" , jawab Alvaro.
"Kenapa kamu tidak berkenalan dengannya?" , tanya Brandon.
"Aku masih belum berani" , jawab Alvaro.
"Apa kamu mau kita pergi menemui gadis kecil itu dan berkenalan dengannya" , ucap Brandon.
"Apa kamu berani?" , tanya Alvaro.
"Ya berani saja. Kan cuma minta berkenalan saja" , jawab Brandon.
Alvaro dan Brandon pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempat di mana gadis kecil itu melukis.
__ADS_1
Begitu hampir dekat dengan gadis kecil itu...Tiba -tiba jantung Alvaro berdetak lebih cepat dari biasanya.